cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 425 Documents
Identifikasi Sebaran Tanaman Kemiri Berbasis Pola Agroforestri di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Andi Khairil A.Samsu; Andi Nurul Mukhlisa; Andi Ayu Nurnawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.555 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.866

Abstract

Kombinasi komponen kehutanan dan komponen pertanian pada suatu pengelolaan secara intensif dikenal dengan istilah agroforestri yang dapat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan meningkatkan produktivitas dengan hasil panen beragam. Kemiri merupakan tanaman agroforestri rempah yang bermanfaat. Kabupaten Maros merupakan daerah penghasil kemiri di Sulawesi Selatan sejak tahun 1960-an. Tanaman kemiri di Kabupaten Maros tersebar di beberapa kecamatan. Kurangnya informasi terkait luasan dan sebaran tanaman kemiri di Kabupaten Maros mengindikasikan banyak perbedaan data terkait produksi tanaman kemiri sehingga diperlukan informasi yang dapat menunjang sebaran dan luasan dari tanaman kemiri. Penelitian ini menggunakan interpretasi citra dengan metode delineasi visual secara manual pada citra sentinel-2A dengan melakukan pengamatan terhadap kenampakan serupa yang kemudian dipadukan dengan metode ground check point untuk mendapatkan ketelitian informasi dalam interpretasi citra  terhadap tanaman kemiri serta metode analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan informasi komponen agroforestri dengan cara pengamatan langsung terhadap objek tanaman kemiri di lapangan. Hasil interpretasi citra Sentinel-2a dan pengamatan langsung di tiga kecamatan yaitu Cenrana, Camba dan Mallawa menunjukkan bahwa Kecamatan Mallawa memiliki luas lahan kemiri yang lebih besar yaitu 507,08 ha, dengan persentase pola agroforestri sebesar  18,10% dan  monokultur sebesar 43,16% dari luasan kemiri di 3 kecamatan, kemudian luas lahan kemiri Kecamatan Camba sebesar 238, 04 ha, dengan persentase pola agroforestri 7,61% dan monokultur 21,15% dari luasan kemiri di 3 kecamatan, selanjutnya luas lahan kemiri di Kecamatan Cenrana yaitu 82,60 ha dengan pola agroforestri sebesar 5,79% dan monokultur sebesar 4,19% dari luasan kemiri di 3 kecamatan.
Mengurangi Dosis Pupuk Anorganik pada Tanaman Jagung Ungu dengan Aplikasi Pupuk Organik Cair Andi Ayu Nurnawati; Rifni Nikmat Syarifuddin; Andi Khairil A. Samsu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.778 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.863

Abstract

Kandungan antioksidan pada jagung ungu menjadikan jenis jagung ini dapat dijadikan sebagai tanaman pangan dan penting untuk dibudidayakan saat pandemi Covid-19. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya adalah unsur hara. Aplikasi pupuk anorganik secara terus menerus tanpa adanya penambahan pupuk organik dapat menurunkan kualitas tanah. Perbaikan kualitas tanah dapat dilakukan dengan penambahan bahan organik salah satunya pupuk organik cair. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan berupa pengurangan dosis pupuk anorganik dengan taraf masing-masing dosis pupuk anorganik 100% (kontrol), 75%, 50%, 25% dan 0%. Analisis data menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ (Uji Lanjut Tukey). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan dosis pupuk anorganik beberapa taraf dengan adanya penambahan pupuk organik cair BMW pada tanaman jagung ungu memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel jumlah daun, panjang tongkol, diameter tongkol dan produksi. Aplikasi pupuk organik cair BMW pada tanaman jagung ungu mampu mengurangi pemakaian pupuk anorganik sebesar 25%.
Pengaruh Campuran Ekstrak Fermentasi Pupuk Kandang Sapi sebagai Subtitusi Nutrisi AB Mix pada Tanaman Pakcoy dengan Sistem Hidroponik Darwin H. Pangaribuan; Yohannes C. Ginting; Syamsul Arif; Ainin Niswati; Dermiyati Dermiyati; Ega Utari; Fika Wulandini; Yosefhine Indah Aprilyani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.106 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.895

Abstract

AB Mix merupakan nutrisi hidroponik yang mengandung unsur hara yang lengkap, namun harganya relatif mahal sehingga diperlukan alternatif untuk menggantikan nutrisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui apakah ekstrak fermentasi dari campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB Mix. (2) Mengetahui persentase ekstrak fermentasi dari campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor yang dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB Mix. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu P0 (100% AB Mix), P1(75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun gamal), P2 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun gamal), P3 (75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun afrika), P4 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun afrika), P5(75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun kelor), dan P6 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi campuran 25% pupuk kandang sapi dan daun kelor) dengan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 25% ekstrak fermentasi campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor memberikan pengaruh yang sama dengan nutrisi AB Mix, namun hasil terbaik diperoleh dari perlakuan 75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi campuran pupuk kandang sapi dan daun gamal yang terlihat pada peubah bobot segar tajuk. 
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica campestris) di Inceptisol Tri Mulya Hartati; Idris Abd Rachman; Husni Mubarak Alkatiri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.195 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.875

Abstract

Inceptisol Ternate adalah tanah yang memiliki Carbon organic (C organik), Nitrogen total (N total), Fosfor total (P total) dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah yang rendah, oleh sebab itu harus di barengi dengan tindakan pemupukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kambing di tanah inceptisol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan pemberian pupuk kandang kambing, yang terdiri atas 5 tingkat, yaitu: H0 = kontrol (tanpa pupuk), H1 = 10 ton ha-1, H2 = 20 ton ha-1, H3 = 30 ton ha-1, dan H4 = 40 ton ha-1, masing-masing diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing di tanah inceptisol memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05) terhadap tinggi tanaman caisim pada umur 10 hari setelah tanam, namun pada umur 20 dan 30 tidak berpengaruh nyata, demikian pula untuk jumlah daun, luas daun, berat segar, persen kadar air dan pH tanah pengaruhnya tidak nyata. Produksi tertinggi dicapai pada perlakuan dosis pupuk kandang kambing 40 ton ha-1 yakni 13,25 ton ha-1 sedangkan terendah pada kontrol yakni 5,75 ton ha-1. 
Effect of Doses of Lecanicillium Lecanii on the Controlling of Rice Bug in Rice Plants Nurlina Nurlina; Sri Purwanti; Sri Hidayati; Bambang Gunawan; Mahrus Ali
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.05 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.877

Abstract

Bug is an important pest of rice plants because it can reduce the quality and quantity of production, so it is essential to control its population. One of the efforts to control rice bugs is to use the biological agent Lecanicillium lecanii because it does not cause resistance and is not harmful to human health. This study aims to determine the effect of the number of doses of Lecanicillium lecanii application in controlling the pest population of walang sangit (rice bugs) in rice cultivation. The research method used a completely randomized design (CRD) with four treatment doses of the biological agent Lecanicillium lecanii with a rank of 9 x 107. P0 without biological agent treatment, P1 = using a biological agent with a dose of 10 ml.L-1  of water, P2 = using biological agent with a doses of 12.5 ml.L-1 of water, P3 = using biological agent with a dose of 15 ml.L-1 of water, and. Each treatment was repeated 4 times. The results of the study The application dose of 15 ml.L-1 gave the best results, and this is in accordance with the recommendations of BBPOPT Jatisari that the application dose of Lecanicillium lecanii is 15 ml.L-1 .
Pengaruh Perendaman PGPR terhadap Pertumbuhan Stek Batang Cincau Hijau (Premna serratifolia L.) Antar Sofyan; Murdiati Murdiati; Ronny Mulyawan
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.874 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.837

Abstract

Cincau hijau merupakan salah satu tanaman obat yang kaya akan gizi dan mineral sehingga permintaan cincau hijau semakin meningkat. Namun, produksi cincau hijau saat ini belum mampu mencukupi permintaan tersebut. Karenanya perlu memberikan hormon tambahan pada proses pembibitan, salah satunya adalah Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman PGPR akar bambu, akar padi dan akar purun tikus terhadap pertumbuhan stek tanaman cincau hijau perdu serta mengetahui bahan PGPR terbaik untuk pertumbuhan stek cincau hijau perdu. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Agustus 2020 hingga Oktober 2020. Bertempat di Lahan Perkebunan Loktabat Utara dan Laboratorium Terpadu Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan yaitu  P0 (kontrol), P1 (Rootone F), P2 (PGPR Akar Bambu), P3 (PGPR Akar Padi), P4 (PGPR Akar Purun Tikus) yang diulang sebanyak empat kali hingga diperoleh 20 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman stek cincau hijau ke dalam PGPR akar bambu, akar padi, akar purun tikus mampu meningkatkan pertumbuhan stek tanaman cincau hijau. Perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan stek tanaman cincau hijau yaitu P4 (PGPR Akar purun tikus) dengan rata-rata jumlah tunas 1,2, rata-rata jumlah daun 3,2 dan rata-rata lebar daun 1 cm.
Hybrid Performance and Heterosis for Yield and Agronomic Traits of Quality Protein Maize (Zea mays L.) Inbred Lines Adapted to Mid-altitude Agroecology of Ethiopia Lemi Yadesa Mideksa; Sentayehu Alamerew; Berhanu Tadesse
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.829 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.791

Abstract

Maize is a primary crop in most farming systems and staple food of the rural population in abundant of the mid-altitude sub- humid agro-ecologies of Ethiopia. Nearly 88% of maize produced in Ethiopia is consumed as food, both as green and dry grain. Yet, it has low protein content since it is normal maize, with poor protein quality limited by deficiencies in lysine and tryptophan and has an excess of leucine and isoleucine. Suggestions on hybrid performance and heterosis of QPM inbred for grain yield and its components is vital to design suitable breeding strategies for the development of nutritionally enhanced maize varieties. A line x tester analysis involving 36 crosses generated by crossing nine elite maize inbred lines with four testers and four checks were evaluated for yield and yield related traits at Bako and Jimma. The objectives were to evaluate mean performance and the magnitude of heterosis for quality protein maize inbred lines, adapted to mid altitude agroecology of Ethiopia. The genotypes were evaluated in alpha lattice design replicated three times. Analyses of variances showed significant (p<0.05 or p<0.01) mean squares due to genotypes in each and across locations for most traits studied, indicating the existence of appropriate genetic variability. The crosses, L5xT2, L7xT2, L8xT1, L8xT2, L3xT2, L5xT1, and L1xT1 showed higher grain yield. The estimated mid and better parent heterosis for grain yield across locations for all crosses displayed positive and highly significant variances which ranged from 386.6% to 111.2% and 288.9% to 72.2%, respectively. From this study, about 77.78% of crosses had better potential for grain yield. The results attained in this experiment suggest that the hopeful potentials of the identified inbred lines for further breeding of QPM for the mid-altitude agroecology of Ethiopia.
Karakterisasi Sifat Fisikokimia Ekstrak dan Bubuk Hasil Pengeringan Beku Antosianin Kelopak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Rianita Pramitasari; Joan Prawira Lim
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.886 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.960

Abstract

Bunga telang memiliki kandungan antosianin yang dilaporkan mampu meningkatkan kapasitas antioksidan dan memberikan manfaat kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi sifat fisikokimia ekstrak dan bubuk hasil pengeringan beku antosianin dari kelopak bunga telang. Penelitian diawali dengan proses ekstraksi pada kelopak bunga telang yang telah dikeringbekukan dan dibuat bubuk menggunakan tiga variasi pelarut yaitu etanol-asam sitrat 3% sebagai kontrol, air-asam sitrat 3%, dan air, serta dua variasi suhu ekstraksi yaitu 4°C dan 30°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi optimum didapatkan pada suhu 4°C. Variasi pelarut menghasilkan kadar antosianin yang tidak berbeda (P>0,05). Setelah ekstraksi dan analisis kimia, ekstrak dikeringbekukan menggunakan variasi perbandingan ekstrak:maltodekstrin (1:0,25; 1:0,5; dan 1:0,75 b/b). Kondisi pengeringan optimum didapatkan pada variasi perlakuan dengan perbandingan ekstrak:maltodekstrin 1:0,25 (b/b) yang ditandai dengan total antosianin tertinggi (0,71±0,02 mg/g) pada bubuk yang dibuat menggunakan ekstrak dengan pelarut air. Kelarutan dan viskositas pada sampel tersebut tidak berbeda (P>0,05) terhadap perlakuan lainnya. Sementara itu, Aw dan kadar air pada sampel tersebut lebih tinggi jika dibanding perlakuan lainnya, namun masih dalam rentang syarat minuman bubuk (kadar air 3-5% dan Aw<0,6). Dapat disimpulkan bahwa bubuk dari proses ekstraksi dengan air suhu 4°C dilanjutkan pengeringan beku dengan penambahan maltodekstrin (1:0,025, b/b) memiliki karakteristik fisikokimia terbaik dan sesuai syarat mutu fisik minuman bubuk.
Growth and Yield Evaluation of Avocado (Persea americana) Varieties in Lowland Agro Ecology of Raya Azebo, Southern Zone of Tigray Region, Northern Ethiopia Haile Abebe; Wakuma Biratu; Kidane Tesfay; Molla Berhe; Haileselassie Gebremeskel
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.587 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.919

Abstract

Avocado is among the subtropical fruit crops produced in Ethiopia; however, the production and Productivity of avocado is influenced by different factors; of which lack of improved and well adapted varieties are the major one. So, an experiment was conducted at Fachagama from 2013 to 2019 to evaluate and select the best adaptable avocado variety/ies at Raya Valley. Six avocado varieties namely Ettinger, Fuerte, Pinkarton, Hass, Naba and Bacon were laid in RCBD and replicated three times. To achieve the objective, the growth, phenological and yield data were collected and analyzed using SAS software.  Accordingly, above graft union stem girth diameter was significantly (P≤0.01) affected by variety, while tree height and canopy diameter were not significantly ascertained by variety. All the tested avocado fruit yield parameters were significantly (P≤0.01) influenced by variety throughout the three years except marketable fruit yield tree-1 and the total yield tree-1 which was not significantly (P≥0.5) determined by variety during 2017 fruit harvesting year. Variety exerted significant (P≤0.01) variation on fruit length (cm) fruit weight (g) and seed weight respectively, throughout the three years (2016-2018), the two years (2017 and 2018) and the two years (2016 and2018). The highest girth diameter (61.44mm) was obtained on Nabal variety. Likewise, the highest (15.51 and18.88kg tree-1) total yield was recorded in Pikerton and Bacon varieties respectively during 2016 and 2018 respectively. From the result Pinkerton and Bacon are recommended for Raya Valley and other areas having similar agro-ecologies.  However, it is important to consider the water requirements in terms of irrigation depth and frequency of avocado.
Peluang Wirausaha Diversifikasi Olahan Pangan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Oleh Suku Mandar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia Syamsuri Syamsuri; Hafsah Hafsah; Hasria Alang
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.084 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.959

Abstract

Kabupaten Polewali Mandar kaya akan hasil alam, sehingga seringkali hasil alam tersebut melimpah. Diversifikasi olahan hasil alam tersebut merupakan salah satu cara agar keluarga tidak bosan karena adanya penyegaran menu, selain itu, diversifikasi juga merupakan bentuk pengawetan agar tetap dapat dinikmati pada kesempatan berikutnya. Diversifikasi olahan tersebut tentu memiliki nilai ekonomi sehingga mempunyai peluang wirausaha. Namun inventarisasi diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal pada suku Mandar belum pernah dilakukan sehingga data mengenai hal tersebut belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian yaitu untuk menginventarisir berbagai jenis pangan tradisional berbasis kearifan lokal yang memiliki peluang wirausaha pada masyarakat Suku Mandar di Sulawesi Barat. Jenis penelitian adalah deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung kepada responden untuk memperoleh informasi yang akurat sehingga memudahkan peneliti menginventarisasi objek yang dikaji dan analisa data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis olahan pangan yang berbasis kearifan lokal yang ditemukan di lokasi penelitian, diantaranya Bau Peapi, Jepa, Golla Kambu, Pupuq Mandar, Loka Anjoroi dan Cindolo Kacunda. Proses pembuatan atau pengolahan dan alat yang digunakan pada pangan tradisional tersebut cenderung masih sederhana. Jenis olahan pangan tradisional ini  tentu meningkatkan nilai ekonomi bahan bakunya karena memiliki nilai jual dan banyak diminati. Keenam produk olahan pangan berbasis kearifan lokal oleh Suku Mandar memiliki peluang wirausaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.