cover
Contact Name
Indah Riwayati
Contact Email
-
Phone
+628157772615
Journal Mail Official
cendekiaeksakta@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta
ISSN : 25285912     EISSN : 25482122     DOI : http://dx.doi.org/10.3194/ce
Cendekia Eksakta journal focuses upon aspects of exact sciences: engineering, agriculture, health and pharmacy . The Cendekia Eksakta journal is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
FORMULASI PASTA GIGI EKSTRAK ETANOL DAUN SUJI (Pleomele angustifolia N.E Brown) DENGAN VARIASI KONSENTRASI BAHAN PENGIKAT CMC NA : KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA SEDIAAN Elya Zulfa
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1795

Abstract

Daun suji (Pleomele angustifolia N.E Brown) memiliki khasiat antibakteri pada streptococcus aureus yang mana banyak terdapat di mulut. Pasta gigi merupakan salah satu bentuk sediaan yang cocok untuk kesehatan mulut. Kualitas pasta gigi yang baik ditentukan oleh suatu bahan pengikat salah satunya adalah CMC Na.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi bahan pengikat CMC Na pada pasta gigi ekstrak etanol daun suji terhadap karakteristik fisiko kimia. Ekstrak etanol daun suji diperoleh dengan metode maserasi, kemudian dibuat sediaan pasta gigi dengan variasi konsentrasi CMC Na yaitu 3,5%, 4,5%, 5,5%. Pasta gigi yang diperoleh dilakukan uji karakteristik fisik (organoleptis, viskositas, pH). Analisis data uji karakteristik fisiko kimia di analisis secara deskriptif. Sediaan pasta gigi ekstrak etanol daun suji dengan variasi konsentrasi CMC Na Menunjukkan hasil uji organoleptis berupa yaitu warna sediaan hijau muda, tekstur lembut, bau khas suji dan mint, rasa segar khas suji dan mint, serta homogen. Dengan adanya peningkatan konsentrasi CMC Na dapat meningkatkan viskositas dan pH sediaan. Kata kunci : CMC Na, daun suji (Pleomele angustifolia N.E Brown) , pasta gigi
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN SOKLETASI TERHADAP KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura) Anita Dwi Puspitasari; Lean Syam Proyogo
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar fenolik total pada ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura) dengan variasi metode ekstraksi. Ekstraksi daun kersen dilakukan secara maserasi dan sokletasi menggunakan pelarut etanol. Kadar fenolik total ditetapkan menggunakan metode Spektrofotometri visibel dengan pereaksi Folin Ciocalteau. Prinsip dari metode ini adalah terbentuknya senyawa kompleks berwarna biru dari fosfomolibdat-fosfotungstat yang direduksi senyawa fenolik dalam suasana basa yang dapat diukur secara spektrofotometri UV-Visibel. Metode ini dapat digunakan untuk penentuan kadar fenolik total yang dihitung sebagai asam galat dengan persamaan regresi y = 0,05864x + 0,08371 dan koefisien korelasi r = 0,99675. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total dalam ekstrak etanol daun kersen dengan metode maserasi adalah 1,163 mg QGA/g ekstrak dan metode sokletasi adalah 2,53 mg QGA/g ekstrak. Dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi berpengaruh terhadap kadar fenolik total dalam ekstrak etanol daun kersen. Kata kunci : daun kersen, fenolik total, maserasi, sokletasi
PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI NATA DE SOYA (AMPAS TAHU) SEBAGAI BENTUK WASTE TO PRODUCT UKM TAHU Harianingsih Harianingsih; Suwardiyono Suwardiyono
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1796

Abstract

Nata de Soya merupakan salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku edible film karena mengandung senyawa selulosa. Nata ini dibuat dari ampas tahu yaitu limbah padat yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu. Ampas tahu biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak.Pengelolaan limbah dalam industri pembuatan tahu merupakan salah satu dari contoh teknik pengelolaan limbah secara Waste to Product yaitu menggunakan kembali limbah hasil pabrik tahu sebagai bahan baku produk baru yang memiliki nilai tambah. Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi tiga proses antara lain pembibitan stater, pembuatan nata de soya dengan proses fermentasi, kemudian pembuatan edible film. Pada pembuatan edible film dari nata de soya ini dilakukan dengan variasi penambahan gliserol yaitu 1%, 1,5% dan 2%. Ketebalan merupakan parameter penting yang berpengaruh terhadap penggunaan film dalam pembentukan produk yang akan dikemasnya. Ketebalan dapat mempengaruhi laju trnsmisi uap, gas, dan senyawa volatil serta sifat fisik lainnya.Ketebalan edible film 0.1 mm pada penambahan 1% gliserol, 0,12 mm pada penambahan gliserol 1,5% dan 0,15 mm pada penambahan 2% gliserol. Kata kunci: edible film, gliserol, nata de soya
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (Momordica charantia L) DENGAN PEMANIS SUKROSA- LAKTOSA-ASPARTAM Atik Wulandari; Sugiyono Sugiyono
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1792

Abstract

Ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia L.) secara empiris dimanfaatkan sebagai obat batuk khususnya mukolitik. Agar praktis digunakan dan menutupi rasa pahit dari ekstrak, maka dibuat tablet hisap menggunakan pemanis sukrosa-laktosa-aspartam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan sifat fisik tablet hisap dan tanggapan responden pada tablet hisap ekstrak etanol daun pare dengan pemanis sukrosa-laktosa-aspartam. Ekstrak etanol daun pare dibuat secara maserasi dengan etanol 70%. Tablet hisap ekstrak etanol daun pare dibuat dengan metode granulasi basah dalam 5 formula yang mengandung 0,3% ekstrak dengan kombinasi pemanis sukrosa-laktosa- aspartam (F1 0%-82%-10%, FII 20,5%-61,5%-10%, FIII 41%-41%-10%, FIV 61%-20,5%-10%, FV 82%-0%-10%. Tablet hisap diuji sifat fisiknya yang meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu melarut, dan uji tanggap rasa. Data yang diperoleh dibandingkan dengan persyaratan dalam pustaka serta dianalisis secara statistik.Hasil tanggap rasa dianalisis secara deskriptif. Analisis statistik terhadap kekerasan dan kerapuhan menggunakan ANOVA satu jalan, untuk uji kerapuhan dilanjukan uji Tuckeydengan taraf kepercayaan 95%. Analisis keseragaman bobot dan waktu melarut tablet dianalisis dengan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemanis sukrosa-laktosa-aspartam menghasilkan perbedaan kerapuhan tablet hisap pada FI. Tablet hisap ekstak etanol daun pare yang dapat diterima sebanyak 80% responden adalah FIV dengan kombinasi sukrosa-laktosa-aspartam (61%-20,5%-10%). Kata kunci : Ekstrak Etanol Daun Pare, Sukrosa-Laktosa-Aspartam, Tablet hisap.
THE ANTIHYPERPIGMENTATION EFFECT PARE LEAVES (Momordica charantia L.) ETHANOL EXTRACT ON GUINEA PIG (Cavia porcellus) SKIN Risha Fillah Fithria; Yance Anas; Febi Ariska Wahyu Putri
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1797

Abstract

Hiperpigmentasi pada kulit telah terbukti dapat diatasi dengan ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia L.) (EEDP) secara invitro. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antihiperpigmentasi EEDP pada kulit Guinea pig (Cavia porcellus). Peneitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized matched post test only control group design. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan cairan penyari etanol 70%. Dua puluh lima ekor Guinea pig dipapar sinar ultraviolet B 2 menit/hari selama 2 minggu, kemudian dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok negatif diberi dimethyl sulfoxide (DMSO); kelompok positif diberi krim farma yang mengandung hydroquinone 4%, tretinoin 0,05%, and fluocinolone acetonide 0,01%; serta kelompok perlakuan diberi EEDP 200, 400, and 600 ppm. Seluruh perlakuan diberikan sekali sehari selama 2 minggu kemudian dilakukan biopsi jaringan. Uji histopatologi dilakukan menggunakan pewarnaan fontana-masion dan nuclear fast red. Perbedaan jumlah melanin pada seluruh kelompok dianalisa menggunakan uji Kruskal Wallis, diikuti dengan Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Data menunjukkan bahwa EEDP terbukti mempunyai efek antihiperpigmentasi dan seluruh kelompok EEDP mempunyai efek yang lebih baik dibanding dengan sediaan krim farma.Kata Kunci : Antihiperpigmentasi, Daun Pare, Guinea pig, Melanin.
ANALISA KEAUSAN CYLINDER BEARING MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC DENGAN VARIASI KONDISI PELUMAS Darmanto Darmanto; Wahid Nasruddin; Imam Syafa’at
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1793

Abstract

Pin-on-disc merupakan salah satu komponen dari tribotester yang berfungsi untuk menguji tingkat keausan dan gesekan dari suatu material. Pin-on-disc terdriri dari pin yang berbentuk cylinder dan disc berbentuk piringan yang terbuat dari material baja st. 90. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat volume keausan dari pin dengan menggunakan variasi kondisi pelumasan. Pin diuji tanpa pelumasan, serta menggunakan pelumas SAE 40, SAE 90 dan SAE 140. Volume keausan tertinggi terletak pada pengujian tanpa pelumas yaitu 0,011 cm3 dengan panjang jarak tempuh 7,24 Km, sedangkan volume keausan tertinggi pada pengujian menggunakan pelumasan adalah sama yaitu 0,0038 cm3, namun yang membedakan adalah panjang jarak tempuh yang diperlukan. Sedangkan faktor keausan pin tanpa pelumas adalah 1,4 x 10-9 cm3/N.cm, sedangkan nilai faktor keausan pada masing – masing kondisi pelumasan SAE 40, SAE 90 dan SAE 140 adalah 6,8 x 10-11 cm3/N.cm, 4,7 x 10-11 cm3/N.cm dan 4,8 x 10-11 cm3/N.cm. Keyword: Keausan pin, Pin-on-disc, Variasi pelumasan
DETEKSI WAJAH BERBASIS SEGMENTASI WARNA KULIT MENGGUNAKAN RUANG WARNA YCbCr & TEMPLATE MATCHING Rony Wijanarko; Nugroho Eko
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1799

Abstract

Deteksi Wajah merupakan bagian penting dalam pengolahan citra digital untuk menentukan lokasi, ukuran dan jumlah wajah dalam citra. Deteksi wajah merupakan tahap awal dalam system pengenalan wajah yang digunakan untuk identifikasi personal, interaksi manusia-komputer, system pemantau, hukum-kriminal dan sebagainya. Penelitian ini menyajikan Deteksi wajah dengan metode segmentasi warna kulit & template matching. Langkah pertama membuat model warna kulit dengan mentransformasikan ke dalam YCbCr kemudian mencari angka rerata warna kulit wajah. Selanjutnya membangun distribusi Gaussian untuk crhoma chart yang menunjukkan kemungkinan warna kulit. Adaptive tresholding digunak an untuk mempertegas area kulit dan bukan kulit disajikan dalam citra biner. Segmentasi area kulit dilakukan dengan pelabelan. Kandidat wajah diperoleh dari perhitungan jumlah lubang pada area kulit tersegmentasi, perhitungan rasio lebar-tinggi wajah dan pencocokan dengan template wajah (template matcing). Centroid dari wajah yang terdeteksi dihitung dan ditempatkan penanda di centroid wajah pada citra. Berdasarkan uji coba dengan tool Matlab 2011 dengan dataset diambil dari FDDB ( Face Detection Data Set and Benchmark ), akurasi deteksi yang didapat dari uji coba terhadap 76 citra dengan bervariasi background dan Tingkat pencahayaan mencapai 81,58%. Kata Kunci : Deteksi Wajah, Model Warna Kulit, segmentas Warna kulit, Template Matching.
ANALISIS EKONOMI USAHATANI SAPI POTONG DI KELURAHAN PLALANGAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Dewi Hastuti; Shofia Nur Awami
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usahatani sapi potong yang meliputi modal, biaya, penerimaan, pendapatan dan Break Even Point (BEP) . Penelitian dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Desember 2016 dengan lokasi di Kelurahan Plalangan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei untuk mengumpulkan data primer dari responden dan data sekunder dari dinas terkait. Responden diambil secara purposive sampling. Analisis ekonomi menggunakan analisis modal atau investasi, biaya, penerimaan, pendapatan dan BEP untuk usahatani penggemukan sapi potong. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani sapi potong merupakan usaha rumah tangga yang dikelola secara tradisional dengan jumlah modal atau investasi sebesar Rp. 9.946.363,06 per ekor, total biaya Rp. 21.174.324 per periode, dengan penerimaan sebesar Rp. 31.375.000 dan pendapatan Rp. 10.200.676 per periode. Nilai BEP harga jual sapi per ekor sebesar Rp. 11.580.356 hal ini berarti lebih rendah dari harga jual oleh petani yaitu sebesar Rp. 15.895.833, petani masih mendapatkan keuntungan. Sedangkan BEP unit adalah 1,33 hal ini berarti bahwa peternak akan memperoleh keuntungan apabila memelihara lebih dari 1 ekor sapi. Dan rata rata peternak memelihara 2 ekor sapi potong. Kata kunci :analisis ekonomi, BEP, usahatani sapi potong
AKTIVITAS ANTIBAKTERI PIGMEN KAROTENOID KHAMIR Phaffia rhodozyma TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Bacillus subtilis ATCC 6231 SECARA IN VITRO Cahya Rahma Utami; M. Ryan Radix Rahardhian; Indah Sulistyarini
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1800

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyebab paling utama tingginya angka kesakitan dan kematian. Salah satu bakteri penyebab infeksi yaitu Bacillus subtilis. Khamir Phaffia rhodozyma merupakan salah satu mikroorganisme penghasil karotenoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pigmen karotenoid khamir Phaffia rhodozyma serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri pigmen karotenoid khamir Phaffia rhodozyma dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3% terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis ATCC 6231. Hasil identifikasi karotenoid menggunakan metode KLT menunjukkan adanya karotenoid jenis astaksantin bebas dalam khamir Phaffia rhodozyma dengan harga Rf 0,31 dan karotenoid jenis lain dengan harga Rf 0,91. Identifikasi bakteri Bacillus subtilis dengan pereaksi nitrat memberikan hasil positif terbentuknya warna merah muda pada media NB. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan karotenoid dari khamir Phaffia rhodozyma memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus subtilis ATCC 6231 dengan rata-rata diameter daya hambat pada konsentrasi 1%, 2% dan 3% berturut-turut sebesar 0,762 cm; 0,976 cm; 1,263 cm; dan rata-rata diameter daya hambat kontrol positif sebesar 1,776 cm. Hasil uji SPSS menunjukkan ada perbedaan (p<0,05) masing-masing kelompok ekstrak (1%, 2%, 3%) dan kontrol positif (siprofloksasin) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis ATCC 6231. Kata kunci : antibakteri, Bacillus subtilis, karotenoid, Phaffia rhodozyma
DETEKSI WAJAH BERBASIS SEGMENTASI WARNA KULIT MENGGUNAKAN RUANG WARNA YCbCr & TEMPLATE MATCHING rony wijanarko
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.4081

Abstract

Deteksi Wajah merupakan bagian penting dalam pengolahan citra digital untuk menentukan lokasi, ukuran dan jumlah wajah dalam citra. Deteksi wajah merupakan tahap awal dalam system pengenalan wajah yang digunakan untuk identifikasi personal, interaksi manusia-komputer, system pemantau, hukum-kriminal dan sebagainya. Penelitian ini menyajikan Deteksi wajah dengan metode segmentasi warna kulit & template matching. Langkah pertama membuat model warna kulit dengan mentransformasikan ke dalam YCbCr kemudian mencari angka rerata warna kulit wajah. Selanjutnya membangun distribusi Gaussian untuk crhoma chart yang menunjukkan kemungkinan warna kulit. Adaptive tresholding digunak an untuk mempertegas area kulit dan bukan kulit disajikan dalam citra biner. Segmentasi area kulit dilakukan dengan pelabelan. Kandidat wajah diperoleh dari perhitungan jumlah lubang pada area kulit tersegmentasi, perhitungan rasio lebar-tinggi wajah dan pencocokan dengan template wajah (template matcing). Centroid dari wajah yang terdeteksi dihitung dan ditempatkan penanda di centroid wajah pada citra. Berdasarkan uji coba dengan tool Matlab 2011 dengan dataset diambil dari FDDB ( Face Detection Data Set and Benchmark ), akurasi deteksi yang didapat dari uji coba terhadap 76 citra dengan bervariasi background dan Tingkat pencahayaan mencapai 81,58%. Kata Kunci : Deteksi Wajah, Model Warna Kulit, segmentas Warna kulit, Template Matching.

Page 1 of 1 | Total Record : 10