Journal of Public Health Research and Community Health Development (JPH RECODE)
IRTP Keamanan Pangan Kecemasan Nomor P-IRT Pendidikan Kesehatan Pendidikan Sebaya Prenatal Yoga SADARI SPP-IRT anemia ibu hamil, Antenatal Care (ANC), tablet besi ibu hamil kekuatan otot klinik, manajemen pelayanan kesehatan, peralatan kesehatan organ genitalia eksterna pengetahuan pengetahuan, sikap, perilaku personal hygiene postur kerja, housekeeping, keluhan muskuloskeletal primigravidarum remaja sie balu, pengolahan, Salmonella, Shigella, E. coli HOME ABOUT LOGIN REGISTER SEARCH CURRENT ARCHIVES ANNOUNCEMENTS Home > About the Journal > Journal Contact JOURNAL CONTACT MAILING ADDRESS Program Studi DiLuar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi, Universitas Airlangga 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Email : jphrecode@fkm.unair.ac.id Phone : +623333381214 PRINCIPAL CONTACT Susy Katikana Sebayang, SP., M.Sc., Ph.D Editor in Chief Department of Biostatistic and Health Population, Program Studi DiLuar Kampus (PSDKU), Universitas Airlangga St. 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Program Studi DiLuar Kampus Utama (PSDKU), Universitas Airlangga 18A Ikan Wijinongko, Sobo, Banyuwangi 68418 Phone: +623333381214 Email: jphrecode@fkm.unair.ac.id SUPPORT CONTACT Ayik Mirayanti Mandagi / Eryka Maryta Videricka Phone: +6282335627806 Email: jphrecode@fkm.unair.ac.id ISSN Online ISSN Cetak JPH RECODE by PSDKU Banyuwangi, Universitas Airlangga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. My JPHRECODE Histats
Articles
155 Documents
ANALISIS RISIKO K3 PEMBERANTASAN HAMA PEKERJAAN PERTANIAN JERUK DI KABUPATEN BANYUWANGI
Fajar Khaula Rizkya Akbar
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 3 No. 1 (2019): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v3i1.13067
Banyaknya peluang yang ada di sektor pertanian tentu saja akan ada banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, semakin banyak pekerja dan semakin kompleks metode atau teknologi yang digunakan akan meningkatkan resik terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan akibat kerja yang disebabkan pengetahuan yang kurang tentang penggunaan alat, unsafe action dan unsafe condition. Tujuan dari penelitian ini adalah menganilisis risiko K3 di petani jeruk desa Sidorejo kecamatan Purwoharjo kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasional mengacu pada standar AS/NZS 4360:2004 untuk analisis risiko pada pekerjaan petani jeruk di desa Sidorejo kabupaten Banyuwangi. Instrumen penelitian untuk menilai jenis risiko pekerjaannya menggunakan standar AS/NZS 4360:2004, kemudian untuk mengidentifikasi bahaya pada setiap tahapan pekerjaan menggunakan metode JSA dan guna mengumpulkan informasi dari pekerja menggunakan metode in-depth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko K3 yang terdapat pada pekerjaan petani jeruk khususnya pada tahap pemberantasan hama adalah risiko menghirup kabut pestisida (risk rating 6), mata terpapar kabut pestisida (risk rating 6), kulit terpapar kabut pestisida (risk rating 6), terpeleset (risk rating 1) dan terlalu lama membawa beban tangki di pundak (risk rating 5). Kesimpulan dari penelitian ini adalah risiko K3 paling tinggi yang dialami oleh petani terdapat pada proses pemberantasan hama, khususnya pada saat menyemprotkan pestisida. Paparan pestisida dapat melalui mata, pernafasan, dan kulit.
PENGARUH PRENATAL YOGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDARUM TRIMESTER III DI KEDIRI
Rahma Kusuma Dewi;
Weni Tri Purnani
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 2 No. 1 (2018): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v2i1.16255
Kecemasan pada ibu hamil akan memberi dampak terhadap kondisi fisik dan psikis ibu dan janin. Kecemasan pada kehamilan bisa muncul karena masa penantian yang panjang dalam menunggu proses persalinan terutama pada ibu hamil primigravidarum. Tujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravidarum trimester III. Metode penelitian ini merupakan pre- experiment dengan pre-post test control group . Besar sampel dalam penelitian adalah 32 responden yang terdiri dari 16 kelompok perlakuan dan 16 kelompok kontrol. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasilnya terdapat pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravidarum trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsongan pada kelompok perlakuan (p<0,05); tidak terdapat pengaruh prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravidarum trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsongan (p>0.05) pada kelompok kontrol, dan terdapat perbedaan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III sebelum dan sesudah prenatal yoga di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsongan(p=0,000) .Kesimpulan Prenatal Yoga berpengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil primigravidarum trimester III.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI MADIUN
Rakhmanisa Lindhi Hanifa;
Tjipto Suwandi
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 1 No. 2 (2018): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v1i2.16246
Kebisingan dapat menimbulkan respon yang berbeda terhadap tenaga kerja satu dengan yang lainnya. Pengaruh dari adanya kebisingan kepada kesehatan yaitu terjadinya kerusakan pada indera pendengar. PT.INKA merupakan industri dalam bidang perkeretaapian dengan kegiatan pembuatan dan perawatan kereta yang memungkinkan adanya resiko kebisingan, selain itu PT.INKA juga belum mengadakan pemeriksaan tes audiometri pada pekerjanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan gangguan pendengaran pada pekerja di PT INKA. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan case control dengan melakukan pendekatan kuantitatif. Wawancara dilakukan pada kepala bagian K3, 15 pekerja pada welding 1 dan 15 pekerja pada kantor. Wawancara dilakukan untuk mendapat informasi mengenai variabel yang diteliti. Selain itu dilakukan observasi mengenai kebiasaan pekerja dalam pemakaian APT. Variabel bebas penelitian adalah intensitas kebisingan, usia, masa kerja dan kebiasaan memakai APT. Sedangkan variabel terikat adalah gangguan pendengaran pada pekerja. Kebisingan pada area kerja welding 1 melebihi NAB (94,8 dBA) sedangkan pada ruang kantor sebesar 63,2 dBA. Gangguan pendengaran yang terjadi pada pekerja di PT.INKA untuk kelompok terpapar yang bekerja pada bagian welding 1 sebanyak 4 responden (26,7%) dan untuk kelompok tidak terpapar yaitu pekerja pada bagian kantor sebanyak 7 responden (46,7%). Hasil uji analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan gangguan pendengaran yang terjadi pada pekerja di PT.INKA. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah gangguan pendengaran yang terjadi pada pekerja belum tentu disebabkan oleh intensitas yang tinggi pada area kerja melainkan ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran tersebut.
Traditional Beliefs and Practices Among Pregnant Women In Javanese Communities: A Systematic Review
Salshabiyla Naura Almamira Cukarso;
Chahya Kharin Herbawani
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 4 No. 1 (2020): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v4i1.20810
Background: The Javanese community is one of the largest ethnic groups in Indonesia. This culture influences people's behaviour in daily life, including maternal care. Some people still believe in traditional myths and practices related to pregnancy. Even it can threaten the pregnancy. Purpose: This systematic review aims to describe the behaviour of people related to practices and beliefs in Javanese culture. Method: This review used a systematic review method. A systematic and relevant search for scientific articles through Google Scholar with a publication period between 2010-2020. Result: There are still many people who obey the traditional beliefss that has no scientific basis. They hope by believing this can make the pregnancy run smoothly and avoid unwanted events. Conclusion: Traditional beliefs and practices have positive and negative impacts on pregnant women. Health workers must provide evidence-based interventions or health education about pregnancy to the community to prevent behaviour that is contrary to health values and can be harmful to the mother and fetus. Information about pregnancy care is not only conveyed to pregnant women but can also be shared with her husband or parents.
ANALYSIS OF HEALTH SERVICES MAXIMUM SUPPLY IN HOSPITAL SURABAYA
Novia Dewi Putri Ayuningtyas
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 3 No. 1 (2019): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v3i1.12771
The importance of a health service in calculating the maximum supply is to ensure efficiency and effectiveness. To achieve efficiency and effectiveness it is important to pay attention to the combination of Human Resources and other resources (Technology / Machinery). This study aims to determine the maximum capacity of services that can be provided in Medical Rehabilitation Poly, General Surgical Poly and Children Poly at Jemursari Islamic Hospital Surabaya. This research is a type of descriptive observational research. The subjects in this study were Medical Rehabilitation Poly, General Surgery Poly and Children’s Poly at Jemursari Surabaya Hospital and the object in this study was the maximum supply in providing services in each poly. There are two data used, primary data and secondary data. Secondary data obtained from secondary data of each poly in RSI Jemursari Surabaya and primary data obtained from interviews through indepth interviews to nurses in Medical Rehabilitation Poly, General Surgery Poly and Children’s Poly. The maximum supply calculation results in Medical Rehabilitation Poly amounted to 185 patients each day, when compared with the history of poly visit rates of 81%. The results of the maximum supply calculation in General Surgical Poliywere 40 patients each day, when compared with the history of poly visit rates of 112%. The results of the maximum supply calculation in the Children’s Poly were 40 (Room A) dan 80 (Room B) patients each day, when compared to the history of poly visit rates of 125% (Room A) and 62,5% (Room B).
PERBEDAAN TEKANAN DARAH SISTOLE DAN DIASTOLE SEBELUM DAN SETELAH KERJA PADA PEKERJA YANG TERPAPAR BISING DI PT X
Yazid Albustomi;
Denny Ardyanto W.
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 1 No. 1 (2017): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v1i1.20457
Tingginya intensitas kebisingan yang terjadi pada area kerja akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti perubahan tekanan darah dan ganguan pendengaran. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian kohort. Populasi penelitian ini diambil sesuai dengan syarat inklusi yang telah ditentukan, sehingga diperoleh populasinya 36 orang (20 orang pada area >85dBA dan 16 orang di area ≤85dBA). Sampel diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling, sehingga sampel di peroleh sebesar 25 orang.Hasil penelitian terlihat bahwa intensitas kebisingan di area STMC sebesar 90,17 dBA (area selatan) dan 89,67 dBA (area utara). Intensitas pada area SHE sebesar 62,57 dBA serta pada area main office sebesar 60,97 dBA. Hasil analisis perubahan tekanan darah sistole sebelum dan setelah bekerja di area STMC menunjukkan bahwa nilai p = 0,001 < 0,05 serta pada area SHE dan main office menunjukkan bahwa nilai p = 1,000 > 0,05. Hasil analisis perubahan tekanan darah diastole sebelum dan setelah bekerja menunjukkan bahwa nilai p = 0,014 < 0,05 serta pada area SHE dan main office menunjukkan bahwa nilai p = 1,000 > 0,05. Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan tekanan darah sistole dan diastole sebelum dan setelah bekerja pada pekerja yang terpapar bising di area STMC serta tidak ada perbedaan tekanan darah sistole dan diastole sebelum dan setelah bekerja pada pekerja yang terpapar bising di area SHE dan main office.
HOSPITAL’S PERFORMANCE MEASUREMENT WITH MALCOLM BALDRIGE METHOD IN EAST JAVA
Made Nita Sintari
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 3 No. 2 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v3i2.13419
Background: Malcolm Baldrige method has been widely used to assess institutional performance. However, data obtained from the assessment are still visualized in the form of tables. This kind of visualization for rendering data is less interesting and makes readers difficult to interpret the data. Aims: This study presented some recommendations for data visualization in various forms, such as charts and diagrams to facilitate data interpretation. Methods: This study utilized Microsoft Excel 2007 software to create charts. The data used as an example for analysis was the performance assessment using Malcolm Baldrige method at Muhammadiyah Gresik Hospital in June 2012. Results: The results of this study reported that by using Malcolm Baldrige method, the data could be visualized in forms of bar charts, radar charts, and pie charts. Conclusion: To conclude, performance assessment can be visualized not only in tables but also charts and diagram that have a more visual presentation.Keywords: Charts, performance, Malcolm Baldrige, visualization
PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN PADA PEKERJAAN ATAP DI PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT
Zeinfahmi Dwireski Wibawa;
Sho'im Hidayat
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 2 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v2i2.12517
Angka kecelakaan kerja di Indonesia tergolong salah satu yang paling tinggi di Asia Tenggara, khususnya di sektor konstruksi. Pekerjaan di ketinggian merupakan pekerjaan yang menjadi penyebab kecelakaan kerja terbanyak di konstruksi. Salah satu pekerjaan yang dilakukan di ketinggian adalah pekerjaan atap. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan risk assessment dari pekerjaan atap di pembangunan gedung The Samator Surabaya oleh PT. PP. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif evaluatif dengan pendekatan observasional. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah proses pekerjaan atap. Populasi dan sampel diambil dari tenaga kerja pekerjaan atap dan SHE officer. Variabel dalam penelitian ini adalah penilaian risiko dan pengendalian risiko. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan tenaga kerja pekerjaan atap dan SHE Officer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 penyebab bahaya pada proses pekerjaan atap, dengan 17 bahaya tergolong medium risk dan 10 bahaya tergolong high risk. Potensi bahaya yang paling banyak adalah bahaya terjatuh dari ketinggian dan kejatuhan material. Pengendalian risiko yang dilakukan adalah substitusi, pengendalian teknis, pengendalian administratif, dan APD. Penilaian pengendalian risiko berada pada rentang 50%-90%. Saran yang dapat diberikan adalah perusahaan perlu memikirkan mekanisme kepatuhan penggunaan APD di lingkungan kerja yang sejalan dengan kebijakan perusahaan, seperti dengan menggunakan sistem reward and punishment.
EVALUASI PELAKSANAAN SERTIFIKASI PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (SPP-IRT) DI BANYUWANGI
Fatma Nur Ardiati;
Septa Indra Puspikawati
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 2 No. 1 (2018): Oktober
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v2i1.16251
Hak untuk memperoleh pangan yang aman dan bergizi sama tingkatannya dengan hak untuk bebas dari kelaparan. Demi menjaga keamanan pangan, setiap makanan dan minuman yang diedarkan harus mendapat izin edar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui evaluasi pelaksanaan SPP-IRT pada industri rumah tangga pangan di Banyuwangi dengan Perka BPOM RI Nomor Hk.03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional yang berpedoman pada Perka BPOM RI Nomor Hk.03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Ada 4 tahap dalam pemberian sertifikat produksi PIRT. Pada tahap ketiga yaitu pemeriksaan sarana produksi PIRT, dilakukan observasi pada 15 Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Banyuwangi bersama dengan petugas pangan Dinas Kesehatan Banyuwangi. Penelitian ini juga dilakukan dengan indept interview kepada 2 orang petugas pengawas pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan SPP-IRT di Banyuwangi sudah baik. Pertama, penerimaan pengajuan permohonan SPP-IRT di Banyuwangi sudah sesuai. Kedua, penyuluhan keamanan pangan sudah sesuai. Ketiga, pemeriksaan sarana produksi PIRT sudah sesuai; dan keempat, pemberian Nomor P-IRT sudah sesuai. Secara keseluruhan, pelaksanaan sertifikasi produksi pangan bagi industri rumah tangga di Banyuwangi sudah sesuai dengan Perka BPOM RI Nomor Hk.03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.
UPAYA PENGENDALIAN RISIKO PADA UNIT PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS BENDA TAJAM DI RUMAH SAKIT
Sacharina Surya Ningrum;
Abdul Rohim Tualeka
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 1 No. 2 (2018): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jphrecode.v1i2.16242
Unit pengelolaan limbah medis merupakan pekerjaan yang membahayakan atau berisiko tinggi bagi pekerja. Bahaya yang dihadapi pekerja unit pengelolaan limbah berasal dari bahaya mekanik dan fisik, agar dapat dilakukan pengendalian bahaya yang tepat, maka perlu dilakukan risk assessment terhadap potensi bahaya yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari manajemen risiko dan mengidentifikasi manajemen limbah medis di Rs. X. Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan observasi dan wawancara serta data sekunder yang diperoleh dari instalasi sanitasi di RS. X. Objek penelitian ini adalah pekerjaan pengelolaan limbah medis. Sumber informasi adalah 6 orang pekerja pengelola limbah medis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel dan dibandingkan dengan standart dan teori yang ada. Metode yang digunakan dalam melakukan risk assessment mengacu pada teori manajemen risiko yang selanjutnya hasil digunakan untuk pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan ada 9 bahaya yang teridentifikasi, dengan hasil penilaian 7 bahaya kategori risiko rendah dan 2 bahaya dengan kategori risiko sedang. Pengendalian risiko yang sudah dilakukan RS. X yaitu pengendalian teknik yaitu penggantian kantong plastik sampah diganti dengan yang kantong plastik yang lebih tebal, lalu pengendalian administrasi dilakukan pendidikan dan pelatihan tentang bekerja secara aman, memasang rambu K3, pemasangan label bahan kimia berbahaya, dan pengadaan alat pelindung diri seperti safety shoes, sarung tangan dan pakaian kerja.