Jurnal Midpro
MIDPRO is a scientific journal maintained by Vocational Program of Midwifery, Universitas Islam Lamongan, Indonesia. This journal provides a venue for the publication of research relevant to midwives, midwifery practice and education. It publishes quantitative and qualitative original research articles, review articles, short communications, and case reports in a broad range of clinical and education including sexual and reproductive health, full spectrum of midwifery from antenatal and intrapartum care, to the postpartum period, including issues of neonatal care, family planning, menopause, women’s empowerment and reproductive health.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO"
:
10 Documents
clear
HUBUNGAN PANTANG MAKANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PERCEPATAN INVOLUSI UTERUS PADA HARI KE 7 POST PARTUM
Husnul Muthoharoh
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.59
Makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh ibu nifas tidak hanya sekedar makanan tapi harus mengandung zat-zat tertentu sehingga dapat memenuhi fungsinya dan zat-zat ini disebut gizi. Gizi yang baik merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat proses involusi. Proses involusi merupakan suatu proses kembalinya alat-alat reproduksi ke bentuk semula sebelum kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Pantang Makanan Pada Ibu Nifas Dengan Percepatan Involusi Uterus Pada Hari Ke 7 Post Partum di BPS. Anis Supriyadi, Amd. Keb. Desa Sumberejo Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan.Desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan Kohort. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 30 orang dan besar sampel 28 orang. Pemilihan sampel dengan tehnik sampling Probability Sampling tipe Simple Random Sampling. Hasil uji statistik chi square dengan hasil 2 hitung (17,93) > 2 tabel (3,841). Yang artinya H0 ditolak berarti ada hubungan antara pantang makanan pada ibu nifas dengan percepatan involusi uterus pada hari ke-7 post partum. Tingkat kemaknaan dalam penelitian ini adalah α 0,05 artinya bila nilai α 0,05 maka Ho ditolak berarti ada singnifikan atau hubungan yang bermakna antara variable yang diukur. Bila nilai α 0,05 maka H0 diterima artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel yang diukur. Oleh karena itu ibu nifas hendaknya lebih memahami tentang pantang makanan selama masa nifas. Diharapkan bidan sebagai tenaga kesehatan mampu melakukan pendekatan dan penyuluhan secara periodik sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar tentang bahaya pantang makanan selama masa nifas.Kata kunci: Pantang Makanan, Proses Involusi, Ibu Nifas
PENGARUH SENAM HAMIL PADA PERSALINAN IBU MULTIGRAVIDA
Ida Susila;
Niesa Hayu Rizkiyani
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.54
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan SDGs. Menurut Bowo, kematian ibu dapat dicegah hingga 22% yaitu melalui Ante Natal Care (ANC) yang teratur, mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan, hidup secara sehat dengan pemenuhan gizi yang seimbang, pelaksanaan inisiasi menyusui dini dalam persalinan, serta pelaksanaan senam hamil secara teratur. Maka berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengalaman persalinan dan penerapan senam hamil pada ibu multigravida.Desain penelitian adalah deskriptif, yang dilaksanakan di RSI Jemursari-Surabaya. Populasinya adalah seluruh ibu hamil multigravida yang menerapkan senam hamil sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Sedangkan analisis data dengan menggunakan distribusi frekuensi dan tabel silang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 ibu hamil multi gravida mayoritas tingkat pendidikan terakhirnya lulusan PT atau sarjana sebanyak 7 orang (70 %). Bila dilihat dari segi pekerjaan mayoritas pekerjaan ibu hamil multigravida IRT sebanyak 5 orang (50 %). Sedangkan pengalaman persalinan ibu hamil multigravida mayoritas baik yaitu sebanyak 6 orang (60 %). Dan penerapan senam hamil pada ibu multigravida seluruhnya teratur yaitu sebanyak 10 orang (100 %).Mayoritas ibu hamil multigravida yang menerapkan senam hamil dengan teratur serta memiliki pengalaman persalinan baik yaitu sebanyak 6 orang (100 %). Adapun saran yang harus diperhatikan oleh petugas kesehatan adalah sosialisasi dan meningkatkan mutu dengan menyediakan fasilitas senam hamil karena senam hamil sudah terbukti mampu membantu kelancaran proses persalinan.Kata Kunci: Pengalaman persalinan, Penerapan senam hamil ibu multigravida.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Dengan Kejadian Resiko Tinggi (Di BPS Ananda Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan)
Fitriana Ikhtiarinawati Fajrin
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.60
Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu, mengetahui kejadian resiko tinggi dan menganalisius hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan kejadian resiko tinggi. penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sumber data didapatkan dari seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di BPS Ananda Desa Ploso Wahyu Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan pada 1 Januari - 1 Mei 2018. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer berupa data tentang pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan yang diperoleh dari lembar kuisoner, sedangkan data sekunder berupa tentang kejadian resiko tinggi pada ibu hamil yang diperoleh dari data rekam medik, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan di uji statistik menggunakan uji chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas memiliki pengetahuan ibu hamil baik tentang tanda bahaya kehamilan yaitu sebanyak 19 responden (76 %). Mayoritas tidak mengalami resiko tinggi yaitu sebanyak 20 responden (80%). Mayoritas responden memiliki berpengetahuan kurang mengalami resiko tinggi yaitu 4 responden (66,7 %), dan responden yang berpengetahuan baik mayoritas tidak mengalami resiko tinggi yaitu 18 responden (94,7%). Dari hasil uji chi-square didapatkan Hasil uji chi-square didapatkan nilai 2hitung = 10,746 > 5,991, sehingga H0 ditolak H1 diterima. Simpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan kejadian resiko tinggi.Keywords: Pengetahuan, Tanda bahaya kehamilan, Resiko tinggi
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA MENOPAUSE TENTANG AKTIVITAS SEKSUAL
Eka Sarofah Ningsih
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.55
Menopause is problem health reproduction on elderly especially in Indonesia. Many women argue that sexual intercourse can not be done again during menopause. Sexual intercourse remains to be done even in the elderly. But based on the momentary observation in the village of Wanar Kec.Pucuk Kab. Lamongan many women menopause who did not have sexual intercourse (14%). The purpose of this study is to know the description of knowledge of menopausal women about sexual activity in Wanar village, Pucuk sub-district, Lamongan regency.The research design used was descriptive survey with non probility sampling technique in total sampling. Population and sample counted 48 data collected by questioner then analyzed descriptively.Research result shows mostly knowledge of postmenopausal women about adequate sexual activity 52.1%, knowledge of postmenopausal women about good sexual activity 27.1%, and knowledge of menopausal women about sexual acvity less 20.8%.The conclusion of this study is that more than half of menopausal women have sufficient knowledge so as follow-up from health workers should provide education to menopausal women about sexual activity during menopauseKeywords: Knowledge, Menopause, Sexual activity
PERBEDAAN PENURUNAN TFU PADA IBU NIFAS FISIOLOGIS DAN IBU NIFAS POST SC DI RUANG MELATI RSUD Dr.SOEGIRI KABUPATEN LAMONGAN
Kustini Kustini
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.013 KB)
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.61
Masa nifas merupakan masa sesudah persalinan, mulai dari saat selesai persalinan sampaipulihnya kembali alat-alat kandungan ke keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung sekitar 6 minggu. Pada masa nifas terjadi perubahan fisiologis, salah satunya adalah involusi Uteri Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik komparatif, tempat penelitian di RSUD. Dr Soegiri Lamongan, waktu pengumpulan data menggunakan Cross Sectional, tanpa perlakuan, dengan cara obervasi dengan tujuan penelitian diskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder, dengan jumlah sampel 104 responden diambil secara non random. Analisis data meliputi análisis univariat dan Analisa inferensial. Hasil analisa inferensial menunjukan ada perbedaan penurunan TFU pada ibu nifas fisiologis dan ibu nifas post SC, Koefisien Kontingensi diperoleh hasil nilai koefisien kontingensi (C) = 0,390 dan = 0.00 dimana < 0.05. upaya untuk mencegah terjadinya gangguan proses penurunan TFU yaitu memberikan informasi sekaligus penyuluhan tentang pentingnya asupan nutrisi, menyusui dan mobilisasi dini bagi ibu nifas. Disamping itu diperlukan kerja sama yang baik antara ibu nifas, keluarga, dan petugas kesehatan, khususnya peran bidan sehingga dapat mendeteksi dini adanya komplikasi masa nifas, salah satunya keterlambatan proses penurunan TFU.Kata kunci: Ibu Nifas Fisiologis, Ibu Nifas Post SC, Perbedaan Penurunan TFU
STUDI DISKRIPTIF TENTANG MOBILISASI DINI TERHADAP PENGELUARAN LOCHEA PADA IBU NIFAS HARI KE-4
Mariyatul Qiftiyah;
Karimatul Ulya
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.672 KB)
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.56
Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Pada masa nifas terjadi perubahan fisiologi salah satunya adalah involusi uteri. Dalam proses involusi uteri terjadi pengeluaran lochea yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu mobilisasi dini. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui studi diskriptif tentang mobilisasi dini terhadap pengeluaran lochea pada ibu nifas hari ke-4 di BPM Asri dan Polindes Permata Bunda Tuban. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi seluruh ibu nifas yang usia lebih dari 3 hari pada bulan Maret- Mei tahun 2018 diBPM Asri dan Polindes Permata Bunda Tuban. Teknik sampling menggunakan purposive sampling yaitu sebesar 32 responden. Variabel yang diteliti adalah mobilisasi dini dan pengeluaran lochea.Hasil penelitian yang di laksanakan di BPM Asri dan Polindes Permata Bunda pada bulan Maret- mei dari 32 responden,sebagian besar 2l (65,62%) responden melakukan mobilisasi dini dengan cepat, dan sebagian besar 18 (56,25%) responden dengan pengeluaran lochea sesuai. Dapat disimpulkan bahwa hampir sebagian besar ibu nifas melakukan mobilisasi dini dengan cepat dan dengan pengeluaran lochea sesuai. Sebaiknya dilakukan peningkatan mutu pelayanan disetiap instansi pelayanan kesehatan dengan selalu memberikan informasi tentang perubahan psikologis, fisiologis dan pengeluaran lochea pada ibu nifas.Kata Kunci: Mobilisasi Dini, Lochea
PENGARUH PIJAT PERINEUM SELAMA MASA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN RUPTURA PERINEUM SPONTAN DI PMB SHINTA NUR ROCHMAYANTI, SSiT., M.Kes
Shinta Nur Rochmayanti;
Kholifatul Ummah
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.62
Some of the factors that cause perineal rupture consist of maternal factors, fetal factors, and helper factors. A method of reduce perineal rupture is a perinel massage to promote heatlh, blood flow and elasticity of the perineum. Based on preliminary study at PMB Shinta Nur Rochmayanti, SSiT., M.Kes from June to September of 2017 there were 20 births per month, and 70% had spontaneous birthrate while 30% had no perineal rupture. The purpose of this study was to determine the effect of perineal massage during pregnancy on the incidence of Rupture Perineum during delivery at the Midwives Practice Midwife Shinta Nur Rochmayanti, SSiT., M.Kes year 2018. The objektive of this study was to determine the effect of perineal massage on the incidence of perineal rupture in pregnant period during childbirth in independent practice of midwifery in PMB Shinta Nur Rochmayanti, SSiT., M.Kes year 2018.This study is Quasi Experimental study with Post Test Only Control Group Design method. The study was conducted in midwife Mandiri Practice (PMB) Shinta Nur Rochmayanti, SSiT., M.Kes Surabaya in 2018 with subject of 28 pregnant women 36 weeks pregnancy consisting of 14 intervention group and 14 control group. The study was conducted from December 2017 until April 2018, then the data were analyzed by Chi Square test. The incidence of Rupture Perineum in the intervention group after perineal massage was only 14,3% while in the control group 64,3%. The results showed that there was an effect of perineal massage during pregnancy on the incidence of perineum rupture (p <0.05). This study concluded that perineal massage during pregnancy affects the incidence of perineal rupture at delivery.Keywords: perineal massage, pregnant periode, perineal rupture
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP AKSEPTOR KB TENTANG ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)
Khusnul Nikmah
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.382 KB)
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.57
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan pilihan kontrasepsi yang efektif, aman, dan nyaman bagi banyak wanita. Alat ini merupakan metode kontrasepsi reversibel yang paling sering digunakan di seluruh dunia dengan pemakai saat ini mencapai sekitar 100 juta wanita. Generasi terbaru AKDR memiliki efektifitas lebih dari 99% dalam mencegah kehamilan pada pemakaian 1 tahun atau lebih. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap akseptor KB tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Desa Karangagung Kecamatan Glagah.Desain dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data didapatkan melalui angket yang berupa kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang menjadi peserta KB di Desa Karangagung Kecamatan Glagah selama bulan Januari 2018 sampai Maret 2018 sebanyak 35 peserta KB, dengan sampel 32 orang ibu yang diambil dengan cara Simple Random Sampling. Variabel Independent adalah Pengetahuan ibu tentang AKDR sedangkan variabel dependentnya adalah sikap ibu terhadap AKDR. data dianalisa menggunakan uji Koofisiensi Kontingensi.Hasil penelitian hampir sebagian responden berpengetahuan kurang sebanyak 13 responden (40,6%), berdasarkan sikap sebagian besar mempunyai sikap positif sebanyak responden (68,8%). Hasil penelitian ada Hubungan antara pengetahuan dan sikap akseptor KB AKDR di Desa Karangagung kecamatan Glagah. Berdasarkan analisis uji Koofisiensi Kontingensi didapatkan p sebesar 0,001 < α (0,05)Disarankan Bagi Akseptor KB Hasil penelitian ini diharapkan agar memberikan pengetahuan pada masyarakat terutama pada akseptor KB dan dalam upaya untuk meningkatkan keikutsertaan ibu terhadap Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)Kata Kunci: Pengetahuan Ibu tentang AKDR, Sikap Akseptor terhadap AKDR
PENGARUH PEMBERIAN EFFLEURAGE MASSAGE AROMATHERAPHY LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR MALAM IBU HAMIL PRIMIGRVIDA TRIMESTER III DI KLINIK BIDAN MANDIRI DOMINGAS SURABAYA
Arkha Rosyaria Badrus;
Miftahul Khairoh
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.9 KB)
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.63
A mid the high AKI and this AKB, it needs to be drawn red thread from the base of the problem, namely the welfare of pregnant women. From there, researchers have the idea to conduct scientific experiments using eufflurage massage with the aroma of lavender teraphy as a stimulation of the peripheral nerves and central nerves to produce and release the hormone endorphins. Predicted 78 percent of women have difficulty falling asleep during pregnancy. Physical and hormonal changes, causing discomfort to cause less sleep. One of the causes of sleep disorders of the third trimester pregnant women is back pain, frequent urination and anxiety before labor. Place of research conducted at Dominga’s independent clinic followed by home visit given 7 days treat with frequency 15 minutes Massage. Research using pre experimental approach with pre and post test without control. The research designs undertaken in the study were measurement of Sleep Quality with The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The resulting data is not normally distributed, the statistical test using Mc Nemar test obtained p: 0.004 <0.05 and the value of Z arithmetic 0.774 <1.96 then Ho rejected and Ha received due to endhorpin hormone that can provide relaxation in pregnant women third trimesterKeywords: Massage Effleurage, Night Sleep Quality Pregnant Trimester III
Gambaran Kestabilan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Yang Dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (Di Ruang Mina RS Muhammadiyah Tuban)
Umu Qonitun;
Sri Utaminingsih
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.643 KB)
|
DOI: 10.30736/midpro.v10i1.58
Hipothermia adalah suhu bayi < 36,5°C. Disamping sebagai suatu gejala, hipothermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian. Salah satu cara pencegahan hipothermia pada bayi baru lahir adalah dengan penerapan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kestabilan suhu tubuh bayi baru lahir yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) berdasarkan suhu sebelum dilakukan IMD dan suhu sesudah dilakukan IMD di Ruang Mina RS Muhammadiyah Tuban.Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir normal yang dilakukan IMD bulan Mei 2018 sebanyak 29 bayi, sedangkan sampelnya yaitu sebagian bayi baru lahir normal yang dilakukan IMD yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 29 bayi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan sampel diambil dari hasil observasi (data primer) yang ditulis dalam lembar observasi dengan menggunakan instrumen penelitian berupa thermometer axilla digital. Data di analisis dengan analisa univariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya sebanyak 25 (86, 21%) bayi baru lahir sebelum dilakukan IMD mempunyai suhu yang tidak stabil, dan seluruhnya sebanyak 29 (100%) bayi baru lahir sesudah dilakukan IMD mempunyai suhu yang stabil.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sangat efektif untuk membantu kestabilan suhu tubuh bayi baru lahir dengan harapan hipotermia dapat dicegah sedini mungkin, untuk itu diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menerapkan Inisiasi Meyusu Dini (IMD) pada semua bayi baru lahir sesuai dengan prosedur.Kata Kunci: Kestabilan Suhu Bayi Baru Lahir, Inisiasi Menyusu Dini