cover
Contact Name
Rizaldy Purnamo Pedju
Contact Email
-
Phone
+6282346016601
Journal Mail Official
jurnal.potretpemikiran@iain-manado.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. SH Sarundajang, Kawasan Lingkar I, Malendeng Manado Kode Pos 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Potret Pemikiran
ISSN : 16931874     EISSN : 25280376     DOI : -
Potret Pemikiran terdaftar dengan nomor ISSN 1693-1874 (Cetak), ISSN 2528-0376 (Online) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Potret Pemikiran mulai menerbitkan artikel-artikel versi cetak pada tahun 2000. Potert Pemikiran adalah jurnal pertama di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado yang sekarang bertranformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Saat itu, Potret Pemikiran melingkupi cangkupan ilmu secara umum, yaitu ilmu politik, hukum, ekonomi, pendidikan, serta agama hingga tahun 2018. Sejak tahun 2019, Jurnal Potret Pemikiran fokus dan jangkauannya terkait Pemikiran Islam di bidang: Filsafat, Tasawuf, Politik Islam dan sosial Keagamaan, serta terjadi perubahan gaya selingkung yaitu menjadi APA 6th Edition (American Psychological Association).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
MEMAHAMI PENCITRAAN POLITIK MELALUI PENDEKATAN MEKANISME PERTAHANAN DIRI Musdalifah Dachrud; Aris Soleman
Potret Pemikiran Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v19i2.730

Abstract

Political imagery is one way that has the potential to lead and persuade people to political choices. The issue is raised imaging behavior of a politician(candidate) is not necessarily the same as the real character and personality. Defense mechanism is one of the studies in psychology that can provide insight and understanding of the political imagery. Sigmund Freud explained that the defense mechanisms are not conscious effort to show the process that protects the individual from anxiety through the perversion of reality. Keywords: political imagery, defense mechanism Pencitraan politik merupakan salah satu cara yang berpotensi untuk menggiring dan merayu rakyat terhadap pilihan politiknya. Permasalahannya adalah perilaku pencitraan yang dimunculkan seorang politisi (calon) belum tentu sama dengan karakter dan kepribadian yang sesungguhnya. Mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) merupakan salah satu kajian dalam psikologi yang dapat memberikan pandangan dan pemahaman mengenai pencitraan politik. Sigmund Freud menjelaskan bahwa mekanisme pertahanan diri adalah upaya menunjukkan proses tidak sadar yang melindungi individu dari kecemasan melalui pemutarbalikkan kenyataan. Kata Kunci: pencitraan politik, mekanisme pertahanan diri
MEMAKNAI “TORANG SAMUA BASUDARA” (MANAJEMEN DAKWAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KOTA MANADO) Rahman Mantu
Potret Pemikiran Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v19i2.731

Abstract

Manado as one region which dwelt by moslem society the few has a lot of constraint deeping to develop and carries on religions life, one of it namely activity missionizes, it is caused because attitude streotype (bad think) people non moslem (majority) to moslem is still so strength. To muffle it skilled workers missionizes in each its mission activity tries to dig up local wisdom points that interconnection with prinisip in Islamic teaching that tassammuh (lenient), amongst those is local terminology “ Torang Samua Basudara ” (We all are brothers). This article utilize teoritik Koentjaraningrat's perspective about formula tripatri culture, where is local wisdom as elemental as social cohesion lasing in multicultural's society. Writer tries to lift this theme because at there are many frequent mission place is utilized as media to attack and sees or behalf with agglomerate another one. skilled workers missionizes then become happening trigger actor it conflict. In research, writer finds that management missionizes to get local wisdom basis this have contribution that really significant in render placating life and on good terms at Manado's city. Management missionizes to get local wisdom basis this ought to continually been developed as one strategy which its aim build interfaith harmonious relationship at region. Keywords:Manajemen Dakwah, Juru Dakwah, Toleran, Kearifan Lokal, Torang Samua Basudara.Manado sebagai sebuah daerah yang dihuni oleh minoritas masyarakat muslim mempunyai banyak kendala dalam mengembangkan serta menjalankan kehidupan keagamaannya, salah satunya yakni aktivitas dakwah, hal ini disebabkan karena sikap streotype (prasangka buruk) umat non-muslim (mayoritas) terhadap muslim masih begitu kuat. Untuk meredamnya para juru dakwah dalam setiap aktivitas dakwahnya coba menggali nilai-nilai kearifan lokal yang diinterkoneksikan dengan prinisip dalam ajaran Islam yang tassammuh (toleran), diantaranya adalah istilah lokal “Torang Samua Basudara” (Kita semua bersaudara).Artikel ini menggunakan perspektif teoritik Koentjaraningrat tentang rumusan tripatri kebudayaan, dimana kearifan lokal sebagai unsur penguat kohesi sosial dalam masyarakat multikultural. Penulis coba mengangkat tema ini karena di banyak tempat dakwah sering digunakan sebagai media untuk menyerang dan mendiskreditkan kelompok yang berseberangan paham atau kepentingan dengan kelompok yang lain. para juru dakwah kemudian menjadi aktor pemicu terjadinya konflik. Dalam penelitian, penulis menemukan bahwa manajemen dakwah berbasis kearifan lokal ini punya kontribusi yang sangat signifikan dalam mewujudkan kehidupan yang damai dan rukun di kota Manado. Manajemen dakwah berbasis kearifan lokal ini harusnya terus dikembangkan sebagai sebuah strategi yang tujuannya membangun hubungan harmonis antar agama di daerah. Kata Kunci:Manajemen Dakwah, Juru Dakwah, Toleran, Kearifan Lokal, Torang Samua Basudara.
FUNGSIONALISASI JABATAN PENGHULU DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJAKUA KECAMATAN DI KOTA MANADO Syarifuddin Syarifuddin
Potret Pemikiran Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v19i2.732

Abstract

The existence of the chief as an official in the government has existed since the existence of the Islamic kingdom both on Java and outside Java, including in the Dutch colonial government. currently the head of the government based on the ministerial regulation on the utilization of state apparatus number 26 in 2005 has been determined as a functional position according to government regulation Number 16 of 1999 concerning functional positions of civil servants. The tasks of the headman in relation to the application of Islamic teachings and Shari'a in the field of marriage are not just a ceremonial event, but also as a means of manifesting the strictness of a Muslim and unifying the sacred bonds of inner and outer relations between a man and woman. therefore the tasks and roles of the peghulu are considered very important. This paper will discuss the functionalization of the position of the chief and its influence on the performance of the KUA. This study took a research study in KUA Sub-District throughout Manado. The results of the study were that the researchers found that KUA resources in Manado in general still had to be evaluated, because the staff were mostly women, the number of employees was still minimal and the educational background was mostly not S1. Whereas according to the rules, one KUA has 7 or 6 staff but in this city of Manado one KUA only has two or three staff. In addition to the implementation of KUA activities, the budget is still attached to the Department office so that all activities carried out are less effective. Keywords:Penghulu, KUA Manado, Functionalization, Islamic Shari'a. Keberadaan penghulu sebagai pejabat dalam pemerintahan telah ada sejak adanya kerajaan Islam baik di Jawa maupun luar Jawa termasuk pada pemerintahan kolonial Belanda. Saat ini penghulu berdasarkan peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara nomor: 26 tahun 2005 telah ditetapkan sebagai jabatan fungsional sesuai peraturan pemerintah Nomor 16 Tahun 1999 tentang jabatan fungsional pegawai negeri sipil. Tugas-tugas penghulu berkaitan dengan penerapan ajaran dan syariat agama Islam dibidang pernikahan tidak sekedar sebuah acara seremonial, melainkan juga menjadi sarana perwujudan ketatan seorang muslim dan pemersatu ikatan suci lahir batin antara seorang pria dan wanita. Oleh karena itu tugas dan peran peghulu dirasa sangat penting. Tulisan ini akan membahas tentang fungsionalisasi jabatan penghulu dan pengaruhnya terhadap kinerja KUA. Penelitian ini mengambil studi penelitian di KUA Kecamatan se-kota Manado. Hasil dari penelitian adalah peneliti menemukan masalah bahwa sumberdaya KUA yang ada di kota Manado pada umumnya masih ada yang perlu dievaluasi, karena para stafnya kebanyakan perempuan, jumlah pegawainya masih minim dan latar belakang pendidikan kebanyakan bukan S1. Sedangkan menurut aturan yang ada satu KUA memiliki 7 atau 6 orang staf tetapi di kota Manado ini satu KUA hanya memiliki dua atau tiga orang staf. Selain itu untuk pelaksanaan kegiatan KUA, anggaran masihmelekat dengan kantor Departemen sehingga segala kegiatan yang dilakukan kurang efektif. Kata Kunci:Penghulu, KUA Manado, Fungsionalisasi, Syariat Islam.
PENDIDIKAN KARAKTER DAN EKSISTENSI PEMUDA Arhanuddin Salim
Potret Pemikiran Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v19i2.728

Abstract

To realize the vision of national development, namely to realize a society of noble character, morality, ethics, culture and civilization based on the Pancasila philosophy, the national education system must be the main focus that must be addressed. Based on the functions and objectives of national education, it is clear that education at every level must be organized systematically to achieve that goal. This concerns the reality of education in educational units from early childhood education to tertiary education which is currently experiencing fading and degradation in terms of forming the character of its students. All of this is due to the absence of a learning system focused on the direction of the formation of superior character values. Keywords:education, character education, youth and the future of the nation Untuk mewujudkan visi pembangunan nasional, yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila, maka sistem pendidikan nasional harus menjadi fokus utama yang harus dibenahi. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal ini menyangkut realitas pendidikan di dalam satuan pendidikan dari pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi yang saat ini mengalami pemudaran dan degradasi dalam hal pembentukan karakter peserta didiknya. Semua ini disebabkan karena tidak adanya sistem pembelajaran yang terfokus pada arah pembentukan nilai-nilai karakter unggul. Kata Kunci:pendidikan, pendidikankarakter, pemuda dan masa depanbangsa
DIMENSI-DIMENSI MISTIK TAFSIR AL-MIZAN (Studi atas Pemikiran Thabathaba'i dalam Tafsir Al-Mizan) Yusno Abdullah Otta
Potret Pemikiran Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v19i2.733

Abstract

The multidimensional crisis has not yet shown that it will end even causing casualties, not only material victims, but also casualties and the threat of disintegration. So that the assumption and image of most people that Sufism as a teaching that focuses on individual piety and ritual is rejected. Because, Sufism should be an alternative answer to the problematic pluralist society and universal social change. Therefore the research will try to focus on the work of one of the influential figures of Thabathaba Sufism by examining the monumental work of al-Mizan. This research comes from primary and secondary data, the main source of course is al-Mizan's interpretation while indirect work is the work of others about Thabathaba`i thinking. The results of this study are Thabathaba'i who carry out the moderate life of Irfan Tasawuf. For him, spiritual life is not running away from life itself. This expression is addressed to those who practice Irfan radically and conservatively. This phenomenon is emphasized by Thabathaba'i to be reformed. Through some of his works, the interpretation of Al-Mizan, he opened his readers' insight while at the same time straightening out a sad understanding of various things, especially Irfan's life. Keywords:Sufism, al-Mizan, Thabathaba`i, `Irfan, Moderate. Krisis multidimensional belum juga menunjukkan akan berakhir bahkan telah menimbulkan korban, tidak saja korban material, tetapi juga korban jiwa serta ancaman disintegrasi. Sehingga anggapan dan image sebagian besar orang bahwa tasawuf sebagai sebuah ajaran yang menitikberatkan pada kesalehan individual dan ritual tertolak.Sebab, tasawuf seharusnya bisa menjadi jawaban alternatif atas problematika masyarakat yang pluralis dan perubahan sosial secara universal. Oleh karena itu penelitian akan coba fokus membahas karya salah seorang tokoh tasawuf berpengaruh Thabathaba`i dengan mengkaji karya monumentalnya al-Mizan. Penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder, sumber utama tentu tafsir al-Mizan sedangkan karya yang tidak langsung adalah karya orang lain tentang pemikiran Thabathaba`i. Hasil dari penelitian ini adalah Thabathaba`i seorang yang menjalankan kehidupan Irfan Tasawuf yang moderat. Baginya, kehidupan spiritual bukannya melarikan diri dari kehidupan itu sendiri.Ungkapan ini ditujukan kepada mereka yang mempraktekkan Irfan secara radikal dan konservatif.Gejala ini yang ditekankan Thabathaba`i untuk direformasi. Melalui beberapa karyanya, tafsir Al-Mizan, dia membuka wawasan pembacanya sekaligus meluruskan pemahaman yang miris tentang berbagai hal, terutama kehidupan irfan. Kata Kunci:Tasawuf, al-Mizan, Thabathaba`i, `Irfan, Moderat.
AMAR MA’RUF DAN NAHI MUNKAR (Suatu Pendekatan Hadis Dakwah dalam Perubahan Sosial) Muhammad Sabir
Potret Pemikiran Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v19i2.729

Abstract

Prophet of Muhammad saw was commanded to missionize in Mekkah to the Arab community. This mission movement brought social change that happened in the field of religion, moral, and law. Prophet of Muhammad saw was delegated to perform amarma’ruf (goodness command) and Nahi Munkar (forbidden goodlessness), fought to against injustice and arbitrary was done by Arab community of Jahiliyah in Makkah. Prophet of Muhammad saw came free human being of behavior, moral, errant, grind, slavery, social difference, and build society pursuant to belief in Allah swt. Prophet of Muhammad saw performed mission confronted to condition of society which obeyed to tradition. Powers and conglomerate pout, affronting that Muhammad came from impecunious family, illiteracy and orphan. Nevertheless, Prophet of Muhammad saw was always determined, and patient perform mission even though was affronted and reputed crazy.Performed by revolution Prophet of Muhammad saw was revolution totally touching all human life aspect, touching behavior of jahiliyah intent on civilization, virulent intent on good behavior, slavery go to brotherhood, insincerity go to trust, grind of woman clan go to clarification and order free life human being in compliance to Allah. Attendance of Prophet of Muhammad gave bliss and expectation for all human being, even all creatures exists in this earth. Keywords: Mission, goodness command, forbiddengodlessness, the Arab community. Nabi Muhammad saw, diperintahkan berdakwah kepada kaum Arab di Makkah. Gerakan dakwah ini membawa perubahan sosial yang terjadi dalam bidang agama, moral, dan hukum.Nabi Muhammad saw, di utus untuk menjalankan amar ma’ruf dan Nahi Munkar melawan ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh komunitas Arab Jahiliyah di Makkah. Nabi Muhammad saw, datang untuk membebaskan manusia dari akhlak, moral, kesesatan, penindasan, perbudakan, kesenjangan sosial, dan membangun masyarakat berdasarkan keimanan kepada Allah. Nabi Muhammad saw dalam menjalankan dakwah dalam kondisi masyarakat yang taat kepada tradisi jahiliyyah. Penguasa, dan konglomerat mencibirkan, menghina bahwa Muhammad berasal dari keluarga miskin, yatim dan buta huruf. Meskipun demikian, Nabi Muhammad saw selalu tabah, dan sabar menjalankan dakwahnya meski harus dihina dan dianggap gila. Revolusi yang dilakukan Nabi Muhammad saw adalah revolusi menyeluruh yang menyentuh segala aspek kehidupan manusia, menyentuh perilaku jahiliyah menuju peradaban, jahat menuju perilaku baik, perbudakan menuju persaudaraan, kecurangan menuju kepercayaan, penindasan kaum perempuan menuju pencerahan dan menyuruh manusia hidup bebas dalam kepatuhan kepada Allah. Kehadiran Nabi Muhammad memberi harapan dan kebahagiaan bagi seluruh manusia, bahkan seluruh makhluk yang ada di bumi ini. Kata Kunci: Dakwah, Amr Ma`ruf dan Nahi Munkar, Masyarakat Arab

Page 1 of 1 | Total Record : 6