cover
Contact Name
Rois Leonard Arios
Contact Email
rolear72@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raya Belimbing No. 16 A Kuranji Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
ISSN : 25026798     EISSN : 25026798     DOI : https://doi.org/10.36424/jpsb
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Penelitian Sejarah dan budaya memfokuskan pada isu sentral memuat hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kesejarahan dan nilai budaya yang dilakukan oleh peneliti, penulis lepas, akademisi, dan pemerhati kebudayaan. Terbit 2 kali setahun (Mei dan Nopember) oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
AJARAN-AJARAN HUKUM PADA PERMAINAN TRADISIONAL (Studi Kasus di Desa Lubuk Tua Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas) Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.817 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i2.71

Abstract

Lubuk Tua adalah sebuah desa yang terletak di jalur lalu lintas Lubuk Linggau-Palembang. Kehidupan masyarakatnya terdiri dari petani karet, petani sawah dan berkebun. Masyarakat pendatang di desa ini sangat sedikit sekali karena peluang kerja sangat kecil. Hal ini pula yang membuat budaya di desa inilebih murni dari daerah lain di Kabupaten Musi Rawas. Permainan tradisional masih bisa dilihat di lapangan terbuka dan di sungai-sungai yang dimainkan oleh anak-anak pada waktu luang, terutama pulang sekolah. Tanpa disadari ternyata permainan tradisional tersebut telah mengajarkan anak untukbelajar taat hukum dari aturan-aturan yang ada pada permainan tradisional tersebut
KATONG SAMUA ORANG BASUDARA DALAM KARAKTER MASYARAKAT MULTI ETNIK DI KOTA AMBON Marthen M. Pattipeilohy
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.546 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i2.67

Abstract

sosial budaya, yang menekan keutuhan perilaku, kontrol sosial dan trauma atas tragedi kemanusiaan. Konsekwensi tersebut perlu di tangani secara bijak untuk kestabilan kehidupan sosial generasi selanjutnya. Untuk itu diperlukan konstruksi budaya lokal sebagai perangkat perekat yang mengacu pada sistem kontrol sosial. Masyarakat multikultur di kota Ambon mengenal istilah lokal “Katong Samua Orang Basudara” yang mengakses konsep pemikiran kehidupan kebersamaan. Inilah kalimat melayu Ambon yang artinya kita semua orang bersaudara. Konsep ini adalah sebuah cakrawala kearifan mengenai kebhinekatunggalikaan dengan kedalaman pemikiran yang tidak dapat dijangkau hanya dengan mengandalkan rasio yang terbatas, tetapi dengan hati yang luas dan lapang serta sejuta rasa yang mendalam, dalam kehidupan masyarakat majemuk. Studi Sejarah Budaya sangat penting dalam mengungkapkan peristiwa sosial budaya masyarakat kota Ambon dan Maluku pada umumnya, dimana ukiran peristiwa konflik dari abad ke abad memberikan trauma sosial tersendiri. Namun dari akhir peristiwa-peristiwa tersebut ditemukan akar penyelesaian yang tercipta dari hati nurani rakyat dengan berucap “katong samua orang basudara”. Semua suku lokal dan etnis lainnya di Indonesia dirangkul lewat ungkapan ini. Inilah temuan perangkat kehidupan yang berbasis budaya lokal di satu sisi dan perangkat ingatan kebhinekatunggalikaan serta karakter nasionalisme ke Indonesiaan yang jujur, setia,berani dan kekar sebagai pemersatu karakter bangsa.
LOKALITAS RAGAM HIAS MINANGKABAU (Studi Terhadap Tata Letak Ragam Hias Mesjid Asasi Padangpanjang) sudarman sudarman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.208 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i2.72

Abstract

Perpaduan syara’ dan adat di Minangkabau tidak hanya dapat dilihat kata-kata filosofisnya (syara’ mengato adat mamakai), tapi perpaduan itu bisa di saksikan secara kongkrit dari budaya materi yang masih tegak berdiri di ranah Minangkabau. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bentuk dan tataletak ragam hias yang ada pada bangunan sakral (mesjid Asasi Padangpanjang). Penelitian ini mempergunakan metode arkeologi Sejarah. Data-data yang bersifat tertulis maka dipergunakan tahapan-tahapan penelitian sejarah berupa heuristik,kritik, interpretasi dan historiografi. Sedangkan data-data yang bersifat artefaktual berupa ragam hias maka dipergunakan teknik penelitian arkeologi yaitu: 1). Observasi yaitu mengumpulkan data berupa penjajakan serta mengadakan survey. 2), Analisis yaitu pengolahan data yang ditemukan di lapangan 3). Eksplanasi Yaitu, penafsiran terhadap data-data arkeologi. Mamfaat penelitian ini untuk mengembangkan keilmuan terutama keilmuan arkeologi religi, bagi pemerintah bermamfaat untuk pengembangan wisata relegius
EVEN OLAHRAGA DAN KOTA SATELIT: PERKEMBANGAN JAKABARING DALAM TINJAUAN SEJARAH KOTA zusneli zubir
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1510.683 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i2.68

Abstract

Pada 1970-an-2011, Jakabaring telah mengalami metamorfosis dari pinggiran Kota Palembang. Di masa lalu, daerah Jakabaring dianggap sebagai wilayah marginal, masalah sosial, rawan kejahatan, kemudian berubah menjadi daerah “satelit” Kota Palembang. Ada beberapa faktor yang menyebabkandaerah ini pinggiran berkembang pesat. Pertama pengaruh event olahraga. Beberapa acara olahraga yang pernah diadakan di Jakabaring antara lain: Pekan Olahraga Nasional (PON), Asian Games dan SEA Games di 2011. In kedua, kebijakan pemerintah di Provinsi Sumatera Selatan untuk mengembangkan Jakabaring sebagai “jembatan” Ulu dan Ilir daerah.
SEJARAH DAN KEBUDAYAAN KERAJAAN ALAM JAYO TANAH SINGIANG (Rantau nan-12 Koto Sangir, Solok Selatan) Firdaus Firdaus
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.699 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i2.69

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sejarah dan kebudayaan Kerajaan Alam Jayo Tanah Singiang. Kajian ini menarik diungkapkan karena masyarakat Solok Selatan sekarang kurang mengenal Kerajaan Alam Jayo Tanah Singiang, mereka hanya mengenal Kecamatan Sangir. Setelah terbentuknya Kabupaten Solok Selatan malah pusat kabupaten terdapat di daerah kerajaan ini. Di samping itu masyarakat Rantau Nan-12 Koto Sangir kurang jelas asal usul mereka, apakah mereka berasal dari Pagaruyung atau dari Sungai Pagu. Setelah dilakukan penelitian dengan metode sosio-historis, maka dapat diketahui bahwa di wilayah Sangir sekarang pernah berdiri Kerajaan Alam Jayo Tanah Singiang yang berasal dari Pagaruyung, sementara masyarakat Rantau Nan-12 Koto Sangir ada juga yang berasal dari Alam Surambi Sungai Pagu. Masyarakat Rantau Nan-12 Koto Sangir banyak meninggalkan kebudayaan yang dapat kita lihat sekarang, seperti sistim sosial, sistim ekonomi, sistim politik, sistim seni dan sistim religi. Sistim budaya yang terdapat di Rantau Nan-12 Koto Sangir ini sudah dipengaruhi oleh agama Islam, sehingga nuansa Islamnya lebih kental.
UPACARA TABUIK ; RITUAL KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT PARIAMAN Refisrul Refisrul
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.768 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i2.70

Abstract

Upacara tabuik dilaksanakan oleh masyarakat di Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat, setiap tahun pada tanggal 1-10 Muharam dalam rangka memperingati syahidnya Husein bin Abi Thalib (cucu nabi Muhammad) di Padang Karbela yang ditandai dengan usungan keranda tabuik sebagai simbol jasad Husein. Upacara ini bersifat klosal kerena melibatkan ribuan personil mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan penyelenggaraanya, mengandung unsur kepercayaan (religi) dan nilai budaya masyarakat pengembannya. Tulisan ini bertujuan mengungkapan tentang upacara tabuik pada masyarakat Pariaman dengan memperhatikan segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan upacara mencakup latar dan tujuan penyelenggaraan upacara (sejarah/asal usul), pelaksana teknis, peserta, waktu, tempat, perlengkapan dan persiapan, serta jalannya upacara. Penjaringan data dan informasi bertitik tolak dari metode kualitatif yang merupakan pendekatan yang lazim digunakan dalam penelitian kebudayaan. Dari sifatnya, penelitian ini berbentuk eksploratif-deskriptif yang dimaksudkan berusaha menggambarkan dan mengungkapkan sebuah realitas sosial dalam kehidupan masyarakat. Dari penyelenggaraan upacara tabuik, diketahui bahwa upacara tabuik termasuk ritual keagamaan yang mengandung kearifan lokal dan nilai budaya dari masyarakat Pariaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6