cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
+6285891495357
Journal Mail Official
jipt@untirta.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Pertanian Pascasarjana UNTIRTA Alamat Kontak : Jl.Raya Jakarta Km.4 Kota Serang Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa
ISSN : -     EISSN : 27153657     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa merupakan publikasi ilmiah berkala yang diterbitkan Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian terhadap teori dan praktek penerapan ilmu pertanian dalam arti luas, meliputi Ilmu Tanaman, Agronomi, Agro-teknologi, AgroEkosistem dan Lingkungan, Ilmu Pangan, Teknologi Pangan, Agribisnis, Sosial-Ekonomi Pertanian, dan Informasi Pertanian.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2025)" : 7 Documents clear
Sistem Penanganan dan Budidaya Pascapanen Bunga Telang Di Kecamatan Serang, Kota Serang Amalia, Azka; Fahraini, Fariha Ihda; Azahra, Elsa Fidhela; Pamela, Vega Yoesepa; Eris, Fitria Riany
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.32947

Abstract

AbstrakBunga telang (Clitoria ternatea L.) dikenal dengan ciri khasnya yang berwarna biru, ungu, dan putih, serta dikenal dengan tanaman merambat yang sering dijumpai di sekitar pagar. Bunga ini merupakan salah satu bahan alami yang umum dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bunga telang dapat digunakan dalam berbagai produk pangan, seperti minuman, pewarna makanan alami, serta sebagai obat tradisional. Meskipun demikian, tanaman ini umumnya tumbuh secara liar dan belum banyak yang memahami cara pemanfaatan dan budidayanya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari cara budidaya dan penanganan pascapanen tanaman bunga telang di Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten tepatnya di tempat budidaya bunga telang yaitu “Ambasee Blue Garden”. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada tempat budidaya ini penanganan terhadap bunga telang masih dilakukan secara tradisional. Budidaya bunga telang melalui proses yang cukup sederhana, diawali dari menyemai biji telang, mempersiapkan lahan yang sudah diberi pupuk, proses penanaman, dan dirawat secara rutin dengan cara memberikan udara dan pupuk secukupnya. Bunga telang dapat mekar setelah kurang lebih 3-4 minggu dan dipanen setelah 2 bulan, penanganan pascapanen dilakukan dengan cara pengeringan menggunakan oven untuk dijadikan produk teh, kemudian dikemas dan siap dipasarkan. Kata Kunci: budidaya, bunga telang, panen, pascapanenAbstractButterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is known for its characteristic blue, purple, and white colors, and is known as a vine that is often found around fences. This flower is one of the natural ingredients commonly used in people's daily lives. Butterfly pea flower can be used in various food products, such as drinks, natural food coloring, and as traditional medicine. However, this plant generally grows wild and not many people understand how to optimally utilize and cultivate it. This research aims to find out and learn how to cultivate and handle post-harvest of Butterfly pea flower plants in Serang District, Serang City, Banten Province, precisely at the place of Butterfly pea flower cultivation, namely “Ambasee Blue Garden”. This research method was carried out by means of observation, interviews and documentation. In this cultivation place, the handling of Butterfly pea flower is still done traditionally. The cultivation of Butterfly pea flower through a fairly simple process, starting from sowing Butterfly pea flower seeds, preparing the land that has been given fertilizer, the planting process, and being treated regularly by giving enough water and fertilizerKeywords: butterfly pea flower, cultivation, harvest, post-harvest
Respons Pertumbuhan dan Hasil Umbi Mini Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Biji terhadap Perlakuan Densitas Tanaman dan Tingkat Kosentrasi Pupuk Silika Cair Suhaelah, Elah; AM, Kartina; Millah, Zahratul
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.33695

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan dan hasil umbi mini bawang merah (Allium ascalonicum L.) asal biji varietas Lokananta terhadap perlakuan densitas tanaman dan tingkat konsentrasi pupuk silika cair. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor sebagai perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah densitas tanaman yang terdiri dari tiga taraf yaitu densitas 300 tanaman/m2, densitas 400 tanaman/m2, dan  densitas 500 tanaman/m2.  Faktor kedua yaitu taraf konsentrasi pupuk silika terdiri dari tanpa pupuk silika, silika 10 g/l, silika 12 g/l, dan silika 14 g/l. Parameter yang diamati adalah jumlah umbi mini per rumpun, bobot basah tanaman per petak,  dan bobot kering umbi per petak. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan demonstrasi Plot Balai Penyuluhan Pertanian Baros, yang terletak di Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada bulan Agustus 2024 sampai dengan bulan Desember 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara densitas tanaman dan tingkat konsentrasi pupuk silika cair terhadap pertumbuhan dan hasil umbi mini bawang merah pada semua parameter yang diamati. Densitas 400 tanaman/m2  memberikan hasil cendrung lebih baik pada parameter jumlah umbi mini per rumpun (2,50 umbi), bobot basah tanaman per petak (7.840,69 g), dan  bobot kering umbi per petak (2.823,73 g). Aplikasi pupuk silika cair dengan konsentrasi 12 g/l memberikan hasil cendrung lebih pada parameter jumlah umbi mini per rumpun (2,56 umbi), bobot basah umbi per rumpun (11,87 g), bobot basah tanaman per petak (6.942,89 g), dan bobot kering umbi per petak (2.568,16 g).Kata Kunci: umbi mini, densitas tanaman, silika, bawang merah AbstractThis research aims to determine the growth response and yield of mini shallot bulbs (Allium ascalonicum L.) from Lokananta variety seeds to plant density treatments and liquid silica fertilizer concentration levels. This study used a randomized block design with two factors as treatments and three replications. The first factor is plant density consisting of three levels, namely a density of 300 plants/m2, a density of 400 plants/m2, and a density of 500 plants/m2. The second factor is the concentration level of silica fertilizer consisting of no silica fertilizer, 10 g/l silica, 12 g/l silica, and 14 g/l silica. The parameters observed were the number of mini tubers per clump, wet weight of plants per plot, and   dry weight of tubers per plot.This research was conducted in the demonstration land of the Baros Agricultural Extension Center Plot, located in Baros Village, Baros District, Serang Regency, Banten Province, from August 2024 to December 2024. The results of the research showed that there was no interaction between plant density and the concentration level of liquid silica fertilizer on the growth and yield of shallot mini bulbs in all observed parameters. The density of 400 plants/m2 gave results that tended to be better in the parameters of the number of mini bulbs per clump (2.50 bulbs), wet weight of plants per plot (7,840.69 g), dry weight of bulbs per plot (2,823.73 g), and dry weight of bulbs per hectare (14.21 tons). . Application of liquid silica fertilizer with a concentration of 12 g/l gave results that tended to be better in the parameters of the number of mini bulbs per clump (2.56 bulbs), wet weight of bulbs per clump (11.87 g), wet weight of plants per plot (6,942.89 g), and dry weight of bulbs per plot (2,568.16 g).Keywords: mini tubers, plant density, silica, red onion
Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Akibat Pemberian Beberapa Konsentrasi POC Urine Sapi dan Arang Sekam Padi Dwiyanto, Dimas; Mulyani, Cut; Saputra, Iwan
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.33646

Abstract

AbstrakKebutuhan Pakcoy dalam negeri semakin meningkat setiap tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan produksi pakcoy sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan pakcoy di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC urine sapi dan arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh pada september-november 2022. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi POC urine sapi yang terdiri dari K0: Kontrol; K1: 100 ml/l air; K2: 200 ml/l air dan K3: 200 ml/l air. Faktor kedua adalah arang sekam padi yang terdiri dari A0: control; A1: 5 ton/ha; A2: 10 ton/ha; A3: 15 ton/ha dan A4: 20 ton/ha. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman, bobot akar, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi POC urine sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 21 dan 28 HST, bobot tanaman, dan bobot akar namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Perlakuan arang sekam padi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.Kata kunci: pakcoy, POC urine sapi, arang sekam padi, organik AbstractPakcoy demand in the country is increasing every year along with the increase in population. Increased pakcoy production is needed to meet the needs of pakcoy in Indonesia. This study aims to determine the effect of POC concentration of cow urine and rice husk charcoal on the growth and production of pakcoy plants. This research was conducted at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Samudra University, Langsa Lama, Langsa City, Aceh Province in September-November 2022. The research was arranged using a factorial randomized block design consisting of 2 factors. The first factor was the concentration of cow urine POC consisting of K0: Control; K1: 100 ml/l water; K2: 200 ml/l water and K3: 200 ml/l water. The second factor is rice husk charcoal consisting of A0: control; A1: 5 tons/ha; A2: 10 tons/ha; A3: 15 tons/ha and A4: 20 tons/ha. Parameters observed included plant height, number of leaves, plant weight, root weight, and root length. The results showed that the treatment of cow urine POC concentration had a significant effect on plant height 21 and 28 HST, plant weight, and root weight but had no significant effect on other parameters. Rice husk charcoal treatment had no significant effect on all observation parameters. Keywords: Pakcoy, cow urine POC, rice husk charcoal, organic
Pengaruh Citra Merek, Harga, Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kecap Benteng SH di CV Firma Sehat Aisyah, Sabila Aurelia; Sulaeni, Sulaeni; Budiawati, Yeni
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.33775

Abstract

AbstrakIndustri kecap manis merupakan salah satu sektor yang memiliki peluang besar dan persaingan yang semakin meningkat. Salah satu merek kecap lokal yang terkenal adalah Kecap Benteng SH dari Kota Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek, harga, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian Kecap Benteng SH di CV Firma Sehat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 40 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji instrumen (uji validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian membuktikan bahwa citra merek, harga, dan kualitas produk secara simultan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Kecap Benteng SH di CV Firma Sehat. Secara parsial, kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Kecap Benteng SH di CV Firma Sehat, namun citra merek dan harga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Kecap Benteng SH. CV Firma Sehat diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kualitas produk secara konsisten dan sesuai dengan harapan konsumen, guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat loyalitas pelanggan.Kata kunci : citra merek, harga, kualitas produk, keputusan pembelian  AbstractThe sweet soy sauce industry is one of the sectors with significant opportunities and increasing competition. One of the well-known local soy sauce brands is Kecap Benteng SH from Tangerang City. This study aims to analyze the influence of brand image, price, and product quality on the purchasing decision of Kecap Benteng SH at CV Firma Sehat. Data collection techniques used in this study include observation, interviews, and questionnaires. The sampling technique applied is non-probability sampling using the accidental sampling method. The sample in this study consisted of 40 respondents. The analysis methods used in this research include instrument testing (validity and reliability tests), classical assumption tests, multiple regression analysis, and hypothesis testing. The result proved that brand image, price, and product quality simultaneously have a positive influence on purchase decision of kecap benteng SH in CV Firma Sehat. Product quality partially have a positive effect on purchase decision of kecap benteng SH in CV Firma Sehat, but brand image and price partially have no significant effect on purchase decision of kecap benteng SH. CV Firma Sehat is expected to maintain and improve product quality consistently and in line with consumer expectations, in order to increase consumer trust and strengthen customer loyalty.Keywords: brand image, price, product quality, purchasing decision
Artificial Intelligence untuk Optimasi Efisiensi dan Produktivitas Hasil Pertanian: Kajian Literatur Amelia, Poppy; Diningsih, Hatini; Nurmaelani, Siti; Nurhaeni, Siti; Jumiyanti, Jumiyanti; Budiawati, Yeni
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.33403

Abstract

Abstrak Pertumbuhan populasi dunia yang terus meningkat dan dampak perubahan iklim telah menciptakan tantangan serius bagi sektor pertanian, terutama dalam upaya memperbaiki efisiensi dan produktivitas hasil pertanian. Kebutuhan akan pasokan pangan yang berkelanjutan dari waktu ke waktu menjadi urgensi yang semakin meningkat, sementara ketersediaan sumber daya alam baik lahan pertanian, air, maupun energi semakin berkurang. Solusi terobosan seperti Artificial Intelligence (AI) yang menerapkan teknologi canggih menjadi kunci dalam upaya mengamankan ketahanan pangan dan keberlanjutan masa depan dalam sektor pertanian. Penelitian bertujuan untuk membahas penerapan AI dalam meningkatkan hasil pertanian. Kajian literatur, ditemukan bahwa AI mampu menganalisis informasi berbagai faktor yang mempengaruhi hasil pertanian, seperti kondisi cuaca, jenis tanah, dan kesehatan tanaman. Implementasi AI memungkinkan petani untuk melakukan prediksi yang lebih akurat terkait waktu tanam, pemupukan, dan pengendalian hama, yang berkontribusi pada peningkatan hasil panen. Integrasi AI dalam sistem pertanian dapat meningkatkan pengelolaan sumber daya, seperti air dan pupuk, serta membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan data yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pintar ini tidak hanya meningkatkan efisien dan produktivitas, tetapi juga untuk kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan dunia.Kata Kunci: artificial intelligence, efisiensi, produktivitas, hasil pertanianAbstractThe growing world population and the impacts of climate change have created serious challenges for the agricultural sector, especially in efforts to improve the efficiency and productivity of agricultural products. The need for sustainable food supply over time has become an increasing urgency, while the availability of natural resources such as agricultural land, water, and energy is decreasing. Breakthrough solutions such as Artificial Intelligence (AI) that apply advanced technology are key in efforts to secure food security and future sustainability in the agricultural sector. The research aims to discuss the application of AI in improving agricultural yields. Reviewing the literature, it was found that AI is able to analyze information on various factors that affect agricultural yields, such as weather conditions, soil types, and plant health. The implementation of AI allows farmers to make more accurate predictions regarding planting time, fertilization, and pest control, which contributes to increased crop yields. The integration of AI in farming systems can improve resource management, such as water and fertilizer, and help in better data-driven decision-making. The results show that the use of these smart technologies not only improves efficiency and productivity, but also environmental sustainability and global food security.Keywords: artificial intelligence, efficiency, productivity, agricultural products
Produksi Padi Sistem Jajar Legowo Pada Lahan Demplot Kelompok Tani Sumber Rejeki 1 Kota Serang, Provinsi Banten Sitaningtyas, Hyankasu Adeca Pandyambika Fatista; Safariya, Riya
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.31003

Abstract

AbstrakSistem tanam Jajar Legowo merupakan teknik penanaman dengan merekayasa barisan tanaman. Penanaman dilakukan di lahan demplot (demontrasi plot) kelompok tani Sumber Rejeki I Kelurahan Warung Jaud Kecamatan Kasemen Kota Serang provinsi Banten. Proses persiapan, penanaman, pengamatan, dan pemanenan dilakukan dalam rentang waktu April sampai September tahun 2024 menggunakan jajar legowo 5:1 degan jarak tanam 25 cm. Benih dan bahan pendukung diuraikan pada. Area lahan yang digunakan untuk demplot seluas 3 ha. Pendampingan kepada petani dapat menampung dan mencari jalan keluar suatu masalah dengan sistem diskusi guna secara mandiri. Pemanenan lebih awal ini dilakukan oleh petani dengan tujuan untuk mengurangi kerusakan dan kehilangan hasil yang lebih besar. Proses pemanenan yang lebih cepat 7-10 hari menghasilkan bobot kering gabah sebanyak 9,3 ton/ha. Hasil ini diketahui 2,8 ton lebih tinggi dibanding tanam sebelumnya yang menggunakan sistem tanam sejajar (tradisional petani).Kata Kunci: jajar legowo, pendampingan, padi, produksi  AbstractJajar Legowo planting system is a planting technique by engineering rows of plants. Planting is carried out on the demonstration plot land of the Sumber Rejeki I farmer group, Warung Jaud Village, Kasemen District, Serang City, Banten Province. The preparation, planting, observation, and harvesting processes are carried out in the period from April to September 2024 using a 5:1 jajar legowo with a planting distance of 25 cm. Seeds and supporting materials are described in. The land area used for the demonstration plot is 3 ha. Assistance to farmers can accommodate and find solutions to problems with a discussion system in order to be independent. This early harvest is carried out by farmers with the aim of reducing damage and greater loss of yield. The faster harvesting process of 7-10 days produces a dry weight of grain of 9.3 tons/ha. This result is known to be 2.8 tons higher than the previous planting which used the traditional planting system.Keywords: jajar legowo, mentoring, rice, production
Budidaya Lebah kelulut (Trigona Sp) Dengan Apiculture Agroforestry System Di Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa Nursila, Siti; Br Tambunan, Sonia Exaudi; Amika, Surya; Br Lumbangaol, Fianti Krisnawati; Khaerunnisa, Amelia; Ardhana, Mey Aristya Aggraini
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i1.31682

Abstract

AbstrakBudidaya lebah kelulut (Trigona sp.) dengan pendekatan apikultur agroforestri telah dilakukan di Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kemudahan budidaya serta kendala utama berupa keterbatasan sumber pakan pasca-replanting kebun kelapa sawit. Penurunan jumlah koloni dari 40 menjadi 6 kloni menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap ketersediaan nektar dan polen. Upaya mengatasi masalah ini dilakukan dengan menanam berbagai tanaman pakan seperti pohon santos, belimbing, jambu, dan bunga air mata pengantin. Selain sebagai sumber pakan, tanaman penaung juga berperan menjaga suhu dan kelembapan sarang. Hasil budidaya berupa madu, propolis, dan polen bernilai ekonomi tinggi dan berpotensi sebagai produk obat tradisional. Sistem apikultur ini mencerminkan prinsip agroforestri melalui integrasi tanaman multiguna dan keberlanjutan ekosistem, serta memperkuat aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi masyarakat sekitar.Kata Kunci: agroforestri, apikultur, lebah madu kelulut, pohon pakan AbstractStingless bee (Trigona sp.) cultivation using an apiculture agroforestry approach was conducted at the Faculty of Law, Samudra University, Langsa. This study explores the feasibility and main constraints of beekeeping, especially the declining forage availability after oil palm replanting. The number of colonies dropped from 40 to 6 due to limited nectar and pollen sources. To overcome this, forage plants such as Santos, starfruit, guava, and Antigonon were cultivated to support year-round honey production. Shade plants also helped stabilize the hive’s microclimate. Products such as honey, propolis, and pollen have high economic value and potential for traditional medicine. This apiculture practice reflects agroforestry principles by integrating multifunctional plants for ecological and economic sustainability, while also strengthening local social and environmental aspects.Keywords: agroforestry, apiculture, stingless honey bees, forage plants,

Page 1 of 1 | Total Record : 7