cover
Contact Name
Eswanto
Contact Email
eswanto@itm.ac.id
Phone
+6281396223345
Journal Mail Official
mekanikjtm@itm.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Medan Jl. Gedung Arca No. 52 Medan Sumatera Utara 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin "MEKANIK"
ISSN : 24431184     EISSN : 25810235     DOI : -
MEKANIK adalah Jurnal Ilmiah Teknik Mesin yang terkait dengan bidang teknik mesin atau bidang lain yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha, pendidikan, pelatihan, dan penelitian dalam bidang teknik mesin dalam bentuk karya ilmiah.
Articles 98 Documents
PROSES TEKNOLOGI PEMBUATAN MESIN PENGGILING DAN PENGADUK BUMBU PECAL KAPASITAS 30 KG/JAM Sutrisno, Franky; Ahmadi, Doni; Barita, Barita; Nurdiana, Nurdiana; Nurdin, Jufrizal
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin penggiling dan pengaduk bumbu pecal adalah mesin yang berfungsi untuk membantu mempermudah dalam proses menggiling danmengaduk bumbu pecal. Tujuan dari pembahasan ini adalah melakukan identifikasi komponen-komponen mesin, menentukan tipe dan alat perkakas yang di gunakan. Kontruksi mesin terdiri dari komponen manufaktur dan komponen standart, komponen manufaktur di kerjakan dengan menggunakan mesin bubut, gerinda, las, gergaji besi, drill, frais, bending. Prosedur pembuatan di lakukan mulai dari identifikasi komponen berupa jenis bentuk dan ukuran, bahan atau tipe bahan yang keseluruhannya di kerjakan dengan metode konvensional. Jenis komponen manufaktur yang di kerjaka nada 4 jenis, sedangkan bahan standart sebanyak 8 jenis. Waktupengerjaanperakitanmesin 135 menitdan proses pengerjaan keseluruhan mesin memerlukan waktu 568 menit atau 9,47 jam, sedangkan biaya material manufaktur dan standart seluruhnya Rp.5.230.000. dengan upah pembuatan Rp.2.615.000. biaya pembuatan satu buah mesin Rp.7.845.000. dengan panjang mesin 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 60 cm. Kata Kunci: MesinPenggiling,pengaduk Waktu Pembuatan, Jadwal, pecal.
APLIKASI TANUR SEBAGAI PELEBURAN LOGAM DITINJAU DARI ASPEK K3 (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) Supriono, Supriono
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The metal / steel casting industry is an industry that utilizes electrical energy as a heating source to melt metal. The electrical energy used is induction, namely; the effect of a magnetic vortex. The types of furnaces that are commonly used, such as: electric furnaces, induction furnaces, crucible stoves, kupola kitchens, air kitchens and kitchens. Hazard factors arising from the operation of the furnace include: noise, heat pressure, metal vapor, explosion. Keyword: metal smelting industry, induction
PENGARUH JARAK PIRING ROTARI PADA MESIN PENGUPAS KENTANG Siagian, Alfonsius; Iswandi, Iswandi
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang merupakan salah satu bahan pangan yang mampu menggantikan bahan pangan utama dunia setelah padi, gandum dan jagung. Disamping itu, kentang termasuk salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai perdagangan domestik dan potensi ekspor yang cukup baik. Menentukan jarak proses terbaik untuk menghasilkan produk yang berkualitas dari hasil pengupasan terbaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jarak piring rotari pada proses pengupasan kulit kentang dari hasil pengupasan terbaik.Pengujian dilakukan dengan terlebih dahulu mempersiapkan bahan baku kentang dengan jenis kentang kuning sebanyak 9 kg dengan massa 1 kg setiap percobaan. Pengujian ini dilakukan pada variasi jarak 8cm, dengan kecepatan putaran 49 Rpm pada satu siklus. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh berdasarkan jarak piring rotary terbaik adalah pada jarak 7 cm dengan kapasitas 40 kg/jam dan dengan daya terbaik adalah 35,294 watt. Kata kunci : Uji kinerja, pengupasan kentang, piring rotari
PERANCANGAN ALAT PEMBELAH BUAH DURIAN DENGAN MODEL TUAS KAPASITAS 50 BUAH / JAM Tanjung, Hairul Bukti; Oppusunggu, K.; Nurdiana, Nurdiana; Mahyunis, Mahyunis
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian adalah suatu tanaman yang banyak tumbuh di daerah tropis contohnya seperti di Indonesia. Untuk proses pembukaan pada awalnya alat yang digunakan untuk membelah durian hanya menggunakan cara manual yaitu hanya dengan menggunakan parang atau pisau.Alat pembelah buah durian dengan menggunakan tuas penekan adalah alat yang digunakan untuk membelah buah durian sehingga terkupas,alat pembelah buah durian dengan menggunakan tuas penekan,dirancang berkapasitas 50 buah / jam.yang memiliki kontruksi utama yang terdiri dari mekanisme tuas penekan dan pisau pembelah yang bekerja cara ditekan. Pada alat pembelah buah durian dengan menggunakan tuas penekan,dengan panjang tuas 450 mm yang terbuat dari bahan besi bulat.sedangkan ukuran rangka mesin 600 +400 +800 mm dengan berat beban yang dapat diterima pada rangka alat 82,425 kg.secara teoritis diperoleh daya pembelah buah durian 52,97 + 70.632 = 123.602 N.m.waktu yang dibutuhkan untuk membelah 1 buah durian adalah 0.03433detik. Kata kunci : durian, tuas penekan, mata pisau penusuk.
PROSES PEMBUATAN MESIN PENGHANCUR KACA MODEL DAUN ROTARI BERTINGKAT KAPASITAS 30KG/JAM Silaban, Jhon Adi F.; Oppusunggu, K.; Lubis, Zulkifli; Mahyunis, Mahyunis; Sutrisno, Franky
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan mesin penghancur kaca model daun rotary kapasitas 30 kg/jam bertujuan untuk mendapatkan langkah proses pembuatan, waktu pengerjaan mesin yang maksimal. Hal hal yang dibahas pada proses permesinan mesin penghancur kaca dengan menggunakan jenis mesin mesin perkakas yang digunakan antara lain mesin bubut,, mesin gerinda tangan, mesin gerinda potong,, mesin guedi/bor, mesin pengelasan. Dengan metode yang digunakan dalam proses pembuatan alat yaitu: menentukan/memilih tipe peralatan perkakas yang sesuai untuk digunakan, menentukan proses pembuatan mesin dan waktu yang dibutuhkan untk melakukan pekerjaan baik komponen maupun perakitan, jadwal waktu total proses pembuatan mesin penghancur kaca,, uji coba kelayakan alat/komponen. Perhitungan waktu kerja dapat dilakukan dengan menganalisa waktu pekerjaan disetiap langka kerja, pengadahan bahan, pengukuran, pemotongan,pembentukan bahan, pemgelasan, pengeboran, dan finishing. Dari hasil proses pembuatan mesin diperoleh waktu pengerjaan keseluruhannya dipergunakan waktu 17 jam 15 menit. Kata Kunci: pembuatan, mesin penghancur, kaca, sistem mekanis.
PENGARUH GETARAN PAHAT TERHADAP AUS PAHAT KARBIDA H10 N15 MENGGUNAKAN BAHAN PERMESINAN AISI 4140 Siregar, Muhammad Yakub; Yunus, Surya Murni
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh getaran pahat terhadap aus pahat (VB) menggunakan pahat karbida DcGx 11 T3 04 Al H10 produksi sandvick coromount digunakan untuk pembubutan bahan baja AISI 4140, permesinan dilakukan dengan pemotongan kering dengan variasi kecepatan potong (V), gerak makan (f), kedalaman potong (a), pada kondisi laju pemotongan maksimum dan minimum dapat diketahui dari hasil penelitian getaran pahat dan aus pahat. Getaran pahat tertinggi pada perlakuan V = 250 m/ menit, f = 0,1 mm/putaran, a = 0,5 mm dimana getaran pahat 0,58 Hz, dan getaran pahat terendah V = 200 m/ menit, f = 0,1 mm/putaran, a = 0,5 mm dimana getaran pahat 0,32 Hz. Sedangkan aus pahat tertinggi pada perlakuan V = 250 m/ menit, f = 0,1 mm/putaran, a = 0,5 mm dimana aus pahat (VB) = 3,075 mm, dan aus pahat terendah V = 200 m/ menit, f = 0,05mm/putaran, a = 0,25 mm dimana aus pahat (VB) = 0,328 mm. Semakin tinggi Kecepatan potong (V), Gerak makan (f), dan kedalaman potong (a) maka getaran pahat akan semakin tinggi sehingga akan mempercepat keausan yang terjadi pada pahat. Kata Kunci : Getaran pahat, aus pahat, karbida DCGX 11 T3 04 –AL H10, AISI 4140.
PROSES PEMBUATAN BLOK MESIN MOTTO MINI GP 50 CC Riyadi Sukit, Adzana Azzidani Jakti; Syahbuddin
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blok mesin adalah sebuah part atau komponen yang sangat berpengaruh besar pada pada kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4, karena fungsi dari blok mesin adalah tempat bergeraknya piston dalam melaksanakan proses kerja. Blok mesin sendiri mempunyai banyak fungsi yg dapat menjadikan kerja mesin menjadi baik fungsi blok mesin Antara lain adalah; 1. Sebagai tempat naik turun piston. 2. Tempat untuk mengarahkan energy pembakaran. 3. Sebagai tempat mekanisme engkol berlangsung. Dalam pembahasan tugas ahkir ini penulis hanya akan berfokus pada blok mesin yang terdapat pada motto gp 50cc, dimana tujuan penulis adalah untuk meneliti bagaimana cara dan proses pembuatan blok mesin motto gp 50cc dengan metode investment casting dan akan dilakukan uji struktur makro, uji kekerasan dan struktur mikro pada benda kerja atau part yang telah berhasil dibuat. Keywords: engine block, piston, investment casting, engine block function.
PENGARUH VARIASI LARUTAN ELEKTROLIT PADA GENERATOR HHO Firnanda, Haris; Barita, Barita
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan persoalan yang krusial didunia. Seiring berjalan nya waktu kebutuhan akan energi di dunia semakin meningkat khususnya energi fosil (bahan bakar). Oleh karena itu dibutuhkan energi alternatif atau suatu inovasi baru yang bertujuan untuk penghemat pemakaian bahan bakar, salah satu alternatif tersebut adalah penggunaan bahan bahan bakar hidrogen (H2). Untuk memperoleh gas hidrogen dapat dilakukan dengan cara memecah senyawa air (H2O) menjadi gas hidrogen hidrogen oksigen (HHO) atau brown`s gas yaitu melaui proses elektrolisis dengan bantuan listrik searah. Pada penelitian ini menggunakan generator HHO tipe dry cell dengan elektroda yang berupa plat stainless steel dengan larutan elektrolit baking soda sebanyak 60 gram dilarutkan kedalam air 700 ml dan jeruk nipis 2 kg yang diperas untuk mendapat air jeruk nipis sebanyak 700 ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju produksi, konsumsi daya yang digunakan oleh generator, dan efisiensi generator gas HHO. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperolah hasil larutan baking soda memiliki laju produksi sebesar maksimum 0,13392 l/min pada pengujian II dan III sedangkan air jeruk nipis maksimum sebesar 0,6516 l/min pada pengujian I.Kemudian untuk konsumsi daya larutan baking soda maksimum sebesar 55,44 Watt pada pengujian I dan efisiensi maksimum sebesar 12,77% pada pengujian II dan III. Kemudian untuk larutan air jeruk nipis konsumsi daya maksimum sebesar 75,99 Watt dan efisiensi maksimum sebesar 4,14% pengujian I. Kata kunci: Hidrogen, Elektolisis Air, Generator HHO Tipe Dry Cell, Larutan Elektrolit
PEMBUATAN CAKRAM REM SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN MATERIAL BAJA KARBON TIPE S45C Darma, Afif Arya Nugraha; Syahbuddin, Syahbuddin
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pengereman sangat berperan penting untuk kenyaman dan keamanan pengendara motor, cakram adalah salah satu bagian sistem pengereman yang dapat aus karena menerima beban mekanis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari nilai kekerasan cakram rem yang dibuat dan mendapatkan struktur mikro martensit. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon S45C dengan perlakuan panas hardening dan quenching, kemudian dilakukan pengujian menggunakan alat uji hardness rockwell dan alat uji mikroskop. Hasil penelitian mendapatkan tingkat kekerasan yang memiliki nilai rata – rata 65,2 HRC dengan proses heat treatment pada temperatur 1000 0C dengan suhu penahanan 90 detik dan dilakukan pendinginan cepat menggunakan media oli SAE 40. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Pancasila Jakarta dengan standar pengujian dilakukan sesuai dengan buku pedoman BOHLER dan diagram Time Temperatur Transformation. Kata Kunci : Cakram Rem,Sepeda Motor, Baja KarbonS45C, Heat Treatment, Struktur Mikro.
PROSES TEKNOLOGI PEMBUATAN MESIN PENCETAK PUTU MAYUNG MODEL TUAS PUTAR DENGAN MODIFIKASI MEKANISME CETAK KAPASITAS 5 KG/JAM Ginting, Regunanta; Nurdiana, Nurdiana; Sutrisno, Franky
MEKANIK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Medan (ITM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pembuatan mesin pencetak putu mayung merupakan mesin yang digunakan untuk mencetak putu mayung. Teknologi pembuatan mesin pencetak putu mayung ini di mulai dari pembutan rangka, poros, plat penekan, tabung adonan, loyang, plat cetakan, ulir Penekan, dan piston Press. Pemilihan material setiap komponen mesin dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi dan kekuatan material. Untuk melakukan proses pembuatan mesin pencetak putu mayung ini dilakukan dengan beberapa tahapan teknologi pembuatan diantara lain meliputi:pengadaan bahan atau persiapan bahan, proses pemotongan bahan,proses pengelasan, proses pembubutan, proses penggerindaan, proses finishing dan perakitan seluruh komponen. Proses pembuatan akan mempengaruhi kinerja mesin dimana katelitian sangat dibutuhkan, oleh sebab itu dalam proses pembuatan ini diharapkan agar bisa memilih dan menentukan mesin atau perkakas yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Mesin-mesin yang digunakan dalam proses pebuatan mesin pencetak putu mayung ini adalah mesin gergaj potong, mesin gurdi/bor, mesin bubut, mesin las listrik, mesin gerinda tangan dan tools. Dalam proses pembutan mesin ini metode yang digunakan adalah dengan cara membentuk komonen-komponen yang telah di rancang atau direncanakan terlebih dahulu. Waktu proses pembuatan mesin pecetak putu mayung memakan waktu selama 12,72 jam. Kata kunci : pembuatan, mesin putu mayung , waktu pembutan, tuas pemutar

Page 8 of 10 | Total Record : 98