cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 8 Documents clear
Pembelajaran Sejarah untuk Generasi Z Widayati Rahayu
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p1-7

Abstract

Sejarah merupakan peristiwa masa lampau, dan bermakna apabila mau belajar dari pengalaman masa lampau tersebut. Peristiwa masa lampau itu pada hakikatnya adalah pelajaran yang paling berharga bagi generasi selanjutnya. Perkembangan mutakhir dari ilmu sejarah harus diikuti untuk keperluan pendidikan terutama pengembangan pengetahuannya yang pada akhirnya adalah pengembangan wawasan dan keilmuan sejarah sendiri, sehingga sejarah sebagai ilmu dan peristiwa serta pembelajaran sejarah sendiri dapat di-up date. Pendidikan sebagai proses pembinaan bangsa, masih ditandai dengan berbagai ketimpangan moral, akhlak, masalah-masalah sosial, ekonomi, politik dan jati diri bangsa. Di sisi lain perkembangan ilmu dan tehnologi yang sangat cepat dan menuntut perubahan dan perkembangan. Generasi Z dikenal sebagai karakter yang lebih tidak fokus dari milenial, lebih serba-bisa,  lebih individual, lebih global, berpikiran lebih terbuka,  dan lebih ramah teknologi. Lahirnya Generasi Z menuntut peran guru sejarah untuk senantiasa meng up-date cara dalam pembelajaran sejarah.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p001
Pembelajaran Sejarah Kontekstual, Kreatif, Menyenangkan di Kelas dengan “Power Director” bagi Generasi Z Melaningrum Andarwati
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p64-81

Abstract

Masa kini adalah era generasi Z, generasi yang serba terkoneksi dengan internet. Pembelajaran di kelas harus inovatif dengan  menerapkan  konsep “ Learning is fun “.  Guru sejarah di SMA harus memahami  karakteristik generas Z karena peserta didik yang dihadapi di kelas adalah generasi Z. Guru sejarah harus berinovasi memanfaatkan Gadget dalam pembelajaran agar pelajaran  sejarah menjadi kontektual. Sejarah  yang kontektual dapat membangkitkan kesadaran sejarah. Pemanfaatan media Gadget dalam pembelajaran akan  meningkatkan daya kreatfitasi, ketrampilan, produktifitas, peserta didik dalam belajar sejarah. Aplikasi Power Derector dapat menjadi alternatif media pembelajaran sejarah di kelas, karena Power Director dapat di unduh dengan off line maupun on line. Aplikasinya mudah dioperasikan peserta didik  untuk membuat video, mengedit gambar, suara,  foto  dalam waktu yang bersamaan. Peserta didik dapat menghadirkan masa lampau dengan kreatifitasnya, sehingga sejarah menjadi kontektual dan menyenangkan. Hasil video di unggah  secara mudah ke Youtube maupun ke media sosial yang lainnya. Penilaian autentik yang melibatkan peserta didik akan meningkatkan daya kopetensi mereka untuk meningkatkan produktifitasnya. Dari 165 peserta didik kelas XII program IPS SMAN 1 Sumberpucung tahun 2018/2019 yang memanfaatkan  Power Director untuk belajar  di kelas, 90 % antusias, senang, fokus, mandiri belajar sejarah, sedangkan 10 % kurang antusias karena menggunakan I-phoneDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p064
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Indonesia melalui Pembelajaran Sejarah untuk Membangun Karakter Generasi Muda Jaman Now Asyif Awaludin Romadhoni; Dha Widhi Witir
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p8-23

Abstract

Indonesia adalah negara yang beragam. Keberagaman tersebut memberikan potensi besar, khsusnya keberagaman budaya dan nilai kearifan lokal yang merupakan cerminan sosio-kultural masyarakat Indonesia. Hal tersebut perlu dilanjutkan dan diajarkan kepada generasi muda, dikembangkan, dan dijaga ciri khasnya di tengah arus globalisasi. Salah satu caranya adalah dengan mengintergrasikan pendidikan yang menanamkan nilai kearifan lokal ke dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran Sejarah dan Sejarah Indonesia. Sejarah dan Sejarah Indonesia adalah mata pelajaran wajib, dipandang dapat menumbuhkan cinta tanah air, dan menumbuhkan karakter keindonesia. Hal tersebut senada bila diintegrasikan dengan nilai kearifan lokal Indonesia. Internalisasi nilai kearifan lokal Indonesia dalam mata pelajaran Sejarah dan Sejarah Indonesia dapat dilaksanakan dengan penggunaan metode pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disukai dan sesuai dengan karakteristik generasi muda Indonesia jaman now.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p008
Refleksi Evaluatif Pembelajaran: Artikulasi Logis Sikap Mahasiswa dari Logika Berpikir, Interpretasi, dan Komitmen Diskursifnya terhadap Narasi Jati Diri Bangsa dalam Proses Pembelajaran Humanis Reni Dikawati
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p100-108

Abstract

Penelitian ini menelusuri transformasi evaluasi pembelajaran sejarah pemikiran di Universitas Negeri Yogyakarta pada ranah  afektif, melalui artikulasi logis sikap mahasiswa dalam  pembelajaran humanis. Logika berpikir, intepretasi, dan komitmen diskursif mahasiswa terhadap narasi jati diri bangsa menjadi corpus penelitian. Pendekatan critical discourse analysis (Fairclough, 1992) digunakan untuk mengungkap artikulasi logis dari kontruksi logika (Angkersmith, 1974), dan  hermeneutika-rekontruktif (Habermas, 1987) untuk intepretasi dan komitmen diskursif  ketika mewacanakan jati diri bangsa. Temuan penting dari penelitian adalah kontruksi logika yang digunakan sebagai kerangka intepretasi, dan dasar epistemologi menarasikan wacana jati diri bangsa. Analisis menunjukkan, pilihan individu mempengaruhi penciptaan  ide, pemecahan masalah, komitmen diskursif, dan pembuatan keputusan, sebagai indikasi tingkat ketercapaian mahasiswa dalam taksonomi Bloom hasil revisi Peggy Dettmer (2006) di ranah afektif.  Dalam perspektif peneliti, artikulasi logis berkontribusi membentuk evaluasi humanis, yang tidak sekedar berdasar validitas tindakan, melainkan dengan validitas teori makna dari sikap.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p100
Inspirasi dari Kawasan Bersejarah: Mengenalkan Jejak Peninggalan Kolonial di Kota Delta untuk Generasi Z Sunariyadi Maskurin
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p24-37

Abstract

Kawasan bersejarah adalah kawasan yang penting bagi setiap kota. Kawasan ini menyimpan memori masa lalu suatu kota. Berawal dari ketertarikan terhadap kawasan bersejarah masa kolonial di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya membuat peneliti tertarik untuk menulis artikel tentang kawasan bersejarah. Selama ini keberadaan kawasan bersejarah sering dilupakan. Namun sejak kota Bandung, Jakarta, Semarang dan diikuti Surabaya melakukan revitalisasi kota tua hal tersebut berubah. Kawasan bersejarah peninggalan kolonial dihidupkan kembali sesuai bangunan awalnya. Fokus kajian dalam artikel ini adalah (1) bagaimana kondisi kawasan bersejarah di kota delta saat ini dan (2) bagaimana upaya yang dapat dilakukan dalam mengenalkan jejak peninggalan kolonial di kota delta untuk generasi Z. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan didukung dengan studi lapangan. Satu diantara kota yang terdapat peninggalan kolonial adalah kota delta, Sidoarjo. Peninggalan kolonial di kota delta adalah pabrik gula, stasiun kereta api dan beberapa pemukiman. Hal tersebut karena kota delta merupakan satu diantara kota yang terkena kebijakan cultuurstelsel. Kondisi beberapa peninggalan kolonial di kota delta sedikit memperihatinkan karena mengalami kerusakan. Peninggalan kolonial dapat memberikan inspirasi untuk generasi saat ini, yakni generasi Z. Generasi yang identik sebagai pengguna teknologi dan media sosial yang aktif. Berbagai aktivitas diabadikan di media sosial, terutama ketika berada di kawasan bersejarah. Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengenalkan kawasan bersejarah untuk generasi Z, yakni melalui media sosial dan ruang kelas.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p024
Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Berbantuan ISpring Suite 6.2 untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas XI IPS SMAN 1 Surakarta Sumargono Sumargono; Henry Susanto; Valency Rachmedita
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p82-99

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran sejarah nasional yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Salah satunya adalah pengembangan media pembelajaran sejarah nasioanal berbantuan iSpring Suite 6.2 untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research & Development (R&D) dari Thiagarajan. Prosedur langkah kerja dalam penelitian meliputi: 1) Define, 2) Design, 3) Develop, serta 4) Disseminate. Uji keefektifan produk dilakukan dengan metode eksperimen.Sekolah SMA N 1 Surakarta dipilih sebagai tempat penelitian. Sebagai kelompok eksperimen dipilih kelas XI IPS 3 dan kelas XI IPS 2 sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan analisis hasil uji keefektifan, hasil post test kelas eksperimen (menggunakan media yang dikembangkan) hasil analisis SPSS 16 diketahui signifikan pada 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberi perlakuan. Karena rerata nilai tes prestasi kelas eksperimen (kelompok yang dikenai media pembelajaran yang dikembangkan) = 85,71 > rerata nilai tes hasil belajar kelas kontrol (kelompok yang dikenai power point) = 78,75 sehingga dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p082
Pararaton sebagai Sumber Sejarah: Pemanfaatannya dalam Pembelajaran di Era Digital Susanto Yunus Alfian
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p38-48

Abstract

Salah satu kompetensi dasar matapelajaran Sejarah Indonesia kelas X menuntut siswa untuk menganalisis kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan budaya pada masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia dan untuk menyajikan hasil penalaran dalam bentuk tulisan. Untuk memfasilitasi tercapainya kemampuan menganalisis dan kemampuan menulis sejarah, pemanfaatan sumber sejarah merupakan suatu cara yang bisa dilakukan. Pararaton sebagai suatu sumber bisa dimanfaatkan. Bagaimana cara pemanfaatan Pararaton dalam memfasilitasi pembelajaran siswa agar bisa menganalisis dan membuat karya tulis menuntut adanya jawaban. Oleh karena itu tulisan ini berusaha untuk menjawabnya dengan mencoba menawarkan suatu strategi pembelajannya.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p038
Learning Activities from Learning Resources: Pemanfaatan dan Pemaknaan Situs Sejarah Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang Pemanfaatan dan Pemaknaan Situs Sejarah Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang Wahyu Djoko Sulistyo
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v2i1p49-63

Abstract

Dalam tulisan ini diuraikan mengenai gagasan solutif terhadap tantangan pembelajaran sejarah di era industrial revolution 4.0. Subjek pembelajaran sejarah yang dikenal sebagai generasi ‘z’ mempunyai selera belajar yang berbeda, dimana mereka menuntut adanya kegiatan belajar yang inovatif dengan paradigma baru. Dalam gagasan ini dituangkan sebuah skema belajar untuk menjawab tantangan dalam pembelajaran sejarah. Yaitu dengan kegiatan belajar dari sumber belajar. Pemanfaatan situs sejarah local merupakan upaya untuk mendekatkan dan memahamkan mereka dengan kekayaan historis yang mereka miliki. Dalam skema belajar ini terbagi kedalam tiga tahap, orientasi pembelajaran, eksplorasi dan refleksi. Dimana dalam setiap tahapanya terdapat kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar dalam rangka peserta didik membangun pengetahuanya.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p049

Page 1 of 1 | Total Record : 8