cover
Contact Name
Ade
Contact Email
ade.sri.w@unib.ac.id
Phone
+62736344087
Journal Mail Official
inersia@unib.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Jl. W.R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Inersia : Jurnal Teknik Sipil
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20869045     EISSN : 26865017     DOI : https://doi.org/10.33369/ijts
Core Subject : Engineering,
Each volume contains two editions. The first edtion is published in April and the second one in October. This journal accomodates the research result in the area of civil engineering, i.e. Construction Management, Geotechnical Engineering, Structural Engineering, Transportation Engineering and Water Resources Engineering.
Articles 216 Documents
ANALISIS STABILITAS LERENG MODIFIKASI- STABILISASI TANAH DENGAN PENAMBAHAN KAPUR (Studi Kasus Area Kantor Pemda Seluma) mawardi, mawardi
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.1.54-62

Abstract

ABSTRACTSeluma regency area often occurs landslide disaster and one of them is located in Local Government Authority Seluma area. This study aims to analyze the stability of the slope by using finite element method, so it is known that the safety factor (SF) and the soil type.  The study was started by testing physical and mechanical properties of the soil, then slope stability analysis was done by finite element method program to find out FK. The result of soil physical properties test shows that the land on the slope of Local Government Authority Seluma area is clay soil. Calculation of slope stability analysis using finite element method by considering the effect of pore water to get the safest result on slope cement stabilization soil 1 Contour A, SF= 1,817 with a slope angle of 34o. The slopes studied in the Local Government Authority in Seluma Regency are all prone to landslides or unsafe because SF is < 1,5. Based on the results of the research from the safest slope, it was concluded that the value of the Safety Factor (SF) of soil stabilization of limestone was 1,817 bigger than the value of the safety Factor (SF) of soil compaction was 1,619 and the value of the safety Factor (SF) of soil compaction was 1,399 bigger than the value of the safety Factor (SF) of the original soil was 1,483.Key Words : Finite Element Method, Safety Factor, Modifications slope, Slope StabilityABSTRAKAreal Kabupaten Seluma sering terjadi peristiwa longsor dan salah satunya berada di kawasan Kantor Pemda Seluma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng dengan menggunakan metode finite element, sehingga diketahui faktor keamanan (FK) dan jenis tanah. Penelitian dimulai dengan melakukan uji sifat fisis dan mekanik tanah, kemudian dilakukan analaisis stabilitas lereng dengan metode finite element untuk mengetahui FK. Hasil pengujian sifat fisis tanah menunjukan bahwa tanah pada lereng dikawasan Kantor Pemda Seluma adalah tanah lempung. Perhitungan analisis stabilitas lereng menggunakan metode finite element dengan mempertimbangkan pengaruh air pori mendapatkan hasil yang paling aman pada tanah stabilisasi Kapur lereng 1 Kontur A, FK= 1,817 dengan kemiringan sudut lereng 34o. Lereng yang diteliti di kawasan Kantor Pemda Seluma semuanya rawan longsor atau tidak aman karena FK < 1,5. Berdasarkan hasil penelitian dari lereng yang paling aman disimpulkan bahwa nilai Faktor Keamanan (FK) tanah stabilisasi Kapur adalah 1,817 lebih besar dari nilai Faktor Keamanan (FK) Tanah pemadatan adalah 1,619 dan nilai Faktor Keamanan (FK) tanah pemadatan adalah 1,619 lebih besar dari nilai Faktor Keamanan (FK) tanah asli adalah 1,483Kata Kunci : Metode Finite Element, Faktor Aman, lereng modifikasi, Stabilitas Lereng
ANALISIS NILAI CBR DESAIN TANAH DASAR DENGAN DYNAMIC CONE PENETROMETER PADA PEKERJAAN LONGSORAN STA 1+600, RUAS 041 RUAS JALAN NASIONAL PADANGSIDIMPUAN – BATAS SUMBAR Muda, Anwar
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.1.21-27

Abstract

The background of the research is that landslides often occur at the location of sta 1+600, section 041 or to be precise in Purba Lamo Village, Lembah Sorik Marapi District Mandailing Natal Regency, North Sumatra,  and efforts have been made with emergency handling with coconut stem stakes and assisted with sand back. slides still occur. In 2021, landslides will be handled at this location, but the avalanches are not handled, but instead a road route is diverted with the aim of avoiding and keeping traffic away from the landslide point location. Meanwhile, the work of diverting the route of this road is the same as making a new road, where every new road construction requires data on the carrying capacity of the subgrade by testing the CBR value. To get the CBR value of the subgrade in this study, the Dynamic Cone Penetrometer (DCP) test was carried out.The results of the DCP test showed that the CBR value of the subgrade design was 1.80%, so that this soil was classified as a soil that had poor subgrade bearing capacity or organic soil. 
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG (FLY ASH) SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Azizah, Titanya; Wahyuni, Ade Sri; Islam, Mukhlis; Gunawan, Agustin; Afrizal, Yuzuar
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.1.28-34

Abstract

Mortar is material used in non-structural elements. The increasing of quality of the mortar can be obtained by adding other alternative materials to its constituent materials. The materials that have pozzolan characteristic can increase the compressive strength of the mortar. Fly ash has a pozzolan characteristic and contains silica so that it can be used as an additive to cement. This study aims to know the compressive strength of mortar by using fly ash as the additional material of cement with the ratio of cement to fine agregate were 1pc : 3ps on 14, 21, and 28 days. The sample of the mortar is a cuboid sized 50mm x 50mm x 50mm. The variations of fly ash used were 5%, 10%, 15%, and 20% with 7 samples in each variations. The range of initial flow values was between 105%-115% (SNI 03-6882-2002). The biggest compressive strength value for normal mortar is 11.15 MPa and the biggest compressive strength for the variation of mortar is 14.43 MPa at 15% variation at 28 days. The percentage increase in the compressive strength of the mortar is 29,48% from normal mortar.
Analisis Kerusakan Jalan Berdasarkan Metode Surface Distress Index (Sdi) (Studi Kasus : Jalan Meranti Kota Pekanbaru Provinsi Riau) -, Muhaimin; -, Winayati; Soehardi, Fitridawati
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.1.35-40

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi yang paling sering digunakan oleh sebagian besar masyarakat, sehingga mempengaruhi aktifitas masyarakat sehari-hari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Jenis dan tingkat kerusakan jalan Meranti beserta jenis penanganannya. Panjang jalan yang diteliti pada penelitian ini adalah sejauh ±1600 m yang nantinya akan dibagi menjadi empat segmen dengan panjang masing-masing tiap segmen 400 m. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Data yang diperlukan dalam melakukan penelitian ini adalah berupa dimensi kerusakan baik itu panjang, lebar dan kedalaman kerusakan. Berdasarkan hasil data dilapangan yang telah diolah didapatkan jenis dan tingkat kerusakan jalan seperti jalan berlubang 25,094%, Retak 67,381% dan alur bekas roda kendaraan sebesar 7,482%. Sedangkan untuk kondisi dan jenis penanganan kerusakan pada jalan Meranti Kota pekanbaru adalah pada Segmen I, II dan IV masuk kedalam kategori Baik dengan jenis penanganan kerusakannya adalah Pemeliharaan Rutin dan pada segmen III masuk kedalam kategori rusak ringan dimana penanganan kerusakannya adalah rehabilitasi jalan.
PERILAKU DAN KETAHANAN STRUKTUR RUMAH VERNAKULAR DESA GUNUNG ALAM LEBONG TERHADAP GEMPA BUMI Bahri, Samsul; Hanif, muhammad Fauzan; Islam, Mukhlis; Prihatiningrum, atik
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.1.1-10

Abstract

Lebong Regency is an earthquake-prone area in Bengkulu Province. This is because Lebong Regency is located adjacent to the Bukit Barisan Mountains which are included in the earthquake-prone zone and in the line of active faults. This research was conducted at Mr. Sonid’s vernacular house in Gunung Alam Village, Pelabai District, Lebong Regency to determine the behavior and the resistance of its structure.The behavior and resilience of the vernacular house structure against earthquakes is analyzed based on SNI 1726:2019. The analysis was carried out using SAP 2000 software to obtain the actual internal forces in the form of bending moment (M), shear force (V), and compressive force (P).The capacity of the wood structure was analyzed using the Load and Resistance Factor Design (LRFD) method which refers to SNI 7973:2013 to obtain adjusted moment capacity values (M'), adjusted compression capacity (P'), and adjusted shear capacity (V').The results of structural analysis of earthquakes produce the same actual internal forces in medium and soft soil conditions so that all structural elements of the vernacular house have the same structural behavior.Analysis of the capacity of the wooden structure results the adjusted internal forces of some structural elements which are smaller than the actual internal forces, so that the vernacular house structure is unable to withstand the forces that occur. However, based on the earthquake and its impact until this research was conducted, the condition of the vernacular house still stands strong without any damage to its structural elements.
STUDI POTENSI LIKUIFAKSI PADA SEKITAR JALAN JAMUR KELURAHAN BALAROA KOTA PALU Triandys, Risma; Oktaviana, Ida Sri; Irdhiani, Irdhiani
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.1.%p

Abstract

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah di Indonesia yang rawan terjadi gempa bumi berkekuatan besar dan dampak kerusakan yang ditimbulkannya cukup luas. Pergerakan tanah yang diduga diakibatkan oleh likuifaksi di perumahan Balaroa dan Petobo termasuk yang paling banyak merenggut korban jiwa dan merusak berbagai sarana dan prasarana. Dari hasil pengamatan di lapangan juga mendapatkan informasi adanya campuran air dan lumpur pasir yang keluar dari dalam tanah pada beberapa lokasi di kota Palu, misalnya yang terdapat di sekitaran jalan Jamur Palu Barat, Peristiwa ini menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik sifat fisik dan mekanis dan potensi likuuifaksi dari tanah yang diduga terlikuifaksi di kota Palu. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel tanah menggunakan alat hand boring serta melakukan uji Cone Penetration Test (CPT) pada titik yang diduga mengalami likuifaksi, kemudian dilakukan analisa data dengan menghitung nilai Cyclic Stress Ratio (CSR), Cyclic Resistance Ratio (CRR), dan FS. Hasil dari analisa data CPT/Sondir untuk menentukan jenis tanah dengan korelasi dari tabel dan diagram Mayne diindikasikan bahwa jenis tanah di lokasi penelitian adalah pasir, pasir berlanau atau lanau berpasir. Adapun potensi likuifaksi berdasarkan nilai FS dari hasil analisa menunjukkan bahwa likuifaksi terjadi pada kedalaman yang bervariasi yang rata-rata pada kedalaman kurang dari 10 m.
FEASIBILITY STUDY PADA KANTOR BPJS KETENAGAKERJAAN CABANG BENGKULU Islam, Mukhlis
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.2.87-101

Abstract

Abstrak Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu dibangun pada tahun 2004 dengan luas tanah 1.847 m2 dan luas gedung 578 m2. Dalam eksistensinya, Kantor Cabang Bengkulu telah mengalami gempa bumi pada tanggal 12 september 2007 dengan kekuatan mencapai 7,9 skala richter yang mengakibatkan dinding kantor dan tembok samping pagar mengalami keretakan sehingga dilakukan rehabilitas bangunan Gedung Kantor Cabang Bengkulu pada tahun 2008. Sejak dibangun, telah terjadi beberapa kali pemutakhiran standar dan peraturan mengenai persyaratan ketahanan gempa untuk gedung serta struktur beton yang cenderung menjadi lebih ketat. Untuk itu pihak PBJS TK merasa perlu untuk melakukan evaluasi kelayakan bangunan kantor BPJS TK cabang Bengkulu untuk memastikan bangunan masih layak dan tindakan yang perlu dilakukan jika ternyata tidak layak. Hasil evaluasi menunjukkan beberapa aspek bangunan dalam kondisi tidak layak yaitu kondisi eksisting dinding penahan tanah di belakang gedung, mutu beton yang tidak konsisten, kuat tekan beton eksisting tidak memenuhi persyaratan beton terakhir, penulangan tidak memenuhi persyaratan beton terakhir, beberapa elemen struktur dalam kondisi tidak aman dibawah pengaruh beban gempa maksimum, serta di beberapa aspek belum memenuhi persyaratan K3 dan proteksi kebakaran. Kata kunci: Evaluasi Kelayakan Bangunan, Bangunan Tahan Gempa, K3 pada Bangunan, Proteksi Kebakaran.
PROYEK REHABILITASI GEDUNG KANTOR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SELUMA (REANALISIS GEDUNG) gunawan, agustin
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.2.71-86

Abstract

Control measures for concrete structures need to be carried out so that deviations can be reduced as much as possible so that damage or decrease in the quality of the planned concrete can be avoided. The Seluma Education Office building was tested for the feasibility of its column and sloof structure based on the request of the BPK RI. Concrete samples were taken from as many as 7 specimens of concrete cylinders using the core drill method (3 samples in the column and 4 samples in the sloof). From the results of the compression test and analysis of the test results, it is known that the average compressive strength of concrete achieved in the field is below the target concrete compressive strength value in the design. Hence, it is necessary to reanalyze the structure using the existing material properties. Structural modeling is carried out to determine the internal forces that occur in the structural elements, as well as the behavior of the structure due to the working load. The results of the structural modeling are used as the basis for designing the cross-sectional dimensions of the structural elements along with the required reinforcement. The results of building reanalysis show that the condition of several columns (KS) and Sloof (SL1) are declared unsafe, so the potential for structural failure in this building appears in extreme conditions that must be taken into account, including earthquakes and full loading conditions. Options for engineering methods that can be done include: changing the function of the building so that the live load that must be borne is reduced and or strengthening structures that are indicated to be unsafe.
ANALISIS STRUKTUR BANGUNAN PASAR TRADISIONAL MODERN (PTM) KOTA BENGKULU PASCA KEBAKARAN Afrizal, Yuzuar
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.2.102-116

Abstract

ABSTRAK Konstruksi bangunan tidak lepas dari ancaman bahaya bencana diantaranya gempa bumi dan kebakaran, begitu juga dengan bangunan Pasar Tradisional Modern (PTM). Kebakaran yang terjadi pada bangunan PTM pada tanggal 14 Desember 2018 dapat mempengaruhi sifat-sifat beton dan bahan penyusunnya, bahkan pada suhu tertentu dapat mengurangi kuat tekan beton. Meningkatnya suhu ruang akibat kebakaran akan terus merambat kelapisan beton seiring meningkatnya suhu kebakaran dan durasi kebakaran yang terjadi. Studi tingkat kerusakan dilakukan dengan mempelajari jenis kerusakan dilapangan, warna beton dapat menggambarkan tingginya suhu kebakaran dan mempelajari layout struktur eksisting. Pemeriksaan kualitas beton eksisting pasca kebakaran juga dilakukan dengan metode core drill, hammer test dan uji tarik untuk mengetahui kualitas baja tulangan. Kerusakan pada elemen struktur pasca kebakaran berupa pemisahan beton/spalling, retak/crack pada balok mengakibatkan lendutan/deflection yang berlebihan. Beton yang terdampak kebakaran memiliki warna mulai dari abu-abu sampai kuning kemerahan, yang mengindikasikan suhu kebakaran di atas 1000°C. Sebagian besar elemen struktur yang terdampak kebakaran tidak memiliki kinerja yang memenuhi standar dan dengan berbagai pertimbangan maka bangunan tidak dapat digunakan kembali sebelum adanya perlakuan baik perbaikan, perkuatan atau pembongkaran dan pembangunan kembali. Kata kunci : Kuat Tekan, Kebakaran, Kerusakan
Analisa Head Losses dan Efisiensi Pompa Sentrifugal Vogel dari Instalasi Menara Pendingin ke Penampung Utama Puspawan, Angky
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.14.2.117-125

Abstract

Di pabrik industri bidang pengolahan dan pembuatan pupuk urea di Indonensia memerlukan bahan baku utama yaitu adalah gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG), air (H2O), dan udara (air). Ketiga bahan baku utama tersebut penting diolah dan menghasilkan nitrogen (N2), hidrogen (H2), dan karbondioksida (CO2). Amoniak (NH3) adalah hasil reaksi gas nitrogen (N2) dan hidrogen (H2). Selanjutnya proses berikutnya adalah mencampurkan amoniak (NH3) dengan karbondioksida (CO2) bereaksi dan menghasilkan pupuk urea. Pupuk urea sangat penting dalam membantu pertumbuhan tanaman dalam pengolahan pertanian dan perkebunan. Salah satu bahan baku utama adalah air (H2O). Oleh sebab itu, letak atau lokasi pabrik industri pupuk ini seyogyanya atau selayaknya harus mendekati sumber air baku yaitu air laut ataupun air sungai. Tujuan letak atau lokasi pabrik pupuk ini mendekati sumber air adalah agar kebutuhan air murni tetap kontinyu dan terjaga. Dikarenakan kebutuhan (demand) akan air sangat banyak, maka dibuatlah aliran air yang disesuaikan dengan kebutuhan dengan membangun stasiun pompa. Kebutuhan air yaitu untuk air pendingin kemudian dialirkan ke penampung utama untuk bahan baku pembuatan pupuk. Pompa digunakan sebagai alat untuk memindahkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain melalui media pipa dengan terjadinya perubahan tekanan pada fluida. Pompa biasanya untuk fluida bersifat cair. Pada instalasi pompa dari instalasi menara pendingin menuju ke penampung utama adalah pompa sentrifugal vogel, dimana kerugian head pada jalur pipa sisi isap 0,044 m, kerugian head jalur pipa sisi keluar 0,761 m dengan total kerugian head 0,805 m dan efisiensi atau performa pompa sentripugal Vogel adalah 68,707%.