cover
Contact Name
Kani Mahardika
Contact Email
kani.mahardika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281221746321
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Kota
ISSN : 23557281     EISSN : 26859378     DOI : https://doi.org/10.34010/jwk
JWK: Jurnal Wilayah dan Kota is an academic journal published two times annually (April-November) by Program of Regional and City Planning (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer) Universitas Komputer Indonesia. This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on regional and city planning.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 01 (2023): April 2023" : 5 Documents clear
Kajian Potensi dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Jatirejo Kota Semarang Kurnianingtyas, Agnesia Putri; Vickarohmila, Maidina
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 9 No. 01 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v10i01.8675

Abstract

Desa Wisata Jatirejo merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Desa Wisata Jatirejo memiliki daya tarik wisata sebagai sentra pengolahan kolang-kaling terbesar di Kota Semarang dan wisata alam River Tubing yang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Sebagai desa wisata rintisan, masyarakat dan lembaga Desa Wisata Jatirejo belum mampu melakukan upaya pengembangan secara optimal dalam pengelolaan potensi wisatanya sehingga pengembangan wisata masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi-potensi wisata yang mungkin belum tergali di Desa Wisata Jatirejo, serta strategi pengembangan Desa Wisata Jatirejo. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi wisata di Desa Wisata Jatirejo dapat dikembangkan sebagai wisata edukasi dan wisata alam diantaranya adalah river tubing, potensi view ke arah Waduk Jatibarang, serta potensi wisata buatan seperti wisata edukasi kolang-kaling dan angon kebo. Sedangkan kendala yang terdapat di Desa Wisata Jatirejo adalah kurangnya kesadaran masyarakat terkait kepariwisataan, kapasitas kelembagaan yang kurang maksimal dimana belum ada sosok yang dapat dijadikan sebagai pemimpin atau penggerak untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam perencanaan dan pengembangan wisata di Desa Jatirejo. Berdasarkan hal tersebut, maka rekomendasi strategi yang dirumuskan dari hasil analisis adalah menambah daya tarik wisata baru, pengembangan paket-paket wisata baik paket wisata internal desa maupun paket wisata yang bergabung dengan desa wisata lain di sekitarnya, dan peningkatan kapasitas masyarakat tentang pengembangan wisata dan pemasaran pariwisata.
Studi Kelayakan Reaktivasi Jalur Kereta Api Tidak Aktif di Provinsi Sumatera Barat pujiastuti, wulan
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 9 No. 01 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v10i01.9064

Abstract

Untuk mendukung peningkatan dan konektivitas antar wilayah di Sumatera Barat salah satunya adalah melakukan reaktivasi atau mengaktifan kembali jalur kereta api yang tidak beroperasi. Dalam rencana reaktivasi jalur kereta api tidak aktif di Provinsi Sumatera Barat dibutuhkan suatu kajian awal berupa kajian kelayakan yang berkaitan dengan penentuan trase yang sesuai untuk dilakukan reaktivasi. Kajian kelayakan ini didasarkan pada aspek teknis, kebijakan dan lingkungan. Untuk menentukan potensi demand dilakukan survey state preference dari 400 responden bahwa responden akan memilih menggunakan kereta api jika tempat asal ke stasiun dan dari stasiun ke tujuan memiliki aksesibilitas tinggi, integrasi antar moda angkutan umum, dan pelayanannya diperbaiki melebihi angkutan jalan darat. Di dalam penentuan prioritas jalur kereta api tidak aktif di Provinsi Sumatera Barat yang akan dilakukan reaktivasi, dilakukan dengan menggunakan analisis mutikriteria dengan hasil prioritas pertama adalah jalur Naras - Sungai Limau, prioritas kedua jalur Padang Sibusuk – Muaro, prioritas ketiga jalur Muara Kalaban - Padang Sibusuk, prioritas keempat jalur Padang Panjang–Bukittinggi-Payakumbuh-Limbanang, prioritas kelima jalur Kayutanam-Padang Panjang-Solok-Muara Kalaban- Sawahlunto. Kata-kata Kunci: jalur, kereta api, studi kelayakan
Integrasi Antara Perumahan Terencana Dan Transporasi Umum Di Kota Banda Aceh Erhasy, Amiratul Jannah; zainuddin, zainuddin; aulia, fahmi
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 9 No. 01 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v10i01.9228

Abstract

Transportasi memegang peranan penting dalam perkembangan kota dan kelancaran aktivitas yang akan dilakukan oleh masyarakat. Berdasarkan RAD GRK 2013-2018, sumber utama emisi gas rumah kaca di Kota Banda Aceh berasal dari sektor transportasi. Maka dari itu, untuk meminimalisir emisi karbon yang dihasilkan oleh sektor tranportasi, masyarakat dapat menggunakan transportasi umum sebagai alternatif dalam melakukan perjalanan pada setiap aktivitasnya. Mengingat banyaknya pergerakan yang berasal dari kawasan perumahan, penempatan titik transportasi umum yang berdekatan dengan perumahan warga dapat mempermudah aktivitas warga yang akan dilakukan setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi integrasi sebaran perumahan terencana dan transportasi umum. Dalam mengintegrasi kawasan perumahan terencana dengan sistem transportasi berupa angkutan umum dapat dilihat dari keterjangkauannya dengan radius 300-400 meter. Salah satu transportasi umum yang beroperasi di Kota Banda Aceh ialah Bus Trans Koetaradja yang bersistem Semi BRT. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitaf deskriptif, dengan menggunakan analisis Buffering dan alat bantu ArcGIS 10.4. Hasil penelitian menunjukan dari total 171 perumahan terencana hanya 47 titik yang terintegrasi dengan halte Trans Koetaradja. Hal tersebut dapat meningkatkan penggunaan kendaraan pribadi, sehingga disarankan untuk merencanakan jalur feeder bus untuk kawasan perumahan terencana yang berada jauh dari titik halte. Dari hasil analisis tersebut, dapat diketahui bahwa cluster perumahan terencana di Kota Banda Aceh yang integrasi dengan simpul transportasi umum hanya 28% dari total keseluruhan perumahan terencana.
Strategi Pengembangan Kelembagaan Kampung Wisata Adat (Studi Kasus: Kampung Adat Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi) Maulida, Adinda Shofia; Aulia, Selfa Septiani
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 9 No. 01 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v10i01.12590

Abstract

Badan pengelola pariwisata berbasis desa adat merupakan salah satu aspek penting dalam mengembangkan sumber daya manusia di bidang pariwisata. Berdasarkan RTRW Kota Cimahi, Kampung Cireundeu yaitu sebagai wisata budaya lokal di Kelurahan Leuwigajah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana strategi pengembangan Kampung Wisata Adat Cireundeu berdasarkan kelembagaan yang ada di Kampung Wisata Adat Cireundeu. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan metode analisis SWOT. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan snowball sampling, dengan jumlah enam informan masyarakat lokal, dan tiga informan dari dinas terkait. Hasil penelitian strategi pengembangan kelembagaan Kampung Wisata Adat Cireundeu terdapat strategi prioritas utama untuk Strength dan Opportunities (S-O), yaitu 1) Meningkatkan jumlah pelatihan untuk setiap bidang terutama bidang kesenian seperti kesenian angklung buncis, karinding dan kecapi suling, 2) Meningkatkan pelatihan memandu untuk anggota POKDARWIS, terutama anggota muda serta mengadakan musyawarah bersama sesepuh adat untuk pembekalan mengenai pengetahuan tentang Kampung Adat Cireundeu, 3) Meningkatkan intensitas gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan toilet umum untuk pengunjung wisatawan secara bersama-sama, 4) Meningkatkan inovasi seperti melengkapi peralatan yang dibutuhkan wisatawan, menjaga kebersihan agar lebih nyaman, dan ditambahkan hiasan yang lebih menarik, 5) Pengembangan penyediaan paket wisata dengan tambahan aktivitas something too see dan something to do dari bidang kuliner dan bidang promosi.
Evaluasi Pemanfaatan Ruang Tempat Pemakaman Umum di Kota Bandung Aulia, Selfa Septiani; Winoto, Hendro
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 9 No. 01 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v10i01.12591

Abstract

Kota Bandung adalah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat dan termasuk ke dalam kota yang besar. Pada tahun 2020 Kota Bandung memiliki penduduk sebanyak 2.444.160 juta jiwa, serta jumlah penduduk yang akan terus bertambah. Kota Bandung harus memiliki sarana dan prasarana yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk yang tinggal di Kota Bandung. Sarana yang penting dan sangat perlu diperhatikan keadaannya di Kota Bandung salah satunya adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU). TPU adalah sarana yang cukup penting bagi manusia karena berfungsi sebagai tempat memakamkan manusia yang telah meninggal dunia dan memiliki fungsi lain yaitu sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki 4 fungsi yaitu fungsi ekologis, fungsi sosial budaya, fungsi arsitektur, dan fungsi ekonomi. Seharusnya tempat pemakaman umum di Kota Bandung berjalan sesuai dengan fungsi ruang terbuka hijau. Namun masih adanya alih fungsi guna lahan terhadap tempat pemakaman umum menjadi guna lahan seperti perumahan, perdagangan dan jasa, pendidikan, industri dan yang lainnya yang tidak tidak sesuai dengan arahan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bandung. Hanya 1 dari 13 TPU di Kota Bandung yang sesuai dengan arahan rencanca Detail Tata Ruang Kota Bandung dan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

Page 1 of 1 | Total Record : 5