cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 23386762     EISSN : 24776955     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1" : 6 Documents clear
Perhitungan Perkerasan Lentur Berdasarkan Metode Manual Desai Perkerasan (MDP) (Studi Kasus: Bts. Provinsi Jambi – Peninggalan) Sartika Nisumanti
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.533 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v8i1.738

Abstract

ABSTRACTRoad section in border area of Jambi Province - Peninggalan is Lintas Timur Sumatera street which link between provinces. So, this road is often crossed by large vehicles with heavy load and increasing traffic volume which affect on these road. Besides the relatively high volume of traffic, a vehicle load which exceeds the permitted limit causing damage to this road section.This is a problem for road user if it isnʼt immediately repaired, therefore itʼs necessary to calculate the planning of flexible pavement thickness for handling and increasing the road.This research is conducted by using secondary data from the IRMS survey method. Deflection data which carried by Falling Weight Deflectomer (FWD) from P2JN in South Sumatera Province. Furthermore, planning of pavement layer thickness by analyzing the average daily traffic (LHR) to obtain the Cummulative Equivalent Standard Axle Load (CESA) value, the age of plan is calculated for 20 years by using the road damage factor (VDF) Manual Design, determining the thickness of the added layer (overlay).Based on the result of analysis with the 2013 Road Pavement Design Manual method, the CESA4 value of 20 years is 178.213.146,32 and the CESA5 value is 569.466.311,89 , while the planned deflection value is 0,285 mm, thickness of added layer (Ho) is 5,197 cm, the correction value of thickness added layer (Fo) is 1,01563 , the thickness of corrected added layer (Ht) is 5 cm. So, the AC-WC overlay is 4 cm. The calculation result of pavement thickness design based on both design chart 3 and design chart 3A if used HRS or CTB is difficult to implement, so the proposed pavement thickness is 3A flexible pavement with AC-WC thickness is 4 cm, AC-BC 6 cm, AC base 24,5 cm, LPA Class A 30 cm.Keywords : 2013 Pavement Design Manual, Flexible Pavement Layer, Thickness of added layer.ABSTRAKRuas jalan  Bts. Prov. Jambi – Peninggalan  merupakan jalan Lintas Timur Sumatera penghubung antar Provinsi. Sehingga ruas jalan ini sering dilintasi oleh kendaraan besar bermuatan berat dan meningkatnya volume lalu lintas yang berpengaruh terhadap penurunan kualitas perkerasan pada ruas jalan tersebut.  Selain volume lalu lintas relatif tinggi, beban kendaraan  melebihi batas yang diizinkann sehingga ruas jalan ini sering terjadi kerusakan. Hal ini menjadi masalah bagi pengguna jalan jika tidak segera diperbaiki, untuk itu perlu dilakukan perhitungan perencanaan tebal perkerasan lentur untuk penanganan maupun peningkatan jalan pada ruas jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder cara survey IRMS, data lendutan  dilakukan dengan alat Falling Weight Deflectomer (FWD) dari P2JN Provinsi Sumatera Selatan.  Selanjutnya perencanaan tebal lapisan perkerasan dengan cara menganalisa lalu lintas harian rata-rata (LHR) untuk mendapatkan nilai Cummulatif Equivalent Standar Axle Load (CESA), Umur Rencana dihitung setiap tahun selama 20 tahun menggunakan Faktor Perusak Jalan (VDF) Manual Design, penentuan tebal  lapis tambah (Overlay). Berdasarkan hasil analisis dengan metode Manual Desain Perkerasan jalan tahun 2013 diperoleh  nilai CESA4 20 tahun sebesar 178.213.146,32 dan nilai CESA5 adalah 569.466.311,89, sedangkan nilai lendutan rencana/ijin adalah 0,285 mm, tebal lapis tambah (Ho) 5,197 cm, nilai koreksi tebal lapis tambah (Fo) 1,01563, sehingga tebal lapis tambah terkoreksi (Ht) 5 cm, jadi nilai lapis tambah  (overlay) Ac-Wc sebesar 4 cm. Hasil perhitungan desain tebal perkerasan berdasarkan kedua bagan desain 3 dan bagan desain 3A menunjukkan bahwa bagan desain 3 jika digunakan HRS atau CTB sulit untuk diimplementasikan, sehingga  tebal perkerasan yang diusulkan adalah perkerasan lentur bagan 3A dengan tebal Ac-Wc 4 cm, Ac-Bc 6 cm, Ac-Base 24,5 cm, LPA kelas A 30 cm. Kata kunci : Manual Desain Perkerasan 2013, lapis perkerasan lentur, tebal lapis tambah
Pengaruh Lapisan Penutup Pada Lendutan Pelat yang didukung Tiang dalam Uji Dua Dimensi Yogha Caniggia; Hary Christady Hardiyatmo; Teuku Faisal Fathani
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.997 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v8i1.739

Abstract

ABSTRACTSubgrade in some areas of Indonesia has a very low soil bearing capacity. To overcome the problem, ground can be covered by subbase with using Nailed-slab System which is supported by mini concrete pillars. Soil material can be modeled in a pile of aluminum cylinders as a covering layer and a bamboo stick as a subgrade. Plates and pillars which are used in Nailed-slab System are made of fiberglass material with the thickness is 0.5 cm. The length of the plate (B) consists of 4 kinds, while the length of the pillar (L) consists of 3 variations. The numbers of pillar variations in this experiment consists of 1 to 4 pillars with the spacing of inter pillar is (s) = 10 cm. The load placement of the Nailed-slab System is done centrically and edge. The results showed that the installation of the pillar had a major effect in reducing the plate deflection and increasing the value of the soil reaction modulus (k). The number of pillars which are set to 4 are capable of reducing the deflection greater than the fewer set number of  pillars (2 pillars). The minimum deflection occurring on flat ground due to centric loading can be reduced by 11.73%, while in the embankment land is 9.3%. As a result of edge loading, the number of 4 pillars on flat ground is capable of reducing the minimum deflection up to 9.09% more than 2 pillars. In soil embankment due to reduced deflection edge loading up to 7.91% more than 2 pillars. The comparison of the observed deflection was greater than Beam on Elastic Foundation (BoEF) program calculation results.Keywords : Nailed-slab System, subgrade reaction modulus (k), deflection, BoEFABSTRAKTanah dasar di beberapa daerah Indonesia mempunyai kuat dukung tanah yang rendah.Untuk mengatasi hal tersebut maka tanah dasar dapat dihamparkan lapis penutup dan digunakan Sistem Pelat Terpaku yang didukung oleh tiang-tiang beton mini. Material tanah dimodelkan dalam bentuk tumpukan silinder aluminium sebagai lapisan penutup dan lidi bambu sebagai tanah dasar (subgrade).Pelat dan tiang yang digunakan dalam Sistem Pelat Terpaku terbuat dari bahan fiberglass dengan ketebalan bahan yaitu 0,5 cm.Ukuran panjang pelat (B) terdiri dari 4 macam, sedangkan panjang tiang (L) terdiri dari 3 variasi. Variasi jumlah tiang dalam pengujian ini terdiri dari 1 tiang sampai 4 tiang dengan jarak antar tiang (s) = 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan tiang memberikan pengaruh yang besar dalam mereduksi defleksi pelat dan meningkatkan nilai modulus reaksi tanah dasar (k). Jumlah tiang 4 mampu mereduksi defleksi lebih besar dari jumlah tiang yang lebih sedikit (2 tiang). Defleksi minimum yang terjadi pada tanah datar akibat pembebanan sentris mampu tereduksi sebesar11,73%,sedangkan pada tanah timbunan sebesar 9,3%. Akibat pembebanan tepi, jumlah 4 tiang di tanah datar mampu mereduksi defleksi minimum sebesar 9,09% dibandingkan dengan 2 tiang. Pada tanah timbunan akibat pembebanan tepi defleksi tereduksi sebesar 7,91% dibandingkan dengan 2 tiang. Perbandingan defleksi hasil pengamatan yang dilakukan lebih besar dibandingkan dengan defleksi hasil analisis perhitungan program BoEF(Beam on Elastic Foundation).Kata kunci :Sistem Pelat Terpaku, modulus reaksi tanahdasar(k), defleksi, BoEF
Analisis Dinamik Fondasi Mesin Generator Sets pada Power House Building Project Lube Oil Blending Plant Isti Radhista Hertiany; Hary Christady Hardiyatmo; Fikri Faris
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.589 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v8i1.735

Abstract

ABSTRACTGenerator set machine foundations in the Power House Building Project Lube Oil Blending Plant is located on Cilegon Industrial Estate Area (KIEC), Banten. Machine foundation is analyzed in three conditions to check the safety condition against the dynamic load. The first condition is the existing condition where the block foundation is not embedded in the ground. From the results of the analysis of this condition, the natural frequency value is 20,077 Hz. It is very close to frequency of machine foundation, although it is safe from resonance. The vertical and horizontal amplitude is safe because smaller than permission amplitude. In the second condition, the effect of the embedded block foundation is checked, the smaller natural frequency value 13,305 Hz is safe against resonance. The amplitude value obtained is also smaller. In the last condition analyzed the embedded block foundation without using piles to determine the effect of piles during the machine foundation system. Although the results of the analysis obtained a smaller natural frequency value of about 10,628 Hz but seen from its value of vertical and horizontal amplitude, the foundation without pile is not safe. In general, it can be concluded that the existing foundation is safe from dynamic load, but it would be better if the foundation of the block is embedded on the ground. The use of piles can reduce the amplitude value of machine foundation.Keywords : machine foundation, dynamic analysis, generator setsABSTRAKFondasi mesin generator sets pada Power House Building Project Lube Oil Blending Plant berlokasi di Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC), Banten. Analisis fondasi mesin dilakukan dengan tiga kondisi untuk mengecek keamanan fondasi terhadap beban dinamik. Kondisi pertama adalah kondisi eksisting dimana fondasi blok tidak tertanam dalam tanah. Dari hasil analisis kondisi ini didapatkan nilai frekuensi natural 20,077 Hz. Frekuensi natural tanah ini mendekati nilai frekuensi mesin, walaupun masih saman dari resonansi. Nilai amplitudo vertikal dan amplitudo horizontal aman karena lebih kecil dari nilai amplitudo izin. Pada kondisi kedua dicek pengaruh fondasi blok tertanam dan dihasilkan nilai frekuensi natural yang lebih kecil yakni 13,305 Hz dan aman terhadap resonansi. Nilai amplitudo yang didapat juga lebih kecil. Pada kondisi terakhir dianalisis fondasi blok tertanam tanpa menggunakan pile untuk mengetahui pengaruh pile pada sistem fondasi mesin. Walaupun dari hasil analisis didapat nilai frekuensi natural yang lebih kecil yakni sekitar 10,628 Hz, namun dilihat dari nilai amplitudo vertikal dan amplitudo horizontalnya, fondasi tanpa pile ini tidak aman. Secara umum dapat disimpulkan bahwa fondasi eksistingaman terhadap gaya dinamik, namun akan lebih baik jika fondasi blok tertanam dalam tanah. Penggunaan pile mampu memperkecil nilai amplitudo pada fondasi mesin.Kata kunci : Fondasi mesin, analisis dinamik, generator sets
Analisis Hujan Rancangan pada Daerah Rawan Genangan Sepanjang Sistem Drainase Eksisting Kota Palembang (Studi Kasus Pembangunan LRT Kota Palembang) Yulyana Aurdin
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.193 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v8i1.740

Abstract

ABSTRACTPalembang city is one of the big cities for tourist destinations and the city that organizes both sports parties that have been held and will be held. The Palembang city government built a mass transportation system with light rail as an alternative to public transportation. The impact of the construction of this Light Rail Transit (LRT) for the existing drainage system along the LRT line that is passed is not expected to have a major influence on the existing drainage capacity so that it does not cause inundation at some existing points or does not severe the existing drainage system and environment along the LRT, can cause inundation and flooding. To solving this problem, research on design rainfall analysis was conducted on inundation areas along the LRT in Palembang. In this study hydrological analysis was carried out to find design rainfall for 5, 10, 25, 50 and 100 years. The method used is frequency analysis. This study uses ArcGis software. The results showed that the rainfall plan with a return period of 2 years, 5 years, 10 years, 25 years, 50 years and 100 years showed that the Log Pearson III distribution was the best and resulted in design rainfall of 88 mm, 110 mm, 125 mm, 144 mm, 158 mm and 172 mm The inundation that occurs along the LRT line partly does not exceed 30 cm. The cause of inundation due to low road topography conditions, closed inlet to channel water to the existing drainage and indeed some damaged roads are caused by the impact of LRT construction. The total inundation from station 0 + 000 to sta 22 + 997 is 698 with the highest elevation of inundation 9 cm.Keywords : Rain Design, Palembang LRT, existing drainageABSTRAKKota Palembang merupakan salah satu kota besar tujuan wisata dan kota pelaksana pesta olahraga baik yang telah diselenggarakan maupun akan diselenggarakan. Pemerintah kota Palembang membangun sistem transportasi massal dengan kereta api ringan sebagai alternatif transportasi umum. Dampak pembangunan Light Rail Transit (LRT) ini bagi sistem drainase eksisting sepanjang jalur LRT yang dilalui diharapkan tidak memberikan pengaruh besar terhadap kapasitas tampung drainase eksisting sehingga tidak menimbulkan genangan di beberapa titik yang sudah ada atau tidak memperparah sistem drainase eksisting dan lingkungan sepanjang LRT, yang bisa mengakibatkan genangan dan banjir. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian mengenaianalisis hujan rancangan pada daerah rawan genangansepanjang LRT kota Palembang.Pada penelitian ini dilakukan analisis hidrologi untuk mencari hujan rencana 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun. Metode yang digunakan adalah dengan analisis frekuensi. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hujan rencana dengan kala ulang dari 2 tahunan, 5 tahunan, 10 tahunan, 25 tahunan, 50 tahunan dan 100 tahunan terlihat bahwa distribusi Log Pearson III yang paling baik dan menghasilkan hujan rencana sebesar  88 mm, 110 mm, 125 mm, 144 mm, 158 mm, dan 172 mm. Genangan yang terjadi disepanjang jalur LRT sebagian tidak melebihi ketinggian 30 cm. Penyebab genangan karena kondisi topografi jalan yang rendah, tertutupnya inlet untuk menyalurkan air ke drainase eksisting dan memang sebagian jalan rusak disebabkan dari dampak pembangunan LRT. Total genangan dari sta 0+000 sampai sta 22+997 sebanyak 698 dengan elevasi tinggi genangan paling tinggi 9 cm.Kata kunci : Hujan Rancangan, LRT Palembang, drainase eksisting
Analisis Deformasi Rencana Fondasi Tangki BBM Ekasisca Contesa; Agus Darmawan Adi; Hary Christady Hardiyatmo
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.154 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v8i1.736

Abstract

ABSTRACTDetermining the type of foundation that will be used in a building must be adjusted to the amount of load, environmental conditions and subsoil. Construction of a fuel oil tank (TBBM) which will be build is a tank with 40.000 kL capacity and 50 m diameter. Deformation analysis of soil structure can be manually calculate and numerical calculations are performed using GEO5 Pile Group software. Analysis of the Pile Group program consists of two parts, namely Spring Method which makes the calculation of the entire  pile foundation and determination of internal forces along the length of individual pile possible. The important result is rotation, settlement value, and further the dimensioning of the reinforcement cage for individual piles. For Analytcal Solution analysis is intended for analysing vertical bearing capacity of a pile group loaded solely by a vertical normal force. The analysis result comparises the vertical bearing capacity of the pile foundation and the average settlement of the pile. The results of the consolidation reduction analysis resulted in a value of 58.7 mm. For the results of numerical analysis with Geo5, the settlement in analytical solution is 23.4 mm and for a spring method analysis is 18.0 mm. The difference between the resut of manually calculation and Geo5 can occur due to possible differences by the formulation. However, the value is satified to the allowable settlement criteria so that it can be concluded that the soil can support the foundation of the tank quite stable.Keywords : tank foundation, settlement, numerical analysis, consolidation, Geo5ABSTRAKMenentukan tipe fondasi yang akan dipakai pada bangunan harus disesuaikan dengan besar beban yang akan diterima bangunan, kondisi lingkungan dan lapisan tanah. Pembangunan tangki bahan bakar minyak (TBBM) yang akan dibangun merupakan tangki dengan kapasitas 40.000 kL dan diameter 50 m, dengan kondisi tanah di lapangan berupa tanah berlapis yang terdiri dari pasir halus sampai lempung. Analisis mengenai perubahan struktur tanah dapat dilakukan secara manual dan perhitungan numeris dilakukan dengan menggunakan software  GEO5 Pile Group. Analisis pada program Pile Group terdiri dari dua bagian, yaitu Spring Method yang memperhitungkan deformasi yang terjadi pada seluruh fondasi tiang dan menentukan internal forces di sepanjang tubuh tiang. Hasil analisis terdiri dari rotasi pile cap serta penurunan yang terjadi. Serta analisis Analytcal Solution yang dapat digunakan untuk menganalisis daya dukung vertikal tiang akibat beban normal vertikal yang diaplikasikan pada fondasi. Hasil analisis berupa daya dukung  vertikal pada fondasi tiang dan penurunan rata-rata yang terjadi. Hasil analisis penurunan konsolidasi menghasilkan nilai sebesar 58,7 mm. Sedangkan untuk hasil  analisis numeris dengan Geo5, penurunan pada analisis analytical solution menghasilkan penurunan sebesar 23,4 mm dan analisis dengan spring method menghasilkan penurunan sebesar 18,0 mm. Perbedaan hasil perhitungan antara hasil hitung secara manual dan Geo5 dapat terjadi akibat adanya kemungkinan perbedaan formulasi dari kedua cara perhitungan penurunan tersebut. Meskipun begitu, nilai tersebut masih memenuhi kriteria penurunan yang diijinkan sehingga dapat disimpulkan bahwa tanah dapat menopang fondasi tangki dengan cukup stabil.Kata kunci : fondasi tangki, penurunan, analisis numeris, konsolidasi,Geo5
Pengaruh Penambahan Abu Vulkanik pada Tanah Lunak terhadap Modulus Geser Maksimum Berdasarkan Pengujian Triaksial U-U Hadi Wira Nasarani; Ahmad Rifa’I; Hary Christady Hardyatmo
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.981 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v8i1.737

Abstract

ABSTRACTAs one country that has 83 volcanoes that are still active, Indonesia has natural resources in the form of volcanic ash which is pozzolan. In addition Indonesia is also a vast country so to support the equitable distribution of supporting facilities such as roads to support the development process. In the implementation of road construction is often found soil conditions that have low bearing capacity. Therefore, it is necessary to handle the subgrade of road that has low carrying capacity through stabilization with agent material.One material that meets the pozzolan material is volcanic ash. Volcanic ash of Mount Merapi has pozzolanik nature that is the nature of materials that will wake solid mass that increases harder as time increases and is difficult to dissolve in water when reacted with CaO contained in clay and lime.The study was conducted with a mixture of volcanic soil with 14 days of curing. Through triaxial testing of the efective confining pressure (σ0) of 547 kN / m2 with void ratio  (e) of 1,059. The calculation of shear modulus (Gmax) was done by empirical formula proposed by Zen et al (1978) and obtained Gmax value of 134,044 Mpa as the biggest shear modulus with 25% volcanic ash and 5% lime.Keywords : pozzolan, stabilization, effective confining pressure, void ratioABSTRAKSebagai salah satu negara yang memiliki banyak gunung api yang masih aktif, Indonesia memiliki sumber daya alam berupa abu vulkanik yang melimpah dan bersifat pozzolan. Selain itu indonesia juga merupakan negara yang luas sehingga untuk menunjang pemerataan pembangunan diperlukan sarana penunjang berupa jalan untuk mendukung proses pembangunan. Dalam pelaksanaan pembangunan jalan sering dijumpai kondisi tanah yang memiliki daya dukung rendah. Oleh karena itu perlu penanganan terhadap tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah melalui stabilisasi dengan bahan tambah. Salah satu material yang memenuhi material pozzolan adalah abu vulkanik. Abu vulkanik Gunung Merapi mempunyai sifat pozzolanik yaitu sifat bahan yang akan membentuk massa padat yang bertambah keras seiring bertambahnya waktu dan sukar larut dalam air apabila bereaksi dengan CaO yang terdapat pada lempung dan kapur. Penelitian dilakukan dengan campuran tanah-abu vulkanik dengan pemeraman 14 hari. Variasi kadar campuran yang diberikan adalah 0%, 20%, 25%, dan 30%. Selain itu dilakukan penambahan kapur 5% yang bertujuan  memberikan ikatan yang baik apabila dicampur dengan tanah lempung.Melalui pengujian triaksial UU diperoleh tahanan kekang efektif (σ0)sebesar360kN/m2  dengan angka pori (e) sebesar  1,059. Perhitungan modulus geser (Gmax) dilakukan dengan rumus empiris yang diusulkan Zen dkk (1978) dan diperoleh nilai Gmax sebesar 134,044 Mpa sebagai modulus geser terbesar dengan kadar abu vulkanik 25% dan kapur 5%.Kata kunci : pozzolan, stabilisasi , tahanan kekang efektif, angka pori

Page 1 of 1 | Total Record : 6