cover
Contact Name
Dr. Masagus Ahmad Azizi, ST, MT
Contact Email
masagus.azizi@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
masagus.azizi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Komplek Rukan Crown Palace Blok D No. 9 Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH No. 231 - Tebet Jakarta Selatan 12870 email: jurnal.perhapi@gmail.com
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INDONESIAN MINING PROFESSIONALS JOURNAL
ISSN : 27148823     EISSN : 27159035     DOI : https://doi.org/10.36986/impj.v1i1.6
Core Subject : Engineering,
This Journal is published periodically two times annually : April and October, containing papers of research and development for mineral and coal, including Mining Exploration, Surface Mine System and Operation, Underground Mine System and Operation, Geotechnical, Mine Safety and Mine Environment, Mine Management, Mine Ventilation, Mineral and Coal Economics, Coal and Mineral Processing and Smelting, Metallurgy, Coal and Mineral Trading, Mining Law and Policy, Mining CSR and Community Development, and Technology and Innovation in Mining. The editors only accept relevant papers with the substance of this publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): November" : 6 Documents clear
PENCEGAHAN KERUSAKAN BERAT PADA HAUL TRUCK DENGAN REAL-TIME CONDITION MONITORING STUDI KASUS PT KALTIM PRIMA COAL Bustanil Arifindan; Ilham Mubaroq
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v3i2.54

Abstract

Upaya pencegahan kerusakan komponen pada haul truck dilakukan untuk menjaga tingkat ketersediaan peralatan yang tinggi dan menurunkan biaya perawatan alat. Real-time Condition Monitoring (RTCM) bertujuan untuk mendeteksi masalah lebih dini sehingga kerusakan berat dapat dihindari, khususnya kondisi dimana komponen akan mengalami kerusakan berat dalam waktu singkat, seperti masalah engine oil. Untuk mengelola RTCM, PT Kaltim Prima Coal memasang perangkat Maintenance Management System yang terintegrasi dengan Fleet Management System pada alat beratnya. Sistem memonitor status kesehatan dan informasi operasional secara menerus pada alat berat yang sedang bekerja di lapangan. Sistem memberikan peringatan secara real-time, kemudian secara remote dapat dianalisis penyebabnya untuk ditindaklanjuti. Truck dapat diarahkan untuk segera berhenti di lokasi aman sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah, untuk dilakukan pengecekan dan perbaikan. User-defined event dengan kriteria yang lebih ketat lalu dibuat agar kerusakan yang sama dapat dideteksi lebih dini. Setiap pendeteksian dini kerusakan menghindarkan tim dari penggantian engine tidak terencana, memberikan manfaat penghematan biaya sekitar US$228.000, durasi perbaikan yang cepat, memperpanjang umur komponen, dan mengeliminasi risiko keselamatan kerja di lapangan. Hal ini mendukung strategi agar biaya dan downtime tidak terencana menjadi lebih rendah sehingga perusahaan lebih optimal dalam mengelola biaya operasional ditengah kondisi harga batu bara yang fluktuatif.
PEMANTAUAN DEFORMASI LERENG TAMBANG TERBUKA PASKA PELEDAKAN DENGAN SLOPE STABILITY RADAR Dhanty Indriastuty; Fitrah Fajar; Gerson Tappang; Alif Irsyad
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v3i2.46

Abstract

Ketidakstabilan lereng dapat menjadi tantangan tersendiri dalam kegiatan opersional tambang, yang dapat menyebabkan longsor dengan dampak kerugian baik finansial maupun korban jiwa. Salah satu kegiatan dalam operasional pertambangan adalah aktivitas peledakan (blasting) yang diperlukan untuk memberai massa batuan menjadi fragmen-fragmen. Kegiatan blasting juga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya longsor pada lereng tambang. Oleh karena itu, diperlukan monitoring secara intensif untuk menjaga keselamatan personel dan juga alat yang bekerja pada area kritis. Pemantauan lereng yang terintegrasi secara real time menggunakan GroundProbe Slope Stability Radar (SSR) mampu memberikan informasi akurat mengenai perubahan perilaku massa batuan sebagai tanda peringatan terjadinya longsor. Penelitian ini dilakukan menggunakan data hasil pembacaan deformasi lereng oleh SSR pada contoh kasus longsor di lereng tambang emas dengan formasi batuan keras (hardrock). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, lereng yang menunjukkan pola stabil mengalami perubahan pola deformasi massa batuan menjadi linear setelah dilakukan aktivitas peledakan (blasting) pukul 12:40, 15 Juni 2021 di sekitar lereng. Pada periode lereng tersebut menunjukkan pola deformasi linear dijumpai juga adanya indikasi rock fall pada pukul 17:10, 17 Juni 2021. Pola linear tersebut terus berlanjut selama 63 jam kemudian berubah menjadi pola deformasi progresif pada pukul 03:54, 18 Juni 2021 sebelum longsor terjadi. Kelongsoran terjadi pada pukul 17:33, 18 Juni 2021 dengan nilai akumulasi deformasi maksimum 37 mm, kecepatan maksimum 11 mm/jam, dan invers kecepatan minimum 0.09 jam/mm dihitung menggunakan velocity calculation period 60 menit. Sebelum kelongsoran terjadi, terdapat peringatan dini berupa alarm yang terpicu 2 jam 25 menit sebelum terjadinya longsor. Konfigurasi pemantauan lereng menggunakan SSR ini mampu memberikan early warning yang optimal dengan ditunjukkan adanya perubahan pola deformasi massa batuan dan juga alarm yang menjadi peringatan awal untuk menghindari terjadinya kerugian finansial ataupun korban jiwa akibat longsor dalam operasional pertambangan.
MENILAI KEMANFAATAN EKONOMI DARI KEGIATAN KONSERVASI SUMBERDAYA BATUBARA DENGAN METODE AUGER MINING UNTUK BIAYA REKLAMASI DI IUP PT X - KALIMANTAN TIMUR Harry H. Syahputra; Agus Wisyasma Oscar; Asriadi Asriadi
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v3i2.52

Abstract

Auger mining merupakan salah satu upaya mendukung konservasi sumber daya batubara, selain itu juga menjadi strategi untuk menghadapi harga batubara yang fluktuatif.  Pemilihan metode penambangan pada highwall dengan auger mining ini didasari karena pada lokasi penambangan PT X masih adanya lapisan batubara (seam) yang tertinggal setelah kegiatan penambangan tambang terbuka (open pit) berakhir atau telah selesai (mineout) dikarenakan batubara tersebut berada di luar batas ekonomi open pit. Batubara yang tertinggal pada highwall tersebut merupakan potensi cadangan marginal (menurut KEPMEN 1827) yang akan dilakukan optimalisasi dengan metode auger mining dalam upaya mendapatkan nilai kemanfaatan ekonomi yang digunakan untuk memberikan kontribusi pada biaya reklamasi. Biaya reklamasi yang dianggarkan perusahaan haruskan disetorkan dahulu ke pemerintah dalam bentuk jaminan reklamasi sebelum dilakukan penambangan, sehingga hal ini membuat perusahaan harus memberikan dana talangan untuk melakukan kegiatan reklamasi sebelum dapat mengklaim jaminan reklamasi tersebut. Estimasi cadangan marginal yang diperoleh dengan metode auger mining ini pada pit potensial adalah sebesar 250.00 ton yang didapatkan dari potensial highwall sepanjang 1.5 km. Perhitungan nilai ekonomis kemanfaatan ini disimulasikan dalam tiga simulasi yaitu sesuai dengan target tonase estimasi cadangan marginal, 10% di bawah dari target tonase estimasi cadangan marginal, dan 10% di atas dari target tonase target estimasi cadangan marginal. Luas area reklamasi meliputi pit dan out pit waste dump seluas 34.5 ha. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan nilai ekonomis dari cadangan marginal mampu memberikan kontribusi sebesar 167% dari biaya reklamasi pada pit potensial jika mencapai target tonase estimasi cadangan marginal, sebesar 150% dari biaya reklamasi pada pit potensial jika 10% di bawah target tonase estimasi cadangan marginal dan sebesar 184% dari biaya reklamasi pada pit potensial jika 10% di atas target cadangan marginal.
PENANGANAN MISFIRE PADA ELEKTRONIK DETONATOR DENGAN METODE DOUBLE INITIATION Chani Pradasara
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v3i2.47

Abstract

PT Multi Nitrotama Kimia merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan yang bergerak pada bidang penyedia jasa peledakan dan penjualan bahan peledak terbesar di Indonesia. PT Adaro Indonesia merupakan salah satu customer dari PT Multi Nitrotama Kimia yang menggunakan elektronik detonator dalam kegiatan operasional peledakan. Dalam kegiatan operasional peledakan dengan menggunakan elektronik detonator dapat ditemui potensi error pada detonator maupun pada firing system sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat dan aman sehingga tidak menghambat proses selanjutnya. Penanganan misfire yang lazim dilaksanakan yakni : flushing dan sympathetic detonation. Flushing dilaksanakan guna mengeluarkan bahan peledak dalam lubang ledak, sementara sympathetic detonation bertujuan meledakkan bahan peledak dengan memanfaatkan gap sensitivity dari bahan peledak. Penanganan misfire dengan flushing dan sympathetic detonation memberikan resiko pada pekerja dan alat (Water Truck / Drilling Machine) serta membutuhkan waktu dalam pelaksanaannya. Penulis bersama tim berupaya memberikan solusi pemecahan masalah pada sisi corrective namun dalam persiapan yang bersifat preventif yaitu dengan menggunakan metode double initiation. Metode double prime dengan menggunakan dua jenis initiation system yaitu elektronik detonator dan non-electric detonator, berhasil diterapkan di lapangan untuk meningkatkan nilai pembobotan keamanan dari penanganan gagal ledak menggunakan elektronik detonator. Penelitian ini juga membuat proses pemeriksaan awal dalam persiapan dan perencanaan peledakan di jobsite PT. Adaro Indonesia menjadi jauh lebih baik secara tingkat performances produk dari sisi gagal ledak akibat produk.
OPTIMALISASI WAIT FOR BLASTING TIME BAGI ALAT GALI-MUAT DENGAN PENDEKATAN ANALISA SIGNATURE HOLES DI PT. KALTIM PRIMA COAL Masda Rohal Sadiq
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v3i2.55

Abstract

Salah satu parameter delay produksi yang mempengaruhi target pengupasan tanah penutup adalah “Wait For Blasting Time” atau waktu tunggu bagi alat gali-muat terhadap kegiatan peledakan. Semakin tinggi waktu tunggu alat gali muat maka akan berdampak terhadap penurunan produksi pengupasan tanah penutup yang pada akhirnya akan mempengaruhi penurunan coal exposed dari target yang sudah ditetapkan. Salah satu wilayah operasional PT. KPC menjadi fokus penelitian saat ini adalah Pit Inul East Panel 4 yang secara mandiri dioperasikan oleh Departemen Hatari. Pit Inul East Panel 4 sendiri secara geografis berbatasan langsung dengan area pemukiman warga dan jalan umum dengan jarak 150 m – 500 m sehingga membutuhkan suatu metode penyalaan peledakan khusus untuk menjaga tingkat getaran tanah sesuai baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar maksimal 3 mm/s. Adapun metode penyalaan peledakan khusus yang dimaksud adalah Metode “Multiple Firing” atau metode penyalaan peledakan berkali-kali dimana 1 lokasi peledakan yang sama di bagi menjadi beberapa blok peledakan atau urutan penembakan bergilir dalam kurun waktu tertentu. Implementasi metode penyalaan ini tentunya akan membutuhkan durasi waktu peledakan yang lebih lama dibandingkan dengan metode penyalaan peledakan konvensional pada umumnya. Berdasarkan data yang diambil dari bulan Juni 2020 – September 2020, tercatat rata-rata aktual Wait For Blasting Time alat gali muat di Pit Inul East Panel 4 sebesar 1.39 jam atau 39% lebih lama bila dibandingkan dengan budget maksimal 1 jam yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Salah satu hal krusial yang berkontribusi menyebabkan besarnya waktu tunggu alat gali muat pada kurun waktu tersebut adalah belum optimalnya kombinasi delay 140 x 120 ms yang digunakan pada metode penyalaan peledakan Multiple Firing. Kombinasi delay tersebut menyebabkan “Firing Duration” secara teori dan aktual lebih lama dibandingkan kombinasi delay lainnya. Atas dasar hal tersebut maka dilakukan suatu improvement dengan menggunakan pendekatan Analisa “Signature Holes” untuk mendapatkan kombinasi delay yang lebih optimal. Pada bulan September 2020 dilakukan pengambilan data untuk analisa Signature Holes di Pit Inul East Panel 4 sebanyak 3 lubang ledak dengan isian dan jarak yang berbeda ke titik pengukuran. Kemudian dilakukan analisis yang komprehensif menggunakan software khusus dan didapat output rekomendasi kombinasi delay baru yaitu 80 x 50 ms. Implementasi kombinasi delay 80 x 50 ms ini di mulai dari tanggal 7 September 2020 – 25 Maret 2021 dimana hasil perbaikan terhadap rata-rata aktual Wait For Blasting Time alat gali muat menjadi 0.95 jam atau 32% lebih optimal bila dibandingkan dengan sebelum improvement dilakukan sebesar 1.39 jam
MENGUKUR KEBERHASILAN REKLAMASI PASCATAMBANG MENGGUNAKAN BIOINDIKATOR DI PT. KALTIM PRIMA COAL Niko Gusprastomo; Wahyu wardana; Gigih Irfatongga
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v3i2.48

Abstract

Studi ini, bertujuan untuk mengukur peran ekosistem reklamasi pascatambang PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) sebagai ekosistem penyangga kehidupan. Keberhasilan reklamasi diukur berdasarkan acuan bioindikator kondisi ekologis area rona awal. Kondisi ekologis yang diamati, meliputi kehadiran mamalia dan burung, populasi bakteri penambat fosfat dan nitrogen dan tingkat keanekaragaman hayati. Pengamatan flora untuk area reklamasi, menggunakan petak ukur permanen (PUP) berukuran 20m x 20m. Sedangkan pada hutan alam, menggunakan PUP berukuran 20m x 100m, mewakili area rona awal Sangatta dan Bengalon, seluruhnya berjumlah 42 plot. Untuk pengamatan fauna menggunakan dua metode, yakni pengamatan langsung dan pengamatan tidak langsung. Pengamatan langsung, yaitu perjumpaan dan kamera trap, sedangkan pengamatan tidak langsung, menggunakan identifikasi jejak, kotoran, bekas cakar, bulu, sarang, dan suara. Penilaian bioindikator menggunakan rumus Indeks keragaman Shannon-Wiener, Indeks Similaritas Sorensen, dan Indeks kehadiran mamalia. Hasil studi, untuk nilai keanekaragaman hayati kelompok tumbuhan di area reklamasi 3.2 satuan dan 3.4 satuan pada area rona awal. Sedangkan untuk kelimpahan jenis, area reklamasi sebesar 83 jenis berbanding 53 jenis pada rona awal. Dengan nilai indeks kesamaan jenis sebesar 25%. Untuk kehadiran mamalia area reklamasi sebesar 24 jenis berbanding 15 jenis pada rona awal. Kehadiran burung area reklamasi berjumlah 54 jenis dan 31 jenis pada rona awal. Populasi bakteri penambat fosfat untuk area reklamasi sebesar 0.06 x 107 cfu/ml dan rona awal nol. Untuk populasi bakteri penambat nitrogen area reklamasi sebesar 1.33 x 107 cfu/ml, sedangkan rona awal 0.82 x 107 cfu/ml. Dengan demikian, reklamasi pascatambang KPC telah mampu berperan sebagai ekoisistem penyangga kehidupan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6