cover
Contact Name
Friska Marla Novieanty
Contact Email
mpriz101011@gmail.com
Phone
+6283115771424
Journal Mail Official
fikes.uij@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tidar No 19 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan
ISSN : 26568586     EISSN : 26217015     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini merupakan kumpulan artikel dalam bidang ilmu kebidanana. tujuan dari Jurnal Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah dapat menjadikan refrensi bagi penelitian yang lebih baik. Publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh urnal Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah dua kali dalam setahun.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER" : 10 Documents clear
Pengaruh Sikap dan Sosial Budaya terhadap Kejadian Unmet Need pada WUS Latifah Hanum
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.515

Abstract

KB adalah kebutuhan pemakaian kontrasespsi yang tidak terpenuhi. Wanita usia reproduktif yang tidak memakai kontrasepsi apabila ingin mengatur jarak kehamilan dan tidak menginginkan hamil lagi dalam waktu dua tahun yang akan datang dan tidak memakai KB. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh sikap dan sosial budaya terhadap kejadian unmet need pada WUS di kabupaten Jember. Desain yang diteliti akan memakai analitik observasional yaitu desain penelitian Cross sectional. Sebagian responden akan diambil dan diteliti yaitu 382 Wanita pasangan usia subur. data penelitian ini menggunakan Regresi logistic. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan tehnik multistage random sampling. Hasil yang akan diteliti menghasilkan dan didapatkan bahwa terdapat pengaruh sikap dan sosial budaya pada kejadian unmet need pada WUS. sikap, memiliki nilai (p = 0.000), sosial budaya yaitu nilai (p = 0.000). Kata Kunci: Sikap, dan Sosial Budaya
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang ANC berhubungan dengan Kunjungan ANC di Puskesmas Wongsorejo Rahmawati Raharjo
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.510

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) yang tinggi menjadi bukti kualitas pelayanan kesehatan yang masih rendah. Hal ini yang menjadikan program ANC menjadi tolak ukur keberhasian tenaga kesehatan dalam menjaga ibu hamil dengan tujuan deteksi dini resiko kehamilan. Namun, meskipun tujuan dari program antenatal care mempunyai kegunaan dan manfaat yang sangat penting bagi ibu hamil, tidak sedikit dari mereka yang kurang sadar bahkan tidak mengindahkan anjuran pelayanan kesehatan untuk melakukan kunjungan teratur. Pengetahuan ibu hamil menjadi faktor keteraturan kunjungan ANC. Jenis rancang bangun penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional adapun populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Wongsorejo pada triwulan ketiga di tahun 2017 sebanyak 150 orang, dengan menggunakan random sampling dan ditemukan 60 sampel untuk diteliti, adapun uji statistik menggunakan uji chi square (SPSS versi 20). Hasil penelitian menyatakan sebagian besar responden sebanyak 37 responden (61,7%) mempunyai tingkat pengetahuan baik dan hampir seluruh responden sebanyak 48 responden (80%) melakukan kunjungan ANC dengan teratur. Hasil uji statistik penelitian dapat nilai adalah  0,05 dengan df=4, maka bisa diketahui bahwa chi square table sebesar 9,488 dengan nilai tersebut diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Chi Square hitung > Chi Square table dan dinyatakan ada hubungan tingkat pengetahuan tentang ANC dengan kunjungan ANC di puskesmas Wongsorejo. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu hamil maka semakin teratur melakukan kunjungan ANC, maka untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang ANC disarankan untuk memperbanyak mencari informasi kesehatan melalui media cetak, internet maupun konsultasi langsung kepada tenaga kesehatan.Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, Kunjungan ANC
Pengetahuan Remaja Putri tentang Tablet Besi untuk Mengatasi Anemia Ni Ketut Ayu Sugiartini; Ni Putu Risti Wikayanti
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.499

Abstract

Kasus anemia cukup banyak terjadi di negara-negara berkembang yaitu sekitar 53,7%, anemia sering menyerang remaja putri disebabkan karena keadaan stres, haid, atau terlambat makan. Anemia akibat defisiensi zat besi dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada remaja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang tablet besi untuk mengatasi anemia berdasarkan sumber informasi dan sikap.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang dilakukan di SMA Negeri 1 Mengwi pada tanggal 7 Desember 2018 dimana menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik samplingnya adalah acak sederhana. Jumlah sampel yaitu 60 orang responden.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar yaitu 36 (60%) responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang tablet besi. Berdasarkan sumber informasi, diperoleh sebagian besar yaitu 21 (58%) responden yang mendapatkan informasi dari Non Pelayanan Kesehatan, sebagian besar 21 (58%)  memiliki pengetahuan kurang. Berdasarkan sikap, diperoleh hampir seluruhnya yaitu 36 (100%) responden memiliki sikap positif, sebagian besar 21 (58%) memiliki pengetahuan kurang.Kata Kunci : Pengetahuan, Tablet Besi, Anemia
Faktor - Faktor yang mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif di Banjar Kaja Sesetan Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan Ni Made Ari Febriyanti; Ni Putu Wiwik Listia Dewi
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.508

Abstract

Pemberian ASI eksklusif di Indonesia cakupanya masih sangat rendah. Proporsi pemberian ASI saja ( Eksklusif ), pada bayi umur 0 bulan adalah 52,7%, persentase ASI eksklusif  semakin menurun dengan meningkatnya kelompok umur bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor  yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di Banjar Kaja Sesetan Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan berdasarkan dari pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, umur dan dukungan suami. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Banjar Kaja Sesetan pada tanggal 15 Desember 2018 dimana menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 40 orang, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan teknik accidental sampling dan instrument data menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif, berdasarkan pengetahuan didapatkan sebagian besar (50%) dengan pengetahuan cukup tentang ASI Eksklusif. Berdasarkan umur sebagian besar (62,5%) berumur 20-35 tahun, berdasarkan    tingkat pendidikan sebagian besar (52,5%) dengan tingkat pendidikan menengah, berdasarkan pekerjaan  sebagian besar (70,0 %) responden bekerja, berdasarkan paritas  sebagian besar (85,0%) dengan paritas multipara dan berdasarkan dukungan suami sebagian besar (82,5%) mendapat dukungan suami. Kata Kunci :  Faktor- faktor, mempengaruhi pemberian, ASI eksklusif
Hubungan Lama Pemakaian DMPA dengan Terjadinya Peningkatan Berat Badan pada Akseptor Lama KB DMPA Periode Januari - Desember Tahun 2018 Di Poskesdes Pakem Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso Lina Bahkti Pertiwi
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.514

Abstract

Metode kontrasepsi modern yang paling sering digunakan adalah injeksi dan efek samping dari injeksi DMPA tersebut adalah peningkatan berat badan. Penyebab dari peningkatan berat badan ini masih belum jelas. Para ahli menjelaskan bahwa DMPA meningkatkan hormon progestin yang menstimulasi pusat nafsu makan agar mengalami peningkatan (Hartanto, 2004). Berdasarkan data sekunder, didapatkan 47,36% responden akseptor KB adalah pengguna KB suntik dan 54,06% di antaranya mengalami peningkatan berat badan. Penelitian ini menggunakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional, dan menggunakan teknik random sampling dengan 124 sampel. Hasil dapat disimpulkan bahwa penggunaan DMPA>3 tahun memiliki persentase tertinggi yaitu 72,5%, pengguna 2-3 tahun adalah 16,3%, pengguna 1-2 tahun adalah 11,29%. Didapatkan akseptor KB suntik DMPA mengalami peningkatan berat badan >2,3Kg sejumlah 69,4%.Tes statistik menggunakan Spearman’s didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara durasi penggunaan DMPA dan peningkatan berat badan. Kata kunci: durasi penggunaan DMPA, peningkatan berat badan
Hubungan Kehamilan Remaja dengan Lama Kala II Persalinan Wilayah Kerja Puskesmas Wringin Khoirul Anam
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.509

Abstract

Kehamilan remaja adalah proses fertilisasi yang terjadi secara alami dengan usia kurang dari 20 tahun, hal itu menjadikan penyebab utama kematian ibu pada saat melahirkan adalah usia ibu yang masih terlalu muda. Di Puskesmas Wringin Bondowoso, masih banyak ditemukan ibu hamil dengan usia dibawah 20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi remaja yang hamil di antara usia 13-19 tahun, yaitu hubungan kehamilan remaja dengan lamanya kala II persalinan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis korelasi, dengan populasi seluruh remaja yang hamil dan melahirkan di wilayah Puskesmas Wringin Bondowoso. Besar sampel yaitu sejumlah 21 remaja diambil sebagai sampel, variabel pengukurang menggunakan lembar observasi dan lembar partograf. Nilai masing-masing subjek dipelajari dan didata dalam bentuk angka dan persentase. Berdasarkan hasil dari Spearman’s Correlation Test didapatkan bahwa ada hubungan antara kehamilan remaja dan kala II memanjang saat melahirkan. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa kehamilan remaja dapat terjadi karena kurang pengetahuan akan resiko tinggi kehamilan remaja.Kata kunci: kehamilan rmaja, kala II memanjang
Tingkat Pengetahuan Ibu Bekerja dalam Pemberian ASI berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Bayi Usia 1 Tahun di Desa Bedewang Kecamatan Songgon Banyuwangi Tahun 2017 Ayuk Naimah
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.646

Abstract

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan ISPA adalah menyelimuti berlebihan, pemberian makanan tambahan terlalu dini, kurangnya pemberian ASI, imunisasi, polusi udara, tempat tinggal yang padat, kurangnya ventilasi dan sosial ekonomi. Desain penelitian ini adalah analitik survey sampai peneliti memenuhi target yang diinginkan dalam waktu satu bulan secara bertahap dengan menyebarkan kuesioner pada 35 responden. Subyek yang diteliti ditarik dari populasi dengan cara Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2017 yang ditabulasi silang diperoleh hasil hampir seluruhnya responden tingkat pengetahuan kurang sejumlah 32 responden (91.4%) terjadi ISPA, dan sebagian kecil responden tingkat pengetahuan cukup sejumlah 3 responden (8.6%) tidak terjadi ISPA. Analisis data dengan menggunakan uji Krusskal Wallis didapatkan interprestasi hasil Pearson's R = 1.000, sehingga dibanding dengan Krusskal-Wallis Correlation = 1.000. Dari hasil data tersebut dikatakan ada hubungan jika Pearson's R = Kruskal-Wallis Correlation maka H1 diterima. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan SPSS maka didapatkan hubungan koefisien korelasi 0,80 – 1,000 korelasi sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan ibu bekerja dalam pemberian ASI dengan kejadian ISPA pada bayi usia ? 1 tahun berhubung sangat kuat. Pada ibu bekerja tingkat pengetahuan dalam pemberian ASI kurang maka akan terjadi ISPA. Dalam pemberian ASI pada waktu ibu bekerja tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak memberikan ASI pada bayinya, banyak upaya yang dapat dilakukan oleh ibu dan yang terpenting adalah perubahan pikiran serta komitmen sebagai orang tua untuk mengutamakan kesehatan dan tumbuh kembang pada bayinya.Kata Kunci : Kejadian ISPA, Pengetahuan Ibu Bekerja, Pemberian ASI
Tingkat Pengetahuan Ibu Bekerja dalam Pemberian ASI berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Bayi Usia 1 Tahun di Desa Bedewang Kecamatan Songgon Banyuwangi Tahun 2017 Naimah, Ayuk
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.646

Abstract

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan ISPA adalah menyelimuti berlebihan, pemberian makanan tambahan terlalu dini, kurangnya pemberian ASI, imunisasi, polusi udara, tempat tinggal yang padat, kurangnya ventilasi dan sosial ekonomi. Desain penelitian ini adalah analitik survey sampai peneliti memenuhi target yang diinginkan dalam waktu satu bulan secara bertahap dengan menyebarkan kuesioner pada 35 responden. Subyek yang diteliti ditarik dari populasi dengan cara Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2017 yang ditabulasi silang diperoleh hasil hampir seluruhnya responden tingkat pengetahuan kurang sejumlah 32 responden (91.4%) terjadi ISPA, dan sebagian kecil responden tingkat pengetahuan cukup sejumlah 3 responden (8.6%) tidak terjadi ISPA. Analisis data dengan menggunakan uji Krusskal Wallis didapatkan interprestasi hasil Pearson's R = 1.000, sehingga dibanding dengan Krusskal-Wallis Correlation = 1.000. Dari hasil data tersebut dikatakan ada hubungan jika Pearson's R = Kruskal-Wallis Correlation maka H1 diterima. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan SPSS maka didapatkan hubungan koefisien korelasi 0,80 – 1,000 korelasi sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan ibu bekerja dalam pemberian ASI dengan kejadian ISPA pada bayi usia ? 1 tahun berhubung sangat kuat. Pada ibu bekerja tingkat pengetahuan dalam pemberian ASI kurang maka akan terjadi ISPA. Dalam pemberian ASI pada waktu ibu bekerja tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak memberikan ASI pada bayinya, banyak upaya yang dapat dilakukan oleh ibu dan yang terpenting adalah perubahan pikiran serta komitmen sebagai orang tua untuk mengutamakan kesehatan dan tumbuh kembang pada bayinya.Kata Kunci : Kejadian ISPA, Pengetahuan Ibu Bekerja, Pemberian ASI
Hubungan Persepsi Remaja Tentang Pendidikan Seksual dan Bimbingan Agama Orang Tua dengan Sikap Seksual Remaja pada Siswa SMK Yayasan Pendidikan 17-2 Malang 2016 Yunita Miftahul Masita
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.647

Abstract

Pemahaman yang kurang tentang seks dapat menimbulkan berbagai efek negative pada kelompok remaja. Pemahaman yang kurang tentang seks edukasi, memicu para remaja untuk mengeksplorasi tentang informasi tentang seks. Bimbingan dan pendidikan keagamaan yang diterapkan dalam keluarga sangat berpengaruh besar terhadap kemampuan penalaran moral yang mengarah pada etika seksual. Berdasarkan data yang diperolah dari Balitbang Pemkab Malang, yaitu CV Orbit Nusantara tercatat 405 pelajar di Kabupaten Malang pernah melakukan sekx bebas . Tujuan penelitian ini adalah untuk tau seberapa pengaruhkah hubungan persepsi remaja tentang pendidikan Sex dan bimbingan Agama dari orang tua dengan sikap seksual remaja pada siswa SMK 17-2 Malang 2016. Menggunakan Desain penelitian Cros sektional. Populasi siswa kelas 1 SMK Yayasan Pendidikan 17-2 Malang. Penelitian ini menggunakan teknik Random sampling dan hasil penelitian menggunakan korelasi ganda yang menunjukkan bahwa Fh 8,257?Ft 3,18 .Terdapat hubungaan antara persespi remaja tentang pendidikan seks dan bimbingan agama dari orang tua dengan sikap seksual remaja. Untuk menghindari sikap seksual yang negatif pada remaja perlu adanya pengarahan tentang pentingnya pendidikan seks dan pengarahan bimbingan keagamaan khususnya bagi orang tuaKata Kunci: Pendidikan Seks, Bimbingan Orang Tua, Sikap Seksual
Hubungan Persepsi Remaja Tentang Pendidikan Seksual dan Bimbingan Agama Orang Tua dengan Sikap Seksual Remaja pada Siswa SMK Yayasan Pendidikan 17-2 Malang 2016 Masita, Yunita Miftahul
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 2 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jurnalmidz.v2i2.647

Abstract

Pemahaman yang kurang tentang seks dapat menimbulkan berbagai efek negative pada kelompok remaja. Pemahaman yang kurang tentang seks edukasi, memicu para remaja untuk mengeksplorasi tentang informasi tentang seks. Bimbingan dan pendidikan keagamaan yang diterapkan dalam keluarga sangat berpengaruh besar terhadap kemampuan penalaran moral yang mengarah pada etika seksual. Berdasarkan data yang diperolah dari Balitbang Pemkab Malang, yaitu CV Orbit Nusantara tercatat 405 pelajar di Kabupaten Malang pernah melakukan sekx bebas . Tujuan penelitian ini adalah untuk tau seberapa pengaruhkah hubungan persepsi remaja tentang pendidikan Sex dan bimbingan Agama dari orang tua dengan sikap seksual remaja pada siswa SMK 17-2 Malang 2016. Menggunakan Desain penelitian Cros sektional. Populasi siswa kelas 1 SMK Yayasan Pendidikan 17-2 Malang. Penelitian ini menggunakan teknik Random sampling dan hasil penelitian menggunakan korelasi ganda yang menunjukkan bahwa Fh 8,257?Ft 3,18 .Terdapat hubungaan antara persespi remaja tentang pendidikan seks dan bimbingan agama dari orang tua dengan sikap seksual remaja. Untuk menghindari sikap seksual yang negatif pada remaja perlu adanya pengarahan tentang pentingnya pendidikan seks dan pengarahan bimbingan keagamaan khususnya bagi orang tuaKata Kunci: Pendidikan Seks, Bimbingan Orang Tua, Sikap Seksual

Page 1 of 1 | Total Record : 10