cover
Contact Name
Ns. Imelda Feneranda Seravia Tambi, M.Kep
Contact Email
imeldatambi90@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Phone
+6281350117017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl.Pasundan No. 21, Samarinda, Kalimantan TImur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK)
ISSN : -     EISSN : 27152707     DOI : -
Core Subject :
JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, which is published twice a year in October and April that contains scientific articles on community service in the fields of health, social, politics, administration, public policy, law, engineering, education, economics, counseling, psychology, agriculture, forestry, religion, communication and informatics. Articles are written in Bahasa Indonesia and English.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2022): October" : 5 Documents clear
DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA USIA PRODUKTIF DI AKADEMI KEPERAWATAN YATNA YUANA LEBAK Siti Rochani
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 4 No 1 (2022): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v4i1.256

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang tidak ditularkan dari individu ke individu lain. perubahan pola makan, merokok, konsumsi alkohol dan kurangnya aktivitas merupakan faktor resiko terjadinya penyakit tidak menular. Deteksi dini penyakit tidak menular merupakan cara untuk mengetahui faktor resiko terjadinya PTM. Tujuan dari Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mendeteksi dini terjadinya penyakit tidak menular pada usia produktif. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai indikator penyakit tidak menular yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan asam urat. Pemeriksaan dilakukan pada 42 peserta yang terdiri dari 35 peserta perempuan dan 7 peserta laki-laki dengan usia antara 23-60 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukan sebagian besar peserta berusia lebih dari 40 tahun. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukan 17 (40,48%) peserta memiliki tekanan darah normal, 19 (45,23%) peserta memiliki tekanan darah prehipertensi dan 6 (14,29%) peserta memiliki tekanan darah hipertensi. Hasil Pemeriksaan kadar gula darah menunjukan 34 (80,95%) peserta memiliki kadar gula dibawah 140 mg/dl dan 8 (19,05%) peserta memiliki kadar gula darah lebih dari 140 mg/dl. Berdasarkan hasil pemeriksaan asam urat 9 (25,72%) peserta memiliki kadar asam urat normal dan 26 (74,28%) peserta memiliki kadar asam urat lebih dari normal. Sebagian besar responden merasa puas dengan pengabdian masyarakat yang dilakukan dan pelaksanaan kegiatan sangat menarik serta sangat dibutuhkan masyarakat. Diharapkan kegiatan deteksi dini dapat dilakukan secara berkala bukan saja hanya pada usia produktif tetapi juga usia remaja. Kata Kunci: deteksi dini, PTM, usia produktif , EARLY DETECTION OF NON- COMMUNICABLE DISEASES AT THE PRODUCTIVE AGE IN NURSING ACADEMIC YATNA YUANA LEBAK Siti Rochani 1 Sumartini 2 Akademi Keperawatan Yatna Yuana Lebak siti_rochani78@yahoo.co.id ABSTRAC Non-Communicable Diseases (NCDs) are diseases that are not transmitted from one individual to another. Changes in diet, smoking, alcohol consumption and lack of activity are risk factors for non-communicable diseases. Early detection of non-communicable diseases is a way to determine the risk factors for PTM. The purpose of this community service is to earlier detect occurrences of non-communicable diseases at productive age. The method used is to carry out examinations that can be used as indicators of non-communicable diseases which include blood pressure checks, blood sugar checks and uric acid tests. The examination was carried out on 42 participants consisting of 35 female participants and 7 male participants aged between 23-60 years. The results of the examination showed that most of the participants were more than 40 years old. The results of the blood pressure examination showed 17 (40.48%) participants had normal blood pressure, 19 (45.23%) participants had prehypertension blood pressure and 6 (14.29%) participants had hypertensive blood pressure. The results of the examination of blood sugar levels showed 34 (80.95%) participants had sugar levels below 140 mg/dl and 8 (19.05%) participants had blood sugar levels more than 140 mg/dl. Based on the results of the uric acid examination 9 (25.72%) participants had normal uric acid levels and 26 (74.28%) participants had uric acid levels more than normal. Most of the respondents were satisfied with the community service carried out and the implementation of the activities was very interesting and very much needed by the community. It is hoped that early detection activities can be carried out regularly, not only at the productive age but also at the adolescent age. Key word : . Early detection, Non-Communicable Diseases, productive age
Edukasi Kesehatan Bahaya Seks Bebas, Rokok dan Narkoba pada remaja susanti niman; Lukisa Wijayanti; Rudiana Suhendang; Feti Syaptiah; Rinda Novita
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 4 No 1 (2022): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v4i1.273

Abstract

Perawat berperan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang baik melalui upaya kesehatan jiwa. Upaya kesehatan jiwa pada kelompok sehat diberikan melalui promosi kesehatan jiwa. Sekolah menjadi tempat kegiatan promosi kesehatan jiwa dari perawat. Siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas termasuk dalam kelompok remaja. Remaja berada pada tahap perkembangan identitas diri. Remaja kelompok sasaran dari promosi kesehatan jiwa. Melakukan seks bebas, merokok dan menggunakan narkoba merupakan perilaku beresiko. Pemahaman tentang bahaya seks bebas, rokok dan Narkoba penting bagi remaja sebagai kelompok rentan perilaku beresiko. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam memahami bahaya seks bebas, rokok dan Narkoba sehingga dapat berperan aktif mencegah perilaku beresiko. Kegiatan dilakukan dalam bentuk edukasi kesehatan. Metode yang digunakan berupa pemberian edukasi kesehatan melalui ceramah, memberikan leaflet, diskusi serta tanya jawab diakhir kegiatan. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan melalui pretest dan posttest. Jumlah peserta 140 Siswa( 43 laki-laki dan 97 perempuan) dari dua sekolah di Kabupaten Bandung Barat. Hasil dari kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan berdasarkan hasil evaluasi. Sebelum diberikan edukasi mean pengetahuan siswa 60.47 dan setelah edukasi mean pengetahuan siswa 81.23. Siswa harus memahami bahaya seks bebas,rokok dan NARKOBA, berperan aktif dalam mencegah perilaku beresiko.
EDUKASI UNTUK PERAWAT RUMAH SAKIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PERENCANAAN PULANG (DISCHARGE PLANNING) Chrisnawati Chrisnawati
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 4 No 1 (2022): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v4i1.309

Abstract

Perencanaan pulang bertujuan mengidentifikasi kebutuhan spesifik pasien agar perawat dapat memberikan pelayanan terbaik sehingga menjamin keberlanjutan asuhan keperawatan yang berkualitas serta mempertahankan atau mencapai fungsi maksimal setelah pulang. Hasil studi sebelumnya tentang gambaran kepatuhan perawat dalam pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap rumah sakit Suaka Insan kota Banjarmasin diperoleh hasil tidak patuh lebih banyak yaitu 31 orang (67,4%) dibandingkan dengan yang patuh yaitu 15 orang (32,6%). Studi pendahuluan melalui observasi didapatkan bahwa format discharge planning yang terdiri dari resume keperawatan yang berisi hal-hal yang perlu diperhatikan pasien setelah pulang format tidak diisi lengkap dan tidak ada tanda tangan perawat serta pasien atau keluarga. Berdasarkan masalah tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah edukasi dan penyebaran informasi kembali dalam bentuk sosialisasi pentingnya kepatuhan dalam pelaksanaan kegiatan discharge Planing kepada perawat di rumah sakit.
The strengthening community capacity in preventing appendicitis during the COVID-19 pandemic Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 4 No 1 (2022): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v4i1.311

Abstract

ABSTRACT The problem of covid 19 in Indonesia has not been completely handled. One of the conditions that can worsen and increase mortality in patients with COVID-19 is comorbid infections and other comorbid factors. Appendicitis is one of the most common infectious diseases in Indonesia. This disease has the opportunity to become one of the comorbidities in patients suffering from COVID-19. Thus, it is necessary to prevent and control appendicitis or appendicitis infections in order to reduce the mortality of COVID-19 patients. One of the efforts made is to organize activities that aim to increase community capacity in preventing appendicitis during the COVID-19 pandemic. In addition to reducing the Covid-19 mortality rate, it is also to improve the quality of life of the Indonesian people in order to avoid infection or appendicitis. The activities carried out are in the form of providing materials using platforms or online meeting applications by presenting resource persons who are competent in their respective fields. The results of the activity show that there is an increase in public knowledge that materials related to the prevention of appendicitis during the covid 19 pandemic have been given. The team recommends that health workers and related parties take efforts to control other comorbid factors in order to significantly reduce the mortality and morbidity of covid 19
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN JIWA TENTANG KESEHATAN JIWA DAN PERAN KADER KESEHATAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERANG GARUT Tanti Suryawantie; Hasbi Taobah Ramdani; Iin Patimah; Angga Dipa Nagara; Neng Nia Kurniati; Sani Marsela; Clara Anggita; Sophi Retnaningsih
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 4 No 1 (2022): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v4i1.312

Abstract

Kader kesehatan jiwa merupakan tenaga sukarela yang dipilih oleh masyarakat setempat dengan tujuan yaitu untuk memudahkan proses penanganan terhadap gangguan jiwa yang ditemukan di masyarakat. Kader dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan jiwa di komunitas (masyarakat) karena perannya yang langsung melakukan penanangan pada masyarakat sekitar tempat tinggalnya sehingga diharapkan dapat mendeteksi dini atau melakukan skrinning dalam upaya pencegahan gangguan jiwa dan juga peran kader kesehatan jiwa diperlukan dalam mendukung proses recovery pada Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Berdasarkan survei yang dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Sukamerang, beberapa kader mengatakan sudah hampir 2 tahun upaya kesehatan jiwa tidak berjalan optimal karena situasi pandemic covid-19, maka dari itu mereka mengingkan adanya peningkatan pengetahuan kemampuannya terkait dengan Kesehatan jiwa. Tujuan dari pengbdian masyarakat ini untuk memberikan informasi, edukasi terkait kesehatan jiwa dan peran kader kesehatan jiwa. Metode yang digunakan dengan pre dan post test terkait materi kemudian dilanjutkan dengan metode ceramah terkait materi kesehatan jiwa dan peran kader kesehatan jiwa. Hasil pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Diharapkan dari pengabdian masyarakat ini akan meningkat pengetahuan serta kemampuan kader tentang perannya sebagai kader kesehatan jiwa .

Page 1 of 1 | Total Record : 5