cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
lppm@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pemerintahan dan Politik
ISSN : 25022032     EISSN : 25020900     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pemerintahan dan Politik merupakan majalah ilmiah Universitas Indo Global Mandiri yang mencakup hasil penelitian, makalah review, dan komunikasi singkat bidang Pemerintahan dan Politik. Topik-topik yang tercakup dalam jurnal ini adalah semua bidang terkait dengan ilmu Pemerintahan dan Politik Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yakni bulan Januari dan Agustus.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3" : 6 Documents clear
Faktor-Faktor Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Sako Palembang Dian Anggraini
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 3, No 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.033 KB) | DOI: 10.36982/jpg.v3i3.673

Abstract

 AbstractPoverty is one of the main problem that marked by amount of impecunious society, unemployment, backwardness and powerless. The height number of impecunious society cause degradation of human resource happened and make energy emulation of nation progressively weaken. By paying attention from the condition above, the government released policy of program which represent development of social security system able to lighten and assist household very impecunious to getting access service of health and elementary education. The program is Family Hope Program or PKH with the expectation of this program can decrease poverty in our state. The purpose of this study, namely to analyze whats the factor of implementation of PKH in the District of Sako Palembang.  Data collection techniques usedin the form of interview, observation and documentation.But in case, the implementation PKH in the district of SakoPalembang still encountered obstacles influenced by the factor, among other less implementers of PKH, the presence of additional costs in payment of PKH, and also not all members of PKH get additional program expecially KIP or KIS..Keywords: Factor, Implementation, Family Hope ProgramAbstrakKemiskinan merupakan salah satu masalah utama yang ditandai oleh masih besarnya jumlah penduduk miskin, pengangguran, keterbelakangan, dan keterpurukan. Tingginya angka penduduk miskin menyebabkan terjadinya penurunan sumber daya manusia dan menjadikan semakin lemahnya daya saing bangsa. Memperhatikan kondisi diatas, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan program yang merupakan pengembangan dari sistem jaminan sosial yang dapat meringankan dan membantu rumah tangga sangat miskin dalam hal mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan dasar dengan harapan program ini dapat mengurangi kemiskinan di Negara kita. Program tersebut adalah Program Keluarga Harapan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis faktor-faktor implementasi PKH di Kecamatan Sako, dicapai dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH di Kecamatan SakoPalembang kurang berhasil yang dipengaruhi beberapafaktor. Hal ini dikarenakan walaupun serangkaian tahapan yang berjalan dengan lancar, meliputi Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan dan Pengawasan PKH di Kecamatan Sako Palembang ditemui kendala antara lain kurangnya jumlah pedamping PKH, terdapatnya biaya tambahan akibat peralihan pembayaran melalui BRI serta belum semua peserta PKH mendapatkan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat (KIP/KIS)Kata kunci: Faktor, Implementasi, Program Keluarga Harapan
Kiai Kharismatik dan Hegemoninya (Telaah Fenomena Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf) Ferri Wicaksono
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 3, No 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.944 KB) | DOI: 10.36982/jpg.v3i3.678

Abstract

Abstract This paper discusses the pattern of kiai hegemony as a charismatic leader. Kiai have a strategic position, are very respectable, and even have a big influence on the development of a community. The author examines the phenomenon of Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf as one of the charismatic kiai. Kiai is not a person who is experienced and has professional skills, but is socially proven to be able to spearhead the process of social change in society. The functionalist perspective presented by William F. Ogburn the author uses as an approach in interpreting the kiai's charismatic leadership. This perspective considers social change as something that can disrupt the balance of society. Kiai not only restricts the flow of culture, but the kiai seeks to spearhead change. The main finding in this paper is that compliance that is formed from a charismatic kiai is able to consciously obey his followers and without coercion. Kiai not only restricts the flow of culture, but the kiai tries to spearhead changes. On the other hand Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf tends to create restrictions on relations to a political party activity. In a functionalist perspective, change is integrated in culture. The culture of sholawatan that has grown very strong among the NU community, is another supporting aspect in the creation of charismatic permanence Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf as a Kiai. Charismatic leadership is raised on the emotional involvement of an individual in identifying the psychological individual of his followers in an effective way, which leads to cultural constancy adopted by certain community groups.Keywords : kiai, leadership, charismatic, hegemonyAbstrak Tulisan ini membahas tentang pola hegemoni kiai sebagai pemimpin kharismatik. Kiai mempunyai kedudukan strategis, sangat terhormat, bahkanberpengaruh besar pada perkembangan suatu komunitas. Penulis melakukan telaah terhadap fenomena Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf sebagai salah seorang kiai kharismatik. Kiaibukanlah sosok yang berpengalaman dan memiliki kemampuan profesional, tetapi secara sosial terbukti mampu memelopori proses perubahan sosial dalam masyarakat. Perspektif fungsionalis yang disampaikan oleh William F. Ogburn penulis gunakan sebagai sebuah pendekatan dalam memaknai kepemimpinan kharismatik kiai.Perspektif ini menganggap perubahan sosial sebagai suatu hal yang dapat mengacaukan keseimbangan masyarakat.Kiai bukan hanya membatasi arus budaya yang masuk, namun kiai berupaya memelopori perubahan Temuan utama didalam tulisan ini adalah kepatuhan yang terbentuk dari kharismatik seorang kiai mampu menghegemoni pengikutnya dengan sadar dan tanpa suatu paksaan. Kiai bukan hanya membatasi arus budaya yang masuk, namun kiai berupaya memelopori perubahan. Disisi lain Habib Syech bin Abdul Qadir Assegafcenderung menciptakan pembatasan hubungan terhadap suatu aktivitas partai politik. Dalam perspektif fungsionalis perubahan terintegrasi dalam kebudayaan.Budaya sholawatan yang sudah tumbuh sangat kuat dikalangan masyarakat NU, menjadi aspek pendukung lain dalam penciptaan kelanggengan kharismatik Habib Syech bin Abdul Qadir Assegafsebagai seorang Kiai. Kepemimpinan kharismatik dimunculkan atas keterlibatan emosional seseorang individu dalam mengidentifikasi psikologis individu pengikutnya dengan cara efektif, yakni mengarah pada keajegan budaya yang dianut oleh kelompok masyarakat tertentu.Kata kunci : kiai, kepemimpinan, kharismatik, hegemoni
Peranan PT. Sarana Pembangunan Palembang Jaya ( SP2J ) dalam Menyedikan Moda Transportasi di Kota Palembang Sutinah Andaryani
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 3, No 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.244 KB) | DOI: 10.36982/jpg.v3i3.674

Abstract

Abstract One indicator to see the economic development in a city, namely by looking at the transportation activities, especially land transportation and the pattern used by residents in one part of landuse (landuse). One part of landuse (landuse) in a city that can see the level and patterns of land transportation, namely in the "downtown" area. The other term 'urban center' or 'urban core'. Some consider the city center as the central bussines district. There is also a 'civic center'. Methodology This study uses descriptive qualitative method that provides an overview or state of the object under study based on data analysis that has been collected to obtain conclusions. In this study, the authors define the city center that is the area that is the core of government and economic activities of a city. Analysis of the results of land transportation in the city center can be seen from several indicators, namely from land transportation facilities and infrastructure located in the city center used by residents in downtown activities, the number of public transport routes through the city center, passenger data public as well as data on the number of ownership and users of private vehicles who perform activities / daily activities in the city of Palembang. The role of PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) in providing transportation mode in Palembang city are: BRT Transmusi Manager, budget planner of BRT Transmusi, BR BR Transmusi officer. There are several factors that influence the implementation of the role of PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) in providing land transportation mode in Palembang city, the factor if not able to overcome will hamper the role of PT Sarana Pembangunan Palembang.Keywords: transportation, city center Abstrak Salah satu indikator untuk melihat perkembangan ekonomi di suatu kota, yaitu dengan melihat aktivitas transportasi khususnya transportasi darat yang terdapat dan polanya yang digunakan penduduk  di salah satu bagian  penggunaan tanah (landuse). Salah satu bagian penggunaan tanah (landuse) di suatu kota yang dapat melihat tingkat dan pola transportasi darat, yaitu di kawasan “pusat kota”.  Istilah lainnya ‘urban center’ atau ‘urban core’. Ada yang menganggap pusat kota sebagai ‘central bussines district’’. Ada pula ‘civic center’. Metodologi Penelitian ini menggunakan deskriptif Kualitatif yaitu metode yang memberikan gambaran atau keadaan objek yang diteliti berdasarkan analisis data yang telah dikumpulkan untuk memperoleh kesimpulan. Pada penelitian ini, penulis mendefiniskan pusat kota yaitu kawasan yang merupakan inti dari aktivitas pemerintahan dan ekonomi suatu kota. Analisis hasil penelitian penggunaan transportasi darat di pusat kota dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu dari sarana dan prasarana transportasi darat yang terdapat di pusat kota yang digunakan oleh penduduk  dalam beraktivitas di pusat kota, jumlah trayek angkutan umum yang melewati kawasan pusat kota, data angkutan penumpang umum serta data jumlah kepemilikan dan pengguna kendaraan pribadi yang melakukan aktivitas/kegiatan sehari-harinya di kota Palembang. Peranan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J ) dalam menyediakan moda transportasi di kota Palembang adalah: Pengelola BRT Transmusi, perencana anggaran BRT Transmusi, Pelaksana anggara BR Transmusi. Hasil Penelitan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi Pelaksanaan peran PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) dalam menyediakan moda tranportasi darat di kota Palembang, faktor tersebut apabila tidak mampu untuk di atasi akan menghambat Peranan PT Sarana Pembangunan Palembang.Kata kunci : transportasi, pusat kota
Peran Motivasi Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Catatan Sipil Kota Palembang Rusdi Rusdi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 3, No 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.529 KB) | DOI: 10.36982/jpg.v3i3.675

Abstract

AbstrackThe purpose of this study is to find out how the role of work motivation to improve the performance of civil service official officers and what factors affect the performance improvement of civil servant officials of Palembang city. The method used in this research is research method qualitative data analysis techniques. Data collection is done by conducting interviews with Key informants that have been established. The achievement of the company's goals depends not only on modern equipment, facilities and complete infrastructure, but more dependent on the people who carry out the work. The success of an organization is strongly influenced by the performance of individual employees. Each organization will always strive to improve the performance of employees, with the hope that what the purpose of the office will be achieved. In improving the performance of employees must take several ways such as through education, training, appropriate compensation, create a conducive working environment and not escape from the provision of good work motivation. While the factors that affect the improvement of employee performance is a complete adequate office facilities, work environment, and work priorities.Keywords : performance, civil service, motivation.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran motivasi kerja untuk meningkatkan kinerja pegawai dinas sipil dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi peningkatan kinerja pegawai negeri sipil kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian teknik analisis data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dengan informan kunci yang telah ditetapkan. Pencapaian tujuan perusahaan tidak hanya tergantung pada peralatan modern, fasilitas dan infrastruktur lengkap, tetapi lebih tergantung pada orang-orang yang melakukan pekerjaan. Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja masing-masing karyawan. Setiap organisasi akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawan, dengan harapan apa tujuan dari kantor akan tercapai. Dalam meningkatkan kinerja karyawan harus mengambil beberapa cara seperti melalui pendidikan, pelatihan, kompensasi yang sesuai, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan tidak luput dari penyediaan motivasi kerja yang baik. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan adalah fasilitas kantor yang lengkap memadai, lingkungan kerja, dan prioritas kerja. Kata kunci : kinerja, pegawai negeri, motivasi
Peran Pemimpin Daerah dalam Menuju Terciptanya Good Governance Berdasarkan Prinsip-Prinsip Demokrasi di Pemerintahan Kabupaten Ogan Ilir Sunarto Sunarto; Beswin Welly
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 3, No 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.503 KB) | DOI: 10.36982/jpg.v3i3.676

Abstract

AbstractGovernment of the people) implies a government that is legitimate and guarantees in the eyes of the people. Legitimate and recognized government, which means democracy that gets recognition and gives people. The regional head as not in the organization responsible for activities related to rules or norms is based on regional autonomy, Article 10.12., 13 and 14 Paragraph (1) and (2) of Law Number 32 of 2004 concerning Regional Government, Government Regulation Number 38 of 2007 concerning the Division of Government Affairs, between Provincial Governments and Regency and City Regional Governments and Regulations Number 7 of 2008 concerning Deconcentration and Co-Administration. The authority of the government in matters that can be carried out by the regional head in the framework of work in accordance with Article 18 Paragraph (6) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.Keyword : Democracy, Good Governance, DeconcentrationAbstrakPemerintahan dari rakyat (goverment of the people ) mengandung pengertian dengan pemerintahan yang sah dan diakui di mata rakyat. Pemerintahan yang sah dan diakui (legitimate goverment) berarti suatu pemerintahan yang mendapat pengakuan dan dukungan yang diberikan rakyat. Kepala daerah sebagai unsur dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan kepala pemerintahan daerah otonom yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat atas prakarsa dan inisiatif daerah telah sesuai dengan kaidah atau norma norma berlandaskan asas otonomi daerah, Pasal 10,12.,13 dan 14 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahanan, antara Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten dan Kota serta Peraturan-Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Kewenangan pemerintah daerah dalam hal mengatur dan mengurus yang dimiliki oleh kepala daerah dalam rangka untuk mewujudkan kesejahteraan sesuai dengan otonomi daerah merupakan atribusi kewenangan sesuai dengan Pasal 18 Ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Kata kunci : Demokrasi, Good Governance, Dekonsentrasi
Analisis Dampak Pembangunan Taman Kota Di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Novia Kencana
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 3, No 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.191 KB) | DOI: 10.36982/jpg.v3i3.677

Abstract

Abstract Park city is one form of development located in urban environments on a large scale and can anticipate the impacts caused by the development of the city and can be felt by all citizens of the city. Park city is an important point in planning a city. This research is a qualitative descriptive research that can describe how social, economic, cultural and ecological impacts arise from the development of city park in Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu. From the results of data analysis and research, it can be concluded that the development of Park City is one element in urban development that gives positive and negative impact on society around Baturaja City from various sectors namely economic, social, culture and ecology. The most felt positive impact of the development of the city park is from the economic aspects of the increasing regional income of the City of Baturaja and the impact of social and cultural aspects of functioning as a place of recreation that can be enjoyed by the local community even outside the area. In addition, this park is able to increase social interaction between Baturaja residents, fostering love for the region itself while reminding about the history of the formation of the Baturaja region as the capital of Ogan Komering Ulu Regency. Whereas the negative impact that is most felt by the local community from the ecological aspect is that the city garden hygiene environment is under control due to lack of public awareness in maintaining the cleanliness and beauty of the city parkKeywords : Development Impact, City Park.Abstrak Taman kota adalah salah satu bentuk pembangunan yang terletak di lingkungan perkotaan dalam skala besar dan dapat mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan kota dan dapat dirasakan oleh semua warga kota. Taman Kota merupakan hal penting dalam sebuah perencanaan tata kota. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dapat menggambarkan bagaimana dampak sosial, ekonomi, budaya dan ekologi timbul dari perkembangan taman kota di Kabupaten Baturaja Ogan Komering Ulu. Dari hasil analisis data dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan Kota Taman merupakan salah satu elemen dalam pembangunan perkotaan yang memberikan dampak positif dan negatif pada masyarakat di sekitar Kota Baturaja dari berbagai sektor yaitu Ekonomi, Sosial, Budaya dan Ekologi. Dampak positif yang paling dirasakan dari pembangunan taman kota ini ialah dari aspek ekonomi yaitu semakin meningkatnya pendapatan daerah Kota Baturaja serta dampak dari aspek sosial dan budaya yaitu berfungsi sebagai tempat rekreasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat setempat bahkan juga masyarakat luar daerah. Selain itu taman ini mampu meningkatkan interaksi sosial antar warga Baturaja, menumbuhkan kecintaan terhadap daerah sendiri sekaligus mengingatkan tentang sejarah terbentuknya daerah Baturaja sebagai ibukota Kabupaten Ogan Komering Ulu. Sedangkan dampak negatif yang paling dirasakan oleh masyarakat setempat dari aspek ekologis yaitu lingkungan kebersihan taman kota yang kurang terkendali karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan taman kota. Kata kunci : Dampak Pembangunan, Taman Kota.

Page 1 of 1 | Total Record : 6