cover
Contact Name
Sudoko
Contact Email
masdoko93@gmail.com
Phone
+628562882330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran Kabupaten Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 25485717     EISSN : 25984268     DOI : -
Core Subject : Education,
INSPIRASI - Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam UNDARIS Kabupaten Semarang dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini mempunyai spesifikasi sebagai media publikasi untuk mengkomunikasikan hasil kajian pemikiran serta hasil-hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Islam. Redaksi sangat mengharapkan para penulis dan ahli Pendidikan Islam dapat turut memberikan kontribusi naskahnya dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI" : 5 Documents clear
METODOLOGI GROUNDED THEORY Adibah, Ida Zahara
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.08 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.50

Abstract

ABSTRACTGrounded theory was first introduced by Glasser and Strauss in The Discovery of Grounded Theory (1967). The main purpose, first rationalizing the theory that is grounded, processed and developed by data processing activities during the research process takes place. According to Glaser and Strauus, this type of theory "bridges the gap between theoretical research and empirical research. The second objective is to formulate the logic and characteristics of grounded theory. Whereas the third is to legitimize qualitative research. Grounded theory is a systematic qualitative research procedure, in which the researcher is a theory that explains concepts, processes, actions, or interactions regarding a topic at a broad conceptual level. For that purpose, what is needed in the process towards theory is a planned and systematic procedure. Grounded theory is a general methodology for developing theory.Grounded theory is almost the same as other theories used in qualitative research. The data sources needed are the same, which includes interviews and field observations. The difference between this methodology and other qualitative methodologies lies in the development of theory. Researchers can achieve any theoretical goal when using grounded theory procedures. It's just that some grounded theory research tends to lead to the development of substantive theories. Grounded theory diperkenalkan pertama kali oleh  Glasser dan Strauss dalam The Discovery of Grounded Theory (1967). Tujuan utamanya, pertama merasionalisasikan teori yang digroundedkan ,diolah dan dikembangkan oleh aktivitas pengolahan data  selama proses penelitian berlangsung. Menurut Glaser dan Strauus ,teori jenis ini “menjembatani kesenjangan yang terjadi antara penelitian teoritis  dengan penelitian empiris. Tujuan kedua adalah merumuskan logika dan ciri khas dari grounded theory. Sedangkan ketiga adalah melegitimasi penelitian kualitatif. Grounded theory merupakan prosedur penelitian kualitatif yang sistematik, dimana peneliti suatu teori yang menerangkan konsep, proses, tindakan, atau interaksi mengenai suatu topic pada level konseptual yang luas. Untuk maksud itu, yang diperlukan dalam proses menuju teori itu adalah prosedur yang terencana dan teratur (sistematis). Grounded theory  adalah metodologi umum untuk mengembangkan teori. Grounded theory hampir sama  dengan teori-teori lain yang digunakan di dalam penelitian kualitatif. Sumber data yang diperlukan sama yakni meliputi wawancara dan observasi lapangan. Perbedaan metodologi ini dengan metodologi kualitatif lain terletak pada pengembangan teori. Para peneliti bisa mencapai tujuan teoritis apa saja ketika menggunakan prosedur grounded teory. Hanya saja sebagian penelitian grounded theory cenderung mengarah pada pengembangan teori substantive. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS NEUROSAINS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERPIKIR KREATIF DAN KERJASAMA Setiyoko, Agus
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.26 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.51

Abstract

AbstracThis thesis focuses on the implementation of neurosains learning models in structuring the characters of creative and cooperative thinking toward the students of SD (public schools) / MI (Islamic public schools) in Salatiga including SD Muhammadiyah Plus, and MI Ma’arif Mangunsari Salatiga in the year of 2017/2018. This research aims to reveal the extent of the implementation of neurosains learning models in SD/MI Salatiga (SD Muhammadiyah Plus and MI Ma’arif Mangunsariin structuring the creative and cooperative characters. The approach applies qualitative study that describes and analyses the phenomena of the learning process in those schools. This study finds that the implementation of neurosains learning models in SD Muhammadiya Plus Salatiga includes several learning models (1) Playing games, (2) Fun Learning, (3) Quantum Teaching, (4) Multiple Intelligence, (5) Problem solving base. Mean while, MI Ma’arif Mangunsari occupies the learning models of (1) Neuro Language Program, (2) Learning with music, (3) learning environment modification. The implementation of creative and cooperative learning models in those three schools is by organizing extracurricular activities. In this aspect, SD Muhammadiyah Plus has (1) Language club, HizbulWaton/Scout Movement, (2) Scout movement to create confident characters. Meanwhile Likewise, MI Ma’arif Mangunsari Salatiga trains the students to write song lyrics. Penelitian ini berjudul penerapan model pembelajaran berbasis neurosains dalam pembentukan karakter berpikir kreatif dan kerjasama (Studi pada SD Muhammadiyah Plus, dan MI Ma`arif Mangunsari Kota Salatiga) tahun 2017/2018. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis neurosains pada SD/MI Kota Salatiga (SD Muhammadiah Plus dan MI Ma`arif Mangunsari Kota dan bagaimana pembentukan karakter berpikir kreatif  dan kerjasama dalam pembelajaran berbasis neurosains pada sekolah tersebut. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian inia dalah penelitian kualitatif untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang fenomena, peristiwa proses pembelajaran di tiga sekolah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis neurosains pada SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga ada beberapa macam antara lain: (1) Model belajar anak dengan bermain, (2) Model Pembelajaran Fun Learning, (3) Pembelajaran Quantum Teaching, (4) Pembelajaran Multiple Intelegensi, (5) Pembelajaran berbasis masalah, di MI Ma`arif Mangunsari dalam penerapan pembelajaran adalah menggunakan (1) Neuro Language Program, (2) Media musik dalam belajar, (3) Pergantian warna/suasana. Sedangkan penerapan model pembelajaran kerjasama dan berpikir kreatif pada tiga sekolah tersebut adalah melalui kegiatan ekstra kurikuler yaitu: (1) Club Bahasa, Hizbul Waton/pramuka, (2) Kepanduan untuk menumbuhkan jiwa pemberani, sedangkan, di MI Ma`arif Mangunsari Kota Salatiga dengan cara anak dilatih agar mampu membuat lirik lagu.
PERAN METODE KOMUNIKASI DALAM PENYAMPAIAN MATERI AGAMA ISLAM Priarni, Rina
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.394 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.52

Abstract

Communication is one part of life that is very important for humans. For most of human life is filled with communication. Because with human communication can exchange information, and interaction in everyday life. Communication also participate in the implementation of teaching and learning process in an educational institution. Without communication it will not be achieved maximally in getting a desired result. However, in order to achieve this it is not permissible to communicate at random, a necessary pattern and communication method should be required.The direct and indirect method that teachers use in the delivery of material to their students is a communication that is so important in conveying the message to the students. There are so many phenomena that occur in schools about the students in thinking and behaving differently with what is taught by the teacher. That the purpose of educators in teaching and learning activities is to be able to educate and improve the quality of their students. So it is questioned in the process of communicating delivered by the teacher to his students.Therefore, there are some problems raised by the author. First, How is the method used by classroom teacher In Submission of Student Material of Islamic Kindergarten Tarbyatul Banin 02 Salatiga? Second, the supporting factors, obstacles, and solutions? The method used by the authors in finding the required data is descriptive qualitative method, that is by way of field observation, interview, and documentation in Tarbyatul Banin 02 Salatiga TK Islam directly. The method used in the delivery of material in the Islamic Kindergarten Tarbyatul Banin 02 Salatiga has been created very well, it is evidenced by how the students who can remember and practice the subject matter in the school environment.Komunikasi merupakan salah satu bagian kehidupan yang sangat penting bagi manusia. Sebab sebagian besar kehidupan manusia dipenuhi dengan komunikasi. Karena dengan komunikasi manusia bisa saling tukar informasi, dan berinterksi dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi juga ikut berperan serta dalam terlaksananya proses belajar mengajar di suatu lembaga pendidikan. Tanpa komunikasi maka tidak akan tercapai secara maksimal dalam mendapatkan sebuah hasil yang diinginkan. Akan tetapi, untuk mencapai hal tersebut tidak boleh melakukan komunikasi secara asal-asalan, harus diperlukan adanya sebuah pola dan metode komunikasi yang tepat.Metode langsung dan tidak langsung yang digunakan guru Dalam Penyampaian Materi terhadap siswanya merupakan sebuah komunikasi yang sangat begitu penting dalam menyampaikan pesannya kepada para siswanya tersebut. Banyak sekali fenomena-fenomena yang terjadi di sekolah mengenai siswa dalam berfikir dan bersikap lain dengan yang diajarkan oleh gurunya. Bahwasanya tujuan pendidik dalam kegiatan belajar-mengajar adalah untuk dapat mencerdaskan dan meningkatkan kualitas siswa-siswi mereka. Maka hal itu dipermasalahkan dalam proses berkomunikasi yang disampaikan oleh  guru kepada siswa didiknya.Oleh karena itu, maka timbullah beberapa masalah yang diangkat oleh penulis. Pertama, Bagaimana metode yang digunakan guru kelas Dalam Penyampaian Materi siswa TK Islam Tarbyatul Banin 02 Salatiga? Kedua, faktor pendukung, hambatan, dan solusinya?Metode yang digunakan penulis dalam mencari data yang diperlukan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara melalui pengamatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi di TK Islam Tarbyatul Banin 02 Salatiga secara langsung.Metode yang digunakan Dalam Penyampaian Materi di TK Islam Tarbyatul Banin 02 Salatiga sudah tercipta dengan sangat baik, hal ini terbukti dengan bagaimana siswa-siswinya yang dapat mengingat dan mempraktekkan materi pelajaran dalam lingkungan sekolah tersebut. 
URGENSI MANAJEMEN KESISWAAN DAN MANAJEMEN KEUANGAN DI SEKOLAH Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.334 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.48

Abstract

AbstractKesiswaan management is a process of obtaining all things related to students .He is part of the job of school principals who in the broad sense provide services for students .He became very urgent change for her accomplishments will determine will future generations with his staff in his girls nations struggle in the future .Financial management can not be separated from financing , as they are one source of power that directly support education effectiveness and efficiency in the management of .This better felt again for the implementation of school-based management , who demands capability of schools to plan , carry out , and evaluate the management of the funds will submit transparently to public and government . The purpose of this report is to find a student and financial management and knowing how student and financial management at school. The research is the qualitative study where similar gained by conducting the research library ( library research ) directed in understanding the love are at a text. The findings are manjemen student is a process of obtaining all matters relating to students in a school from planning, the students, coaching made during students are in school, to finish education students through creating a learning conducive to the and constructive learning process or learning effective.Student management aims to regulate kegiatan-kegiatan in the field of student learning process to be implemented in a school would go well, order and regularly in such a way that what is the main purpose of a program in other schools can be achieved optimally. Financial management is a manajamen schools that would be determine the life of educational activities in schools .Financial management is the management over the provision of administrative / financial which includes recording , planning , the implementation of the , accountability and reporting thus, of the school financial management can be defined as some activities set from planning of the school financial, bookkeeping, spending, of the school financial supervision and questioned.Manajemen kesiwaan merupakan suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa. Ia merupakan bagian dari tugas dari kepala sekolah yang secara garis besar memberikan layanan bagi siswa. Ia menjadi sangat urgen karena keberhasilannya akan menentukan baik buruknya generasi yang akan memegang tongkat estafet perjuangan bangsa di masa yang akan datang. Manajemen keuangan tidak lepas dari pembiayaan, karena keduanya merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi manajemen berbasis sekolah, yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintahan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian manajemen kesiswaan dan keuangan dan mengetahui Bagaimana manajemen kesiswaan dan keuangan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya didapat dengan melakukan penelitian pustaka (library research) diarahkan dalam memahami pesan-pesan yang ada dalam suatu teks.Temuan hasil penelitian adalah manjemen kesiswaan adalah  suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan, penerimaan siswa, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menyelesaikan pendidikannya melalui penciptaan suasana pembelajaran yang kondusif dan konstruktif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar atau pembelajaran yang efektif. Manajemen kesiswaan bertujuan mengatur kegiatan-kegiatan dalam bidang kesiswaan agar proses pembelajaran yang dilaksanakan di suatu sekolah dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur sedemikian rupa sehingga apa yang menjadi tujuan utama dari suatu program pembelajaran di sekolah dapat tercapai secara optimal. Manajemen keuangan adalah substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan  berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan  Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah. 
PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK JALANAN DI SURAKARTA Zaman, Badrus
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.095 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.49

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was (1) To find out Moral Education in Street Children at the Seroja PPAP Surakarta Institute. (2) Knowing the Inhibiting Factors of Moral Education for Street Children in the Seroja PPAP Surakarta Institute. (3) Knowing the Drivers of Moral Education in Street Children at the Seroja PPAP Surakarta Institute. This study used a qualitative descriptive method with case study research design. The data used are primary and secondary data. Sources of data used are informants, events or activities with informant resource persons. Data collection techniques used were interviews, observation, and document analysis. The validity of the data obtained by the technique of data triangulation, triangulation of methods and review of informants. Data analysis using interactive model data analysis. Based on the results of this study, it can be concluded that: (1) Moral Education in street children in the PPO Seroja Surakarta institution uses moral model education with a non-formal education model (TPA) that is by teaching the Qur'an to read and understand the contents of the verse which is contained in the Qur'an. The counseling model is by providing assistance and supervision for street children. exemplary model that is by giving example to street children in noble character. The skill model is by teaching street children various skills for entrepreneurship. Factors that influence the difficulty of the implementation of moral education in the Surakarta Seroja PPAP institution are: street children who do not have the awareness to follow moral education, less competent staff, less supportive facilities and infrastructure, and family environments that are passive and far from noble character. The driving factor is the concern of the institution and security towards the moral education of street children, the motivation of street children who want to change for the better, and the presence of shelter houses that can be a place of refuge and can also teach various moral values and skills to street children. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui Pendidikan Akhlak pada Anak Jalanan di Lembaga PPAP Seroja Surakarta. (2) Mengetahui Faktor Penghambat Pendidikan Akhlak Anak Jalanan di Lembaga PPAP Seroja Surakarta. (3)  Mengetahui Faktor Pendorong Pendidikan Akhlak pada Anak Jalanan di Lembaga PPAP Seroja Surakarta.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Data yang digunakan yakni data primer dan sekunder. Sumber data yang digunakan adalah informan, peristiwa atau aktifitas dengan nara sumber informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data yang diperoleh dengan teknik trianggulasi data, trianggulasi metode dan review informan. Analisis data menggunakan analisis data model interaktif.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Pendidikan Akhlak pada anak jalanan di lembaga PPAP Seroja Surakarta menggunakan model pendidikan Akhlak dengan Model pendidikan non formal (TPA) yaitu dengan mengajarkan baca tulis al-Qur’an untuk memahami lebih lanjut isi kandungan ayat yang terdapat di dalam al-Qur’an. Model konseling yaitu dengan memberikan pendampingan dan pengawasan bagi anak jalanan. model keteladanan yaitu dengan memberi contoh kepada anak jalanan dalam berakhlak mulia. Model ketrampilan yaitu dengan mengajar anak jalanan berbagai ketrampilan untuk berwirausaha. Faktor yang mempengaruhi sulitnya penerapan pendidikan Akhlak di lembaga PPAP Seroja Surakarta yaitu: faktor anak jalanan yang belum memiliki kesadaran untuk mengikuti pendidikan Akhlak, Tentor yang kurang berkompeten, Sarana dan prasarana yang kurang mendukung, dan lingkungan keluarga yang cenderung pasif dan jauh dari akhlak mulia. Faktor pendorong yaitu kepedulian lembaga dan tentor terhadap pendidikan akhlak anak jalanan, motivasi anak jalanan yang ingin berubah menjadi lebih baik, dan adanya rumah singgah yang bisa menjadi tempat berlindung dan juga bisa mengajarkan berbagai nilai-nilai akhlak dan keterampilan kepada anak jalanan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5