cover
Contact Name
Kani Mahardika
Contact Email
kani.mahardika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281221746321
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Kota
ISSN : 23557281     EISSN : 26859378     DOI : https://doi.org/10.34010/jwk
JWK: Jurnal Wilayah dan Kota is an academic journal published two times annually (April-November) by Program of Regional and City Planning (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer) Universitas Komputer Indonesia. This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on regional and city planning.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 02 (2019): Oktober 2019" : 5 Documents clear
PELAYANAN SARANA PENDIDIKAN TK, SD DAN SMP BERDASARKAN SEBARANNYA (STUDI KASUS: KECAMATAN BANDUNG WETAN DAN KECAMATAN SUMUR BANDUNG) Saomi, Rinda F.; Syafriharti, Romeiza
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 02 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v6i02.3188

Abstract

ABSTRAK Kemacetan di Kota Bandung pada waktu pagi dan sore hari sangatlah tinggi, salah satunya kemacetan di area sarana pendidikan. Kecamatan Bandung Wetan dan Kecamatan Sumur Bandung merupakan pusat Kota Bandung, dari dua kecamatan tersebut terdapat kelurahan diantaranya Kelurahan Tamansari, Kelurahan Citarum, Kelurahan Cihapit, Kelurahan Braga, Kelurahan Kebon Pisang, Kelurahan Merdeka, Kelurahan Babakan Ciamis. Dengan ketersediaan sarana pendidikan yang terdapat di setiap kelurahan terutama sarana pendidikan TK yang dengan jangkauan radius 500 meter untuk berjalan kaki diharapkan penduduk sekitar pemukiman dapat mejangkau sarana tersebut dengan berjalan kaki (walkability), dan jangkauan sarana pendidikan SD dan SMP 1000 meter. Dengan adanya sistem zonasi yag ditetapkan oleh PERMENDIKBUD No. 14 Tahun 2018 penduduk hanya dapat mendaftar sesuai dengan zonasi yang terdekat dengan tempat tinggal. Sehingga dibutuhkannya kajian mengenai ketersediaan dan radius jangkauan sarana pendidikan di Kecamatan Bandung Wetan dan Sumur Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengrtahui ketersediaan sarana pendidikan yang tersedia dan yang dapat diajangkau oleh penduduk yang tinggal di sekitar Kecamatan Bandung Wetan dan Kecamatan Sumur Bandung. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengumpulkan data primer dengan melakukan observasi lapangan terkait sarana pendidikan TK, SD, SMP yang tersedia dan data sekunder yang digunakan untuk menggali informasi terkait ketersediaan sarana yang tersedia dan gambaran umum wilayah yang di teliti. Dan kemudian akan di analisis menggunakan software ArcGIS dengan overlay dan buffering untuk mengetahui radius yang akan dijangkau dengan ketersediaan sarana pendidikan di lingkup studi. Kata Kunci : Kemacetan, Walkability, Sarana Pendidikan, Radius.
IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN DAN PENCIPTAAN BRANDING KAWASAN KAMPUNG KOTA DI KAWASAN BLOK TAHU CIBUNTU, KELURAHAN BABAKAN, KOTA BANDUNG Sudrajat, F. I.; Suheri, T
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 02 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v6i02.3190

Abstract

ABSTRAK Pemerekan tempat (branding space) saat ini menjadi salah satu inovasi dalam mengembangkan suatu tempat atau kawasan agar dapat bersaing di tengah perkembangan zaman, pemerekan tempat tidak hanya berkutat pada jargon atau simbol-simbol tertentu, namun didalamnya diperlukan identitas yang merupakan modal utama untuk mengembangan kawasan tersebut agar dapat dikenal dan memiliki asosiasi khusus di benak masyarakat. Khususnya dalam konteks kampung kota, dimana biasanya kampung kota memiliki cap kumuh dan tidak teratur, pemerekan tempat ini bisa dijadikan solusi alternatif untuk menata kawasan tersebut ke arah yang lebih baik, pemerekan dilakukan berdasarkan identitas serta segala atribut yang ada di dalam kawasan kampung kota agar memiliki asosiasi positif di benak masyarakat. Penelitian ini akan mengidentifikasi bagaimana perkembangan kawasan blok tahu cibuntu yang merupakan salah satu kawasan kampung kota di Kota Bandung hingga memiliki identitas sebagai penghasil tahu berkualitas, produk tahu yang berasal dari kawasan tersebut memiliki asosiasi positif di benak konsumen, dan juga akan mengidentikasi bagaimana penciptaan branding di kawasan tersebut bisa dilakukan. Dengan melakukan metode penelitian kualitatif serta pendekatan etnografi diharapkan penelitian ini bisa mendapatkan gambaran utuh tentang bagaimana perkembangan kawasan tersebut sehingga memiliki identitas juga bagaimana penciptaan branding yang dilakukan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perkembangan kawasan tersebut hingga memiliki identitas sampai hari ini melalui proses yang panjang dan tercipta secara organik, dimana masyarakat secara turun temurun melakukan kebiasaan serta menjaga kearifan lokal yang ada, lalu penciptaan branding terjadi melibatkan pemangku kebijakan setempat yakni Kelurahan Babakan yang memiliki andil membuat kebijakan untuk menjadikan kawasan tersebut memiliki ciri khas, penciptaan branding juga meilbatkan seluruh komponen masyarakat yang ada di kawasan tersebut. Kata Kunci : Branding Space, Kampung Kota, Pemerekan Tempat.
IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP ZERO WASTE DAN CIRCULAR ECONOMY DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KAMPUNG KOTA KAMPUNG CIBUNUT, KELURAHAN KEBON PISANG, KOTA BANDUNG Iqbal, M.; Suheri, Tatang
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 02 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v6i02.3191

Abstract

ABSTRAK Kepadatan penduduk, pertumbuhan ekonomi, perubahan pola konsumsi mendorong tingginya timbulan sampah perkotaan. Kota Bandung menghasilkan sampah hampir 1600 ton tiap harinya, sampah yang baru terangkut ke TPA baru 70% dari total timbulan sampah dapat dikatakan pengelolaan sampah secara umum di Kota Bandung masih menggunakan sistem kumpul-angkut-buang. Untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kota Bandung, saat ini Pemerintah Kota Bandung membuat program yang dinamakan dengan Kawasan Bebas Sampah (KBS). Kampung Cibunut merupakan salah satu kampung kota di Kota Bandung yang merupakan salah satu Kawasan Bebas Sampah percontohan di Kota Bandung. Dalam pengelolaan sampahnya Kampung Cibunut saat ini telah mulai menerapkan konsep zero waste melalui gerakan Kang Pisman (Kurangi-Pisahkan-Manfaatkan) sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentikasi penerapan konsep zero waste dan circular economy dalam pengelolaan sampah di Kampung Cibunut. Pendekatan pada penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dengan cara observasi, kuisioner dan wawancara. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dari 6 variabel dan 18 program penggerak konsep zero waste yang diadaptasi dari konsep zero waste city A.U. Zaman, S. Lehmann sebagian besar di Kampung Cibunut sudah terlaksana. Walaupun begitu dalam poin-poin yang sudah terlaksana itu masih banyak hal-hal yang perlu ditingkatkan dan harus ditingkatkan lagi agar terwujunya konsep zero waste yang sempurna. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa untuk saat ini aliran circular economy pada pengelolaan sampah di Kampung Cibunut belum terbentuk, Akan tetapi pada aliran pengelolaan sampah organik saat ini telah terbentuk aliran yang circular namun belum memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat karna hasil pengomposan saat ini belum ada yang dipasarkan, baru dimanfaatkan untuk penghijauan di lingkungan Kampung Cibunut. Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, Konsep Zero Waste, Konsep Circular Economy
EVALUASI PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH) KELURAHAN LEBAKGEDE KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG Liandri, B.; Suheri, Tatang
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 02 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v6i02.3192

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi permukiman setelah pelaksanaan program KOTAKU dan pencapaian program KOTAKU saat ini. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi dengan metode checklist (Daftar Periksa) dan melihat dari evaluasi persepsi masyarakat setempat dengan menggunakan kuesioner sebanyak 94 responden. Penentuan sampel dengan random sampling (sampel secara acak) hasil data selanjutnya diolah dengan metode analisis dekriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pencapaian dari indikator yang terpenuhi dalam pelaksanaan programnya yaitu, Jalan Lingkungan (RW 01,03,14,15) yang terpenuhi, untuk drainase lingkungan hanya RW 02 yang terpenuhi, untuk indikator penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengolahan sampah dan pengaman kebakaran dari semua RW tidak tercapai dan hasil persepsi masyarakat menunjukan jaln lingkungan dinilai puas 80% masyarakat, untuk penyedian air bersih juga dinilai puas 70%, pengolahan air limbah 40% kurang puas, drainase lingkungan cukup puas 60%, pengelolaan persampahan 50 % cukup puas dan pengaman kebakaran 40 % kurang puas. Dari kriteria permukiman kumuh dari Peraturan Menteri Nomor 02 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuhdan perumahan kumuh. Kelurahan Lebakgede dinilai belum efektif dalam pelaksanaanya sebab tujuannya belum tercapai secara keseluruhan dalam meningkatkan akses infrastruktur perkotaan dalam penataan lingkungan permukiman kumuh. Kata Kunci : Program, Evaluasi, Pencapaian, Persepsi dan Daftar Periksa.
PERENCANAAN KEBUTUHAN ANGKUTAN ANTAR JEMPUT DALAM PROVINSI DI PROVISI JAWA BARAT Sopiandy, Anugrah Putra; Mahardika, Kani
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 02 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v6i02.4743

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan pergerakan yang sangat padat di Indonesia, dalam hal tersebut mempengaruhi kebutuhan angkutan yang tersedia sebagai moda transportasi yang dibutuhkan oleh manusia. Provinsi Jawa barat terdapat 18 kabupaten dan dan 9 kota, dengan pola pergerakan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengguna moda transportasi. Angkutan tidak dalam trayek merupakan angkutan yang tidak terikat dalam trayek, yang melakukan pelayanan dengan penjemputan pada lokasi yang masih dalam jalur yang dilalui oleh kendaraan tersebut. Angkutan ini bekerja berdasarkan kebutuhan penumpang dengan pelayanan antar kota atau kabupaten. Keberadaan angkutan ini sangat penting, di saat masyarakat membutuhkan kendaraan dalam kapasitas besar yang tidak dapat terlayani oleh kendaraan pribadi atau kendaraan umum tetap dalam trayek. Pelayanan Angkutan Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP) ini berbasis pelayanan angkutan umum dengan rute pelayanan dari suatu titik asal ke titik tujuan point to point service. Kata Kunci : Angkutan Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP), Kapasitas, Mobilitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5