Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 23 No 1 (2022)"
:
10 Documents
clear
Pemilihan Material Pengganti untuk Prototype Second Wall Kotak Makan Inovasi Menggunakan Metode SAW dan TOPSIS
Rebekka Yessica Hutapea;
Vismeike Simbolon;
Yohana Sitanggang;
Laura Lumbantobing;
Natasya Pangaribuan;
Ivo Sibarani;
Benedikta Siboro
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.3351
Pemilihan material pengganti untuk pembuatan prototype penting dikarenakan prototype harus tetap merepresentasikan produk akhir meskipun tidak menggunakan material sejenis. Berdasarkan riset pasar yang dilakukan sebelumnya, direncanakan sebuah produk inovasi berupa kotak makan yang memiliki fitur penghangat dan penjaga kesegaran makanan dan memiliki 2 lapisan dimana first wall terbuat dari stainless steel dan second wall terbuat dari plastik. Pembuatan prototype second wall mengalami kendala dikarenakan tidak adanya vendor di Kabupaten Toba yang mampu melakukan proses peleburan plastik sehingga perlu dilakukan pengambilan keputusan untuk menentukan material pengganti dalam pembuatan prototypenya. Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan sebagai metode penelitian dalam pengambilan keputusan ini. Penelitian ini menggunakan 3 alternatif yaitu material kayu triplek, kardus, dan styrofoam dengan 5 kriteria yaitu harga, kualitas material, ketersedian material, mudah dibentuk, dan waktu pengerjaan. Penilaian untuk setiap material didasari pada hasil kuesioner terhadap 46 responden. Berdasarkan perhitungan untuk kedua metode, didapati material kayu triplek dengan nilai preferensi tertinggi dengan nilai 0,894 untuk SAW dan 0,576 untuk TOPSIS. Dengan mempertimbangkan hasil perhitungan kedua metode tersebut sebagai pendukung keputusan, maka alternatif terbaik sebagai pilihan material prototype second wall kotak makan inovasi adalah material kayu triplek.
Mitigasi Risiko Rantai Pasok Bibit Bandeng Menggunakan Pendekatan House Of Risk
Akhmad Wasiur Rizqi
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.4412
UD Tiga Saudara merupakan salah satu usaha dagang yang bergerak pada bidang inkubasi dan penyalur distribusi bibit bandeng ke pengepul dan juga petambak ikan bandeng. Permasalahan yang terjadi pada usaha dagang ini adalah rendahnya produktivitas dan risiko yang terjadi pada sepanjang rantai pasok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan usulan penanggulangan mitigasi risiko pada rantai pasok bibit ikan bandeng. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil identifikasi dari penyebab risiko dengan menggunakan supply chain operations reference (SCOR) disepanjang sistem rantai pasok bibit bandeng di UD Tiga Saudara terdapat 26 kejadian risiko. Tahap evaluasi risiko dari perhitungan House of risk 1 menghasilkan 3 risiko terbesar yakni (A11) Pelanggan kecewa karena ukuran bibit nener terlalu kecil, (A22) Nener dikembalikan/pengiriman ulang dan (A12) Pembatalan order. Tahap mitigasi risiko dari House of risk 2 didapatkan 5 usulan aksi mitigasi risiko yang diprioritaskan yakni (PA1) Perbaikan perlakuan secara berkelanjutan dengan memberikan pupuk, obat pakan dan rutin kontrol kondisi air, (PA3) Memberikan reward pada karyawan untuk lebih termotivasi dan lebih teliti dalam bekerja, (PA4) Menjaga mutu dengan melakukan pemilihan benih unggul untuk mempercepat proses pembesaran, (PA2) Memperhitungkan luas lahan yang digunakan dengan jumlah benih nener yang akan ditebar dan (PA5) Memberikan tawaran tenggang waktu pembayaran ataupun harga yang lebih murah.
Pemilihan Alternatif Bahan Baku Prototype Tumbler dengan Menggunakan Metode SAW dan WP
Anita Febriany Lumban Gaol;
Metiovani Julianti;
Oky Rahayu;
Indah Simanjuntak;
Manaris Silaban;
Benedikta Anna Siboro
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.3352
Berkembangnya Coronavirus yang terjadi di Wuhan dan di seluruh dunia, membutuhkan penanganan yang serius agar dapat memutuskan rantai penyebaran virus Coronavirus. Menurut World Health Organization (WHO), virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui tetesan kecil air liur yang keluar dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi Coronavirus. Sehingga terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan virus ini, seperti menaati peraturan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak), membersihkan permukaan benda dengan cairan pembersih dan menggunakan barang pribadi. Untuk memutuskan penularan Coronavirus, maka dilakukan inovasi terhadap alat makan (Tumbler). Tumbler merupakan salah satu produk minuman yang ditujukan pada bagi semua kalangan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menentukan bahan baku yang tepat dalam membuat prototype tumbler yang sesuai bagi anak-anak usia 6-12 tahun menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP). Hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa material prototype Tumbler yang paling efektif dan terbaik yaitu material stainless steel dengan nilai Vi sebesar 0,66 (metode SAW) dan 1,00 (metode WP).
Pemetaan Layanan Jasa E-Commerce Di Kota Bandung Menggunakan Metode Multidimensional Scaling
Erna Mulyati;
Dini Hamidin
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.3596
Layanan jasa kurir semakin bersaing dengan populernya belanja online. Penelitian bertujuan memetakan persepsi konsumen terhadap layanan jasa kurir e-commerce di kota Bandung, menggambarkan posisi layanan jasa kurir dari satu kurir dengan perusahaan kurir lainnya berdasarkan kemiripan atribut serta identifikasi dimensi kunci yang mendasari evaluasi konsumen terhadap berbagai atribut sebagai dasar perusahaan kurir dalam meningkatkan daya saing layanannya. Atribut yang digunakan adalah timeliness, quality, accuracy of order, dan order discrepancy handling. Sampel sebanyak 31 responden menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengusaha retail di Kota Bandung yang menggunakan jasa kurir QposinAja. Metode yang digunakan Multidimensional Scaling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan jasa kurir e-commerce memiliki kemiripan, seperti PT Pos dan layanan jasa kurir lainnya karena berada dalam satu kuadran yang sama di kuadran satu; JNE dan SiCepat berada di kuadran dua. Anter Aja dan Ninja tidak memiliki kemiripan karena keduanya berada di kuadran berbeda. Responden mempersepsikan bahwa PT Pos Indonesia lebih baik baik daripada layanan jasa kurir lain terkait timeliness, accuracy of order, dan order discrepancy handling. Ninja lebih baik daripada layanan jasa kurir lain terkait quality. Berdasarkan penelitian ini diketahui atribut-atribut tersebut berpengaruh kecil terhadap persepsi konsumen untuk berbelanja online sehingga terdapat atribut lain diluar penelitian ini yang sebenarnya mempengaruhi persepsi konsumen dalam memilih jasa kurir.
RANCANGAN KINERJA SUPPLY CHAIN REMPAH (BAHAN JAMU) KAB. SUMENEP DENGAN PENDEKATAN VALUE STREAM MAPPING
Shofi Fitrotis Salimah;
sabaruddin akhmad
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.3590
Jamu merupakan suatu produk yang terdiri dari olahan satu bahan atau campuran beberapa tanaman obat yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh dan menyembuhkan penyakit pada sistem pengobatan tradisional. Rantai pasokan rempah jamu merupakan suatu konsep sistem pengaturan pada aliran produk, keuangan serta aliran informasi dalam proses distribusi rempah jamu hingga sampai pada konsumen. Dari hasil pemetaan jaringan distribusi menggunakan Value Stream Mapping terdapat 4 alternatif aliran pemasaran rempah jamu di Kabupaten Sumenep. Dari hasil survey diketahui bahwa petani cabe jamu menjual cabe jamu kering ke tengkulak atau pengepul berkisar pada harga Rp. 65.000/kg sampai Rp. 67.000/kg. Karena panjangnya mata rantai pasok distribusi cabe jamu, produk akhir dari penjualan cabe setelah melalui proses produksi yang dilakukan beberapa pengusaha industry jamu sampai mencapai harga Rp.150.000/kg – Rp.160.000/kg sampai pada konsumen akhir. Dari alternatif yang ada, aliran yang memiliki nilai efisiensi pemasaran tertinggi (0.35%) dan Biaya transaksi terendah (Rp. 527/Kg) adalah alternatif aliran ke 2 yaitu ( Petani – Pengepul – Industri Jamu – Konsumen).
Perbandingan Metode Economic Order Quantity dan Just In Time untuk Mengetahui Efisiensi Persediaan Bahan Baku di UMKM Roti Bolmond
Firman Muhamad Firdaus Pratama;
wahyudin wahyudin;
Salman Noor Fauzan
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.3757
Manajemen dapat mempengaruhi tinggi rendahnya laba perusahaan karena dapat megontrol kegiatan in dan out dana yang mengalir atas aktivitas apapun. Pentingnya pengendalian pengadaan memberikan efek yang besar terhadap jalannya proses produksi karena produksi tidak akan berjalan bila tanpa adanya persediaan bahan baku yang memadai, tetapi disisi lain kelebihan bahan baku juga dapat memberikan dampak buruk bagi perusahaan karena mengakibatkan pemborosan biaya pengadaan. Penelitian dilakukan di UMKM roti bolmond dan merupakan usaha rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan terhadap manajemen biaya pengadaan yang digunakan UMKM tersebut dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT), sehingga nantinya biaya persediaan menjadi efektif dan optimal. Penelitian ini dilakukan dengan cara kualitatif dan kuantitatif. Hasilnya, setelah dilakukannya perhitungan pada bahan baku tepung, sistem pengendalian yang telah dilakukan dengan metode konvensional masih kurang efisien, hasilnya yaitu sebesar Rp. 12.127.968,75. Sedangkan dengan mengunakan metode EOQ yaitu Rp. 2.449.489, dan menggunakan metode JIT yaitu Rp. 999.999,696. Dari hasil yang telah didapat dari ketiga metode ini, metode yang cukup efektif atau optimal dalam menekan total biaya persediaan bahan baku yaitu dengan metode Just In Time (JIT).
Peningkatan Kemampuan Dosen Fakultas Teknik Melalui Analisis Keputusan Studi Lanjut Dengan Pertimbangan Risiko
Yudha Adi Kusuma;
Dyan Hatining Ayu Sudarni
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.4045
Universitas XYZ Madiun memiliki salah satu fakultas yaitu Fakultas Teknik. Fakultas teknik masih tergolong baru di Perguruan Tinggi (PT) XYZ Madiun karena berdiri tahun 2017. Berdasarkan amanat UU No 20 tahun 2003, dosen memegang fungsi strategis sehingga Fakultas Teknik aktif mendorong bagi para dosennya melakukan studi lanjutan. Dosen di lingkup fakultas teknik rata-rata masih berpendidikan magister sehingga mempengaruhi terhadap hasil akreditasinya. Oleh karena itu perlu adanya upaya dalam pengambilan keputusan bagi dosen untuk melakukan studi lanjutan. Analisis Multi Attribute Decision Making (MADM) diperlukan dalam pengujian pengambilan keputusan. Hasil pengujian MADM terdapat 5 kriteria dan 76 % dari jumlah keseluruhan dosen berkeinginan melakukan studi lanjutan. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis risiko saat pengambilan keputusan studi lanjutan. Hasil identifikasi risiko terdapat 12 indikator risiko. Penilaian risiko didapatkan 5 indikator yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu kesulitan memilih dosen pembimbing, kuliah dengan bekerja, lama w
Perancangan Tata Letak Fasilitas Pada UMKM Sepatu “Prohana” menggunakan Systematic Layout Planning
Dina Rachmawaty;
Mas Aji Saputra;
Halim Qista Karima
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.4072
Perancangan tata letak fasilitas tergolong penting untuk mengorganisasikan sumber daya dalam sebuah pabrik sehingga memperoleh tata letak efektif dan efisien. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang produktif untuk mendukung pembangunan dan perkembangan perekonomian di Indonesia. UMKM sepatu “Prohana” merupakan suatu home industry yang bergerak di bidang sepatu dan sandal. Permasalahan yang terjadi pada UMKM sepatu “Prohana” yaitu Aliran material di UMKM ini belum teratur sehingga menyebabkan susunan mesin masih berjauhan dari hubungan kedekatan stasiun kerja, jarak antar stasiun kerjanya masih berjauhan sehingga jarak perpindahan material perlu diperpendek. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu perancangan tata letak yang lebih efektif untuk meminimasi jarak antar stasiun kerja dan jarak perpindahan material dengan mempertimbangkan aliran material. Penelitian perancangan tata letak fasilitas ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP). Berdasarkan hasil dari pengolahan, diperoleh dua usulan alternatif layout dengan menggunakan pola aliran S-Shaped. Dari dua alternatif tersebut terpilih usulan pertama sebagai layout usulan terbaik karena usulan pertama memiliki jarak perpindahan lebih pendek dibandingkan alternatif kedua yaitu dapat meminimasi jarak perpindahan sebesar 50,1% dari layout awal.
Perancangan Strategi Pengembangan Bisnis Industri Jeans Pada UKM X Menggunakan Analisis SWOT
Musaddad Alfani
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.3358
Industri bidang fashion menjadi salah satu sektor industri yang banyak digeluti saat ini karena pakaian menjadi kebutuhan primer setiap orang. Model fashion selalu cepat berubah dari tahun ke tahun. Salah satu fashion yang digemari berbagai kalangan tak terkecuali mahasiswa ialah jeans karena dianggap dapat dengan mudah dipadukan dengan apapun. Persaingan pasar fashion cukup besar karena UKM yang bergerak di bidang ini sangat banyak salah satunya UKM X. Untuk dapat bertahan dan terus bersaing, tentunya UKM X perlu untuk menerapkan strategi yang efektif dan efisien. Perlu untuk mengevaluasi bagaimana sistem bisnis yang selama ini berjalan. Dilakukan penelitian untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi proses bisnis yang ada di UKM X. Penelitian dilakukan menggunakan metode analsisi SWOT dan QSPM. Berdasarkan hasil pada analisis IE posisi UKM X berada pada sel 1 yaitu Growth and Build dan kemudian dari hasil diperumusan strategi menggunakan analisis SWOT dirumuskan 5 strategi. Dari 5 strategi tersebut akan dilakukan pengurutan prioritas strategi yang dapat dilakukan yaitu melakukan ekspansi atau memperluas bisnis, meningkatkan kemampuan manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan, mengoptimalkan keunggulan produk dengan terus mempertahankan mutu dan berinovasi, memanfaatkan teknologi untuk memperluas kegiatan pemasaran, meningkatkan kegiatan promosi agar mampu mempengaruhi loyalitas konsumen.
Ukuran Lot yang Ekonomis pada Model Persediaan Integrasi Pemasok Tunggal dan Pembeli Tunggal
Said Salim Dahda;
Deny Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v23i1.4411
Keunggulan kompetitif sebuah bisnis banyak menjadi bahasan di industri dan akademis. Salah satunya kemampuan memenuhi permintaan dengan jumlah yang tepat, waktu yang tepat dan lokasi yang tepat. Persediaan hadir dalam peningkatan keunggulan kompetitif tersebut menjadi bagian yang terpenting dalam peningkatan kemampuan pemenuhan permintaan produk. Model perencanaan dan pengendalian persediaan klasik seperti EOQ/ EPQ, telah banyak memberikan kontribusi dalam pemenuhan permintaan. Dengan asumsi-asumsi yang membatasi model-model klasik banyak dikembangkan untuk menyesuaikan dengan kondisi dan lingkungan industri. Salah satunya adalah model integrasi antara pemasok dan pembeli yang menghasilkan ukuran lot yang meminimalkan biaya total persediaan. Serta mengarahkan sistem produksi menjadi lebih efisien dengan penerapan konsep-konsep JIT dan rantai pasok. Model integrasi pemasok tunggal-pembeli tunggal dengan alternatif model persediaan pemasok yang berbeda dibahas pada penelitian ini dengan menyajikan model persediaan pemasok pertama dan kedua. Dari hasil contoh numerik dapat dikatakan biaya persediaan pada model pertama lebih kecil dibandingkan model kedua. Persediaan rata-rata pemasok pada model kedua lebih besar menjadikan salah satu penyebab selain frekuensi pengiriman yang lebih banyak pada model kedua