cover
Contact Name
Erda Fitriani
Contact Email
erdafitriani@fis.unp.ac.id
Phone
+6285278103477
Journal Mail Official
culture@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research
ISSN : 26863421     EISSN : 2686343X     DOI : https://doi.org/10.24036/culture
Culture & Society: Journal of Anthropological Research was published to develop and enrich scientific discussion for scholars who put interest on socio-cultural issues in Indonesia. Editors welcome theoretical or research based article submission. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The criteria of the submitted article covers the following types of article: first, the article presents the results of an ethnographic/qualitative research in certain topic and is related with ethnic/social groups in Indonesia; second, the article is an elaborated discussion of applied and collaborative research with strong engagement between the author and the collaborator’s subject in implementing intervention program or any other development initiative that put emphasizes on social, political, education and cultural issues; last, a theoretical writing that elaborates social and cultural theory linked with the theoretical discourse of anthropology, especially in Indonesia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2021): Culture " : 5 Documents clear
Eksistensi Badikia di Nan Limo Hilia Andri Satria; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan eksistensi Badikia Rabano di desa Nan Limo Hilia serta mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemain Badikia Rabano, masyarakat serta tokoh masyarakat yang ada di desa Nan Limo Hilia. Eksistensi Badikia Rabano di desa Nan Limo Hilia adalah keberadaannya masih ada di tengah masyarakat Nan Limo Hilia. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah pradigma etnosains yang dikemukakan oleh James P. Spradley. Motodologi yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif yang menggunakan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan James P. Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Badikia Rabano masih dibutuhkan oleh masyarakat dibuktikan dengan adanya Badikia Rabano dalam berbagai kegiatan yang bernuansa agama di masyarakat. Pemain Badikia secara umum tidak mengetahui arti dari kitab Badikia yang dibaca, namun menurut kepercayaan masyarakat yang ada bahwa kitab dibaca menceritakan sejarah Nabi Muhammad SAW.
Motivasi Anak Nagari Mengikuti Silek Kumango Lia Amelia; Rio Putra Winanda
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.67

Abstract

Permainan tradisional daerah atau permainan anak nagari yaitu silek merupakan bentuk dari sebuah kesenian yang memiliki nilai keindahan bagi penikmatnya. Di era modernisasi, masih ada generasi muda yang mempelajari dan menekuni Silek Kumango. Penelitian ini dilakukan di Nagari Kumango Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data antara lain: (1) wawancara (interview), dengan 18 informan yang terdiri dari Guru Sasian Silek Kumango, Guru Tuo/penasehat Silek Kumango, pelajar/ mahasiswa, Tokoh Adat Nagari Kumango, dan Orang tua Persi Silek Kumango; (2) pengamatan (Observasi) pada pelaksanaan permainan anak Silek Kumango; dan (3) studi kepustakaan dalam bentuk artikel, laporan penelitian terdahulu berserta sumber bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian tentang Silek Kumango. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi para generasi muda ingin mempelajari Silek Kumango selain untuk pelestarian budaya, juga karena rasa ingin tahu terhadap Silek Kumango, rasa aman dan keinginan untuk berprestasi serta dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
Persepsi Masyarakat Terhadap Perempuan Bercadar Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Aur Kuning Yaya Permatasari; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.68

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan persepsi masyarakat terhadap perempuan bercadar di Kelurahan Aur Kuning Kota Bukittinggi pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan secara random kepada 534 penduduk laki-laki dan perempuan di Kelurahan Aur Kuning dengan batasan usia 25-29 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket kepada 53 responden dan dianalisa dengan teknik analisis statistik deskriptif, erta dijelaskan dengan teori etnosains yang dikembangkan oleh Goodenough. Goodenough menyatakan bahwa perilaku masyarakat suatu kebudayaan tergantung dengan pengetahuan yang ia miliki. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa persepsi masyarakat Kelurahan Aur Kuning pada umumnya responden laki-laki dan perempuan mengetahui cadar. Sedangkan persepsi masyarakat mengenai perempuan bercadar pada masa pandemi Covid-19, sebagian kecil responden perempuan beranggapan cadar juga termasuk sebagai alat penyaring virus covid-19 sedangkan responden laki-laki beranggapan bahwa cadar bukanlah alat penyaringan virus. Perempuan bercadar di sekitar Kelurahan Aur Kuning merasa nyaman menggunakan cadarnya pada masa pandemi Covid-19 dan tetap diperlakukan sama dengan masyarakat lainnya. Berbeda sebelum masa pandemi perempuan becadar merasa terasingkan dan tidak percaya diri dalam bergaul.
Buka Tutup Jilbab di Kalangan Siswi SMA Lili Afnita Wulandari; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.69

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penyebab perilaku buka tutup jilbab di kalangan siswi SMA Negeri 1 Solok Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pemilihan informan purposive sampling (sampel bertujuan) dengan jumlah informan sebanyak 22 orang. Pengumpulan data dengan cara observasi non partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen, dan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Data dianalisis menggunakan teori etnosains yang dikembangkan oleh Goodenough yang menyatakan bahwa perilaku masyarakat suatu kebudayaan tergantung dengan pengetahuan yang ia miliki. Asumsi teori bahwa setiap masyarakat mempunyai suatu sistem yang unik dalam mempersepsikan dan mengorganisasikan fenomena material seperti benda-benda, kejadian, perilaku serta emosi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa perilaku buka tutup jilbab di kalangan siswi itu disebabkan karena pengetahuan agama yang rendah, Kasak dan Lameh saat memakai jilbab, peraturan sekolah yang mewajibkan berjilbab dan pengaruh lingkungan yang tidak mendukung untuk dapat memakai jilbab secara konsisten.
Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang Yuliyus Yuliyus; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.73

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan peneliti untuk mengetahui mengapa nelayan Kota Padang masih menggunakan Tradisi Maelo Pukek. Tradisi Maelo Pukek adalah suatu kebudayaan nelayan menangkap ikan di bibir pantai di Kota Padang yang membutuhkan sekolompok orang untuk menjalankan kegiatan Tradisi Maelo Pukek (10-15 orang). adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk bagaimana Implementasi Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang pada saat ini. Sebab, dibandingkan dengan alat tangkap ikan yang lain dengan penghasialan yang di dapatkan lebih menguntungkan dari Tradisi Maelo Pukek yang di lakukan nelayan kota Padang. Untuk menganalisis permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons. Dalam teori terdapat empat unsur penting untuk melaksanakan sistem agar tetap bertahan, keempat sistem itu iyalah Adaptation (Adaptasi), Goal (Pencapaian tujuan), Integration (Penyatuan), Latency (Pemeliharaan pola). Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan ialah teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Penelitian ini menemukan, bahwa dalam proses mempertahankan Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang masih di gunakan sebab adanya beberapa faktor sebagian nelayan yang masih menggunakan Tradisi Maelo Pukek seperti pertama, adanya berupa faktor sosial dan budaya disini tetap terjalin dalam masyarakat dan juga kebudayaan tetap terjaga. Kedua, faktor ekonomi yang mengakibatkan nelayan bertahan dengan Tradisi Maelo Pukek. Ketiga, faktor usia yang mempengaruhi nelayan terutama yang sudah lanjut usia yang berumur 40 ke atas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2025) Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025) Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024) Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024) Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023) Vol 5 No 1 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2023) Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022) Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022) Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021) Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021) Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021) Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021) Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020) Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020) Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020) Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020) Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019) Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019) More Issue