Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Paradigma Kritis-Konstruktif:Ijtihad Pengembangan Paradigma Pendidikan Islam Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama Salim, Arhanuddin
Journal of Islamic Education Policy Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2 No. 2 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study offers a constructive-critical paradigm as an effort to develop Islamic education in Muhammadiyah and Nahdatul Ulama. Development of Islamic education paradigm of Muhammadiyah and Nahdatul Ulama whose goal ultimately directs the learners into pious human beings to God. Freedom here is limited by the line of demarcation of the law and the teachings of the Shariah that are determined by God in line with the philosophy that underlies human nature. Learners are added by Muslims is a smart, meticulous, and able to think by using the mind well and responsible. This critical-constructive paradigm is used as a reference in developing Islamic education in Muhammadiyah and Nahdatul Ulama in the future.Keywords: Critical-Constructive Paradigm, Islamic Education, Muhammadiyah and Nahdatul Ulama AbstrakStudi ini menawarkan paradigma kritis-konstruktif sebagai upaya pengembangan pendidikan Islam yang ada di Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Pengembangan paradigma pendidikan Islam Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama yang tujuan akhirnya mengarahkan agar peserta didik menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan. Kebebasan di sini di batasi oleh garis demarkasi hukum dan ajaran syariat yang ditentukan oleh Tuhan yang sejalan dengan filsafat yang mendasari fitrah manusia. Peserta didik didambahkan oleh umat Islam adalah yang cerdas, cermat, dan mampu berfikir dengan menggunakan akalnya dengan baik dan bertanggung jawab. Paradigma kritis-konstruktif inilah yang dijadikan acuan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang ada di Muhammadiyah dan Nahdatul Ulam ke depan.Kata Kunci: Paradigma Kritis-Konstruktif, Pendidikan Islam, Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama
Paradigma Kritis-Konstruktif:Ijtihad Pengembangan Paradigma Pendidikan Islam Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama Arhanuddin Salim
Journal of Islamic Education Policy Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4938.396 KB) | DOI: 10.30984/j.v2i2.695

Abstract

This study offers a constructive-critical paradigm as an effort to develop Islamic education in Muhammadiyah and Nahdatul Ulama. Development of Islamic education paradigm of Muhammadiyah and Nahdatul Ulama whose goal ultimately directs the learners into pious human beings to God. Freedom here is limited by the line of demarcation of the law and the teachings of the Shari'ah that are determined by God in line with the philosophy that underlies human nature. Learners are added by Muslims is a smart, meticulous, and able to think by using the mind well and responsible. This critical-constructive paradigm is used as a reference in developing Islamic education in Muhammadiyah and Nahdatul Ulama in the future.Keywords: Critical-Constructive Paradigm, Islamic Education, Muhammadiyah and Nahdatul Ulama AbstrakStudi ini menawarkan paradigma kritis-konstruktif sebagai upaya pengembangan pendidikan Islam yang ada di Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Pengembangan paradigma pendidikan Islam Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama yang tujuan akhirnya mengarahkan agar peserta didik menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan. Kebebasan di sini di batasi oleh garis demarkasi hukum dan ajaran syariat yang ditentukan oleh Tuhan yang sejalan dengan filsafat yang mendasari fitrah manusia. Peserta didik didambahkan oleh umat Islam adalah yang cerdas, cermat, dan mampu berfikir dengan menggunakan akalnya dengan baik dan bertanggung jawab. Paradigma kritis-konstruktif inilah yang dijadikan acuan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang ada di Muhammadiyah dan Nahdatul Ulam ke depan.Kata Kunci: Paradigma Kritis-Konstruktif, Pendidikan Islam, Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama
Tradisi Maulid pada Masyarakat Muslim Gorontalo: Pertautan Tradisi Lokal dan Islam (Maulid Tradition Among Gorontalo Muslim Community: The Link Between Local Tradition and Islam) Kamaruddin Mustamin; Muhammad Gazali Rahman; Arhanuddin Salim
Potret Pemikiran Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v25i1.1492

Abstract

ABSTRACT This article aims to discover and probe deeper into the acculturation process of local culture with the practices and traditions of the maulid of the Prophet Muhammad in the Gorontalo community. This study uses a phenomenological qualitative approach. Data collection methods applied are in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study found that the presence and expansion of Islam in Gorontalo also influenced the religious perspective held by the people of Gorontalo. The willingness of the local community to adapt to the new teachings of Islam that they believe is a reinforcement of the acculturation of local cultural practices with the implementation of the tradition of the maulid of the Prophet Muhammad. The early Islamic preachers in Gorontalo managed to distinguish between the part of the local culture that still worth preserved and the part that must be preserved. This combination and acculturation effort between Islam and local culture is able to engender a new version and level of culture that is unique and has a local character. The innovative ability of the preachers to communicate Islamic rituals to the local culture of the Gorontalo people, can lead to a critical appreciation of the local values of the community's culture and the characteristics that accompany these values. Keywords: tradition; political; culture.ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali lebih dalam proses akulturasi budaya lokal dengan praktik dan tradisi maulid Nabi Muhammad saw. dalam masyarakat Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa kehadiran dan ekspansi Islam di Gorontalo turut mempengaruhi cara pandang keagamaan yang dianut oleh masyarakat Gorontalo. Kesediaan masyarakat lokal untuk mau beradaptasi dengan ajaran Islam yang baru mereka yakini menjadi penguat dari akulturasi praktik budaya lokal dengan pelaksanaan tradisi maulid Nabi Muhammad saw. Para pendakwah Islam awal di Gorotalo berhasil memilah antara bagian budaya lokal yang masih layak dipertahankan dan bagian yang harus dilestarikan. Upaya kombinasi dan akulturasi antara Islam dan budaya lokal ini mampu melahirkan versi dan level budaya baru yang khas dan bercorak lokal. Kemampuan inovasi para pendakwah mendialogkan ritual Islam dengan budaya lokal masyarakat Gorontalo, dapat mengantarkan diapresiasinya secara kritis nilai-nilai lokalitas dari budaya masyarakat beserta karakteristik yang mengiringi nilai-nilai itu.Kata kunci: tradisi; politik; budaya.
PENDIDIKAN KARAKTER DAN EKSISTENSI PEMUDA Arhanuddin Salim
Potret Pemikiran Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v19i2.728

Abstract

To realize the vision of national development, namely to realize a society of noble character, morality, ethics, culture and civilization based on the Pancasila philosophy, the national education system must be the main focus that must be addressed. Based on the functions and objectives of national education, it is clear that education at every level must be organized systematically to achieve that goal. This concerns the reality of education in educational units from early childhood education to tertiary education which is currently experiencing fading and degradation in terms of forming the character of its students. All of this is due to the absence of a learning system focused on the direction of the formation of superior character values. Keywords:education, character education, youth and the future of the nation Untuk mewujudkan visi pembangunan nasional, yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila, maka sistem pendidikan nasional harus menjadi fokus utama yang harus dibenahi. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal ini menyangkut realitas pendidikan di dalam satuan pendidikan dari pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi yang saat ini mengalami pemudaran dan degradasi dalam hal pembentukan karakter peserta didiknya. Semua ini disebabkan karena tidak adanya sistem pembelajaran yang terfokus pada arah pembentukan nilai-nilai karakter unggul. Kata Kunci:pendidikan, pendidikankarakter, pemuda dan masa depanbangsa
ANALISIS PERBANDINGAN KARAKTER REMAJA YANG DIASUH OLEH IBU YANG BEKERJA DI RUMAH DENGAN IBU YANG BEKERJA DI LUAR RUMAH DI KOTA PALOPO YUNUS YUNUS; ARHANUDDIN ARHANUDDIN
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.442 KB) | DOI: 10.32529/glasser.v4i2.97

Abstract

The family is the first and primary environment for the development of a child. In the family of a child undergoing a process of socialization for the first time, which in the process of a child is introduced and taught various grades of life are very useful and crucial for a child's development in the future. The formation of adolescent characters in villages Songka depending on the parents' parenting. Teenage characters are formed by mothers who work at home, children are more disciplined while teenage characters by mothers who work outside the home less disciplined but independent, creative, take initiative.2) Advantages and disadvantages of teenage characters are cared for by mothers who work at home tend to be disciplined. Moderate weakness is depressed child, lack of confidence, and sometimes become unmanageable. Medium teenagers are cared for bymothers work outside the home is the child to be independent, to have good relationships with friends, while the children are not familiar shortcomings pressured by their parents to do something, generally grow as someone who is quite satisfied and high ambitions, Solutions to overcome deficiencies in parenting teenage characters who work at home mothers and mothers who work outside the home in the Village Songka. Mothers who work at home, should spend more time and communicate about everything with his teenage children to feel cared for and loved. While the mothers work outside the home should take advantage of a limited time with his teenage children to do activities together that can instill discipline and responsibility. Keywords: Parents, Character, Youth.
Implementasi Etnomedia Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Pada Mata Pelajaran Muatan Lokal Di Sekolah Dasar Bolaang Mongondow Ditha Evita Manoppo; Arhanuddin Salim; Wadan Y. Anuli
Journal of Elementary Educational Research Vol 1 No 2 (2021): 2021 Volume 1 No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.006 KB) | DOI: 10.30984/jeer.v1i2.70

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang impelemntasi etnomedia pembelajaran berbasis budaya lokal pada mata pelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar Negeri 2 Bongkudai Bolaang Mongondow Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi media berbasis budaya lokal pada mata pelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar Negeri 2 Bongkudai Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu dokumentasi, observasi, wawancara. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data primer sekunder di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Media Pembelajaran Kebudayaan pada Mata Pelajaran Muatan Lokal membantu guru untuk memudahkan menyampaikan materi Muatan Lokal. Guru juga dapat mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengimplementasikan Media Pembelajaran. Pendidik atau guru berperan penting dalam pembelajaran kebudayaan (Muatan Lokal). Guru tidak hanya sebagai motivator dan fasilitator tetapi juga harus mampu menyampaikan pengetahuan yang dimiliki dengan menerapkan berbagai strategi, pendekatan, dan metode-metode pembelajaran.
Praktik Pendidikan Islam Salafi di Manado Dalam Membentuk Kesalehan Beragama Arhanuddin Arhanuddin; Almunauwar Bin Rusli; Muhajirun Mokodompit
Journal of Islamic Education : The Teacher of Civilization Vol 1, No 1 (2020): Volume 1 No, 1 Maret 2020
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Praktik pendidikan Islam Salafi di Manado dalam membentuk kesalehan beragama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis serta mendeskripsikan upaya kaum Salafi dalam membentuk kesalehan beragama melalui pendidikan Islam yang dikelolah oleh lembaga pendidikannya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan dan analisis datanya dalam penelitian ini yakni melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam membentuk kesalehan beragama melalui pendidikan Islam,maka dalam praktik pendidikan yang dilakukan oleh Salafi lebih difokuskan pada pembentukan akidah dan ahklak yaitu dengan cara mulai mengenalkan Islam sejak dini yaitu dengan mulai mengajarkan nilai-nilai dasar dalam Islam. Hal ini diyakini dapat membentuk kebiasaan dan kepribadian para santri. Adapun metode yang digunakan adalah dengan memberikan peneladanan serta dengan senantiasa memberikan nasehat dan peringatan. Selain metode strategi yang digunakan oleh para pendidik dalam membentuk kesalehan beragama adalah dengan senantiasa memerintahkan para santri untuk mempraktikkan hal-hal yang telah dipelajari sertamengulang-ngulang kembali materi yang telah dipelajari.
UPAYA GURU DALAM MENERAPKAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI RA AL-IDJRAH GIRIAN KOTA BITUNG Siti Zubaidah Rivai Bolotio Arhanuddin
Indonesian Journal of Early Childhood Education (IJECE) Vol 1 No 02 (2021): IJECE Volume 1 Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.05 KB) | DOI: 10.30984/ijece.v1i02.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam menerapkan metode bermain untuk meningkatkan minat belajar siswa di RA AI Hijrah Girian Bitung dan mengungkapkan kendala guru dalam menerapkan metode bermain untuk meningkatkan minat belajar siswa di RA AI Hijrah Girian Bitung. Jenis penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan triangulasi dengan mengecek secara berulang, mencocokkan dan mernbandingkan data dan berbagai sumber. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis induktif. Hasil upaya guru dalam menerapkan metode bermain peran untuk meningkatkan minat belajar siswa di RA Al Hijrah Girian Bitung ialah dengan eara mengoptimalkan kegiatan pembelajaran seeara aktif dan kreatif agar anak didik turut aktif dalam proses pembelajaran.
Implementasi Pendidikan Agama Islam pada Anak Usia Dini di Raudhatul Athfal Hidayatullah Manado Rivai Bolotio; Arhanuddin Salim; Jahra Goeu
Indonesian Journal of Early Childhood Education (IJECE) Vol 2 No 01 (2022): IJECE Volume 2 Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.43 KB) | DOI: 10.30984/ijece.v2i01.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dan penggunaan metode dalam implementasi nilai-nilai agama pada anak usia dini di Raudatul Athfal Hidayatullah Manado. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai agama Islam pada anak usia dini di Raudhatul Atfhal Hidayatullah Manado, sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan agama dan per-Undang-undangan yang berlaku, yaitu dimana anak usia dini harus mendapatkan keteladanan baik dari orangtua maupun guru di sekolah, dan juga di RA Hidayatullah Manado, implementasi nilai-nilai agama Islam pada anak usia dini dilakukan dengan keteladanan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Kata kunci: implementasi, nilai-nilai agama Islam, anak usia dini
Manajemen Pengembangan Program Pembelajaran Agama Islam di SMPN 1 Tabukan Utara Sangihe Arhanuddin Arhanuddin; Abdul Vijay
Journal of Islamic Education Leadership Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.28 KB) | DOI: 10.30984/jmpi.v1i2.154

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Manajemen Pengembangan Program Pembelajaran Agama Islam Di SMP Negeri 1 Tabukan Utara Sangihe Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan sub masalah: (1) Bagaimana perencanaan penyelengaraan program pembelajaran Agama Islam di SMPN 1 Tabukan Utara Sangihe (2) Bagaimana pelaksanaan program pembelajaran Agama Islam di SMPN 1 Tabukan Utara Sangihe. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana subyek penelitian adalah, kepala sekolah dan guru Agama Islam. Metode yang penulis gunakan dalam pengumpulan data pada penulisan skripsi ini adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang akan menggambarkan bagaimana Manajemen Pengembanggan Program Pembelajaran Agama Islam di SMP Negeri 1 Tabukan Utara Sangihe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Persiapan sekolah sebelum mengimplementasikan Kurikulum 2013 yaitu telah dilaksanakan pelatihan dan pendampingan kurikulum 2013 kepada kepala sekolah dan guru, melengkapi sarana dan prasarana sekolah serta menyediakan sumber belajar berupa buku dan buku siswa. Sedangkan perencanaan pembelajaran agama Islam di SMP Negeri 1 Tabukan Utara Sangihe yang dilakukan oleh guru PAI yaitu membuat perencanaan pembelajaran meliputi program tahunan, program semester, dan RPP (rencana penyelangaraan program pembelajaran). (2) Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI, guru telah melakukan kegiatan yang mendidik melalui kegiatan inti dan kegiatan penutup