Healthcare Nursing Journal
Healthcare Nursing Journal merupakan salah satu Journal Elektronik yang dikelola oleh Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Jurnal ini terbit secara berkala, dan merupakan fasilitas bagi civitas akademika pada bidang kesehatan dan keperawatan. Memuat berbagai karya tulis ilmiah hasil penelitian, pengabdian, kajian pustaka, dan praktikum dengan ruang lingkup ilmu keperawatan. Healthcare Nursing Journal mewadahi hasil karya Dosen, Mahasiswa, dan pakar kesehatan lainnya sebagai sarana publikasi secara ilmiah.
Articles
554 Documents
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kecemasan Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi
Neng Fauziyah;
Yohan Frans Unmehopa;
Rosliana Dewi
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2833
Diabetes Melitus juga dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. Pada penderita DM diharuskan menjalani beberapa pengobatan dan perubahan pola hidup. Perubahan hidup yang mendadak membuat penderita DM menunjukan reaksi psikologis seperti kecemasan yang meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kecemasan pada penderita Diabetes Melitus. Jenis penelitian ini korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel sebanyak 52 responden, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner baku. Analisis statistik menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan mekanisme koping dengan kecemasan (p-value 0,003). Kesimpulan, terdapat hubungan mekanisme koping dengan kecemasan pada pasien DM di Wilyah kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi. Diharapkan penelitian ini menjadi masukan untuk memberikan penyuluhan tentang mekanisme koping dengan kecemasan pada pasien diabetes melitus agar kedepannya berdampak lebih baik terhadap kesehatan
Program Siaga Ibu Muda (Rasi-Bunda) dalam Upaya Mencegah Stunting Pada Ibu Menikah Usia Dini Di Wilayah Kerja Singkawang Utara 1
Dwi Sulistyawati;
Marsia Marsia;
Revani Hardika
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2809
Program RASI-BUNDA dalam upaya mencegah stunting merupakan program yang dibentuk sebagai upaya pencegahan stunting pada ibu menikah dini. Program ini meliputi edukasi, brainstorming, dan problem solving. Materi yang diberikan berupa persiapan kehamilan, persiapan kehamilan, dan gizi seimbang. Sehingga berpotensi menjadi acuan dan diaplikasikan jika benar teruji secara ilmiah dapat mencegah stunting pada ibu menikah usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pra-experiment with pre-test and post test with control group yang mana penelitian ini menggunakan control grup. Populasi target dalam penelitian ini adalah ibu yang menikah usia dini (dengan umur 16-20 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Singkawang Utara IPemberian Edukasi dengan Kelas RASIBUNDA secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang Stunting dan 1000 HPK dengan p value 0,000 ( 0,05). Pemberian Edukasi dengan Kelas RASIBUNDA secara signifikan dapat meningkatakan pengetahuan dan sikap responden tentang Status Gizi dengan p value 0,000 (0,05)Puskesmas dapat memanfaatkan dan mengadopsi metode peningkatan pengetahuan dan sikap dalam pencegahan stunting terutama dengan media Pendidikan yaitu Modul RASIBUNDA dan sistem diskusi sehingga proses transfer informasi lebih bersifat interaktif atau komunikasi aktif. Responden diharapkan siap dan mampu menerapkan pengetahuan yang didapatkan serta meningkatkan sikap yang baik dalam mencegah stunting.
Analisis Hubungan Self Efficacy dengan Kejadian Tb Paru di Puskesmas Tamalanrea
Suarnianti Suarnianti; Yusran Haskas
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2836
Tuberkulosis paru merupakan suatu penyakit menular yang infeksinya dapat disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dan sering ditemukan menyerang paru-paru namun dapat juga menyerang organ lainnya. Hal tersebut menjadikan Tuberculosis paru sebagai penyebab kematian tertinggi ke-3 di dunia setelah penyakit arteri coroner (jantung iskemik) dan stroke. Self-efficacy sangat dibutuhkan oleh penderita TBC karena merupakan kekuatan positif dalam diri pasien berupa keyakinan melewati proses pengobatan sampai sembuh. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan self-efficacy dengan kejadian TB Paru di Puskesmas Tamalanrea. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki self-efficacy tinggi berjumlah 37 responden, dimana terdapat 43,2% yang mengalami suspek TB paru dan 56,8% yang mengalami TB paru BTA (+), sedangkan responden yang memiliki self-efficacy rendah berjumlah 10 responden, dimana terdapat 0,0% yang mengalami suspek TB paru dan 100,0% yang mengalami TB paru BTA (+).
The Effectiveness of Coughing Effectively for Removing Secretions In Clients of Bronchial Asthma : Case study
Andan Firmansyah;
Shofi Nurwahidah;
Dadi Hamdani;
Ade Fitriani;
Asep Gunawan
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2825
Bronchial asthma is a chronic inflammatory disease that causes swelling and narrowing of the airways, causing increased hyperreactivity and airway hyperresponsiveness. The purpose of this case study is to gain real experience in providing direct nursing care to children suffering from bronchial asthma with a diagnosis of ineffective airway clearance. The method used by the author is descriptive analysis method in the form of case studies, with reports of nursing care through the nursing process approach. Subjects in children with bronchial asthma with ineffective airway clearance problems. Meanwhile, the data collection includes interviews, observations, physical examinations and documentation studies. The results of the case study at the assessment stage revealed that the client complained of shortness of breath accompanied by coughing up phlegm. The intervention and implementation used to overcome the accumulation of secretions is to practice effective coughing techniques which are carried out once a day. The conclusion of virginity care for children with bronchial asthma with ineffective airway clearance is partially resolved. Giving effective cough intervention is very efficient in removing secretions with the secretions being successfully removed.
Smartphone Addiction and Sleep Disorder among Students at SDN Setonorejo 1 Kras Kediri
Erva Elli Kristanti
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2837
Addiction is a initial habit that is always done without self-control. Addiction according to the KBBI is a physical and mental addiction or dependence on a substance. The bad effects of internet addiction are concentration problems, sleep pattern disturbances that can have a bad impact on performance. The objective of this study was to identify the description of Smartphone Addiction at State Elementary Setonorejo Kras Kediri. The research method used was descriptive. Data retrieval was carried out using the Chen Internet Addictional Scale (CIAS) to obtain smartphone incident data. The number of research respondents were 27 students at State Elementary Setonorejo Kras Kediri. Based on the results of the study, it was found that most of the students of State Elementary Setonorejo Kras Kediri did not experience Smartphone Addiction as many as 20 students (74.07%) but there were students who were at risk of experiencing Smartphone Addiction as many as 7 students (28.93%). Meanwhile, disturbances in initiating sleep did not occur at State Elementary Setonorejo Kras Kediri as many as 27 (100%). Based on these results, it was necessary for the cooperation of the school and parents to break the level of gadget addiction so that students can continue to achieve achievement
Latihan Mobilisasi Untuk Meningkatkan Proses Pemulihan Pasca Operasi Laparatomi Pada Pasien Peritonitis
Ade Fitriani;
Wina Widianti;
Lilis Lismayanti;
Andan Firmansyah;
Dadi Hamdani
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2835
Studi ini dilakukan untuk mempresentasikan intervensi latihan mobilisasi untuk meningkatkan proses pemulihan pada pasien dengan gangguan mobilitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode asuhan keperawatan, mencakup pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi yang dilakukan selama 2 hari di ruangan Anggrek BLUD RSU Kota Banjar dan 1 hari di rumah klien yang bertempatkan di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Diagnosa keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik berhubungan dengan Kelemahan Fisik Pasca Operasi dengan nomor diagnosa D.0054, diberikan intervensi mobilisasi selama 4 hari dengan durasi waktu 30 menit dalam sehari, setelah intervensi dilakukan, masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik terhadap klien teratasi ditandai dengan peningkatan kekuatan otot yang semula kekuatan otot eksremitas atas 4 dan eksremitas bawah 3 menjadi 5 untuk kekuatan otot eksremitas atas dan 4 untuk kekuatan otot eksremitas bawah, serta meningkatnya pola aktivitas pada klien secara mandiri. Pemberian intervensi mobilisasi terbukti bermanfaat untuk meningkatkan proses pemulihan pasca operasi, manfaat terap akan maksimal apabila dilakukan secara berkala dan bertahap
Pengaruh Resistance Training Terhadap Body Mass Index (BMI) pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
Yusran Haskas;
Suarnianti Suarnianti
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2845
Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein akibat dari kekurangan fungsi insulin. Penyakit diabetes melitus adalah penyakit tidak dapat disembuhkan, akan tetapi penderita diabetes melitus dapat hidup sehat apabila dapat mengontrol gula darah dengan baik. Salah satu penyebab penderita diabetes kesulitan dalam mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil yaitu kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga serta pola makan yang tidak dijaga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh resistance training terhadap Body Mass Index (BMI) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Preexperimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 pasien. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisa menggunakan uji Wilcoxon.
Pengaruh Rendam Duduk Dengan Air Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Sendi
Muhammad Fauzi;
Brilyan Anindya Dayfi;
Endang Setiawaty
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2857
Nyeri adalah perasaan tidak nyaman yang betul-betul subyektif dan hanya orang yang menderitanya dapat menjelaskan dan mengevaluasinya. Proses rendam terutama rendam duduk dengan air hangat merupakan rendam tubuh dari pinggang sampai ke pantat dengan menggunakan air hangat yang dapat memberikan efek vasodilatasi sehingga dapat meningkatkan aliran darah kebagian tubuh yang mengalami cedera (memperbaiki sirkulasi), mengendorkan (otot, tendon, dan ligament), mempercepat penyembuhan jaringan, mengurangi nyeri dan peradangan, serta membersihkan luka kotor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan menggunakan rancangan “One Group Pretest-Postest Design”. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisa data eksperimen untuk mengetahui pengaruh rendam duduk dengan air hangat terhadap tingkat nyeri sendi dengan menggunakan uji t-test pada taraf signifikan 5%. Hasil analisa statistic dengan uji t didapatkan nilai t-hitung = 18,79 > t-tabel = 1,70 dengan tingkat signifikan 0,05. Jadi ada pengaruh yang signifikan antara pemberian rendam duduk dengan air hangat terhadap tingkat nyeri sendi pinggang pada lansia.
Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dengan Self Assessment Pemantauan Gerak Janin Pada Ibu Hamil
Novita Triyuliandari;
Dian Roza Adila;
Dewi Kurnia Putri
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2860
Self assessment merupakan penilaian diri dalam proses memandang diri sendiri. Dalam pemantauan gerakkan janin, self assessment penting dilakukan untuk mengetahui kesejahteraan janin, sehingga dapat menurunkan kejadian IUFD. Perlu adanya peran tenaga kesehatan dalam memotivasi ibu hamil untuk mendeteksi gerakan janin agar tidak terjadi komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan terhadap self assessment pemantauan gerak janin pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatakan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 ibu hamil trimester III yang berada di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru dengan teknik sampel yaitu accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang di uji dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 44 responden (56,4%) memiliki peran tenaga kesehatan yang baik dan 48 responden (61,5%) memiliki self assessment yang baik dalam pemantauan gerakkan janin. Terdapat hubungan antara peran terana kesehatan terhadap self assessment pemantauan gerak janin pada ibu hamil dengan nilai P value 0,011 (<0,05). Semakin baik peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi terkait pemantauan gerakkan janin maka semakin baik self assessment pemantauan gerakkan janin pada ibu hamil. Diharapkan kepada ibu hamil dapat mempertahankan self assessment pemantauan gerakkan janin dirumah.
Cooperative Learning Approach in Increasing Knowledge of First Aid for Bleeding
Elfi Rahmawati;
Didik Susetiyanto Atmojo;
Puguh Santoso
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2866
Bleeding that occurs due to trauma needs to be treated early to stop it as soon as possible. Trauma events often occur in the community so that it is hoped that there will be a positive contribution from students who are part of the community to provide first aid to victims who experience bleeding quickly and accurately. The purpose of this study was to determine the increase in knowledge of KSR team students on first aid for bleeding. This research was conducted at SMA Negeri 1 Kediri. The population in this study were members of the KSR who had never received the material and practice of first aid for bleeding before. This study uses a pre-experimental one group pre-post test design. Filling out the questionnaire was carried out before and after the intervention, respondents were given health education, discussions, and brief training on first aid in cases of bleeding in groups. This study used the Wilcoxon statistical test with a = 0.05. The variable in this study was knowledge of first aid on bleeding.