Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PIJAT PERINEUM SELAMA MASA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN RUPTURA PERINEUM SPONTAN DI PMB SHINTA NUR ROCHMAYANTI, SSiT., M.Kes Shinta Nur Rochmayanti; Kholifatul Ummah
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/midpro.v10i1.62

Abstract

Some of the factors that cause perineal rupture consist of maternal factors, fetal factors, and helper factors. A method of reduce perineal rupture is a perinel massage to promote heatlh, blood flow and elasticity of the perineum. Based on preliminary study at PMB Shinta Nur Rochmayanti, SSiT., M.Kes from June to September of 2017 there were 20 births per month, and 70% had spontaneous birthrate while 30% had no perineal rupture. The purpose of this study was to determine the effect of perineal massage during pregnancy on the incidence of Rupture Perineum during delivery at the Midwives Practice Midwife Shinta Nur Rochmayanti, SSiT., M.Kes year 2018. The objektive of this study was to determine the effect of perineal massage on the incidence of perineal rupture in pregnant period during childbirth in independent practice of midwifery in PMB Shinta Nur Rochmayanti, SSiT., M.Kes year 2018.This study is Quasi Experimental study with Post Test Only Control Group Design method. The study was conducted in midwife Mandiri Practice (PMB) Shinta Nur Rochmayanti, SSiT., M.Kes Surabaya in 2018 with subject of 28 pregnant women 36 weeks pregnancy consisting of 14 intervention group and 14 control group. The study was conducted from December 2017 until April 2018, then the data were analyzed by Chi Square test. The incidence of Rupture Perineum in the intervention group after perineal massage was only 14,3% while in the control group 64,3%. The results showed that there was an effect of perineal massage during pregnancy on the incidence of perineum rupture (p <0.05). This study concluded that perineal massage during pregnancy affects the incidence of perineal rupture at delivery.Keywords: perineal massage, pregnant periode, perineal rupture
Kolabolasi Bidan dan Kader Posyandu dalam Peningkatan Kuantitas Tidur Bayi melalui Baby Massase di Posyandu Melati Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Lamongan Miftahul Khairoh; Kholifatul Ummah
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 4 (2023): Proceedings of the Midwifery Conference on Collaborative Maternity Care
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v4i.557

Abstract

Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. (Endah, 2019). Metode ini diberikan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas tidur bayi sebelum dan sesudah dilakukan pijat yang dilaksanakan oleh kader posyandu. Berdasarkan tabel 1 diketahui kuantitas tidur bayi sebelum dilakukan pemijatan yaitu minimum 12 jam sebanyak 13 orang (43,3%) dan maximum 15 jam sebanyak 14 orang (46,7%). Hal ini berarti bahwa bayi mengalami kuantitas tidur buruk karena maksimum tidur bayi usia 3-6 bulan hanya 12-14 jam. Kualitas tidur bayi dikatakan kurang jika bayi mengalami gangguan tidur jika pada malam hari tidurnya kurang dari 16 jam, terbangun lebih dari 3 kali dan lama terbangunnya lebih dari 1 jam. Selama tidur bayi terlihat selalu rewel, menangis dan sulit tidur kembali (Dahlia, 2022).
Sosialisasi Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS) 1000 Hari Pertama Kehidupan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita di Posyandu Nusa Indah Wilayah Kerja Puskesmas Kebon Sari Kota Surabaya Shinta Nur Rochmayanti; Alief Ayu Perwitasari; Arkha Rosyaria; Miftahul Khairoh; Kholifatul Ummah
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v2i1.18

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak akibat dari malnutrisi kronis pada waktu lama, sehingga intervensi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting mencegah stunting. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi selama kehamilan, ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI dengan menggunakan media edukasi Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS). Adapun yang menjadi mitra pada pengabdian masyarakat ini adalah Posyandu Nusa Indah RT RW Kelurahan kecamatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kebonsari Kecamatan Jambangan Kota Surabaya Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pengabmas ini yaitu menyebarkan kuesioner (pre test), edukasi kesehatan menggunakan PPT, menyebarkan Leaflet dan Media kalender pintar bayi sehat (KAPAS) kemudian menyebarkan kuesioner (Port Test). Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah 50% mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai Kalender Pintar Bayi Sehat (KAPAS) 1000 Hari Pertama Kehidupan dan 40 % dengan pengetahuan tetap. Pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan memiliki pengetahuan baik 35 % dan kurang 65 %. Setelah diberikan penyuluhan memiliki pengetahuan baik 90 % dan kurang 10 %.
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MENGGUNAKAN PRINSIP 3R SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Kholifatul Ummah; Inge Wiliandani Setya Putri; Arik Agung Wardoyo; Annisa Wardah; Nadjelina Alysa; Natasya Halimatus Suhriya; Rizky Romadhona Mistanto; Nur Hilda Anggraini
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 6 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v3i6.7174

Abstract

Pendahuluan : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Salah satu faktor penyebab penyebaran penyakit ini adalah buruknya pengelolaan sampah, yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Sosialisasi mengenai pengelolaan sampah menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) perlu dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit ini di desa tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kepekaan dan keikutsertaan masyarakat dalam mempertahankan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat, sehingga dapat mengurangi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Metode sosialisasi meliputi penyuluhan, praktik langsung pengolahan sampah, serta diskusi interaktif dengan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, serta menurunnya risiko potensi penyebaran DBD. Selain berdampak positif terhadap kesehatan lingkungan, kegiatan ini juga dapat memberi peluang lapangan pekerjaan dan menambah penghasilan bagi masyarakat melalui pemanfaatan kembali dan daur ulang sampah. Keberlanjutan program diharapkan dapat diterapkan secara rutin dan melibatkan seluruh anggota masyarakat untuk membuat lingkungan yang sehat dan bersih.
Senam Lansia sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup dalam Mendukung Lansia Tangguh di Kelurahan Pagesangan Miftahul Khairoh; Alief Ayu Purwitasari; Arkha Rosyaria Badrus; Kholifatul Ummah; Yustisia Amalia
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/s6cp9z50

Abstract

Pendahuluan : Populasi usia lanjut mengalami peningkatan secara global. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui program senam lansia agar tubuh lebih bugar. Senam lansia juga berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh, terutama jika dilakukan secara teratur. Metode : Dalam kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan yaitu demonstrasi berupa praktik langsung gerakan senam lansia dan dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu advokasi dan pelaksanaan senam yang diawali dengan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Hasil : hasil pemeriksaan fisik didapatkan mayoritas lansia berusia 50-60 tahun sejumlah 20 lansia (50%) dengan jenis kelamin lansia terbanyak yaitu perempuan berjumlah sejumlah 36 lansia (90%). Pada pemeriksaan fisik lansia di dapatkan, berat badan lansia mayoritas ≤ 60 kg sebanyak 32 (80%). Lansia yang mengalami Tekanan darah tinggi sebanyak 14 lansia (35%), 8 (20%) lansia memiliki Kadar Glukosa tinggi (>100 mg/dL) dan Pada pemeriksaan Kadar Kolesterol, 10 Lansia (25%) memiliki Kadar kolesterol tinggi (>240 mg/dL). Senam lansia dilaksanakan selama 30 menit berupa gerakan-gerakan yang mudah dan ringan, yang disesuaikan dengan kondisi fisik lansia, dan pendinginan. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan senam lansia. Kesimpulan: senam lansia merupakan kegiatan yang efektif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan lansia
Empowerment of Midwives in Increasing Knowledge as a Result of Malpractic Incidents Reviewed from the Legal Aspects in the Working Area of the Puskesmas Kerek Kabupaten Tuban Kholifatul Ummah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v7i2.547

Abstract

Kerek District is a densely populated area where the majority of the people work as traders and fishermen, urban education is still low, the people of Kerek District have middle and high school education, the average population is 67,163 people, consisting of 33,196 male residents. . and 33,967 people are women. In the Kerek area there is 1 health center, 17 villages and 17 posts, where each village has 1 village midwife in each village sub-district who is tasked with monitoring the health of mothers and children so that the number of village midwives follows. number of midwives. Kerek Subdistrict Village includes 17 village midwives and 1 Kerek Community Health Center coordinating midwife whose duties include providing private health services that serve maternal and child health in their work area, but are required to carry out supervision. The problem is that there are incidents of malpractice in Kerek sub-district carried out by midwives on women giving birth which causes harm to the patient, namely the baby dies, so the health sciences faculty collaborates with the IBI Kerek sub-district branch and the Kerek Community Health Center to provide guidance and counseling to all village midwives in Kerek sub-district to improve quality of service to patients with the aim of reducing maternal and infant morbidity and mortality.
Enhancing Postpartum Maternal Health through Educational Interventions and Non-Invasive Biomedical Immunology-Based Monitoring in Pagesangan, Kebonsari, Surabaya Kholifatul Ummah; Arkha Rosyaria Badrus; Miftahul Khairoh; Yustisia Amalia; Cityta Putri Kwarta; Lentera Afrida Kusumawardani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i1.701

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia remains relatively high, with postpartum infection being one of the leading causes. The postpartum period is a critical phase during which physiological changes occur, increasing the risk of infection. However, the lack of adequate maternal health monitoring remains a challenge in the early detection of complications. This study aims to implement health technology-based monitoring using wearable sensors (HRV sensor/smartwatch) and axillary thermometers to detect changes in maternal body temperature and heart rate variability during the postpartum period. A total of 20 postpartum mothers, aged 2-14 days, from Pagesangan Subdistrict, were monitored for seven days. The results showed that the majority of participants (90%) were in good health; however, two participants (10%) experienced an increase in body temperature above 38°C and unstable HRV, which are early indicators of postpartum infection. These participants were immediately provided with additional health education and referred to healthcare professionals for further examination. Meanwhile, the remaining participants continued to receive routine monitoring and education regarding postpartum infection prevention. The implementation of this community service program demonstrated that health technology-based monitoring is effective in detecting real-time health condition changes, allowing for faster medical interventions and increasing maternal awareness of postpartum health. The findings suggest that this method can serve as an innovative approach to reducing postpartum infection risks and improving maternal health quality. Further development and wider application of this approach in other regions are recommended to enhance postpartum care and maternal well-being.
Kegiatan Sosialisasi dan Penyeluhan Kesehatan : Pendemonstrasian dan Sosialisasi Kebencanaan SDN 1 Punggul Sidoarjo Arkha Rosyaria Badrus; Nurul Fathiyyah; Rakhmalia Imeldawati; Ainun Ganisia; Miftahul Khairoh; Shinta Nur Rochmayati; Kholifatul Ummah; Alief Ayu Purwitasari
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i1.102

Abstract

Indonesia, sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi, menjadikan upaya kesiapsiagaan sebagai prioritas nasional. Kabupaten Sidoarjo, dengan karakteristik geografis dan demografisnya, juga rentan terhadap berbagai ancaman bencana lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan terkait tanggap bencana yang dilaksanakan di SDN Punggul 1 Sidoarjo. Metode pelaksanaan meliputi pengembangan materi adaptif, pembelajaran interaktif, simulasi rutin, pembentukan tim siaga bencana sekolah, sosialisasi kepada orang tua, penyediaan sarana prasarana darurat, dan integrasi dalam kegiatan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman siswa, guru, dan staf mengenai jenis-jenis bencana, tanda peringatan dini, dan tindakan yang diperlukan. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran akan risiko bencana, keterampilan praktis evakuasi dan pertolongan pertama, kesiapsiagaan individu dan kolektif, serta penguatan kapasitas tim siaga bencana sekolah. Pengetahuan dengan sarana prasarana darurat juga meningkat. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam membentuk komunitas sekolah yang lebih siap, aman, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana. Evaluasi pasca-kegiatan melalui kuis, observasi simulasi, dan umpan balik peserta mengkonfirmasi efektivitas intervensi ini sebagai landasan pengembangan program kesiapsiagaan bencana di tingkat sekolah.
Empowerment of Midwives in Increasing Knowledge as a Result of Malpractic Incidents Reviewed from the Legal Aspects in the Working Area of the Puskesmas Kerek Kabupaten Tuban Kholifatul Ummah; Noenik Soekorini; Arkha Rosyaria Badrus; Hartoyo
Journal of Community Engagement in Health Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v7i1.548

Abstract

Kerek District is a densely populated area where the majority of the people work as traders and fishermen, urban education is still low, the people of Kerek District have middle and high school education, the average population is 67,163 people, consisting of 33,196 famale residents. and 33,967 people are famale. In the Kerek area there is 1 health center, 17 villages and 17 posts, where each village has 1 village midwife in each village sub-district who is tasked with monitoring the health of mothers and children so that the number of  midwives follows number of midwives. Kerek Subdistrict Village includes 17 midwives and 1 Kerek Community Health Center coordinating midwife whose duties include providing private health services that serve maternal and child health in their work area, but are required to carry out supervision. The problem is that how many incidents of malpractice in Kerek sub-district carried out by midwives on women giving birth which causes harm to the patient, namely the baby dies, so the health sciences faculty collaborates with the Indonesian Midwives Assosiation Kerek sub-district branch and the Kerek Community Health Center to provide guidance and counseling to all village midwives in Kerek sub-district to improve service quality for patients with the aim to reducing maternal and infant morbidity and mortality.