cover
Contact Name
Dr. Masagus Ahmad Azizi, ST, MT
Contact Email
masagus.azizi@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
masagus.azizi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Komplek Rukan Crown Palace Blok D No. 9 Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 - Tebet Jakarta Selatan 12870 email: jurnal.perhapi@gmail.com
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INDONESIAN MINING PROFESSIONALS JOURNAL
ISSN : 27148823     EISSN : 27159035     DOI : https://doi.org/10.36986/impj.v1i1.6
Core Subject : Engineering,
This Journal is published periodically two times annually : April and October, containing papers of research and development for mineral and coal, including Mining Exploration, Surface Mine System and Operation, Underground Mine System and Operation, Geotechnical, Mine Safety and Mine Environment, Mine Management, Mine Ventilation, Mineral and Coal Economics, Coal and Mineral Processing and Smelting, Metallurgy, Coal and Mineral Trading, Mining Law and Policy, Mining CSR and Community Development, and Technology and Innovation in Mining. The editors only accept relevant papers with the substance of this publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): November" : 6 Documents clear
IDENTIFIKASI ZONA KAYA KOBALT PADA CEBAKAN NIKEL LATERIT DI INDONESIA Nur Anbiyak; Tyas Cahyaningrum
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 2, No 2 (2020): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v2i2.35

Abstract

Kebutuhan kobalt dunia meningkat secara signifikan dan diproyeksikan tahun 2030 akan mencapai 430 ribu ton seiring dengan peningkatan permintaan industri mobil listrik dan penerbangan.  Saat ini, lebih dari 60% kebutuhan kobalt berasal dari tambang tembaga-kobalt di Afrika Tengah. Indonesia menyimpan sumberdaya kobalt dalam cebakan nikel-kobalt laterit berpotensi menjadi salah satu pemasok di masa depan jika tersedia fasilitas pengolahan bijih kobalt. Cebakan nikel-kobalt laterit merupakan produk pelapukan batuan ultrabasa dari kompleks ofiolit yang tersebar di Indonesia bagian timur. Pelapukan kimia batuan ultrabasa menghasilkan perlapisan profil laterit yang terdiri dari batuan dasar, saprolit, dan limonit. Ketebalan lapisan saprolit dan limonit dipengaruhi laju pengangkatan tektonik dan ketinggian muka air tanah, dimana seiring waktu pelapukan, laju pengangkatan tektonik rendah dan muka air tanah relatif tinggi akan menghasilkan lapisan saprolit yang relatif tebal. Berdasarkan evaluasi di Sulawesi, Halmahera, dan Papua Barat, konsentrasi tertinggi kobalt berada pada bagian bawah lapisan limonit antara 0,1-0,3%. Keberadaan kobalt pada zona ini berasosiasi dengan mineral-mineral Mn-oksida dengan jumlah sumberdaya keseluruhan mencapai 2,9 miliar ton. Hingga saat ini fasilitas pengolahan kobalt belum tersedia dan sebagian besar hanya mengekstraksi bijih nikel dari lapisan saprolite. Oleh karena itu diperlukan upaya konservasi untuk menyelamatkan bijih kobalt demi keberlangsungan industri pertambangan dan turunannya di masa depan.
PENGARUH KOMPOSISI MASERAL BATUBARA MUARA WAHAU TERHADAP PERILAKU TERMAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN PIROLISIS DENGAN THERMOGRAVIMETRIC ANALYSIS (TGA) Agus Haris Widayat; Komang Anggayana; Basuki Rahmad; Luthfi Hafizh Azhar
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 2, No 2 (2020): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v2i2.33

Abstract

Empat conto batubara dari daerah Muara Wahau telah diteliti untuk mengetahui karakteristik termal dengan pendekatan analisis pirolisis dan perangkat thermogravimetric analysis (TGA). Perilaku termal ini dapat memberikan gambaran yang dialami oleh batubara selama proses pembatubaraan di alam, pembatubaraan buatan, salah satu proses yang terjadi pada gasifikasi batubara bawah tanah, pencairan batubara, dan lain-lain. Analisis proksimat, ultimat, dan petrografi batubara juga dilakukan untuk mengetahui komposisi bahan organik yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa batubara Muara Wahau mempunyai komposisi maseral inertinit yang cukup bervariasi dari 6% hingga 18% (v/v). Analisis TGA menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan maseral inertinit, penurunan massa conto secara umum semakin rendah. Hal ini menunjukkan bahwa maseral inertinit cenderung tidak berevolusi selama proses pemanasan. Hasil ini memberikan implikasi bahwa batubara yang mengandung maseral inertinit kurang direkomendasikan untuk jenis pemanfaatan yang dipengaruhi oleh reaktivitas maseral seperti gasifikasi dan pencairan.
PERBANDINGAN TIGA PENDEKATAN GEOSTATISTIK UNTUK MEMODELKAN KETIDAKPASTIAN DALAM ESTIMASI SUMBERDAYA TIMAH DAN MINERAL IKUTAN TIMAH PADA ENDAPAN ALUVIAL Raymond Kosher Sianturi; Mohamad Nur Heriawan; Syafrizal Syafrizal; Cahyo Okta Ardian; Satyogroho Dian Amertho; Ichwan Azwardi Lubis
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 2, No 2 (2020): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v2i2.34

Abstract

Blok C merupakan salah satu blok endapan aluvial di Pulau Bangka yang memiliki prospek timah dan mineral ikutan timah seperti ilmenite, rutile, anatase, zircon, dan monazite. Endapan aluvial umumnya memiliki variabilitas yang tinggi sehingga faktor ketidakpastian akan sumberdaya timah dan mineral ikutan timah juga tinggi. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan antara 3 (tiga) pendekatan geostatistik untuk memodelkan ketidakpastian sumberdaya dengan studi kasus pada endapan aluvial di Blok C di Pulau Bangka. Untuk mengetahui variabilitas global di daerah penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Global Estimation Variance (GEV), sedangkan untuk mengetahui variabilitas lokal dilakukan menggunakan Sequential Gaussian Simulation (SGS) dan Discrete Gaussian Model (DGM). Hasil dari metode GEV dibandingkan dengan metode SGS dan hasil dari metode SGS juga akan dibandingkan dengan metode DGM. Dari hasil perbandingan GEV dan SGS menunjukkan bahwa hasil GEV cenderung less confidence jika dibandingkan dengan hasil SGS. Less confidence pada hasil GEV disebabkan oleh efek proporsional di daerah penelitian. Hasil perbandingan SGS dan DGM menunjukkan pola yang hampir sama untuk Sn (timah) dan ilmenite+rutile+anatase serta pola yang cukup berbeda untuk zircon. Perbedaan ini disebabkan oleh pemusatan data yang merupakan bagian dari metode DGM. Selain itu, mayoritas nilai minimum hasil DGM lebih besar daripada nilai minimum hasil SGS dan nilai maksimum hasil DGM lebih kecil daripada nilai maksimum hasil SGS. Hal ini disebabkan oleh change of support coefficient (r) yang mempengaruhi fungsi dari transformasi
SISTEM PERINGATAN DINI: PEMANTAUAN LERENG TAMBANG MENGGUNAKAN APLIKASI TELEGRAM Priema Wardani; Zidni Ilman Munthaha
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 2, No 2 (2020): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v2i2.38

Abstract

Metode pemantauan lereng menggunakan prisma merupakan salah satu metode yang masih diandalkan, salah satunya Robotic Total Station (RTS). RTS merupakan salah satu alat pantau kestabilan lereng secara real time di area tambang terbuka. Namun data tersebut masih belum bisa digunakan sebagai sistem peringatan dini untuk menyampaikan status pergerakan. Selain itu, keterbatasan personel dalam menginterpentasi kurva RTS kualitatif sehingga masih membutuhkan intrepeter kompeten dalam menentukan pola pergerakan dan status lereng.Sistem peringatan dini dibuat dengan nilai kuantitatif ambang batas sebagai acuan status pergerakan lereng. Penentuan nilai ambang batas haruslah sesuai dengan kondisi aktual dilapangan sehingga tidak terjadi false evacuate alarm dan late evacuate alarm. Media komunikasi secara masif digunakan di lokasi pekerjaan agar penggunaan sistem peringan dini dapat efektif. Dengan menggunakan metode penelitian tindakan dan pendekatan four-D maka diperoleh sistem peringatan dini deteksi pergerakan lereng tambang menggunakan aplikasi Telegram yang dapat berjalan pada perangkat mobile Android dan IOS. Data pengamatan RTS dapat dikonversi menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL sehingga dapat diteruskan oleh sistem API dengan bantuan Bot aplikasi Telegram untuk menampilkan informasi berupa total movement (cm), velocity (cm/hari) dan status lereng pada chat group yang dapat menentukan tindakan selanjutnya.
INVESTIGASI DAN REKAYASA TAPAK REKLAMASI: STATE OF ART SUATU SOLUSI UNTUK MENUNJANG PASCATAMBANG TIMAH ALLUVIAL YANG BERKELANJUTAN Budi Sulistijo; Chusharini Chamid; Adriyanto D Kusumo
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 2, No 2 (2020): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v2i2.37

Abstract

Reklamasi pada area bekas tambang merupakan salah satu tantangan untuk merepresentasikan wujud nyata manajemen berkelanjutan pada sektor pertambangan Indonesia. Kerangka kerja peraturan reklamasi dan pasca tambang di Indonesia menetapkan berbagai persyaratan untuk melaksanakan kegiatan reklamasi dan pasca tambang. Sebagai langkah awal, para pemangku kepentingan diwajibkan untuk berkonsultasi secara detail tentang peraturan-peraturan yang berlaku. Reklamasi timah alluvial (dan kemungkinan endapan logam alluvial lainnya) merupakan masalah yang pelik dalam mewujudkan program reklamasi pasca tambang yang berkelanjutan. Sering kali program reklamasi gagal karena adanya proses penambangan kembali di lahan yang sudah direklamasi. Masalah utama dalam proses reklamasi timah alluvial adalah bahaya geologi, hidrologi, hidrogeologi dan penambangan kembali. Dengan adanya data-data yang baik maka akan dapat dilakukan rekayasa teknik yang baik untuk mewujudkan reklamasi yang berkelanjutan. Penerapan teknologi tepat guna untuk mengantisipasi bahaya geologi, hidrogeologi, hidrologi serta monitoringnya sehingga aspek yang akan mengurangi keberhasilan program reklamasi sudah dapat diantisipasi sejak awal sehingga program pencegahannya dapat dilakukan sejak dini. Proses sterilisasi yang baik dilakukan sejak awal proses penambangan ataupun dilakukan sebelum proses penutupan tambang agar proses reklamasi dapat berjalan secara berkelanjutan. 
IMPORTANCE OF THIN SEAMS RECONCILIATION IN A NEW COAL MINING PROSPECT AREA Ali Achmad
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 2, No 2 (2020): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v2i2.36

Abstract

Coal thin seams are often considered by companies as waste material. But these seams actually can be mined potentially and giving some profit if we manage it correctly. This paper will explain about how the importance to optimize of coal thin in the mining industry with the technical and economical perspectives starting with the iso-thickness polygon in the pit shell design (sign off) to coal reserves reconciliation completely. The Geologist must undertake monthly monitoring about the sum of coal thin seams and it is variance between actual versus model. The writer takes a study case from one on the area’s PT Arutmin Indonesia concession. The location of the research area is situated in “Pit 4 Spessartine” with the coal thin seams succession from interval delta lower 2 – echo 1 lower. The Stratigraphy of the research area is a part of the Warukin Formation – Asem Asem Sub Basin. In this paper, the writer also reviewing the geological perspective so it can be known about the general parameters which controlled coal sedimentary deposited among them. We will disclose the paleo-peats distribution, paleo-base of their wetland or marsh and the last one is knowing about the water currents within the coal depositional environment.

Page 1 of 1 | Total Record : 6