cover
Contact Name
Bambang
Contact Email
bambang.afriadi@yahoo.co.id
Phone
+6285692038195
Journal Mail Official
islamika@unis.ac.id
Editorial Address
Jl. Maulana Yusuf No.10 Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, 15118 Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya
ISSN : 26865653     EISSN : 18580386     DOI : https://doi.org/10.33592/islamika
ISLAMIKA publication of scientific works both scientific and the results of research, service and development of teaching materials related to religion, Islamic religious education and socio-cultural.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember" : 5 Documents clear
METODE PENYAJIAN TAFSIR MAHASIN AL-TA’WIL KARYA MUHAMMAD JAMAL AL-DIN AL-QASIMI Haromaini, Ahmad
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v12i2.410

Abstract

Abstrak Al-Qur’an menjadi hidayah bagi manusia. Kehidayahan al-Qur’an sejatinya dapat dirasakan oleh setiap bangsa manapun, baik yang berbahasakan Arab maupun yang tidak (as foreigner). Namun demikian, memahami al-Qur’an memang tidak mudah, terlebih bagi mereka yang kesulitan dengan bahasa Arab. Tafsir menjadi satu dari beberapa usaha yang ditempuh oleh para ulama untuk memenuhi kebutuhan setiap individu untuk dapat merasakan kehidayahan al-Qur’an. Dalam menjelaskan al-Qur’an para ulama memiliki beberapa ragma metode penyajian makna dan kandungan al-Qur’an tersebut, baik dari yang konvensional hingga yang modern dan dianggap menjadi solusi. Di antara meode-metode itu adalah tahlili, muqaran, ijmali dan maudlu’i. di antara beberapa kitab tafsir yang telah disusun oleh para ulama adalah kitab tafsir Mahasin al-Ta’wil karya Muhammad Jamal al-Din al-Qasimi, seorang ulama kontemporer yang berguru dengan Muhammad Abduh dan juga satu majelis ilmu dengan Syaikh Rasyid Ridha maupun ‘Aisyah Abd al-Rahman atau yang popular dengan Bintu Syathi (puteri pantai) menyajikan penjelasan al-Qur’an dalam kitab tafsir tersebut dengan metode tahlili, yakni menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dengan panjang lebar dan memulainya dari surat al-Fatihah sebagai pembuka dan al-Nas sebagai surat terakhir dalam rangkaian Mushaf Ustmani.
DINAMIKA KURIKULUM PAI DI PERGURUAN TINGGI Irawan, Irawan
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v12i2.411

Abstract

Abstrak Pendidikan Tinggi merupakan Arasy tertinggi dalam keseluruhan usaha pendidikan nasional dengan tujuan menghasilkan sarjana-sarjana yang profesional, yang bukan saja berpengetahuan luas dan ahli serta terampil dalam bidangnya, serta kritis, kreatif dan inovatif, tetapi juga beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berkepribadian nasional yang kuat, berdedikasi tinggi, mandiri dalam sikap hidup dan pengembangan dirinya, memiliki rasa solidaritas sosial yang tangguh dan berwawasan lingkungan. Pendidikan Agama di perguruan tinggi seharusnya merupakan pendamping pada mahasiswa agar bertumbuh dan kokoh dalam karakter agamaisnya sehingga ia dapat tumbuh sebagai cendekiawan yang tinggi moralnya dalam mewujudkan keberadaannya di tengah masyarakat. Terdapat tiga peta paradigma pengembangan pendidikan agama Islam, yaitu Paradigma Dikotomis, Paradigma Mechanism, dan Paradigma Organism. Pengoprasionalan suasana religius di Perguruan Tinggi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: Pendekatan Pembiasaan, Pendekatan Keteladanan, dan Pendekatan Persuasif. Proses pembelajaran di seluruh dunia pada abad ini diselenggarakan berdasarkan 4 pilar: learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together.
KETIMPANGAN GENDER DAN PENDIDIKAN (SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGIS) Suhaeny, Suhaeny
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v12i2.412

Abstract

Abstrak Pendidikan menjadi satu kebutuhan bagi setiap individu, kebutuhan tersebut tidak dibedakan dari persepsi apapun melainkan bersifat holistik. Namun pada realitasnya, di tengah kehidupan masyarakat terjadi pembelahan dengan pembedaan dan distribusi kebutuhan pendidikan tersebut. Sebut saja jenis kelamin masih menjadi “alat” yang dianggap ampuh melakukan marginalisasi kaum perempuan dalam mengakses pendidikan. Adanya perbedaan gender telah mendorong lahirnya gerakan sosial di kalangan kaum perempuan, yang bertujuan membela dan memperluas hak-hak kaum perempuan. Gerakan sosial ini disebut sebagai gerakan Feminisme. Sebagai akibat ketidaksamaan kesempatan demikian maka dalam banyak masyarakat dapat dijumpai ketimpangan dalam angka partisipasi dalam pendidikan formal.
PENDIDIKAN KEBERAGAMAN INKLUSIF DENGAN TASAWUF Munawati, Siti
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v12i2.413

Abstract

AbstrakPermasalahan yang ingin penulis tuangkan adalah adanya budaya toleransi, yang mengarah kepada pemahaman tasawuf bisa diposisikan sebagai pendidikan yang dikembangkan memiliki keunggulan: mengajarkan integritas, kejujuran, komitmen, visi kreatifitas, ketahanan mental, kebijaksanaan, keadilan, prinsip kepercayaan, penguasaan dan sinergitas.                                                             Dalam rangka membangun keberagaman inklusif  dengan tasawuf ada beberapa materi yang dapat dikembangkan dengan nuansa multikultural yang memegang peranan penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang pluralis dan toleran. Dengan demikian perilaku tampak sebagai manifestasi cinta dan kepuasan dalam segala hal. Bertasawuf yang benar berarti sebuah pendidikan bagi kecerdasan emosi dan spiritual. Intinya adalah belajar untuk tetap mengikuti tuntunan agama, ketika berhadapan dengan musibah, keberuntungan, kedengkian orang lain, tantangan hidup, kekayaan, kemiskinan atau sedang dalam kondisi pengendalian diri atau pengembangan potensi diri.
JIHAD PEREMPUAN DALAM TRADISI MAKNA Karmawan, Karmawan
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v12i2.409

Abstract

AbstrakKeterlibatan kaum perempuan dalam jihad perang sebagaimana yang berlangsung pada masa Nabi SAW., menurut pandangan klasik dibatasi pada wilayah “pembantu” atau untuk kerja-kerja ringan, seperti merawat prajurit yang luka, memasak dan melayani kebutuhan tentara. Jihad perempuan dalam pandangan lain adalah dirumah, mengurus dan melayani suami serta rumah tangganya. Pandangan ini juga memperoleh legitimasi dari hadits Nabi SAW., yang artinya “sampaikan kepada kaum perempuan yang kamu jumpai, bahwa ketaatannya kepada suami dan pengakuan atas hak-haknya adalah sebanding dengan itu (jihad).Dalam Al-Qur’an, pria dan perempuan sederajat dalam iman dan martabat. Dalam hal ini dijelaskan bahwa wacana-wacana feminis yang ada lebih terpusat pada isu-isu dasar ketidaksetaraan dalam teks dan praktek fiqh Islam. Tujuannya adalah untuk mencapai hubungan yang seimbang, hak asasi manusia, dan hak-hak sipil dan politik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5