cover
Contact Name
Muhammad Subchan
Contact Email
-
Phone
+6285266237892
Journal Mail Official
daurling.unbari@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Batanghari Jambi Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Daur Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 26151626     DOI : http://dx.doi.org/10.33087/daurling
Core Subject : Engineering,
Jurnal Daur Lingkungan is a scientific journal published regularly twice a year in February and August by Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Batanghari (Department of Environmental Engineering, Univesity of Batanghari). Jurnal Daur Lingkungan is published media for research results of environmental engineering field focusing on environmental management and pollution controll such as latest idea, concept and technology. These results are published in such an original scientific articel and a review. Submitted manuscript must be original, no plagiat and unpublished. Manuscript is submitted online via Open Journal System (OJS), must follow author guideline and writting template. All submission will be blind reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 119 Documents
Aplikasi Penggunaan Feses Kambing Terhadap Produksi Vigna Sinensis L Guna Pengurangan Pupuk Anorganik Wartono, Wartono; Bimasri, John; Wati, Dewi Gislia
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.280

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pupuk kotoran kambing pada tanaman kacang panjang untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua perlakuan dan tiga kelompok. Perlakuan yang dicoba adalah sebagai berikut: Faktor 1 Dosis Kotoran Kambing (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: K1 = 20 ton/ha setara dengan 8 kg gram per petak, K2 = 30 ton/ha setara dengan 12 kg gram per petak, K3 = 40 ton/ha setara dengan 16 kg gram per petak. Faktor 2 Ragam (V) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : V1 = Katrina, V2 = Sabrina, V3 = Kanton Tavi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran kambing dengan dosis 40 ton/ha atau setara 16 kg per petak (K3) memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang yang terbaik. Varietas Canton Tavi (V3) mampu tumbuh dan berproduksi lebih baik dibandingkan varietas lainnya. dan Interaksi antara pemberian pupuk kotoran kambing dengan varietas kacang panjang Kanton Tavi yang diberi pupuk kotoran kambing sebanyak 40 ton/ha setara 16 kg per petak (K3V3) menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik dibandingkan interaksi perlakuan lainnya.Kata kunci : Dosis, Ragam, Kotoran Kambing, Anorganik, LingkunganABSTRACTThis research aims to determine the effectiveness of applying goat manure fertilizer to long bean plants to reduce the environmental impact of using chemical fertilizers. This research used an experimental method with a factorial randomized block design (RAK) arranged with two treatments and three groups. The treatments tried were as follows: Factor 1 Goat Manure Dosage (K) consisting of 3 levels, namely: K1 = 20 tonnes/ha equivalent to 8 kg grams per plot, K2 = 30 tonnes/ha equivalent to 12 kg grams per plot, K3 = 40 tons/ha, equivalent to 16 kg grams per plot. Factor 2 Variety (V) consists of 3 levels of treatment, namely: V1 = Katrina, V2 = Sabrina, V3 = Canton Tavi. The research results showed that the application of goat manure fertilizer at a dose of 40 tons/ha or the equivalent of 16 kg per plot (K3) provided the best growth and production of long bean plants. The Canton Tavi variety (V3) was able to grow and produce better than other varieties. and The interaction between the application of goat manure fertilizer and the Kanton Tavi long bean variety which was given goat manure fertilizer of 40 tonnes/ha equivalent to 16 kg per plot (K3V3) resulted in better growth and production compared to other treatment interactions.
Mitigasi Waste Material Konstruksi Gedung Kampus Universitas Jambi Nur, Hanif Fauzi
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.285

Abstract

Mitigasi Waste material konstruksi menjadi isu penting dalam pembangunan gedung kampus Universitas Jambi. Pertumbuhan pesat infrastruktur memicu peningkatan produksi waste material konstruksi, yang dapat berdampak negatif pada lingkungan dan keseimbangan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jesnis, faktor penyebab waste material, dan menerapkan strategi mitigasi yang efektif dalam mengelola waste material konstruksi di lingkungan kampus serta menyajikan landasan bagi pengambilan keputusan berkelanjutan dalam pengelolaan waste material konstruksi di lingkungan kampus Universitas Jambi. Metode penelitian melibatkan analisis data melalui observasi lapangan dalam menentukan jenis waste material konstruksi yang dihasilkan selama proyek pembangunan dan penyebaran kuisioner terhadap 65 responden untuk mengidentifikasi sumber penyebab waste material. Selanjutnya  menerapkan analisis SWOT sebagai alat evaluasi dalam merancang strategi mitigasi. Studi ini mengidentifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang berkaitan dengan pengelolaan limbah material konstruksi, dengan tujuan mengoptimalkan praktik berkelanjutan. Hasil studi menunjukan bahwa jenis waste material yang dominan adalah Hebel/Bata Ringan (4,78). Sedangkan Faktor penyebab yang dominan adalah Tempat material yang tidak tepat (4,32). Selanjutnya dengan memanfaatkan hasil analisis SWOT strategi mitigasi waste material konstruksi yang efektif dapat dihasilkan. Yakni  dengan menerapkan pendekatan terintegrasi, hal ini melibatkan penguatan kerjasama lintas-sektor, serta pengembangan kebijakan internal untuk mendukung prinsip-prinsip berkelanjutan. Penelitian ini menyajikan pandangan komprehensif tentang faktor internal dan eksternal yang memengaruhi mitigasi waste material konstruksi, memberikan dasar bagi kebijakan dan tindakan yang berkelanjutan di lingkungan kampus Universitas Jambi.
Soil Washing Tanah Tercemar Cadmium Di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Alfacino, Alfacino
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.304

Abstract

ABSTRAKCadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat, terutama pada kawasan berpolusi tinggi yang dihasilkan dari aktivitas industri dan di sekitar tempat pembuangan akhir sampah, terutama yang terkait dengan kandungan residu beracun. Soil Washing, sebagai salah satu teknik remediasi tanah, merupakan upaya mitigasi dampak polusi logam berat, salah satunya Cd. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas soil washing dengan surfaktan Sodium Dodecyl Sulphate (SDS dan Tween 80. Surfaktan tersebut divariasikan dosis dan waktu pengadukan. Pengadukan dilakukan dalam jar test yang mereplikasikan tangki reaktor. Sample tanah terganggu diambil dari daerah pembuangan sampah yang sudah tidak aktif lagi di TPA Talang Gulo Kota Jambi. Sample tanah tersebut diuji pada Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Penelitian ini menunjukkan bahwa surfaktan SDS memiliki efisiensi pada masing-masing sample adalah S1 > 21.73%, S2 > 43.47%, S3 > 44.43%, S4 > 22.63%, S5 > 40.40%, S6 > 44.69%, sedangkan surfaktan Tween 80 memiliki efisiensi pada masing-masing sample adalah T1 > 58.98%, T2 > 53.46%, T3 > 49.60, T4 > 47.23%, T5 > 64.15%, T6 > 63.71 %.Kata Kunci: Cadmium, Soil Washing, Sodium Dodecyl Sulfate ,Tween 80 Kata kunci : Cadmium, Sodium Dodecyl Sulfate, Soil Washing,Tween 80ABSTRACTCadmium (Cd) is a heavy metal polluting soil, especially in polluting areas resulted from industrial activities and  waste dumping areas associating with toxic residue from heavy metals. Soil washing, as a soil remediation technique, is a measure to mitigate the impacts of Cd pollution. This study aims to determine the effectiveness of soil washing with surfactants of Sodium Dodecyl Sulphate (SDS) and Tween 80. We vary the doses and stirring time of the surfactants. The string is conducted in jar test replicating stirred tank reactor. Soils are sampled from  a non-active waste dumping of Talang Gulo in Jambi City by disturbed soil sampling method. Samples are tested through Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). This study shows that SDS surfactants have an efficiency rate for samples S1 > 21.73%, S2 > 43.47%, S3 > 44.43%, S4 > 22.63%, S5 > 40.40%, S6 > 44.69%, while Tween 80 surfactants have an allowance efficiency rate for samples T1 > 58.98%, T2 > 53.46%, T3 > 49.60, T4 > 47.23%, T5 > 64.15%, T6 > 63.71 %. Keywords: Cadmium, Sodium Dodecyl Sulfate, Soil Washing,Tween 80
Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Taman Nasional Alas Purwo Hidayatullah, Rifqi Rahmat; Hidayatullah, Mohammad Faizal Kusuma Negara Nur
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.284

Abstract

Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) yang terletak di Kabupaten Banyuwangi merupakan kawasan konservasi dengan ekosistem unik. Taman nasional ini memiliki tipe ekosistem yang beragam dengan segala tipe habitat dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Selain potensi yang ada, TNAP juga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat membahayakan dari segi ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat sekitar taman nasional. Tujuan dari studi ini antara lain mengidentifikasi faktor penyebab dan dampak dari Karhutla di TNAP, mengidentifikasi daerah rawan Karhutla di TNAP, dan mengidentifikasi bentuk pengendalian Karhutla di TNAP. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi literatur  sertadianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, dilakukan pula analisis spasial terhadap wilayah rawan Karhutla. Hasil studi ini menunjukkan bahwa faktor terjadinya kebakaran hutan di TNAP seringkali disebabkan oleh faktor manusia dan didukung oleh faktor alam seperti cuaca. Dampak dari kebakaran hutan cukup signifikan mulai dari luka-luka bakar pada pangkal pohon, mengubah tutupan lahan, rusaknya habitat satwa, dan terputusnya wilayah jelajah satwa. Strategi pengendalian yang dilakukan oleh pihak TNAP dilakukan berdasarkan status siaga yang telah ditetapkan. Status siaga tersebut dibagi menjadi tiga yaitu mulai dari siaga III, siaga II, dan siaga I. Dalam mendukung strategi tersebut, pihak TNAP melakukan manajemen pengendalian kebakaran hutan meliputi pencegahan kebakaran hutan (pembuatan dan pemeliharaan sekat bakar, pengecekan dan pengisian bak air, patroli pencegahan, dan deteksi dini), pemadaman kebakaran (pemadaman secara langsung, secara tidak langsung, dan mop up), serta penanganan pasca kebakaran (monitoring dan pengumpulan data areal bekas kebakaran serta evaluasi).
Analisis Tingkat Kebisingan di Pusat Pertokoan Pancor Lombok Timur Berbasis Model CoRTN dan PTV Vissim Kurniati, Eti; Nabila, Maitsa Fikri; Ardiantoro, Ghesa Nova
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.300

Abstract

ABSTRAKKebisingan di kawasan simpang tak bersinyal telah menjadi perhatian utama dalam bidang lingkungan dan kesehatan masyarakat seperti di Pusat Pertokoan Pancor (PTC) Lombok Timur sebagai pusat kegiatan perdagangan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kebisingan diantaranya volume lalu lintas, jenis kendaraan, kecepatan rata-rata, dan karakteristik permukaan jalan. Faktor-faktor tersebut dianalisis untuk memahami tingkat kebisingan di lokasi penelitian dengan menggunakan metode analisis CoRTN (Composite Noise Rating Number). Hasil penelitian menunjukaan tingkat kebisingan pada simpang empat PTC Pasar Pancor pada tahun 2023 sebesar 71,74 dB  dan terus meningkat >0,2 dB setiap tahunnya hingga tahun 2028. Tingkat kebisingan tersebut melebihi standar Keputusan Menteri Negeri Lingkungan Hidup No. 48 tentang Baku Tingkat Kebisingan untuk Kawasan perdagangan yakni 70dB sehingga perlu dilakukan penanganan kebisingan terhadap kawasan ini.Kata kunci : CoRTN; Kebisingan; Pusat Pertokoan; Simpang tak bersinyalABSTRACTThe noise in an unsignalized intersection area has become a major concern in terms of  environmental impacts and public health like at the intersection of Pancor Shopping Center (PTC) in East Lombok as a trading area. Various factors contribute to noise level including traffic volumes, vehicle types, average speed, and road surface characteristics. These factors are analyzed by CoRTN (Composite Noise Rating Number).This study figures out that that the noise level at the four-way intersection of PTC Pancor Market in 2023 reaches 71.74 dB based on CoRTN calculations and continues to increase by >0.2 dB annually until 2028. This noise level exceeds the maximum standard for noise level stipulated in the Minister of Environment Decree No. 48 regarding the Maximum Noise Levels for Commercial Areas, which is 70dB, indicating the necessity for noise management in this area.Keywords : CoRTN; Noise; shopping centre; unsignalized intersection
Analisis Perbandingan Pengelolaan Sanitasi Swakelola dan Kontraktual Terhadap Pembangunan Kontruksi MCK Dan Septitank Individual Kharismajianti, Vanny; Chalid, Abdul; Namara, Idi
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.229

Abstract

 ABSTRAKPemilihan pelaksanaan kegiatan fisik (proyek) pengelolaan sanitasi swakelola (Pemberdayaan Masyarakat) dan kontraktual diharapkan mempertimbangkan berbagai kriteria, sub kriteria dan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Sedangkan kriteria yang dipertimbangkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi antara lain adalah waktu, biaya, mutu, partisipasi masyarakat, operasional dan administrasi. Permasalahan penelitian ini adalah pemilihan pelaksanaan kegiatan fisik (proyek) konstruksi yang tepat dengan harapan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan kontruksi swakelola dan kontraktual terhadap pembangunan MCK dan septiktank individual Sanitasi Desa (Sandes) di Kabupaten Cianjur, 2) mengevaluasi penilaian infrastruktur sanitasi terbangun secara swakelola dan kontraktual terhadap pembangunan MCK dan septiktank individual Sanitasi Desa (Sandes) di Kabupaten Cianjur, 3) mengembangkan sistem manajemen kegiatan kontruksi secara swakelola dan sistem manajeman kegiatan kontruksi secara kontraktual. Data primer yang diambil dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner yang diambil dengan metode wawancara dan kuisioner yang kemudian diolah dengan metode SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). SPSS dilakukan untuk seluruh responden dari tiap kriteria, sub kriteria dan alternatif yang menjadi pilihan pelaksanaan proyek konstruksi. Dari hasil analisis yang diperoleh kemudian dilakukan validasi hasil analisis SPSS dengan metode wawancara dari perwakilan responden. Penelitian ini menunjukkan adanya berbagai kriteria yang dipertimbangkan antara lain adalah waktu, biaya, mutu, partisipasi masyarakat, operasional dan adminstrasi. Dari hasil analisis terhadap kriteria tersebut, diketahui bobot kriteria yang menjadi pertimbangan pemilihan pelaksanaan konstruksi yaitu Swakelola dengan pendampingan dan pengawasan yang ketat. Validasi hasil analisis menunjukkan rekomendasi model pelaksanaan proyek konstruksi lebih baik dilakukan dengan cara swakelola atau dengan kontraktual. Walaupun antara swakelola dan kontraktual sama – sama melakukan kontrak.Kata Kunci: Analisis Perbandingan Pengelolaan, MCK, Septiktank Individual Swakelola, KontraktualABSTRACTThe selection of the implementation of physical activities (projects) for self-managed (Community Empowerment) and contractual sanitation management is expected to consider various criteria, sub-criteria and can be implemented effectively and efficiently. While the criteria considered in the implementation of construction projects include time, cost, quality, community participation, operations and administration. The problem of this research is the selection of the suitable construction physical activity (project) mitigating future problems. This study aims to 1) identify the weaknesses and advantages of self-managed and contractual construction for the construction of individual MCK and septic tanks for Village Sanitation (Sandes) in Cianjur Regency, 2) evaluate the assessment of self-managed and contractual built sanitation infrastructure for the construction of individual MCK and septic tanks for the Village, and 3) develop a self-managed construction activity management system and a contractual construction activity management system. The primary data are questionnaire results collected by interviews and questionnaires and then processed by the SPSS (Statistical Package for The Social Sciences). SPSS is carried out for all respondents from each criterion, sub-criteria and alternatives that are the choice of construction project implementation. From the results of the analysis obtained, then validation of the results of the SPSS analysis was carried out with the interview method from respondents' representatives. This study shows that there are various criteria considered, including time, cost, quality, community participation, operations and administration. From the results of the analysis of the existing criteria, it is known that the weight of the criteria is considered for the selection of construction implementation is self-management with strict assistance and supervision. Validation of the results of the analysis shows that the recommendation of a construction project implementation model is better carried out by means of self-management or contractual. Even though self-management and contractual are both contracting.Keywords: Analysis Management Comparison, Contractual, Individual Septic Tank, MCK, Self-management 
Pretreatment Delignifikasi Limbah Kulit Durian Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol Putra, Rizkika; Yerizam, Muhammad; Yuliati, Selastia
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.306

Abstract

ABSTRAKKulit durian (60-75% bagian durian) mengandung selulosa 55,3%, lignin 19,3% dan abu 6,1%. Kandungan selulosa yang cukup tinggi dalam kulit durian merupakan potensi bioetanol. Tetapi, kandungan lignin dalam kulit durian mengganggu proses pembuatan bioetanol. Lignin bersifat cukup resisten terhadap degradasi kimia dan biologi, sehingga menghambat proses fermentasi. Diperlukan pretreatment proses delignifikasi untuk membantu proses fermentasi. Proses delignifikasi membutuhkan senyawa basa kuat dalam proses pemisahan lignin dari selulosa. Delignifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan aplikasi NaOH 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% dan waktu 60, 90 dan 120 menit. Pretreatment delignifikasi diharapkan meningkatkan kadar selulosa dan menurunkan kadar lignin. Kondisi terbaik pretreatment delignifikasi yaitu larutan pemasak NaOH 6%w/v dengan waktu 120 menit yang menghasilkan 83,05%w/w selulosa dan 8,03%w/w  lignin. Larutan pemasak NaOH dengan konsentrasi yang tinggi dan waktu delignifikasi yang semakin lama menurunkan kadar lignin dan meningkatkan selulosa. Kata kunci : Delignifikasi, Lignin, Limbah Kulit Durian, NaOH, SelulosaABSTRACTDurian peel (60-75%) contains cellulose 55.3%, lignin 19.3%, and ash 6.1%. Due to its high cellulose content, durian peel can be utilized and processed into bioethanol. However, in the production of bioethanol using durian peel waste as a raw material, lignin interferes the bioethanol production process: lignin. Lignin chemically and biologically resistant to degradation restricting the fermentation process. Therefore, a pretreatment delignification process is required before fermentation. A strong alkaline compound is needed in the delignification process to separate lignin from cellulose. This study uses NaOH as a strong base in the delignification process. The variations used in this study are the concentration of NaOH (2%, 3%, 4%, 5%, and 6%) and time (60, 90, and 120 minutes). Delignification pretreatment affects the cellulose and lignin content produced, with the best delignification pretreatment condition being a 6%w/v NaOH cooking solution for 120 minutes, resulting in a cellulose content of 83.05%w/w and a lignin content of 8.03%w/w. Increase concentration of NaOH as the cooking solution and longer time of the delignification time, increase cellulose obtained and decrease lignin content Keywords :    Cellulose, Delignification, Lignin, NaOH, Waste peel of Durian
Gap Analysis Implementasi Kebijakan Indonesian Sustainaible Palm Oil Terkait Pengelolaan Lingkungan Pada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Komarudin, Nurul Amri
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.275

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan merupakan  produsen terbesar ke-6 produk perkebunan kelapa sawit di Indonesia dengan luas area 1.2 juta hektar. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat masalah lingkungan di provinsi Sumatera Selatan yang disebabkan oleh kurangnya pengelolaan lingkungan pada perkebunan kelapa sawit dan kejadian kebakaran hutan yang menyebabkan dampak negatif pada lingkungan di sekitar perkebunan tersebut. Berdasarkan indikasi ini, diperlukan analisis gap terkait kebijakan lingkungan dan implementasinya di perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh 6 perusahaan di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan berdasarkan kriteria yang terdapat di dalam prinsip ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan menganalisis implementasi kebijakan lingkungan pada perusahaan perkebunan kelapa sawit. Analisis gap dilakukan dengan menggunakan regualatory gap analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 105 indikator dari 126 indikator pada kriteria ISPO yang terkait dengan lingkungan telah dipenuhi oleh perusahaan  perkebunan kelapa sawit. Secara keseluruhan, skor implementasi kebijakan lingkungan yang telah terpenuhi memiliki persentase 85%, dan kesenjangan memiliki nilai 0.15 yang berarti kesenjangan tersebut rendah, sehingga dapat dikatakan bahwa kebijakan lingkungan telah berhasil diimplementasikan oleh perusahaan sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).
PENGGUNAAN LIMBAH MASKER SEBAGAI CAMPURAN BAHAN PEMBUATAN PAVING BLOCK Yudistira, Farhan Dwi; Annisa, Annisa; Ilham, Ilham
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i1.287

Abstract

Penelitian ini menyoroti masalah yang berkaitan dengan peningkatan jumlah limbah masker akibat pandemi COVID-19 yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan. Limbah masker mengandung serat plastik yang memerlukan waktu sangat lama untuk terurai, dan bahkan dalam kondisi pasca-pandemi, jumlah limbah masker terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan limbah masker sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block, dengan fokus pada aspek kualitas dan kategori berdasarkan standar SNI 03-06910-1996. Metode penelitian melibatkan sterilisasi limbah masker, pengeringan, pemotongan, pencampuran dengan semen dan pasir, serta pencetakan paving block. Variasi campuran limbah masker yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dari volume paving block. Pengujian dilakukan dengan metode eksperimen, termasuk uji non-destructive dan destructive setelah perawatan selama 28 hari. Hasil pengujian destructive menunjukkan bahwa penambahan limbah masker pada paving block berdampak signifikan terhadap penurunan kuat tekan, dengan nilai rata-rata menurun seiring dengan peningkatan persentase campuran masker. Pengujian non-destructive mengungkap bahwa campuran masker memengaruhi kerataan permukaan dan densitas paving block, serta meningkatkan penyerapan air. Selain itu, pengujian infiltrasi menunjukkan kegagalan karena hambatan mencapai 100%. Berdasarkan standar SNI 03-0691-1996, campuran P1 memenuhi kriteria kualitas kategori A yang cocok untuk perkerasan jalan. Sementara itu, varian P2, P3, dan P4 termasuk dalam kategori kualitas B yang lebih cocok untuk penggunaan pada area parkir mobil. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai potensi pemanfaatan limbah masker dalam konstruksi paving block, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas dan kategori sesuai standar. Hal ini dapat menjadi alternatif yang berkelanjutan untuk mengelola limbah masker dan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkannya.
Plastik Biodegradable Dari Selulosa Tongkol Jagung Menggunakan Metode Solution Casting Mulyana, Eka; Purnamasari, Indah; Yerizam, Muhammad
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.308

Abstract

ABSTRAKIndonesia membutuhkan plastik biodegradable untuk memitigasi limbah plastik terakumulasi di lingkungan. Plastik biodegradable mudah terurai, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Plastik biodegradable dibuat menggunakan metode solution casting dengan bahan-bahan yaitu NaOH, NaOCl, HCl, asam asetat, gliserol, dan aquadest. Selulosa yang diekstraksi dari tongkol jagung pada penelitian ini memiliki kadar 83,1466%, dan digunakan dalam pembuatan plastik biodegradable, untuk membuat variasi selulosa 0% dan 10% dan penambahan gliserol sebagai plasticizer dengan variasi 0, 1, 3, 5, dan 7 ml. Karakterisasi meliputi uji kekuatan tarik, elongasi, daya serap air, dan biodegradasi. Hasil karakterisasi menyatakan bahwa uji kekuatan tarik terbaik mencapai 403,392 MPa di sampel dengan 0% selulosa dan tanpa tambahan gliserol. Nilai elongasi terbesar yaitu 28%, terdapat pada sampel dengan 10% selulosa dan penambahan 7 ml gliserol. Plastik menunjukkan daya serap air terbaik dengan nilai 27,86% pada sampel dengan 0% selulosa dan tanpa tambahan gliserol. Selama waktu degradasi selama 5 hari, plastik biodegradable dari selulosa tongkol jagung mencapai tingkat degradasi tertinggi sebesar 31,9293% pada sampel dengan 0% selulosa dan tanpa tambahan gliserol.Kata kunci : Gliserol; Plastik biodegradable; Selulosa; Tongkol JagungABSTRACT Indonesia requires biodegradable plastic to mitigate accumulation plastic waster in the envirnment. Biodegradable plastic easily decompose to mitigate negatve impacts to the environment. Biodegradable plastics were produced using the solution casting method with materials namely NaOH, NaOCl, HCl, acetic acid, glycerol, and distilled water. Cellulose extracted at 83.1466% concentration was used in the production of these plastics to make variations of 0% and 10% cellulosa, and glycerol added as a plasticizer in variations of 0, 1, 3, 5, and 7 ml. Characterization included testing for tensile strength, elongation, water absorption, and biodegradation. The characterization results indicated that the highest tensile strength test reached 403.392 MPa in samples with 0% cellulose and no additional glycerol. The greatest elongation value, 28%, was found in samples with 10% cellulose and 7 ml glycerol added. The plastic exhibited the best water absorption capacity with a value of 27,86 % in samples with 0% cellulose and no additional glycerol. Over a degradation period of 5 days, biodegradable plastics made from corn cob cellulose achieved the highest degradation rate of 31.9293% in samples with 0% cellulose and no additional glycerol.Keywords : Biodegradable Plastic; Cellulose; Corn Cob; Glycerol 

Page 10 of 12 | Total Record : 119