cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 24776955     EISSN : 23386762     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2" : 6 Documents clear
Analisa Pemanfaatan Limbah Battom ASH dan Serbuk Pecahan Kaca Terhadap Konstruksi Paving Block Azwar Azwar
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v8i2.899

Abstract

ABSTRACTPaving block is a building material used as a layer or structure of roads other than asphalt or concrete. Now many consumers choose paving blocks compared to other pavements such as concrete or asphalt. Some research and experiments in the field of concrete are done as an effort to improve the quality of paving blocks, increasing the level of destruction of paving blocks from the results of research and experiments intended to answer the increasingly high demands on the use of paving blocks and overcome the obstacles that often occur in the implementation of work in the field. The use of added materials can help solve these problems. For this reason, new innovations for substituting concrete composites from natural resources and renewable natural waste are needed. in daily life. The purpose of this study was to determine the effect of the mixture of cement and sand with battom ash waste and broken glass powder on compressive strength. The composition of the replacement of cement and sand with battom ash waste and broken glass powder is 5%, 10% and 20%. The sample used is hexagon or hexagon shape with 10 cm side and 7 cm height. The number of samples was 18 samples with a mixture of battom ash and broken glass powder and 2 normal samples, samples were tested at 7 days.Keywords : Strong Press Paving Block, Battom Ash Waste and Glass Glass PowderABSTRAKPaving block merupakan salah satu bahan bangunan yang digunakan sebagai lapisan atau struktur jalan selain aspal atau beton. Sekarang banyak konsumen memilih paving block dibandingkan dengan perkerasan lain seperti beton atau pun aspal. Beberapa Penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas paving block, meningkatkan tingkat kehancuran paving block dari hasil penelitian dan percobaan tersebut dimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap pemakaian paving block serta mengatasi kendala-kendala yang sering terjadi pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Penggunaan bahan tambah dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, Untuk itu perlu inovasi baru untuk bahan pengganti penyusun beton dari sumberdaya alam maupun limbah alam yang dapat di perbaharui, salah satunya dengan memanfaatkan limbah Battom Ash batubara  dan juga serbuk pecahan kaca yang volume peningkatan limbahnya meningkat sangat cepat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh campuran semen dan pasir dengan limbah battom ash serta serbuk pecahan kaca terhadap kuat tekan. Komposisi penggantian semen dan pasir dengan limbah battom ash dan serbuk pecahan kaca sebanyak 5% , 10% dan 20 %. Sampel yang digunakan adalah bentuk segi enam atau hexagon dengan sisi 10 cm dan tinggi 7 cm. Jumlah sampel sebanyak 18 sampel dengan campuran battom ash dan serbuk pecahan kaca dan 2 sample normal, sample diuji pada umur 7 hari.Kata kunci : Kuat Tekan Paving Block, Limbah Battom Ash dan Serbuk Pecahan Kaca
Pengaruh Arang Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Filler Aspal Penetrasi 60/70 Sartika Nisumanti; Muhmaad Yusuf
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v8i2.900

Abstract

ABSTRACTAsphalt as a binding material in the composition of road pavement is one of the most important materials, although the amount needed is only 4 - 10% of other material. Asphalt has elastic properties when loaded by vehicle  and has a fairly good resistance. In this research, asphalt used is asphalt pen (60/70) because it is suitable with climatic conditions in Indonesia. Fillers, generally consisting from stone ash, limestone and cementland portland, or other non-plastic materials. One of the compotition in asphalt concrete  is cement, In this time cement has been used as a filler. The purpose of this reseach is to known the influenced of the palm shell charcoal for the stability of 60/70 penetration asphalt and whether shell charcoal filler can be used on road pavement mixtures. From the marshall test results obtained the stability value for asphalt with a palm oil shell charcoal concentration of 3.5% by 1375.6, a 4% content with a value of 1566.6, and a 4.5% concentration decreased to 1138.9. Marshall test results show a stability value greater than conventional asphalt 1341.6 and exceeds the specification limit> 800 kg / mm. While the use of asphalt with oil palm shell charcoal filler values VIM, flow, and FVB did not fulfill in specification limits so it cannot be used to replacement as filler material in asphalt concrete mixtures. It cause if the flow value is low, the mixture is very likely to experience cracks, as well as the VIM value, if it is too small, it will cause cavity damage in the mixture so that the asphalt becomeshave permeability and brittle. Low FVB value will cause the mixture being porous.Keywords : Asphalt, Filler, Marshall TestABSTRAKAspal sebagai bahan pengikat pada struktur pekerasan jalan merupakan salah satu material yang sangat penting, meskipun jumlah yang dibutuhkan hanya 4 – 10 % dari aggregat lain. Aspal memiliki sifat elastis bila menerima beban kendaraan dan memiliki ketahanan yang cukup kuat.  Dalam penelitian ini Aspal yang dipakai adalah aspal pen (60/70) karena disesuaikan dengan kondisi iklim di Indonesia. Bahan pengisi atau filler, umumnya terdiri dari abu batu, kapur  dan sement portland, atau bahan non plastis lainnya. Salah satu campuran pada lapis aspal beton adalah semen sebagai filler, saat ini semen sudah banyak digunakan sebagai filler. Tujuan Penelitian ini mengetahui berapa besar perngaruh arang cangkang kelapa sawit terhadap stabilitas aspal penetrasi 60/70  serta apakah aspal dengan filler arang cangkang kelapa sawit dapat digunakan pada campuran  perkerasan jalan. Dari hasil  pengujian marshall diperoleh  nilai stabilitas untuk aspal dengan kadar arang  cangkang kelapa sawit 3,5% sebesar 1375,6, kadar  4%  dengan nilai 1566,6, dan kadar 4,5% menurun menjadi 1138,9. Hasil marshall test menunjukkan  nilai stabilitas  lebih besar dari aspal konvensional 1341,6 dan  melebihi  batas spesifikasi > 800 kg/mm. Sementara penggunaan aspal dengan filler arang cangkang kelapa sawit  mendapatkan nilai  VIM, flow, dan FVB tidak memenuhi batas spesifikasi sehingga tidak dapat digunakan untuk bahan pengganti filler  pada campuran aspal beton. Hal ini dikarenakan  jika nilai flow rendah maka campuran sangat berpontensi mengalami keretakan, begitu juga dengan nilai VIM, bila terlalu kecil maka akan menyebabkan terjadinya kerusakan rongga didalam campuran sehingga membuat aspal menjadi kedap air dan getas. Nilai FVB yang rendah akan mengakibatkan campuran bersifat porous.Kata kunci : Aspal, Filler,  Uji Marshall
Analisis Kelayakan Transportasi Angkutan Umum Pedesaan Kecamatan Pengandonan Kabupaten Ogan Komering Ulu Yuliantini Eka Putri
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v8i2.901

Abstract

ABSTRACTThe level of feasibility of rural public transportation in Pengandonan sub-district, ogan komering ulu district. The aim of this research is to identify and analyze the feasibility of rural public transportation in Pengandonan District, Ogan Komering Ulu District. The benefit of this research is that it can provide conclusions from the results of the analysis in the field which will later be able to provide benefits and input to related public transport services, so that the level of public transport services to the public is obtained optimal and efficient results. The method used is a descriptive qualitative analysis method by distributing questionnaires to the respondents, namely the population in Ogan Komering Ulu district command district. After analyzing the data obtained from the results of questionnaire responses distributed to the people of the Pengandonan sub-district using transportation in the form of rural public transportation, the feasibility variable (Y) R2 = 0.704, Y = 1.2289 + 0.923 (X1) + 0.056 (X2). Variable speed (X1) and convenience (X2) can affect the feasibility of rural public transportation (Y) which can be seen from the F test and T test values. The values of the two tests are greater than the table. 15,073> 1,490 for the speed variable, 15,660> 1,984 for the comfort variable and 115,247> 3,089, which means that Ho is rejected and Ha is accepted or there is a linear relationship between the speed variable and the comfort variable with the appropriateness of the Rural Public Transport Transportation in Pengandonan District, Ogan Komering Ulu. Recommendations To produce accountable village public transport feasibility values, more samples are needed and methodological refinements are needed.Keywords : Transportation, Feasibility of Rural Public TransportationABSTRAKTingkat kelayakan transportasi angkutan umum pedesaan di kecamatan pengandonan kabupaten ogan komering ulu. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah  untuk mengeidentifikasi dan menganalisa kelayakan transportasi angkutan umum pedesaan di Kecamatan Pengandonan Kabupaten Ogan Komering Ulu.  Manfaat penelitian ini adalah dapat memberikan kesimpulan-kesimpulan dari hasil analisis di lapangan yang nantinya akan dapat memberikan manfaat serta masukan kepada jasa angkutan umum terkait, agar dalam tingkat pelayanan angkutan umum terhadap masyarakat didapat hasil yang optimal dan efisien.  Metode yang digunakan adalah metode analisa deskriptif kualitatif dengan membagikan kuisioner kepada responeden yaitu penduduk di kecamatan pengandoanan kabupaten ogan komering ulu.  Setelah melakukan analisis data yang didapat dari hasil jawaban kuisioner yang disebarkan kepada para masyarakat kecamatan pengandonan yang menggunakan alat transportasi yang berupa angkutan umum pedesaan dapat Variabel kelayakan (Y) R2 = 0,704, Y =  1,289 + 0,923 (X1) + 0,056 (X2). Variabel kecepatan (X1) dan kenyamanan (X2) dapat mempengaruhi kelayakan alat transportasi angkutan umum pedesaan (Y) yang dapat  dilihat dari nilai uji F dan uji T. Nilai dari kedua uji tersebut lebih besar dari tabel. 15,073 > 1,490 untuk variable kecepatan, 15,660 > 1,984 untuk variabel kenyamanan dan 115.247 > 3,089 artinya bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau terdapat hubungan secara linear antara variabel kecepatan dan variabel kenyamanan dengan kelayakan alat Transportasi Angkutan Umum Pedesaan Kecamatan Pengandonan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Saran Untuk menghasilkan nilai-nilai kelayakan transportasi angkutan umum pedesaan yang dapat dipertanggung jawabkan, dibutuhkan sampel yang lebih banyak dan penyempurnaan metodelogi.Kata kunci : Transportasi, Kelayakan Transportasi Angkutan Umum Pedesaan
Walkability Pada Jalur Pergantian Antarmoda Pada Kawasan Dermaga Kota Palembang An Nurrakis; Dyah Titisari Widyastuti
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v8i2.897

Abstract

ABSTRACTMusi river which divides the city of Palembang becomes a potential for water moda tranportation. there are four piers in the pier of city palembang. Bekang pier, Point pier, Ampera pier, Pasar 16 pier. The existence of the four piers is a generator for land transportation moda that move around the pier. For people who use land and water transportation, they move on foot, giving rise to pedestrian paths that connect land and water transit points. However, this area is not supported by good pedestrian paths and encourages intermodal users to prefer using motorized vehicles rather than walking in daily activities. To increase walking activities, it needs to be supported by a pleasant, comfortable track and a good pedestrian path. The purpose of this study is to find the level of walkability, and develop strategies to increase the level of walkability that is appropriate in the dock area of Palembang. Walkability level assessment consists of 7 (seven) variables, Accessible variables, Connected  variables, Legible variables,  Comfortable variables, Safe variables, Secure variables and Pleasant variables. The results show that the level of walkability in the Palembang City pier area is at a very bad level (1.4 on a scale of 5), with safety from pedestrian crime as the most influential component of walkability.Keywords : walkability, intermodal change point, city transportationABSTRAKSungai musi yang membelah Kota Palembang menjadi potensi bagi moda transportasi air. Terdapat empat titik dermaga pada kawasan Dermaga Kota Palembang, Dermaga Bekang, Dermaga Point, Dermaga Ampera, Dermaga Pasar 16. Keberadaan empat dermaga tersebut menjadi generator bagi moda transportasi darat yang bergerak di sekitar dermaga. Bagi masyarakat pengguna trnasportasi antarmoda darat dan air melakukan perpindahan dengan berjalan kaki sehingga menimbulkan jalur-jalur pejalan kaki yang menghubungkan titik transit antarmoda darat dan air. Namun, kawasan ini tidak didukung oleh jalur pejalan kaki yang baik dan mendorong pengguna antarmoda lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor daripada berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari. Untuk meningkatkan aktivitas berjalan, perlu ditunjang dengan suasana jalur yang menyenangkan, nyaman serta jalur pejalan kaki yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan tingkat walkability, dan menyusun strategi untuk meningkatkan level walkability yang sesuai pada kawasan dermaga kota palembang. Penilaian tingkat walkability terdiri dari 7 (tujuh) variable yaitu, kemudahan akses, keterhubungan, keterbacaan, kenyamanan, keamanan dari lalulintas, keamanan dari kriminal, dan menyenangkan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat walkability di kawasan dermaga Kota Palembang berada pada level sangat buruk (1,4 pada skala 5), dengan keamanan dari tindakan kriminal jalur pejalan kaki sebagai komponen walkability yang paling berpengaruh.Kata kunci : walkability, titik-titik pergantian moda, transportasi kota
Analisa Bangkitan Perjalanan Perumahan Villa Indah Permai dan Villa Dago Permai di Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Ferry Desromi
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v8i2.902

Abstract

ABSTRACTThe emergence of a residential area causes a change in the function of land use, which in the future causes many problems. The daily activities of the community to carry out activities such as parents going to work, mothers going to the market and students going to school, as well as other activities certainly lead to trip generation that will burden the network paths to the activity centers. The multiple linear analysis method is used to produce relationships in numerical form and to see how variables are interrelated. To analyze data using descriptive qualitative. Regression analysis is useful to determine the trip generation model and the model obtained can be known the factors that influence trip generation and predict the housing traffic conditions of Villa Indah Permai and Villa Dago Permai. To obtain maximum results and facilitate data processing, the analysis process uses computer software with the SPSS (Statistical Product and Service Solution) program. Based on the results of the t test for income (X1) obtained T count of 3.282 is greater than t table 2.00665 and with a significance level of 0.002 <0.05. Thus Ha was accepted and Ho was rejected. Based on the results of the t test for the age of the head of the family (X3) obtained a count of 3.302 smaller than t table 2.00665 and with a significance level of -1.100 <0.05. Thus Ha was accepted and Ho was rejected. Based on the results of the t test for four-wheeled vehicles. (X4) obtained T count of 6.386 is greater than t table 2.00665 and with a significance level of 0.000 <0.05. Thus Ha was accepted and Ho was rejectedKeywords : Trip generation, Villa Indah Permai housing, Villa Dago Permai housing, multiple linear regressionABSTRAKMunculnya kawasan perumahan menyebabkan berubahnya fungsi tata guna lahan yang kemudian hari banyak menimbulkan permasalahan. Kegiatan sehari-hari masyarakat untuk melakukan aktifitas seperti orang tua pergi bekerja,  ibu pergi kepasar dan pelajar berangkat sekolah, serta kegiatan lainnya tentu menyebabkan timbulnya bangkitan-bangkitan perjalanan yang akan membebani jalur-jalur jaringan menuju pusat-pusat kegiatan. Metode analisis linear berganda digunakan untuk menghasilkan hubungan dalam bentuk numerik dan untuk melihat bagaimana variabel saling berkait. Untuk menganalisa data dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Analisa regresi berguna untuk mengetahui model bangkitan perjalanan dan model yang didapat bisa diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi bangkitan perjalanan serta memprediksi kondisi lalu lintas perumahan Villa Indah Permai dan Villa Dago  Permai. Untuk memperoleh hasil yang maksimal dan mempermudah pengolahan data, maka dalam proses analisa menggunakan perangkat lunak komputer dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Berdasarkan hasil uji t untuk penghasilan (X1) diperoleh T hitung sebesar 3,282 lebih besar dari t tabel 2,00665dan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,002 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil uji t untuk umur kepala keluarga (X3) diperoleh hitung sebesar 3,302 lebih kecil dari t tabel 2,00665dan dengan tingkat signifikasi sebesar -1,100 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak.  Berdasarkan hasil uji t untuk kendaraan roda empat. (X4) diperoleh T hitung sebesar 6,386 lebih besar dari t tabel 2,00665dan dengan tingkat signifikasi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolakKata kunci : Bangkitan perjalanan, perumahan Villa Indah Permai, perumahan Villa Dago Permai, regresi linear berganda
Pengaruh Intensitas Hujan terhadap Soil Water Index (SWI) dengan Menggunakan Data Radar Henggar Risa Destania
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v8i2.898

Abstract

ABSTRACTSediment-related disaster are terrible disaster that can catastrophically impact to facilities and people must to keep in mind to make sediment-related disaster information that can be predicted from rainfall and response of drainage area. Sediment-related disaster information whether sediment-related disaster risk is high or low could be informed in a real time based on rainfall indices by using X-band MP (Multi Parameter) rainfall radar. These system facilities a sophisticated measurement based on rainfall intensity (calculated using the distribution of precipitations and the polarization phase difference) and more sensitive to rain attenuation phenomena. It shows the water storage volume in soil layer with calculation of soil water index (SWI) by using X-band MP rainfall radar data that has been installed at the top of Merapi Mountain (Merapi Museum). Hyetograph shows that surface runoff (S1) has a linear and responsive relationship to rain because the first layer contains direct rainwater. The responsiveness of surface runoff is from the behavior of rainwater in the tank. This simulation is done to show the response of groundwater to a single rainfall event of 1 mm / hour and the movement of water storage in each of the three soil layers (S1, S2, S3). The hydrograph shows the entry of rainwater into the soil layer. Increased extreme lines show responsive lines due to the process of precipitation of rainwater to the soil layers, then reach a peak. After reaching the peak, the current will decrease until it approaches the value of 0 (zero) in 21 days.Keywords : x-band, soil water index, short-term rainfall, long-term rainfall,intesityABSTRAKBencana sedimen adalah bencana besar yang dapat berdampak bencana terhadap fasilitas dan masyarakat maka dari itu dibutuhkan informasi bencana sedimen yang dapat diprediksi dari curah hujan dan respon daerah drainase. Informasi bencana sedimen pada snakeline mengenai risiko bencana sedimen tinggi atau rendah dapat diinformasikan secara real-time berdasarkan indeks curah hujan dengan menggunakan radar X-band MP (Multi Parameter). Fasilitas sistem ini merupakan pengukuran yang canggih berdasarkan intensitas curah hujan (dihitung dengan menggunakan distribusi presipitasi dan perbedaan fase polarisasi) dan lebih sensitif terhadap fenomena redaman hujan.  Ini menunjukkan volume penyimpanan air di lapisan tanah dengan perhitungan indeks air tanah (SWI) dengan menggunakan data radar curah hujan X-band MP yang telah dipasang di puncak Gunung Merapi (Museum Merapi). Hyetograph menunjukkan bahwa limpasan permukaan (S1) memiliki hubungan linear dan responsif terhadap hujan karena lapisan pertama berisi air hujan langsung. Daya tanggap limpasan permukaan berasal dari perilaku air hujan di dalam tangki. Simulasi ini dilakukan untuk menunjukkan respon air tanah terhadap kejadian curah hujan tunggal 1 mm / jam dan pergerakan penyimpanan air di masing-masing dari tiga lapisan tanah (S1, S2, S3). Hidrograf menunjukkan masuknya air hujan ke lapisan tanah. Peningkatan garis ekstrem menunjukkan garis responsif akibat proses pengendapan air hujan ke lapisan tanah, kemudian mencapai puncaknya. Setelah mencapai puncak, arus akan berkurang hingga mendekati nilai 0 (nol) dalam 21 hari.Kata kunci : x-band, soil water index, hujan jangka pendek, hujan jangka panjang, intensitas

Page 1 of 1 | Total Record : 6