cover
Contact Name
Muhammad Subchan
Contact Email
-
Phone
+6285266237892
Journal Mail Official
daurling.unbari@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Batanghari Jambi Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Daur Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 26151626     DOI : http://dx.doi.org/10.33087/daurling
Core Subject : Engineering,
Jurnal Daur Lingkungan is a scientific journal published regularly twice a year in February and August by Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Batanghari (Department of Environmental Engineering, Univesity of Batanghari). Jurnal Daur Lingkungan is published media for research results of environmental engineering field focusing on environmental management and pollution controll such as latest idea, concept and technology. These results are published in such an original scientific articel and a review. Submitted manuscript must be original, no plagiat and unpublished. Manuscript is submitted online via Open Journal System (OJS), must follow author guideline and writting template. All submission will be blind reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 113 Documents
Biochar dari Limbah Tatal Karet Sebagai Media Filtrasi Pada Pengolahan Air Gambut Anggrika Riyanti; Hadrah Hadrah; Riska Rahmah Dani Fitria
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i1.219

Abstract

Biochar is a solid material formed from the carbonization of biomass. Biochar is the result of the conversion of organic waste by using the incomplete combustion method with a limited oxygen supply (pyrolysis). Meanwhile, the rubber scrap waste from the production of crumb rubber has not been utilized much other than as a mixture of fertilizer in the soil. This study aims to analyze the effectiveness of biochar as a peat water filtration media and the effect of biochar thickness on removal efficiency. Variations used are 100% biochar, 75% biochar – 25% silica sand, 50% biochar – 50% silica sand with three times repetation in each variation. with peat water test parameters are pH, color and organic matter (KMnO4). Parameters tested were pH, color and organic matter (KMnO4). The results showed that biochar was effective in neutralizing pH where the initial pH increased to 7.2, 4.2, color removal up to 75% and organic matter (KMnO4) up to 83%. The best variation is achieved at a ratio of 50% biochar – 50% silica sand. Variations that use 100% biochar actually provide lower removal efficiency. The combination of biochar with silica sand can further improve pollutant removal in filtration system.
Mitigasi Pencemaran Lingkungan Dari Limbah Cair Klinik Menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah Fitri Amalia
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i2.252

Abstract

ABSTRAK Klinik memproduksi limbah padat dan cair yang bersifat infeksius maupun toksik. Limbah tersebut membutuhkan penanganan untuk mencegah penularan penyakit dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi upaya mitigasi pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh klinik dengan pengelolaan limbah cair yang dihasilkan dari operasional klinik. Penelitian dilaksanakan di Klinik  Utama Rawat Inap dan Rawat Jalan di satu rumah sakit dengan aktivitas klinik yang tinggi dari Bulan Maret sampai Mei 2023, menggunakan metode deskriptif kualitatif dan lokasi ditentukan secara purposive. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan kuisioner. Data yang dikumpulkan terdiri dari volume limbah cair, pengolahan limbah cair, pengolahan limbah, dan dampak pencemaran di masyarakat. Analisis data menggunakan metode statistik sederhana menggunakan perangkat lunak Miscrosoft Excel 2010 versi 14.0 (C), lalu hasil analisis data dijelaskan secara deskriptif. Data wawancara dengan responden diolah dengan cara scoring dengan nilai antara 1 sampai 4. Hasil skoring ditentukan dengan kriteria penilaian mulai dari sangat buruk (0-35), buruk (36-70), baik (71-105), dan sangat baik (106-140). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu klinik dalam 1 hari menghasilkan limbah cair dengan debit 12,8 m3/hari. Diolah menggunakan instalasi pengolahan air limbah. Pada masyarakat diperoleh apresiasi terhadap pengelolaan limbah cair yang baik, karena mutu limbah cair yang telah dikelola dibawah baku mutu limbah cair klinik dan memitigasi pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan terhadap masyarakat di sekitar klinik.Kata Kunci: Klinik,  Kesehatan ,Limbah, Lingkungan,  PencemaranABSTRACTClinics are health service institutions producing waste solid and liquid waste. The waste generated is both infectious and toxic, requiring treatments to prevent spreading diseases and environmental pollution. This research is conducted to evaluate mitigation measures of environmental pollution carried out by a clinic by managing liquid waste generated from clinical operations. The research was carried out at the Main Inpatient and Outpatient Clinic which has high activities from March to May 2023, using a qualitative descriptive method and purposive sampling of clinics. Data were collected by observation, interview, and questionnaire. The collected data are volume of liquid waste, wastewater treatment, waste treatment, and impact of pollution. Data were analysed by simple statistical methods using Microsoft Excel 2010 software version 14.0 (C), to explain descriptively about the resut. Interview data were scored ranging from 1 to 4. The toral scores associate with criteria ranging from very bad (0-35), bad (36-70), good (71-105), and very good (106- 140). It is figure out that  the clinic produces liquid waste as much 12.8 m3/day, and processed in waste water plant. It was observed that surrounding communities appreciate the liquid waste management. This appreciation associates with the quality of liquid waste after treatment meeting the wastewater quality standards. and thus the treatment is effective in mitigating environmental pollution and health problems for the community around the clinic. Keywords: Clinics, Environment, Health, Pollution, Waste
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Limbah Padat Medis Rumah Sakit Dan Pencemaran Lingkungan Nadia Azzah Endika; John Bimasri; Wartono Wartono
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i2.262

Abstract

ABSTRAKLimbah padat medis rumah sakit yang tidak dikelola dengan baik dan peningkatan volumenya berkontribusi pada pencemaran lingkungan dan berdampak negatif pada masyarakat. Penelitian dilakukan di satu rumah sakit di Lubuklinggau, dari bulan April sampai Juni 2023, yang dipilih secara purposive. Penelitian bertujuan menganalisis persepsi masyarakat terhadap pengelolaan limbah padat rumah sakit dan pencemaran lingkungan yang mengikuti metode survei secara deskriptif kualitatif. Responden ditentukan secara simple random sampling pada masyarakat dengan radius 100 m dari rumah sakit. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan survei, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan Microsoft Excel 2021. Penelitian ini mendapatkan pentingnya metode pengolahan yang sesuai dengan jenis limbah untuk mengatasi produksi limbah padat. Mekanisme pengolahan limbah padat di Rumah Sakit meliputi pengumpulan, pemilahan, penyimpanan, pengangkutan dan pemusnahan. Masyarakat yang tinggal di sekitar Rumah Sakit lebih dari 3 tahun sebanyak 50%, yang tinggal pada jarak antara 100-150 m sebesar 28,57%. Dampak yang dirasakan masyarakat tergambarkan dari responden sebanyak 47%, yang berkaitan dengan bau 64,29% dan dari jumlah tersebut sebanyak 83,93% pernah mencium aroma bau yang dihasilkan oleh rumah sakit. Maka disimpulkan bahwa pengelolaan limbah padat belum dilakukan secara maksimaldengan terciumnya aroma kurang sedap terutama oleh masyarakat yang tinggal dekat dengan rumah sakit.Kata Kunci: Lingkungan; Limbah padat; Rumah Sakit; Pencemaran, PengelolaanABSTRACTMedical solid waste from a hospitral which is not properly managed along with increasing volume causes environmental pollutions negatively has impacts to human wellbeings. This reseach is conducted in a hospital in Lubuklinggau, from April to June 2023, purposively selected. The research aims to analyse perception of communities to soil waste management and its associated environmental pollution, following descriptive and qualitative approaches. Respondent is selected by simple random sampling in a radius 100 m from the hospital. Data are collected by observation, interviews and survey, and then qualitatively analysed on Microsoft Excel 2021. This study figures out that medical solid waste shall be treated accordingly with type of waste. Medical solid waste treatment in the hospital consists of collecting, selecting, storing, transporting and descructing the waste. Unproper solid waste treatment cause some people living near the hospital feel bothered with solid waste (47%), some smeel odour (64,29%) and some ever smeel of hospital odour (83,93%). It is concluded the hospital is required to maximally treat solid waste. Keywords: Environment; Solid waste; Hospital; Pollution, Management
Dampak Pengelolaan Limbah Cair Medis Dengan Biomedia dan Green Accounting Terhadap Kualitas Air Dikeluhkan Masyarakat Ilmania Yuniarti; Etty Syafriyani; Wartono Wartono; Bagus Dimas Setiawan
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i2.250

Abstract

ABSTRAKMenurut Undang-undang No. 44 Tahun 2009, rumah sakit wajib memenuhi standar pembuangan limbah ke lingkungan, terutama limbah cair. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendapatkan gambaran pengelolaan limbah cair di satu rumah sakit di Lubuk Linggau. Observasi dilakukan terhadap pengelolaan limbah cair pada aspek teknis pengelolaan limbah cair dan green accounting terhadap pencemaran lingkungan pada sekitar rumah sakit dari keluhan masyarakat terhadap kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumah sakit yang dikaji sudah menerapkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang berfungsi sebagai unit pengolah limbah cair dari rumah sakit agar hasil keluarannya memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan air buangannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain (recycling), dan limbah cair dikelola secara biomedia. Pengelolaan ini didukung dengan adanya green accounting yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Keluhan masyarakat terhadap bau dan warna air di sekitar rumah sakit adalah, 14 % menjawab pernah dan 84 % menjawab tidak mengalami keluhan.Kata kunci : Biomedia, Green accounting, Kualitas air Limbah cair, Rumah SakitABSTRACTAccording to the Law no. 44 of 2009, hospitals are required to meet the standard of disposing waste, particularly liquid waste. This is a descriptive qualitative research to figure out the liquid waste management in a hospital in Lubuk Linggau. We observed the relationship between managing liquid waste and water quality around the hospital as reported by communities. This study shows that the hospital has implemented a wastewater treatment plant (WWTP) to process liquid waste to meets the governmental requirements, and it can be used for other purposes (recycling); and the liquid waste is managed by bio-medial. The waste management is supported by the availability of fund following green accounting as required by the governmental regulation. 14% of respondents confirm that there is problem in smell and water color, while 84% of respondents confirm do not have problem with smell and water color. Keywords :    Bio-media, Green accounting, hospitals, liquid waste,  water quality
Experiment batch Adsorben Kulit Kopi Pada Penyisihan Residu Soil Washing Dari Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi Oktariska Purwani
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i2.261

Abstract

Abstrak. Residu soil washing dari tanah yang terkontaminasi minyak bumi mengandung minyak lemak dan surfaktan. Adsorpsi dapat digunakan untuk memproses air bekas soil washing. Penelitian ini membuat biochar kulit kopi sebagai adsorben. Biochar kulit kopi diaduk dengan residu soil washing pada pengadukan 60, 90, dan 120 menit, dan massa adsorben 0,5 g, 1,5 g, 2,0 g dan 2,5 g. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas biochar dari kulit kopi untuk penyisihan minyak lemak dan surfaktan dari residu soil washing. Penelitian ini mendapatkan bahwa biochar kulit kopi 2,5 g yang diaduk selama 60 menit menunjukkan efisiensi penyisihan 97,83%. Koefisien determinasi (R2) model isoterm Langmuir pada adsorben biochar kulit kopi adalah 0,9996. Adsorben biochar kulit kopi efisien mengurangi minyak lemak, tetapi meningkatkan konsentrasi surfaktan sehingga lebih dipertimbangkan sebagai pemulihan surfaktan dari air sisa pencucian tanah. Kata kunci: Biochar, Kulit Kopi, Residu Soil washing, Abstract. Water residue from the soil washing process of oil contaminated soil contains fatty and grease and surfactants. The residual material can be adsorbed by biochar. This study determines the efficiency of coffee husk biochar as the adsorbent by evaluating the removal of grease and surfactants . This is an experimental study, varying stirring time.(60,  90, and 120 minutes) and biochar masss (0.5 and 1.5, 2 and 2.5 g). This study shows that the highest removal of grease is observed at 2.5 g mass adorbent stirred for 60 minutes (associating with 97.83% removal efficiency). The coefficient of determination (R2) of the Langmuir isotherm model of coffee husk adsorbent is 0.9996. Coffee husk biochar efficiently reduces  grease, but because it also produces a greater concentration of surfactants, it is more suitable for use as water recovery for residual soil leaching. Key Word: Bio-char, Coffee husk, Soil Washing Residue
Aplikasi Constructed Wetland Sistem Batch Dalam Mereduksi BOD Dan COD Lindi Menggunakan Kangkung Air (Ipomoea Aquatica Forks) Guntar Marolop Saragih; Siti Umi Kalsum; Reza Bagus Maulana
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i2.236

Abstract

ABSTRAKAir Lindi dihasilkan dari Tempat Pemrosesan Akhir Sampah controlled landfill tidak aktif dengan karakteristik BOD dan COD yang tinggi. Pengolahan air lindi dapat dilakukan dengan menggunakan tumbuhan kangkung air (Ipomoea aquatica forks) pada Constructed Wetland. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kangkung air (Ipomea aquatica forks) dan pengaruhnya pada BOD dan COD air lindi dan hubungannya dengan efektifitas Contructed Wetland sistem batch. Proses pertumbuhan kangkung air Pertumbuhan panjang batang sangat berpengaruh dalam menurunkan polutan BOD dan COD pada lindi (leachate). Kangkung air dapat menyerap zat organik melalui ujung akar. Zat organik yang terserap akan masuk ke dalam batang melalui pembuluh pengangkut kemudian menyebar ke seluruh bagian tanaman. Pada proses ini zat organik akan mengalami reaksi biologi dan terakumulasi di dalam batang tanaman dan diteruskan ke daun. Contructed Wetland sistem batch dengan media kangkung air (ipomoea aquatica forks) dapat menurunkan kadar BOD sebesar 86%, COD sebesar 87% pada hari ketujuh. Lalu pada hari keempat belas BOD dan COD turun sebesar 98%.Kata kunci : BOD, COD, Constructed Wetland, Ipomoea Aquatica Forks, Leachate ABSTRACTThe current Inactive Controlled Landfill TPA has been abandoned and is no longer operating. The leachate in the TPA is still flowing and there is no treatment. With no processing of the leachate, the levels of BOD and COD pollutants in the leachate are high. One of the media and methods for reducing BOD and COD pollutants in leachate is using the water spinach plant (ipomoea aquatica forks) and the Constructed Wetland method. The purpose of this study was to determine the growth process of ipomoea aquatica forks as a plant medium in reducing BOD and COD leachate pollutants and then to analyze the effectiveness of the Constructed Wetland batch system with ipomoea aquatica forks media in reducing BOD and COD pollutants in leachate. The process of growing water spinach Stem length growth reduces BOD and COD pollutants in leachate water. Water spinach potentially absorb organic substances through the root tips. Absorbed organic matter translocate the stem through the transport vessels and then spread to all parts of the plant. In this process, organic substances will undergo biological reactions and accumulate in the stems of plants, and be passed on to the leaves. The Constructed Wetland batch system with ipomoea aquatica forks media can reduce BOD levels by 86%, and COD by 87% on the seventh day. Then on the fourteenth day, BOD and COD fell by 98%. Keywords :    BOD, COD, Constructed Wetland, Ipomoea Aquatica Forks, Leachate
Fixed Bed Column Adsorben dari Kulit Kopi Dalam Penyisihan Residu Soil Washing dari Tanah Tercemar Minyak Bumi Nuril Istiqmah
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i2.260

Abstract

ABSTRAKResidu Soil Washing dari  tanah tercemar minyak bumi harus dikelola untuk mencegah pencemaran lingkungan lebih lanjut. Media biochar kulit kopi diaplikasikan sebagai adsorben dalam fixed bed column yang bertujuan untuk penyisihan minyak dan lemak dari residu soil washing tanah terkontaminasi minyak bumi. Tebal adsorben biochar ditentukan yaitu 10 cm, 20 cm, dan 30 cm. Penelitian ini mendapatkan bahwa penggunaan biochar kulit kopi sebagai adsorben residu soil washing dinilaii efektif menyisihkan minyak lemak, dengan nilai efisiensi penyisihan antara 2,5 mg/L dan 0,3 mg/L dan semakin tebal adsorben pada variasi penelitian ini, semakin baik efisiensi penyisihan minyak dan lemak, Kata kunci: Biochar, Fixed Bed Column, Kulit Kopi, Minyak dan Lemak, Pencucian Tanah, ResiduAbstrackSoil Washing is a method to manage fossil fuel contaimianted soil and results waster residue/effluent (soil washing residue). This study experiment application of biochar of coffee husk in fixed bed column to residual water of soil washig and observe removal efficiency of soil and grease. This study varies biochar thicknes (10 cm, 20 cm, and 30 cm). This study shows that biochar of coffee husk is effective in reducing oil and grease from soil washing residue following fixed bed column with removal efficiency between 2,5 mg/L and 0,3 mg/L depending the thichness of the biochar as the adsobent, the thicker the biochar in the variation of this study, the better the removal efficiency of oil and grease.Keywords: biochar,fixedi bedi column, coffee husk, oil and grease,  soil washing, soil wasingi residue
Perencanaan Sistem Distribusi Air Bersih untuk Kelurahan Pijoan Dari Unit Pelayanan Sungai Duren Perumda Air Minum Tirta Muaro Jambi Anzoki Refwendi
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i2.240

Abstract

ABSTRAKSistem distribusi air minum dari PERUMDA Tirta Muaro Jambi unit pelayanan Sungai Duren mencakup empat desa/kelurahan, yaitu Kelurahan Pijoan, Desa Muaro Pijoan, Desa Pematang Jering, Desa Simpang Sungai Duren, dan Desa Sungai Duren. Pelayanan ini hanya mencapai 3,7% dari kebutuhan populasi di kawasan tersebut. Permasalahan yang dihadapi oleh PERUMDA Tirta Muaro Jambi adalah sebagian besar penduduk kelurahan Pijoan tidak terlayani, walaupun kapasitas terinstal masih memadai untuk memenuhi pelayanan tersebut. Permasalahan lainnya adalah ketiadaan perencanaan pipa distribusi untuk kelurahan Pijoan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsep perencanaan sistem distribusi air bersih untuk kelurahan Pijoan menggunakan metode perencanaan berdasarkan prinsip SPAM, 4K dan kriteria perencanaan. Pada penelitian ini, EPANET 2.0 diaplikasikan untuk merencanakan jaringan distribusi air bersih. Berdasarkan perhitungan, debit air bersih untuk kelurahan Pijoan adalah 41 liter/detik pada jam maximum. Hasil yang diperoleh dari running program EPANET 2.0 menunjukkan bahwa tidak ada tekanam negatif pada koneksi jaringan pipa. Pengembangan perencanaan membutuhkan penambahan pipa distribusi yang baru dan pembangunan reservoir, sehingga mendapatkan 5 nodes dan 5 links. Persyaratan discharge untuk kebutuhan koneksi baru terpenuhi yang diindikasikan kecepatan aliran di atas 0.3 m/detik.Kata kunci : Air mimum, Distribusi, EPANET 2.0, Kelurahan Pijoan, PerencanaanABSTRACTThe drinking water distribution system of the Sungai Duren Service Unit managed by PERUMDA Tirta Muaro Jambi covers five villages, namely Pijoan, Muaro Pijoan, Pematang Jering, Simpang Sungai Duren, and Sungai Duren. The existing service of the Sungai Duren Service Unit of PERUMDA Tirta Muaro Jambi is only 3.7% of the total population in the area. The problem faced by PERUMDA Tirta Muaro Jambi is that most of the residents of Pijoan Village have not been served, while the installed water capacity still has sufficient numbers to fulfill it. Another problem is that there is no distribution pipe network planning for the Pijoan Village area. The method used in planning is in accordance with the principles of SPAM, 4K and planning criteria. In this study, EPANET 2.0 was used to plan water distribution network in Pijoan Village. Based on the calculation results, the clean water debit for the Pijoan Village area is 41 liters/second at the maximum hour. The EPANET 2.0 program shows that there is no negative pressure on the new connection pipe network. Developing new networks for Pijoan Village includes the addition of new distribution pipes and reservoir construction, so that 5 nodes and 5 links are obtained. The discharge requirement for the need of a new connection is fulfilled, which is indicated by the flow velocity above 0.3 m/second. Keywords :    Drinking water, Distribution,  EPANET 2.0, Pijoan Village, Planning
Penurunan Kadar Besi Pada Air Sumur Tanah Dalam Dengan Tray Aerator Dio Adriano
Jurnal Daur Lingkungan Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v6i2.241

Abstract

ABSTRAKKandungan besi yang tinggi pada air berbahaya bagi kesehatan manusia tanah. Air tanah memiliki kadar besi > 1 mg/L, yang biasanya lebih tinggi dari air permukaan. Aerasi air dengan kandungan besi menurunkan kadar besi, yang mana dapat diterapkan dengan alat tray aerator. Penelitian ini bertujuan mendapatkan jumlah tingkat tray aerator yang efektif menurunkan kadar besi pada air Sumur Tanah Dalam dengan eksperimen 3, 5, dan 7 tingkat tray aerator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak tingkatan tray, kadar besi semakin menurun. 5 dan 7 tingkat tray aerator efektif menurunkan kadar besi sebesar 92 %, dan 94 % kadar besi. Analisis uji Anova kadar besi menunjukkan bahwa variasi 3 tingkat dan 5 dan 3 dan 7 tingkat tray aerator berbeda nyata dalam menurunkan kadar besi, sedangkan 5 tingkat dan 7 tingkat tidak berbeda nyata. Semakin banyak jumlah tingkat, jarak yang ditempuh air dan berkontak dengan udara juga semakin berjarak, dan memberikan kesempatan lebih banyak kontak.KataKunci: AirBersih, Air Tanah Dalam, TrayAerator ABSTRACT The high iron content in water threatens human health. Groundwater contains iron  > 1 mg/L), which is higher than iron in surface water.  Aeration can reduce iron content, which can be applied in a tray aerator. This study aims to find the effective number of tray aerator levels to reduce iron  levels in Deep Ground Well water by experimenting 3, 5, and 7 levels of tray aerators. The results shows that the more level of the tray aerator, the less iron content resulted, and 5 and 7 levels tray aerator effectively reduces iron content by 92% and 94 % reduction. The ANOVA shows significant difference between 3 and 5 level of tray aerator or between 3 and 7 level of tray aerator. While, 5 and 7 level tray of aerator is not significantly different. More levels of tray aerators means more time available for the water to contact with the air.Keywords: Clean Water, Deep Groundwater, TrayAeraor
Analisis Efektivitas Ekstrak Teki dalam Sabun Cair Laundry untuk Mengurangi Dampak Lingkungan Ramadhanta, Frans Risky
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.312

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi pengembangan sabun cair laundry berbasis ekstrak rumput teki (Cyperus rotundus L.) sebagai alternatif alami yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembersihan sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Latar belakang penelitian ini berfokus pada kebutuhan solusi pembersihan yang lebih praktis dan ramah lingkungan, mengingat dampak buruk deterjen kimia terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sabun cair yang mengintegrasikan ekstrak teki, serta untuk mengevaluasi efektivitas, dampak lingkungan, dan keamanan produk tersebut. Metode penelitian melibatkan pembuatan sabun cair dengan menambahkan ekstrak teki yang telah dikeringkan dan dihaluskan ke dalam formulasi detergen, diikuti dengan serangkaian uji laboratorium termasuk pengujian pH, efektivitas pembersihan, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair ini efektif dalam mengurangi mikroorganisme berbahaya pada pakaian dan menghilangkan noda, serta memiliki sifat anti-iritasi yang membuatnya aman untuk kulit sensitif. Uji limbah organik menunjukkan bahwa produk ini memiliki dampak minimal terhadap lingkungan, dengan proses penguraian yang cepat dan tanpa adanya bahan kimia berbahaya yang terdeteksi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak teki menawarkan solusi pembersih yang berkelanjutan, memberikan manfaat antimikroba yang signifikan serta dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan deterjen kimia konvensional. Penelitian ini merekomendasikan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan formulasi dan aplikasi produk ini guna memaksimalkan kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan manusia. Kata kunci : Antimikroba; Deterjen; Ekstrak Teki; Pembersihan; Ramah Lingkungan.ABSTRACTThis study explores the development of laundry liquid soap based on Cyperus rotundus L. (nutgrass) extract as a natural alternative aimed at improving cleaning effectiveness while reducing negative environmental impacts. The background of this research focuses on the need for more practical and eco-friendly cleaning solutions, given the adverse effects of chemical detergents on human health and the environment. The aim of this study is to develop a liquid soap formulation incorporating nutgrass extract, and to evaluate its effectiveness, environmental impact, and safety. The research method involves creating the liquid soap by adding dried and powdered nutgrass extract to the detergent formulation, followed by a series of laboratory tests including pH testing, cleaning effectiveness, and irritation testing. The results indicate that this liquid soap is effective in reducing harmful microorganisms on clothing and removing stains, while also possessing anti-irritant properties that make it safe for sensitive skin. Organic waste testing reveals that the product has minimal environmental impact, with rapid degradation and no detection of harmful chemicals. The conclusion of this study is that nutgrass extract offers a sustainable cleaning solution, providing significant antimicrobial benefits and a lower environmental impact compared to conventional chemical detergents. The study recommends further research to optimize the formulation and application of this product to maximize its contribution to environmental sustainability and human health.Keywords : Antimicrobial; Cleaning, Detergent; Environmentally Friendly, Nutgrass Extract 

Page 9 of 12 | Total Record : 113