cover
Contact Name
Rois Leonard Arios
Contact Email
rolear72@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raya Belimbing No. 16 A Kuranji Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
ISSN : 25026798     EISSN : 25026798     DOI : https://doi.org/10.36424/jpsb
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Penelitian Sejarah dan budaya memfokuskan pada isu sentral memuat hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kesejarahan dan nilai budaya yang dilakukan oleh peneliti, penulis lepas, akademisi, dan pemerhati kebudayaan. Terbit 2 kali setahun (Mei dan Nopember) oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
EKSISTENSI DAN PEWARISAN SENI ISLAM SYAROFAL ANAM DI KABUPATEN KAUR NFN HARIADI
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.694 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.133

Abstract

AbstrakTulisan ini mengungkapkan keberadaan seni Islam Syarofal Anam dan kondisi pewarisannya di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Fokus tulisan ini terkait dengan dua pertanyaan yang akan dijawab. Pertama, bagaimana eksistensi seni Islam Syarofal Anam di Kabupaten Kaur? Kedua, bagaimana pewarisan seni Islam Syarofal Anam di Kabupaten Kaur? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan penelitian terdiri dari informan utama yang merupakan para pelaku seni Islam Syarofal Anam, dan informan pendukung yaitu budayawan, tokoh agama dan pemuka masyarakat di Kabupaten Kaur.  Teknik pengumpulan data adalah dengan melakukan studi pustaka, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dipaparkan dalam bentuk analisis deskriptif. Temuan tulisan ini menunjukkan penurunan eksistensi seni Islam Syarofal Anam pada masyarakat Kaur karena faktor internal dan eksternal. Hal tersebut terbukti dengan semakin jarangnya Syarofal Anam ditampilkan pada upacara adat. Demikian pula dengan pewarisanya, dari tiga group Syarofal Anam yang diamati hanya satu group yang masih menunjukkan terjadinya alih generasi.    Kata kunci: Eksistensi, Pewarisan, Seni Islam, Syarofal Anam
JEJAK AUSTRONESIA PADA MASYARAKAT DAYAK MERATUS DI KECAMATAN HAMPANG RISSARI YAYUK
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.376 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.34

Abstract

AbstrakAbstrak.  Semua masyarakat Dayak merupakan rumpun Austronesia.  Perlu dibuktikan adanya pewarisan yang ditinggalkan oleh Proto Austronesia ini.  Tujuan penelitian mendeskripsikan wujud jejak budaya penutur Austronesia pada masyarakat Dayak Meratus, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru.  Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif.  Berdasarkan hasil penelitianmembuktikan akan adanya pewarisan kehidupan sosial budaya dan bahasa.  Kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak  Meratus Kecamatan Hampang memiliki kemiripan bentuk maupun konsep dengan Austronesia, meliputi peralatan hidup, hunian, pemenuhan kebutuhan hidup, pakaian asesoris, dan kepercayaan.  Sementara itu, dari perbandingan kosakata kedua penutur menggambarkan adanya hubungan kekerabatan  yang diwariskan sebesar 48%. Atau dengan kata lain bahasa Dayak Meratus Kecamatan Hampang, Provinsi Kalimantan Selatan berada dalam kategori keluarga bahasa dengan Proto Austronesia. Kesimpulan wujud jejak penutur Autronesia masa silam pada masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Hampang ini dibuktikan dengan unsur nonlinguistik dan linguistik.  
FUNGSI LEMANG DALAM UPACARA PERKAWINAN SUKU BESEMAH DI KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU NFN REFISRUL
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.704 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.141

Abstract

Lemang adalah sejenis makanan yang terbuat dari beras ketan (pulut) yang dicampur dengan air kelapa (santan) serta garam, yang kemudian dimasukkan kedalam bambu yang sudah berlapis daun pisang muda, selanjutnya dimasak pada perapian yang telah disiapkan. Membuat lemang (melemang) telah menjadi tradisi pada masyarakat Besemah sejak dahulu pada waktu-waktu tertentu, seperti pada bulan puasa (Ramadhan), lebaran, maulud nabi, upacara perkawinan, panen padi, menyambut tamu dan lainnya.Keberadaan (fungsi) lemang dalam upacara perkawinan (bimbang) suku Besemah di Kabupaten Kaur merupakan fokus kajian ini.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif analisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemang pada suku Besemah di Kabupaten Kaur menjadi unsur penting bagi keabsahan sebuah perkawinan.Lemang merupakan bawaan wajib pihak laki-laki (lanang) kepada pihak perempuan (gadis) dalam upacara perkawinan masyarakat Besemah.
JEJAK TUANTA SALAMAKA DAN TRADISI ZIARAH KUBUR SEBAGAI BENTUK BUDAYA SPRITUAL NUR ALAM SALEH
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.299 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.142

Abstract

Penelitian ini membahas tentang keberadaan Makam Syekh Yusuf atau di kenal juga dengan Tuanta Salamaka di Lakiung Kelurahan Katangka Kabupaten Gowa yang sampai saat ini masih dapat dijumpai dan dikaitkan dengan kegiatan pariwisata, tanggapan-tanggapan dari kalangan masyarakat tentang keberadaan Makam Syekh Yusuf manakala dijadikan sebagai objek wisata budaya, serta apa pengaruhnya bagi masyarakat sekitar makam. Dimana penelitian ini di lakukan pada salah satu daerah yaitu di Kelurahan Katangka Kecamatan Sombaopu Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian lapangan yang mencakup observasi, dokumentasi dan wawancara, Adapun teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kata Kunci : Makam, Syekh Yusuf, Budaya dan Pariwisata
KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI MANCOLIAK ANAK PADA MASYARAKAT ADAT SILUNGKANG ARNI CHAIRUL
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.295 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.86

Abstract

Abstrak Kearifan lokal merupakan prinsip-prinsip dan cara-cara tertentu yang dianut, dipahami, dan diaplikasikan oleh masyarakat lokal dalam berinteraksi dan berinterelasi dengan lingkungannya dan sebagai hasil produksi kebiasaan/tradisi yang hidup dan tumbuh secara turun temurun bersama masyarakat adat. Ia berfungsi sebagai pembentuk & penuntun perilaku manusia dalam kehidupan yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, dan bernilai baik yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Bahkan dalam masyarakat ia dianggap sebagai entitas penentu harkat dan martabat manusia yang memiliki kecerdasan, pengetahuan dan moral yang menjadi dasar pembangunan peradaban suatu masyarakat.Ketidakberdayaan masyarakat adat dalam mempertahankan eksistensinya merupakan ancaman yang serius untuk kelanjutan tradisi berikutnya, seperti halnya tradisi mancoliak anak pada masyarakat adat Silungkang yang sudah mulai hilang dan wajib dilestarikan keberadaanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi mancoliak anak pada masyarakat adat Silungkang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi sedangkan data diperoleh melalui wawancara,dan dokumentasi.Penelitian ini menemukan kearifan lokal tersebut adalah :agama mengajarkan, adat memakai; saling tenggang rasa;berat sama dipikul ringan sama dijinjing; saling menjaga hubungan kekeluargaan; hidup dikandung adat, mati dikandung tanah; dapat musibah diimbaukan, dapat kebaikan diimbaukan;yang tua dihormati, yang muda disayangi, yang sebaya dikawani; dan seia sekata.   
SYEKH ABDULLAH RAQI: ORANG MINAGKABAU PENYEBAR ISLAM DI PALU PADA ABAD XVII ISMAIL SYAWAL
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.382 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.131

Abstract

Abstrak Studi ini merupakan kajian sejarah lokal Lembah Kaili Sulawesi Tengah yang menceritakan kedatangan tokoh unik Melayu ke Sulawesi Tengah sekitar tahun 1650. Perahu yang di tumpanginya berlayar tepatnya di “Karampe” (bahas Kaili terdampar) yang terletak dimuara Teluk Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah melalui empat langkah pokok metode sejarah, yakni: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) Interpretasi, dan (4) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Abdullah Raqi adalah salah satu dari sekian banyak penyiar agama Islam yang nyaris dilupakan, padahal keberadaan Abdullah Raqi sebagai penyiar Islam di Palu Sulawesi Tengah diperkuat oleh beberapa peninggalan sejarah sebagai bukti bahwa beliau penyebar Islam pertama. Islamisasi di Sulawesi Tengah terjadi dalam tiga tahapan utama sejak masuk dan berkembangnya, yakni mitologis, ideologis, dan ilmu pengetahuan.    AbstractThis study is a study of the local history of the Central Sulawesi Kaili Valley which tells of the arrival of a unique Malay figure to Central Sulawesi around 1650. The boat in which he sailed sails precisely in “Karampe” (discussing Kaili stranded) which is located in the Gulf Bay of Central Sulawesi Province. This research uses historical methodology through four main steps of historical method, namely: (1) heuristics, (2) source criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. The results of this study indicate that Abdullah Raqi is one of the many publishers of Islam that is almost forgotten, even though the existence of Abdullah Raqi as an Islamic broadcaster in Palu, Central Sulawesi is reinforced by some historical relics as proof that he was the first propagator of Islam. Islamization in Central Sulawesi took place in three main stages since its entry and development, namely mythological, ideological, and scientific. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6