cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2009)" : 6 Documents clear
CONTINUES PROCESS IMPROVEMENT DENGAN SIX SIGMA PADA PROSES PRODUKSI CaO Deny Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.179 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i2.370

Abstract

PT. Giri Mulya Jatim adalah perusahaan yang memproduksi kapur aktif (CaO) untuk industri.Perusahaan menghadapi kendala pada kualitas CaO yang dihasilkan dari proses pembakaranbatu kapur (CaCO3), berupa cacat mayor berupa batu curing sebesar 5% dan defect minor yangmerupakan jenis cacat kritis dan terdiri dari kadar persentase CaO dibawah standar sebesar45.6%, Insuluble Meter (28.4%) dan ukuran butir (26%). Penelitian ini mengaplikasikanpendekatan six sigma dengan satu siklus DMAIC. Faktor yang dominan yang teridentifikasisebagai penyebab ketidaksesuaian persentase kadar CaO adalah jenis bahan bakar, ukuranbatu kapur dan jenis batu kapur. Terjadi perubahan nilai DPMO dan level sigma antara kondisisebelum penelitian dan sesudah tahap improve. DPMO naik dari 37.133 menjadi 41.667.Sedangkan level sigma turun dari 3,3 menjadi 3,2.
PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD (BSC) DAN OBJECTIVE MATRIX (OMAX) Wahyu Eko Cahtono; Heris Subiyono
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i2.371

Abstract

Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen, pengukuran, dan pengendalianyang secar tepat dan tepat dan secara menyeluruh yang dapat memberikan kerangakakerja dan berfikir yang integrasif serta pemahaman manajer tentang performance bisnis.Pengukuran kinerja tersebut memandang unit bisnis dari empat perspektif, yaituperspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pertumbuhan dan pembelajaran.Melalui mekanisme sebab akibat, perspektif keuangan menjadi tolak ukur utama yangdijelaskan untuk tolak ukur operasioanal pada tiga perspektif lainya sebagai leadindicators. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Balanced Scorecarddan Objective Matrix dapat disimpulkan bahwa kinerja di Balai Pelayanan TeknisIndustri Logam dan LIK Sidoarjo mengalami peningkatan sebesar 0.42 dari tahunsebelumnya, tetapi performansinya harus tetap ditingkatkan lagi karena masih beradadidalam indikator kuning.Hasil dari pengukuran kinerja ini dapat digunakan sebagai bahan masukkan guna meningkatkan kinerja yang ingin dicapai di Balai Pelayanan Teknis Industri Logam danLIK Sidoarjo, serta dapat menghasilkan suatu rancangan kinerja yang berguna dalammeningkatkan kinerja perusahaan.
PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DENGAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD (HRSC) DI PT. SHELTER NUSANTARA SURABAYA Rr Rochmoeljati
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i2.367

Abstract

Human Resources Scorecard adalah suatu sistem pengukuran sumber daya manusiayang mengkaitkan orang – strategi – kinerja untuk menghasilkan perusahaan yangunggul. Human Resource Scorecard menerjemahkan visi, misi dan strategi perusahaanke dalam seperangkat ukuran yang menyeluruh yang memberi kerangka kerja bagipengukuran dan sistem manajemen strategis.PT. Shelter Nusantara merupakan suatu perusahaan penyedia jasa keamanan selama inihanya memperhatikan bagaimana menjalankan proses operasional saja dan berjalansesuai dengan prosedur yang berlaku tanpa memperhatikan apakah kinerja karyawanterdapat peningkatan atau tidak. Meskipun kondisi kinerja menunjukkan hasil yang cukupbaik dan diharapkan masih dapat dioptimalkan. Namun selama ini perusahaan masihbelum ada suatu system pengukuran kinerja sumber daya manusia yang baku dankomprehensif atau menyeluruh. Tiap KPI dan perspektif yang ada dalam metode HumanResources Scorecard dibobotkan dengan menggunakan metode Analytical HierarchyProcess (AHP) melalui perangkat lunak Expert Choice Versi 9.Score pengukuran kinerja karyawan PT. Shelter Nusantara pada tahun 2007 sebesar3.342 yang digolongkan kinerja karyawan, sedangkan skor untuk tiap perspektif adalahsebagai berikut untuk Perspective Financial sebesar 3.252, untuk Perspective Customersebesar 2.686, untuk Perspective Internal Business Process sebesar 3.519, dan untukPerspective Learning and Growth sebesar 4.4.
IMPLEMENTASI MODEL ABC PADA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE QFD DAN BENCHMARKING: CONTOH DESAIN Rini Oktavera
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i2.372

Abstract

This research applied quality function deployment method and benchmarking to find outcustomer needs (a hospital) in term of problems relating with ABC based-costinformation system (ABC system) in a hospital. QFD and benchmarking approach wasused to yield an ABC model based on technical response which is identified from VOC(voice of customer) analysis. Collected information is not only for determining accurateproduct cost but it is also useful for operational strategic related with processimprovement, product design and performance measurement.First step is to identify customer needs (a hospital) toward activity based informationsystem (ABC system). Next step is to determine customer needs’ priorities based on thecollected questionnaire. Best activity is found after constructing matrix of a technicalresponse from a hospital against customer needs. Further step is to do competitor’sbenchmarking analysis to obtain hospital condition against its competitor. Thisinformation will be useful for making an improvement plan toward its own currentactivity based-information system.Analysis result shows that customer needs toward ABC model is detail cost informationper patient for administration item. Meanwhile, technical response considered byhospital to have high sensitivity toward ABC model is labor cost, special treatment cost,material cost (medicines), laboratory services, material cost for treatment
APLIKASI METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT ( QFD ) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI RSUD BUNDER KABUPATEN GRESIK Pregiwati Pusporin
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i2.368

Abstract

Rumah Sakit merupakan salah satu sistem produksi yang tidak menghasilkan produkberwujud ( tangible ) tetapi keluarannya berupa jasa ( layanan ). Masukan untuk suatusystem produksi jasa seperti Rumah sakit adalah konsumen itu sendiri. Proses produksi yangmengubah masukan menjadi keluaran terdiri dari tenaga kerja, teknologi, informasi dansebagainya. Dalam sistem jasa Rumah sakit yang menjadi dasar dan ujung tombakpelayanannya kepada masyarakat adalah layanan pelanggan / customer service.Pada dasarnya Rumah Sakit adalah suatu organisasi non profit dimana dalam menjalankanusahanya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak sepenuhnya mencari laba( keuntungan ). Sebagai organisasi non profit, kegiatan Rumah Sakit tidak berbeda dengankegiatan organisasi yang mencari laba.Rumah Sakit dituntut untuk memberi pelayanan yang bermutu sehingga dapat memuaskankonsumennya. Kepuasan konsumen didefinisikan sebagai sikap konsumen secarakeseluruhan yang memandang dengan baik suatu barang atau jasa setelah memperoleh danmenggunakannya. Jadi kepuasan konsumen adalah penilaian setelah melakukan konsumsi.Dengan mengaplikasikan metode Quality Function Deployment ( QFD ) akan dapatdiketahui keinginan dan kebutuhan konsumen terhadap pelayanan kesehatan rumah sakitserta dapat diidentifikasikan pula respon teknis yang berhubungan dengan pemenuhankeinginan dan kebutuhan konsumen tersebut dalam rangka peningkatan kepuasan konsumenterhadap pelayanan kesehatan rumah sakit.
ANALISIS NON VALUE ADDING ACTIVITY DAN DEFECT DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI PT. INDUSTRI KEMASAN SEMEN GRESIK - TUBAN MT Safirin
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 7 No 2 (2009)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.179 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v7i2.369

Abstract

PT. Industri Kemasan Semen Gresik ( IKSG ) adalah perusahaan yang memproduksikemasan semen jenis jahit. Dalam proses produksnya masih ditemui adanya aktivitasyang tidak bernilai tambah (non value adding activity) atau pemborosan (waste).Beberapa pemborosan gtersebut antara lain adalah waiting delay, motion daninspection, serta lead time yang panjang, sehingga dapat mempengaruhi kepuasankonsumen. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan peningkatan kualitas secara terusmenerus pada proses-proses tersebut sehingga mampu dihasilkan produk yangberkualitas sesuai dengan spesifikasi atau kebutuhan pelanggan.Untuk memecahkan masalah tersebut, digunakan Metode Lean Six sigma yaitu suatumetode yang bertujuan untuk mereduksi non value added activity dan mengurangijumlah defect. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan : a) Cacat yang paling dominanadalah cacat jahitan tidak sempurna. b) Hasil perbaikan lean produksi mampumengurangi: Pemborosan (waste) berkurang dari sebesar 669 menit menjadi 513,45menit, Production lead time berkurang dari sebesar 533 menit (9,28 jam) menjadi499 menit ( 8,32 jam) dan Prosentase Non Value Adding Activity berkurang dari91,26% menjadi 88,90% dan c). Kapabilitas proses pada kemasan semen jenis jahitsebesar 4,50.

Page 1 of 1 | Total Record : 6