Neo Teknika: Jurnal Ilmiah Teknologi
Jurnal Neo Teknika merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pandanaran secara berkala. Kami mengundang para cendikiawan, akademisi, peneliti, praktisi dan profesional untuk memberikan sedekah pemikirannya melalui paper atau makalah yang dapat dikirimkan. Dalam Jurnal Neo Teknika membuka kesempatan kaum akademisi dan non-akademisi (praktisi) untuk menuangkan pemikirannya untuk meperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan Teknik. Kami berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang masih memiliki pertalian atau ikatan dengan dunia Teknik.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2015)"
:
9 Documents
clear
PREFERENSI PEDESTRIAN DITINJAU DARI PENGGUNAAN TROTOAR DI KORIDOR JALAN PEMUDA KOTA MAGELANG
Iwan Priyoga
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (981.883 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.549
Sidewalk is a public space that is enabled for the convenience of pedestrians in the activity of walking from one place to another. Required a separate room that functioned as pedestrian paths. Sidewalks along the corridor Jalan Pemuda in Magelang City has an interesting phenomenon that the sidewalk on the east side grows activities that are not integrated and coordinated. The existence in the form of street vendors, tricycles, bicycles and even motorcycles utilize the sidewalk as the circulation path to make the condition of the pavement on the east side become irregular and interfere with pedestrians as users. While the condition of the pavement on the west side of the corridor Jalan Pemuda in Magelang City has relatively little interference as well as a sidewalk on the east side. This research was conducted to reveal the extent to which preferences utilizing pavement pedestrians to walk along the sidewalk. This phenomenon is interesting to study because it is associated with the option of pedestrians using the sidewalk as the movement path of circulation. This research is based on qualitative rationalistic approach. Rationalistic qualitative research approach is consistent with the nature of the research problem is to uncover the factors that influence the choice and pedestrian in exploiting the sidewalk along the road corridor Jalan Pemuda in Magelang City.Keywords: preferences. pedestrian, sidewalk
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DALAM PIPA BERALIRAN LAMINER
. Jotho
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.041 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.551
Kerak merupakan masalah yang cukup serius yang dijumpai pada sebagian besar proses industri, yaitu terjadinya pengendapan garam pada dinding-dinding peralatan proses aliran fluida, terutama pada permukaan transfer panas dan permukaan alat-alat evaporasi. Kerak yang menumpuk pada pipa-pipa saluran, lubang-lubang dan beberapa bagian aliran pada proses aliran fluida dapat menyebabkan gangguan yang serius pada pengoperasian, karena penumpukan kerak ini dapat mengakibatkan terjadinya korosi dan kerusakan pada peralatan proses produksi.Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang CaCO3 dalam pipa uji dengan membuat larutan dari CaCl2 dan Na2CO3 dengan konsentrasi larutan masing-masing 3500 ppm, 4000 ppm dan 4500 ppm. Larutan dialirkan di dalam pipa dengan laju alir 30 ml/menit dan pada temperatur kamar. Untuk menghambat pertumbuhan kerak kalsium karbonat yang terbentuk digunakan zat aditive asam malat (C4H6O5) dengan konsentrasi 3 dan 5 ppm.Pembentukan kerak kalsium karbonat dapat dilihat dengan adanya penurunan yang signifikan dari nilai konduktifitas larutan. Bentuk kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari kajian morfologi kristal dengan menggunakan SEM. Analisa mikro terhadap kristal kalsium karbonat dengan menggunakan micro analyser EDX dan XRD untuk menunjukkan bahwa kerak yang terbentuk adalah bener-benar kerak kalsium karbonat. Berat kerak yang dihasilkan ditimbang untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan dan zat aditif terhadap berat kerak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi larutan dari 3500 ppm ke 4000 ppm terjadi peningkatan berat kerak.Kata kunci : asam malat, kalsium karbonat, konsentrasi larutanPENDAHULUANKerak adalah tumpukan keras dari bahan anorganik terutama pada permukaan perpindahan panas yang disebabkan oleh pengendapan partikel mineral dalam air. Seperti air menguap dalam menara pendingin, uap yang murni hilang dan konsentrasi padatan terlarut dalam air yang tersisa. Jika konsentrasi siklus ini dibiarkan berlanjut, berbagai kelarutan padat akhirnya akan terlampaui. Padatan kemudian akan menetap di dalam pipa atau pada permukaan pertukaran panas, di mana ia sering membeku menjadi kerak ( Bhatia, 2003 ).Masalah yang cukup serius yang dijumpai pada
ESTETIKA VISUAL KORIDOR PADA BANGUNAN-BANGUNAN KOMERSIL DI JALAN PANDANARAN SEMARANG
Mutiawati Mandaka
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.617 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.552
Semarang, as a big city, has rapidly developed in buildings. It is indicated mainly by the increasing number of commercial buildings such as supermarkets, office buildings and mall. It also occurred on Pandanaran street, where buildings use for housings become commercial buildings. Signage is needed to give the identity of building which is used as communication tool in architecture and direct information for community. Based on function, there are four reason why signage is needed in a city : traffic sign, commercial identity, informational sign and mall identity. In fact, on Pandanaran street, signage is dominated by commercial identity. Besides the trespassing line, the commercial corridor has developing to be the media for expressing and giving information, because advertising is the effective way to win the market competition. This research is aimed to find the influence of signage to visual aesthetic corridor on Pandanaran street in Semarang. Based on literature and existing condition, the elements that construct the character of visual corridor are façade the typhology of space and its activity.Keyword: urban design, signage, visual corridor, aesthetic
PENGARUH GROWTH RATE, KANDUNGAN NITRAT DAN INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PRODUKTIVITAS BIOMASSA OLEH MIKROALGA CHLAMYDOMONAS sp
Rufaida Nur Rostika
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.593 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.553
Mikroalga Chlamydomonas sp dapat menghasilkan biomassa dengan cara mengubah CO2 dan dimanfaatkan sebagai penghasil energi biomassa. Pemberian laju alir dan konsentrasi gas CO2 yang bervariasi pada kultur Chlamydomonas sp menunjukkan adanya pengaruh terhadap growth rate dan pH pada masa kultivasi. Growth rate mikroalga Chlamydomonas sp mulai terbentuk secara maksimal dan produktivitas biomassa meningkat pada laju alir CO2 0,013 l/lmin sampai dengan 0,022 l/lmin. Pengaruh kandungan nitrat menyebabkan pH dapat menjadi asam maupun basa, dengan konsentrasi CO2 ditambah maka nitrat berlebih sehingga media kultivasi menjadi basa dan produktivitas biomassa meningkat. Kandungan nitrat tertinggi pada konsentrasi CO2 30% dan 40%. Laju pertumbuhan dan produktivitas mikroalga cenderung naik pada kondisi terang atau pencahayaan maksimal, sedangkan cenderung konstan pada kondisi gelap. Perlakuan penelitian terhadap Chlamydomonas sp dilakukan pada reaktor buble coloumn dan tubular dengan 6 liter medium kultur pada suhu 28oC dan tekanan atmosferik.Kata kunci: Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas, growth rate, kandungan nitrat, intensitas cahaya
PERANCANGAN SISTEM BASISDATA ERP (ENTREPRISE RESOURCE PLANNING) PENDIDIKAN TINGGI DENGAN METODE SOA (SERVICES ORIENTED ARCHITECTURE)
Anief Rufiyanto
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.053 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.547
ERP system for higher education is a software in order to accommodate the resource needs in an educational institution. ERP (entreprise resource planning) is an information system companies that designed to coordinate all resource, information and activities that need for complete business process. ERP system based in database, at general and software plan modular. Primal condition from ERP system is integration. Integration, it’s mean to unite various need in one software in one logical database. Database as base application, built consideringly base SOA (service oriented architecture). SOA be software planning that designed in such a manner, up to there flexible moment development phase system and or integration process, where prepare loosely-integrated suit of services that at use in various business domain. The system assesses the development of the utilization of existing resources in an educational institution. Because after all educational institutions should have policies not only make a profit as an economic enterprise. Implemented starting from the data of teachers, students, subject matter to, evaluation of students' learning, including the annual report. Design and implementation of system 3 components, namely: People (human resources and student), Process (interaction of the learning process and the system) and Product (learning content, output).Keywords: higher education, ERP, database, SOA
PRASARANA KOTA DI JALAN KOLONEL ATMO PALEMBANG
Sisca Novia Angrini
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1494.189 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.554
Jalan Kolonel Atmo termasuk salah satu jalan utama dalam kota Palembang. Selain jalan tersebut terletak di pusat kota, pada jalan tersebut pula terdapat kawasan komersial terbesar di kota Palembang. Sebagai jalan utama dan pusat komersial, tentu saja banyak permasalahan muncul di sepanjang koridor jalan, baik itu dari sisi aktivitas pengguna jalan, pemilik bangunan di sepanjang jalan, juga fasilitas-fasilitas prasarana jalan. Kemunculan PKL juga menambah permasalahan pada koridor ini. Jalan kolonel atmo dengan lebar 15 meter tidak cukup menampung laju pergerakan lalu lintas. Hal ini menyebabkan kemacetan dan sirkulasi kendaraan tidak lancar terutama pada jam-jam sibuk. Pemanfaatan bahu jalan sebagai tempat parkir membuat badan jalan menjadi sempit dan menghambat laju kendaraan. Signage lalu lintas terkadang tertutupi oleh signages komersil sehingga membuat bingung pengendara dan pengguna jalan yang lainnya.Dengan kondisi saat ini perlu adanya penataan kawasan jalan kolonel atmo. Baik prasarana jalan maupun kebijakan pemerintah yang mengatur jalur sirkulasi kendaraan dan parkir. PKL sebaiknya di alokasi atau di sediakan tempat yang dapat digunakan untuk berjualan di sepanjang jalan sekaligus mengandung nilai estetika. Dengan penanganan baik dari pemerintah dengan peraturan-peraturan yang berlaku juga kesadaran masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan ini agar kegiatan perdagangan tetap berjalan dengan lancar.Kata Kunci: Prasarana Jalan Kolonel Atmo, prasarana kota.
ASPEK KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP IKLIM TROPIS DAN AKSESIBILITAS PEJALAN KAKI DI LAPANGAN KOTA SEBAGAI KAWASAN PEDESTRIAN (KAJIAN KAWASAN SIMPANG LIMA SEMARANG )
Esti Yulitriani Tisnaningtyas
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.548
Lapangan atau plaza area berfungsi sebagai tempat aktifitas manusia, sebagai ruang transisi untuk bergerak dari bangunan satu ke bangunan lain atau dari satu tempat ke tempat lain (Cliff, 1992), sebagai tempat interaksi sosial masyarakat kota dan lain-lain. Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia memiliki dua musim yaitu musim kemarau dengan panas yang cukup terik serta curah hujan yang cukup tinggi di musim hujan. Sebagai kawasan pedestrian harus dapat mengakses seluruh kepentingan kegiatan masyarakat lewat moda berjalan kaki, termasuk yang berkaitan dengan iklim.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek kenyamanan berjalan kaki terhadap faktor iklim tropis dan aspek aksesibilitas pejalan kaki dalam bergerak di lapangan kota di Indonesia di kawasan pusat kota dalam hal ini Kawasan Simpang Lima Semarang.Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitiatif dengan pendekatan perilaku pejalan kaki. Data diambil dengan pendekatan beahvioral mapping yaitu person centered mapping dan place centerd mapping.Dari hasil penelitian, diperoleh belum diperoleh kenyamanan berjalan kaki terkait dengan perlindungan terhadap iklim tropis di Lapangan Pancasila maupun di ruang terbuka di sekelilingnya. Aksesibilitas pejalan kaki juga sangat kurang. Hal ini dipengaruhi lalu lintas yang cukup padat dan kencang, adanya PKL di trotoar, pagar dan fasilitas pejalan kaki yang digunakan untuk parkir dan kegiatan lainnya.Keyword : Pedestrian, kenyamanan, tropis
KOMPETENSI ARSITEK DALAM MENDUKUNG TERWUJUDNYA KOTA HIJAU
Margareta Maria Sudarwani
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.785 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.368
Pembangunan wilayah perkotaan perlu memasukkan unsur lingkungan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup sebagai suatu strategi Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development), bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan pembangunan dengan tetap menjaga kualitas sumber daya alam dan untuk mendayagunakan seluruh potensi sumber daya alam yang ada guna mencukupi kebutuhan pembangunan dan aktivitas kehidupan ekonomi masyarakat sebatas kemampuan dan daya tampungnya dalam kerangka pembangunan yang berwawasan lingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari penataan ruang kota perlu ditetapkan keberadaannya secara serius, direncanakan secara menyeluruh dan diperkuat dengan peraturan yang tegas untuk memperjelas status hukumnya. Dengan demikian pengembangan dan pengelolannya lebih terarah serta dapat menghindari perubahan fungsi Ruang Terbuka Hijau menjadi fungsi lainnya, dan mengupayakan terciptanya Kota Hijau sebagai bagian dari Ruang Terbuka Publik di kawasan perkotaan.Kajian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar capaian sasaran dan manfaat yang diperoleh dalam menambah besaran luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang, serta bagaimana peran seorang Arsitek dalam mengimplementasikan komponen guna mendukung terciptanya Kota Hijau.Penelitian ini menggunakan Metode Rasionalistik berlandaskan pada cara berpikir rasionalisme, yang berasal dari pemahaman kemampuan intelektual dan dibangun atas kemampuan argumentasi secara logika, sehingga lebih ditekankan pada pemaknaan empiri (Sutrisno Hadi, 1984).Secara Kuantitas dan Kualitas, Sebaran dan Besaran Ruang Terbuka Hijau di wilayah Kota Semarang masih perlu ditingkatkan lagi karena masih sangat sulit untuk menyediakan luasan lahan yang cukup yang dapat dimanfaatkan sebagai Ruang Terbuka Hijau baru. Upaya untuk memanfaatkan lahan kosong, lahan kritis, sempadan sungai dan lahan bekas bongkaran bangunan publik merupakan salah satu upaya untuk menambah luasan RTH di Kawasan Perkotaan.Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Ruang Terbuka Publik, Kota Hijau
SIRKULASI DAN PARKIR, ACTIVITY SUPPORT DI KAWASAN PETERONGAN SEMARANG (PENGGGAL JL. MT HARYONO MULAI PEREMPATAN LAMPER SARI SAMPAI PERTIGAAN SOMPOK)
Taufiq Rizza Nuzuluddin
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (700.548 KB)
|
DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.555
Penilitian Kawasan Peterongan pada penggal jalan MT Haryono mulai perempatan Lamper Sari sampai pertigaan Sompok bertujuan untuk mendapatkan pengaruh parkir dan activity support terhadap sirkulasi dan mencari optimalisasi koridor jalan tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar kemampuan sirkulasi yang dapat ditampung di koridor Jalan MT Haryono kawasan penelitian dan bagaimana pengaruh parkir dan activity support terhadap sirkulasi di koridor tersebut.Kajian teori tentang sirkulasi dan parkir, jalur pedestrian, figure ground dan linkage, path dan nodes dan teori tentang infrastruktur kota, rekayasa lalu lintas dan peraturan daerah perlu dilakukan untuk melihat sirkulasi di koridor kawasan penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan metode kualitatif rasionalistik. Variabel pada penelitian ini adalah volume sirkulasi, parkir dan activity support (PKL, pasar, pertokoan, perkantoran).Hasil dari penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa koridor Jalan MT Haryono kawasan penelitian sudah tidak optimal dimanfaatkan untuk sirkulasi kendaraan. Derajat kejenuhan menunjukkan arus lalu lintas yang tidak stabil khususnya pada sore hari kerja. Faktor yang mempengaruhi kelancaran sirkulasi kendaraan adalah volume parkir yang melebihi kapasitasnya di lajur pinggir jalan terutama di sekitar depan Pasar Peterongan. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kelancaran sirkulasi pejalan kaki adalah parkir dan PKL yang menempati pedestrian ways. Aktivitas PKL juga menempati lajur parkir pinggir jalan, sehingga mengurangi kapasitas ruang untuk parkir.Kata kunci: Sirkulasi, Parkir dan Activity Support