cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2014)" : 7 Documents clear
PERENCANAAN PERAWATAN DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA UNIT NPK GRANULASI II DI PT PETROKIMIA GRESIK Jazuli Mustofa Jazuli Mustofa
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.518

Abstract

Untuk mencapai target produksi yang telah direncanakan maka harus didukung oleh keandalan peralatan yang tinggi. Untuk meningkatkan keandalan peralatan produksi maka harus didukung oleh tim pemeliharaan yang mampu melaksanakan perawatan dan perbaikan peralatan dengan efektif dan efisien. Dengan tingginya downtime unit produksi NPK Granulasi II berpotensi tidak tercapainya target produksi sehingga diperlukan suatu metode pemeliharaan yang dapat menurunkan downtime unit tersebut.Untuk menyelesaikan masalah tersebut digunakan metode reliability centered maintenance guna mengurangi downtime unit tidak terjadwal. Hasil penelitian menunjukkan peralatan kritis pada unit NPK Granulasi II adalah Recycle Drag Conveyor dan Recycle Bucket Elevator dengan total waktu perbaikan 17,36 hari atau setara dengan 416,64 jam.Penyebab utama kegagalan komponen dan interval perawatan pada Recycle Drag Conveyor adalah Baut adjuster dengan interval perawatan 8 hari, motor dengan interval perawatan 47 hari, Cross bar dengan interval perawatan 8 hari, Bearing tail wheel dengan interval perawatan 14 hari, Rantai dengan interval perawatan 5 hari dan Body dengan interval perawatan 9 hari sedangkan Recycle Bucket Elevator adalah Pen rantai dengan interval perawatan 1 hari, Rantai dengan interval perawatan 4 hari dan Tail wheel dengan interval perawatan 16 hari.
Pengaruh Dimensi Service Quality Terhadap Kualitas Layanan PDAM Study Kasus : Di Kantor Unit Banyuanyar Kabupaten Probolinggo Tri Prihatiningsih
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.512

Abstract

Konsumsi air akan selalu mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan populasi. Melihat kondisi dan kenyataan tersebut maka perlu diketahui bagamaimana sesungguhnya kinerja layanan PDAM bila dilihat dari sisi konsumen selaku pengguna dari jasa penyediaan air bagi kebutuhan hidup kesehariannya. Upaya mengetahui kualitas pelayanan dari PDAM hasilnya dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan manajerial pelayanan PDAM, sehingga akan didapat kinerja manajemen yang berkualitas dan pada akhirnya PDAM akan dapat memuaskan pelanggan selaku konsumen utama dari perusahaan PDAM.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kualitas layanan PDAM terhadap konsumen selaku pengguna jasa penyediaan air bersih, dalam hal ini adalah PDAM.Instrumen penelitian ini diadopsi dari penelitianPutra Cocorde (2011), danArdiansyah, et al, (2012).Parasuraman et al, 1990, yang terdiri dari 5 dimensi yaitu tangible,reliability,responsivenes,assurance dan empathy dengan 22 item pernyataan sebagai indikatornya menjadi 14 pernyataan baik untuk persepsi konsumen maupun ekspektasinya. Untuk menentukan jumlah kuisioner dipakai rumus Slovin (Karnadi,2008) Teknik analisis data yang digunakan untuk mengolah data primer yang diperoleh dari sampel penelitian adalah .pengujian validasi instrumen ( uji r ) dan pengujian reliabilitas dengan menggunakan sofwer SPSS 20,(Andi,2012) maka diperoleh hasil analisa kesenjangan yang terjadi pada dimensi kualitas layanan secara berurutan dari nilai terbesar hingga ke nilai terkecil adalah sebagai berikutempathy (-1.0732), reliability(.0191), assurance (-1.1115), responsiveness(-.7834) dan tangible(-.1847). Hasil ringkasan statistik dari persepsi dan ekspektasi dengan menggunakan sofwer SPSS 20 diperoleh : rata-rata untuk persepsi 4,2918 (cenderung baik), sedangkan untuk ekspektasi 5,2368 (cenderung sangat baik),dan hasil korelasi antara kedua variabel yang menghasilkan angka ,154 dengan nilai signifikan ,134 (di atas 0,05). Hal ini menyatakan bahwa korelasi antara persepsi dan expektasi adalah tidak signifikan dapat diartikan antara persepsi dan ekspektasi berbeda secara nyata. Dapat disimpulkan bahwa konsumen sangat menginginkan apa yang menjadi keluhannya mendapat perhatian sesuai dengan apa yang diharapkan.
ANALISA KETERKAITAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA, KESELAMATAN DAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING Hendra Hariyadi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.519

Abstract

Meningkatkan produktivitas adalah sebuah perhatian utama berbagai industri, sebagai perusahaan efektivitas dan efisiensi dari sumber daya ke dalam produk yang dapat dipasarkan dan menentukan keuntungan bisnis. Sebagai akibatnya, berbagai indikator dan faktor yang dapat dipertimbangkan telah diarahkan untuk dapat meningkatkan produktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi hubungan lingkungan kerja, keselamatan, dan kesehatan, terhadap produktivitas kerja, dan (2) Mengidentifikasi hubungan lingkungan kerja terhadap keselamatan, serta (3) Mengidentifikasi hubungan lingkungan kerja terhadap kesehatan.Obyek penelitian ini dilakukan pada industri oil and gas berkelas industri besar, yaitu LPG Plant Media Energy, PT. Media Karya Sentosa Gresik. Data yang digunakan berasal dari data kuisioner yang kembali dan layak untuk diolah sejumlah 108 responden, yang merupakan karyawan PT. Media Karya Sentosa Gresik. Data direkap dengan perangkat lunak SPSS 11 dan menggunakan AMOS 16 untuk mengolah data secara statistik dengan metode Structural Equation Modeling (SEM).Dengan SEM, diperoleh faktor Lingkungan kerja memiliki pengaruh langsung positif dan tidak signifikan terhadap keselamatan kerja, Kesehatan kerja dan produktivitas kerja. Lingkungan kerja memiliki pengaruh positif secara tidak langsung terhadap produktivitas kerja melalui keselamatan kerja dan kesehatan kerja. Keselamatan kerja memiliki pengaruh langsung negatif namun tidak signifikan terhagap produktivitas kerja, Faktor kesehatan kerja memiliki pengaruh langsung positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja,
KOMPETENSI INTI DAERAH BANGKALAN BERDASARKAN PEMETAAN INDUSTRI KREATIF DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERKRITERIA MAJEMUK Fitri Agustina; Nachnul Ansori; Tegar Prdana F.A
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.515

Abstract

Industri kreatif merupakan bentuk pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu dengan cara menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu (Sumotarto, 2010). Menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia dalam Pengembangan Industri Kreatif Menuju Visi Ekonomi Kreatif 2025 menelompokkan jenis industri kreatif menjadi empat belas sektor antara lain ; 1). Periklanan, 2) Arsitektur, 3) Pasara Barang Seni, 4) Kerajinan, 5) Desain, 6) Fesyen, 7) Video, Film dan Fotografi, 8) Permainan Interaktif, 9) Musik, 10) Seni Pertunjukan, 11) Penerbitan dan Percetakan, 12) Layanan Komputer dan Piranti Lunak, 13) Televisi dan Radio, 14) Riset dan Pengembangan. Pemilihan kompetensi inti daerah pada multi-variabel berupa produk domestik bruto (PDB), jumlah ketenagakerjaan, perdagangan internasional dan jumlah perusahaan berdasarkan pemetaan industri kreatif di Kabupaten Bangkalan adalah tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini. Aplikasi Multi Criteria Decision Making (MCDM) berupa integrasi Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode perankingan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) digunakan untuk menentukan kompetensi inti daerah sebagai sektor yang diunggulkan. Hasil penelitian diperoleh kompetensi inti yang diunggulkan daerah di Kabupaten Bangkalan berupa subsektor kerajinan. Subsektor industri kreatif tersebut didapatkan dari hasil pemetaan industry kreatif yang ada antara lain berupa subsektor pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain fasyen, video,film dan fotografi serta penerbitan dan percetakan.
PERANCANGAN SISTEM KERJA UNTUK MENINGKATAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI KERJA DI CV. INTI TEKNIK SURABAYA Suhartini Suhartini
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.516

Abstract

CV. Inti Teknik merupakan perusahaan yang memproduksi panel listrik. Pada saat ini perusahaan tersebut telah memiliki banyak pelanggan baik itu yang di kawasan Surabaya maupun kawasan diluar Surabaya. Dari kondisi perakitan di perusahaan tersebut masih jauh dari kata efektif dan efisien. Karena tingkat menganggur yang cukup tinggi terjadi pada beberapa karyawan yang melakukan perakitan, dan juga berkenaan dengan jumlah stasiun kerja yang berubah-ubah.Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah line balancing dengan pendekatan bobot posisi, pendekatan wilayah, dan pembebanan berurutan. Dengan membandingkan dari ketiga metode tersebut diharapkan tercipta suatu sistem kerja yang tepat dalam membuat suatu lintasan perakitan yang efektif dan efisien.Pada penerapan ketiga metode didapatkah hasil untuk pembagian jumlah stasiun dalan lintasan perakitan adalah 4 stasiun. Dari hasil yang di dapat metode bobot posisi memiliki hasil perhitungan yang lebih baik dibandingkan dengan metode pendekatan wilayah serta metode pembebanan berurut. Hasil untuk efisiensi dengan menggunakan metode bobot posisi bisa mencapai 100%. Untuk hasil dengan menggunakan metode pendekatan wilayah sama dengan metode pembebanan berurut yaitu 99,6%. Apabila perusahaan menghendaki untuk efektifitas yang tinggi, maka hasil dari metode bobot posisilah yang tepat untuk di terapkan perusahaan ini, hasil efisiensi untuk tiap stasiunnya dari metode bobot posisi adalah: stasiun ke-1 adalah 100%, stasiun ke-2 adalah 100%, stasiun ke-3 adalah 100%, dan untuk stasiun ke-4 juga 100%. Untuk waktu operasi tiap atasiunnya adalah 239 menit.
Perencanaan Persediaan Bahan Baku Multi-Item Dengan Mempertimbangkan Masa Kadaluarsa Dan Unit Diskon (Studi Kasus : UD Burno Sari, Durenan, Trenggalek) Alvian Dwi Cahyo
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.159 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.517

Abstract

Persediaan berkaitan dengan penyimpanan bahan baku/bahan setengah jadi/barang jadi untuk dapat memastikan lancarnya suatu sistem produksi atau kegiatan bisnis bagi suatu perusahaan/industri. Bagi perusahaan/industri yang bergerak dalam menghasilkan produk perishable (penurunan nilai setelah waktu tertentu), seperti pada perusahaan/industri makanan dan bahan kimia, masa kadaluarsa bahan baku/barang merupakan faktor penting yang tidak dapat dilepaskan dalam perencanaan model persediaan. Metode EOQ (Economic Order Quantity) adalah sebuah metode persediaan barang yang dapat digunakan untuk mengetahui berapa jumlah persediaan terbaik yang dibutuhkan perusahaan untuk menjaga kelancaran proses produksinya. Metode ini dapat digunakan perencanaan secara berulang-ulang sesuai kebutuhan, maka dari itu dipilih Metode EOQ ini sebagai metode yang paling tepat untuk merencanakan pesanan bahan baku dengan mempertimbangkan masa kadaluarsa untuk tahun-tahun berikutnya.
ANALISIS DAN KAJIAN RANTAI PASOK AGRIBISNIS AYAM PEDAGING DENGAN DEA (DATA ENVELOPMENT ANAKYSIS) Wahyu Eko cahyono; I G A Sri Devianti
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v14i2.511

Abstract

Protein hewani mempunyai keunggulan dibanding protein nabati, yaitu kelebihan (lebih lengkap) asam amino esensialnya. Protein hewani mempunyai kualitas penting dalam membangun pertumbuhan dan kecerdasan manusia. Porsi konsumsi rata-rata orang Indonesia untuk pangan hewani baru mencapai 81,9 gr dari stándar ideal 150 gram per hari. (WNPG,2008). Sedangkan potensi unggas (itik, Buras, layer, broiler dan puyuh) di Jatim sangat besar, bahkan populasi layer 30,74 persen dari populasi nasional (116.473.968 ekor) dengan produksi 379.288 ton (2008). Produksi pakan ternak komersial di Jatim juga paling tinggi di Indonesia, yaitu 2.713.070 ton pada tahun 2007 atau 34,78 persen dari produksi nasional (Dinas Peternakan Jatim, 2008).Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memetakan rantai pasok agribisnis ayam pedaging dengan pendekatan analisa rantai nilai (value chain) sehingga mampu memahami kondisi rantai pasok yang digambarkan dalam Big Picture Mapping. Pemborosan-pemborosan pada jalur s upply chain dapat diidentifikasikan kemudian dilakukan pemetaan secara detaildan dianalisa akar penyebabnya. Langkah selanjutnya adalah menyusun model simulasi berdasarkan simulasi sistem dinamik untuk mengevaluasi pengaruh koordinasi terhadap kinerja supply chain ayam pedaging di Jawa Timur. dan dilakukan beberapa skenario alternatif perbaikan terhadap supply chain ayam pedaging melalui desain supply chain management untuk mencapai performansi sistem yang lebih baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7