cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 13 Documents clear
CADANGAN KARBON DI WILAYAH PERKOTAAN TENGGARONG BERDASARKAN METODE KLASIFIKASI NDVI PADA CITRA SENTINEL 2-A Yuan Mardiyatmoko; Ali Suhardiman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.449 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.899

Abstract

Peran vegetasi menjadi penyerap CO2 menjadi bagian penting saat ini dalam rangka mengatasi pemanasan global. Karbon yang diserap oleh tanaman disimpan dalam bentuk biomasa kayu. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan penelitian terhadap cadangan karbon yang terdapat di wilayah perkotaan Tenggarong. Penelitian dilakukan dengan melakukan klasifikasi terhadap citra satelit Sentinel 2-A melalui indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) yang dikombinasikan dengan pengambilan data jenis, diameter dan tinggi pohon dilapangan melalui sampel plot. Klasifikasi NDVI dilakukan untuk mengetahui sebaran vegetasi yang terdapat di wilayah perkotaan Tenggarong. Perhitungan biomassa menggunakan data pada sampel plot menggunakan persamaan alometrik yang sudah ada. Areal yang bervegetasi pada wilayah perkotaan Tenggarong sesuai klasifikasi NDVI citra satelit Sentinel 2-A berada pada kelas 4 dan 5 dengan luasan pada kelas 4 yaitu seluas 2.167,08 ha dan kelas 5 seluas 1.243,30 ha. Besaran karbon rata-rata pada kelas 4 sebesar 81,39 ton-C/ha dengan total karbon sebesar 176.372, 45 ton-C dan besaran karbon rata-rata pada kelas 5 sebesar 90,32 ton-C/ha dengan total karbon sebesar 112.290,71 ton-C. Besaran karbon keseluruhan pada wilyah perkotaan Tenggarong sebesar 288.663,16 ton-C.
KOMPOSISI JENIS TUMBUHAN BAWAH DI LAHAN REVEGETASI PASCA TAMBANG BATUBARA Krisna Adib Setiawan; Sutedjo Sutedjo; Paulus Matius; Rita Diana
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.595 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.1012

Abstract

Salah satu komponen dari ekosistem hutan hujan tropis adalah tumbuhan bawah. Tumbuhnya secara alami tumbuhan bawah di lahan pasca tambang batubara akan membantu dalam proses memulihkan lahan hutan yang terganggu.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tumbuhan bawah dan jenis pionir alami di lahan pasca tambang batubara dalam hal kekayaan jenis, keragaman jenis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak di lahan revegetasi. Hasil inventarisasi diluar lahan revegetasi dijumpai 71 jenis tumbuhan bawah, sedangkan di lahan revegetasi dijumpai 43 jenis tumbuhan bawah. Dari kedua lokasi penelitian, jenis tumbuhan bawah di lahan sekeliling lokasi penelitian dijumpai lebih banyak. Jika dibandingkan dengan data rona awal, jenis tumbuhan bawah lebih beragam pada saat penelitian dilakukan. Kondisi tersebut diduga karena tempat penelitian sebelum dilakukan penambangan merupakan hutan sekunder bekas hutan produksi yaitu Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Di lahan revegetasi terdapat 4 jenis tumbuhan pionir yaitu Homalanthus populneus (Geiseler) Pax., Macaranga gigantea (Rchb.f. & Zoll.) Muell.Arg.,Macaranga tanarius (L.) Muell.Arg., dan Trema orientalis L. (Blume). Lahan pasca tambang batubara merupakan lahan yang mengalami gangguan berat, serta merupakan komunitas yang terkendali oleh manusia, sehingga memiliki keragaman jenis yang rendah.
DINAMIKA MENUJU KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI (KPHP) SAMARINDA “SEBUAH HARAPAN DAN TANTANGAN” Hari Siswanto; Zainul Arifin; Ariyanto Ariyanto
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.225 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i2.775

Abstract

Universitas Mulawarman dengan pola ilmiah pokoknya hutan  tropis lembab dan lingkungannya, memiliki salah satu laboratorium alam berupa Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unmul (HPFU). Areal ini menjadi menarik karena HPFU disamping representasi hutan alam tropis yang relatif cukup bagus juga posisinya yang sangat strategis . HPFU mengalami dinamika  baik kondisi biogeofisik karena  faktor alam khususnya kebakaran hutan tahun 1982/1983, 1992/1993, dan 1997/1998, maupun akibat aktivitas manusia.Hasil penafsiran citra Landsat liputan  2016  seluas 299,03 Ha,  penutupan lahannya didominasi  hutan sekunder seluas 204,13 Ha (68,99%) dan belukar 67,97 Ha (22,97%). Hasil inventarisasi hutan tahun 2016  dijumpai sebanyak 73 jenis pohon. Potensi rata-rata strata belukar 127,81 m3/Ha dengan  130 batang/Ha dan  hutan sekunder 135,46 m3/Ha dengan  111 batang/Ha. Pendugaan cadangan karbon pada areal HPFU  sebesar 32.937,79 ton. Sementara itu keberadaan satwa diantaranya Orang Utan (Pongo pigmaeus), Owa-Owa (Hylobates muelleri), berbagai jenis burung seperti Rajawali (Thearaetus pennatus), Elang bondol, Ular Phyton, Kura-kura, dan lain-lain.Selain dinamika  biogeofisik dan sosial budaya masyarakat sekitar HPFU, status penetapan kawasan hutan juga mengalami perubahan seiring berjalannya waktu  mulai dari ex areal HPH CV Kayu Mahakam, berturut-turut menjadi Hutan Koleksi Universitas Mulawarman, Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unmul, Kebun Raya Unmul, Kebun Raya Unmul Samarinda, dan kini berdasarkan SK Menhut No.674/Menhut-II/2011 menjadi KPHP Samarinda yang penamaannya akan diusulkan menjadi KPHP Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (HPFU) bersamaan dengan pembuatan dokumen tata hutan dan RPHJP pada tahun 2017 ini.Dengan ditetapkannya HPFU sebagai KPHP, maka potensi biogeofisik dan sosial budaya masyarakat sekitar hutan akan menjadi potensi harapan yang besar meskipun di sisi lain ada beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi yaitu :  struktur kelembagaan yang ada (perlu adanya sinkroniosasi antara Fahutan Unmul, Badan Pengelola Hutan Pendidikan Fahutan Unmul, dan Dishut Propinsi Kaltim tentang KPHP Samarinda ; aktivitas tambang batubara yang berbatasan langsung dengan kawasan KPHP Samarinda; kerawanan terhadap kebakaran hutan; keterbatasan investasi dan kondisi sarana dan prasarana yang sudah mulai rusak. Adapun  peluang dan pengembangan KPHP Samarinda adalah diupayakan sebagai KPH center khususnya di Kaltim dan Kalimantan umumnya, pembangunan model-model pengelolaan hutan serta pembangunan ekowisata modern.

Page 2 of 2 | Total Record : 13