cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
+6285223443950
Journal Mail Official
Jurnaledukasiunigal@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46213
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi)
Published by Universitas Galuh
ISSN : 2355357X     EISSN : 25808818     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Edukasi Memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan professi Guru IPS, Kajian Perusahaan (BUMN dan BUMS), Perbankan, Ekonomi, dan Akuntansi.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)" : 14 Documents clear
PENINGKATAN DISIPLIN MELALUI PENDEKATAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIORISTIK PADA PESERTA DIDIK KELAS VII-F DI SMP NEGERI 1 CIAMPEL KABUPATEN KARAWANG PADA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DANA SURYAATMAJA
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.724 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.988

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah apakah ada peningkatan disiplin melalui pendekatan konseling kelompok behavioristik pada peserta didik kelas VII-F di SMP Negeri 1 Ciampel kabupaten Karawang pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Kemudian penelitian ini bertujuan agar peserta didik mengetahui adanya peningkatan disiplin melalui pendekatan konseling kelompok behavioristik pada peserta didik kelas VII-F di SMP Negeri 1 Ciampel Kabupaten Karawang pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Adapun manfaat bagi peserta didik menjadi terbiasa disiplin melalui pendekatan konseling kelompok behavioristik pada peserta didik kelas VII-F di SMP Negeri 1 Ciampel kabupaten Karawang pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Terbukti dengan perkembangan yang dipaparkan dari siklus 1, siklus 2, dan siklus 3. Perubahan tersebut berupa perubahan prilaku positif dan pada siklus ke dua dan ketiga terdapat perubahan prilaku yang lebih positif lagi. Diharapkan dengan penelitian ini guru memiliki kebiasaan menamakan kedisiplinan kepada peserta didik dalam rangka meningkakan hasil belajar siswa secara keseluruhan.Kata Kunci: Disiplin, Pendekatan Konseling Kelompok Behavioristik, Kelas VII-F di SMP Negeri 1 Ciampel kabupaten Karawang.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PELAJARAN IPS MELALUI BELAJAR DALAM KELOMPOK KECIL DENGAN STRATEGI THINK TALK WRITE YENI YULIANI
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.971 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.993

Abstract

Pross belajar IPS tidak selamanya berjalan efektif, karena masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar IPS. Sifat inilah yang perlu disadari dan dicari jalan keluar sehingga siswa dapat mempelajari IPS dengan mudah dan menyenangkan. Kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah merupakan kompetensi hasil belajar IPS yang dituntut oleh kurikulum 2004. Kedua kemampuan tersebut merupakan bagian dari kemampuan berfikir tingkat tinggi. Belajar dalam kelompok kecil dengan strategi Think Talk Write memberikan kesempatan kepada siswa untuk memulai belajar dengan memahami permasalahan.  Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang akan diteliti adalah :1) Apakah melalui belajar dalam kelompok kecil dengan strategi Think Talk Write dapat mengembangkan kemampuan komunikasi pada pemecahan masalah siswa kelas 1 dalam belajar IPS? 2) Sejauh manakah peningkatan hasil belajar IPS melalui belajar dalam kelompok kecil dengan strategi Think Talk Write?. Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam tiga siklus. Setiap siklus ada empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tempat penelitian adalah SD Negeri 1 Picungremuk. Subyek penelitian adalah siswa Kelas I SD Negeri 1 Picungremuk. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh simpulan bahwa : 1) Pada Siklus I keaktifan siswa yang acuh dalam kegiatan belajar mengajar mencapai 4,87%, siswa yang sedang mencapai 60,98% sedangkan yang aktif mencapai 34,15%. 2) Pada Siklus II keaktifan siswa yang acuh dalam kegiatan belajar mengajar mencapai 7,31%, siswa yang sedang mencapai 51,22% sedangkan yang aktif mencapai 41,46%.3) Pada Siklus III keaktifan siswa yang acuh dalam kegiatan belajar mengajar mencapai 9,76%, siswa yang sedang mencapai 41,46% sedangkan yang aktif mencapai 48,78%. Dari diskusi kelompok siswa dalam pemecahan masalah matematis siswa diperoleh peningkatan rata-rata yaitu dari 80,85 menjadi 90,83. Dari Hasil tes soal kuis diperoleh peningkatan hasil rata-rata kelas dari siklus II yaitu 72,68.Kata Kunci: Strategi Think Talk Write, Komunikasi Dan Pemecahan  Masalah, Kelompok Kecil
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MELALUI MODEL TAKE AND GIVE PADA SISWA KELAS IX G SMP NEGERI 3 CIAMIS TETI MARYATI
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.013 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.998

Abstract

Salah satu bagian dari mata pelajaran IPS yang kurang diminati siswa dalam belajar IPS adalah materi sejarah. Mayoritas siswa menolak dan menghindari materi sejarah, alasannya siswa menganggap bahan ajar sejarah itu sulit, banyak menghafal dan kurang menarik karena cara penyampaiannya banyak dilakukan dengan ceramah (cerita). Untuk menyikapi permasalahan tersebut, Guru harus memiliki beragam kemampuan yang dapat menunjang tugasnya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Menciptakan model pembelajaran yang menarik bagi siswa tidak mudah, perlu kecerrmatan dari guru dalam menentukan dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pelajaran yang akan diberikan (diajarkan) sehingga tercipta proses belajar mengajar yang efektif. Oleh karena itu, guru harus menguasai beberapa jenis model pembelajaran agar proses belajar mengajar berjalan lancar. Penelitian ini berdasarkan permasalahan apakah pembelajaran model Take and Give berpengaruh terhadap aktivitas belajar IPS dan seberapa besar tingkat penguasaan materi pelajaran IPS dengan penerapan model Take and Give. Penelitianini menggunakan penelitian tindakan dengan dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu:tahap rancangan,kegiatan, pengamatan,dan refleksi.sasaran dari penelitian ini adalah siswa kelas iX G SMP Negeri 3 Ciamis dengan data yang diperoleh dari hasil tes. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 38,23% ke 86,22%. Simpulan dari penelitian adalah model kooperatif Take and Give berpengaruh positif terhadap aktivitas belajar siswa kelas IX G SMP Negeri 3 Ciamis serta model pembelajaran ini dapat dipergunakan sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial.Kata Kunci: Aktivitas Belajar dan Model Take And Give
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF INVESTIGASI KELOMPOK DAYAT DAYAT
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.024 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.989

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini direncanakan dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 29 siswa. Berdasarkan hasil seluruh penelitian tindakan kelas di kelas V semester 1 SD Negeri Tamansari pada mata pelajaran IPS, dapat disimpulkan: 1) Nilai rata-rata tes siswa sebelum diterapakan pendekatan metode investigasi kelompok adalah 63,69, dan setelah diterapkan pendekatan metode investigasi kelompok meningkat menjadi 69.13 pada siklus I dan 79,13 pada siklus II. 2) Pada siklus I ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 17,39% dan pada siklus II mencapai ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 82,61 %. Dengan demikian hasil belajar kognitif siswa pada siklus I dan II sudah memenuhi indikator yang telah ditetapkan dalam penelitian yaitu sekurang-kurangnya 75% dari keseluruhan siswa yang ada di kelas tersebut memperoleh nilai 75 atau mencapai ketuntasan 75%.Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Investigasi Kelompok, Hasil Belajar IPS
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RPP DAN PELAKSANAANNYA DI KELAS MELALUI SUPERVISI KLINIS PADA SD NEGERI 2 CIGANTANG KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 NENENG JAMILAH
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.083 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.994

Abstract

Penelitian ini memilih lokasi pada SD Negeri 2 Cigantang dengan objek penelitian yaitu guru yang berjumlah 12 orang.  Waktu pelaksanaan penelitian mulai November - Desember tahun Pelajaran 2015/2016, mulai dari tahap orientasi, tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data sampai pada tingkat laporan hasil penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan atau CAR (classroom action research). Penelitian tindakan sekolah (PTS) yaitu suatu studi sistematik terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas dan hasil belajar dengan melakukan tindakan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyimpulkan bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP dan pelaksanaannya di kelas pada SD Negeri 2 Cigantang. Hasil pengamatan  menunjukkan telah terjadi peningkatan nilai yang diperoleh guru baik pada penyusunan RPP maupun pelaksanaan pembelajaran di kelas dan berarti telah terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP maupun pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dengan demikian maka Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP dan perbaikan pembelajaran di kelas perlu dilakukan supervisi klinis secara rutin oleh pengawas sekolah, kepala sekolah, atau oleh guru senior dengan mata pelajaran yang sama. Agar supervisi klinis dapat berjalan dengan baik perlu dibuat program supervisi dan disosialisasikan kepada semua guru di sekolah. Hasil supervisi perlu dianalisis untuk membuat program tindak lanjut dalam rangka pembinaan terhadap guru khususnya guru kelas.Kata Kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Supervisi Klinis
PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMITMEN PROFESIONALITAS TERHADAP KINERJA GURU (Penelitian di SMP Negeri Komisariat 01 Ciamis) YUYUN SUSANTI
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.983 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan komitmen profesional terhadap kinerja guru di SMP Negeri 01 01 Ciamis. Kinerja guru di SMP Negeri 01 Ciamis masih perlu ditingkatkan; Dapat dilihat dari fakta bahwa: (1) guru belum mendidik, mengajar, membimbing, dan melatih siswa secara optimal, (2) para guru masih harus meningkatkan kinerjanya dalam mendukung pengembangan dan pengelolaan program sekolah, dan (3) para guru belum sepenuhnya menerapkan pengembangan profesionalisme mereka. Berdasarkan tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan deskripsi kuantitatif metode analisis dan verifikasi. Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan fakta dan kejadian pada objek yang diteliti, dan metode verifikasi dilakukan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan perhitungan perangkat lunak statistik SPSS Ver. 17.0 untuk Windows. Sedangkan ukuran sampel sebanyak 83 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala likert. Instrumen diuji dengan mempertimbangkan validitas, reliabilitas dan normalitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kinerja guru sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan komitmen profesional di SMP Negeri 01 01 Ciamis. Dengan kata lain, semakin tinggi kompetensi dan komitmen profesional, semakin baik kinerja guru. Kinerja guru meliputi: guru yang bekerja dengan siswa perorangan, persiapan guru dan perencanaan pelajaran, guru yang memanfaatkan media pembelajaran, dan kepemimpinan aktif guru. 2) Kompetensi guru sedikit mempengaruhi kinerjanya di SMP Negeri 01 Ciamis. Dengan kata lain, kompetensi guru tidak begitu signifikan dalam meningkatkan kinerja mereka. Kompetensi meliputi pengetahuan yang dimiliki oleh guru, seperti penguasaan materi ajar, pengalaman mengajar dan keahlian, ketrampilan dalam proses belajar mengajar dan pengetahuan akademis lainnya. Sementara itu, keterampilan bisa termasuk guru yang ahli dalam proses belajar mengajar. Sikap dan perilaku mengacu pada fakta bahwa guru harus mencerminkan diri mereka sebagai pemimpin, pendidik, dan contoh positif baik di sekolah maupun di lingkungan mereka. 3) Komitmen profesional sangat mempengaruhi kinerja guru di SMP Negeri 01 Ciamis. Artinya semakin tinggi komitmen profesionalnya, semakin baik kinerja guru. Komitmen profesional mencakup disiplin dalam melaksanakan pekerjaan guru, disiplin dalam mengelola waktu selama pelaksanaan kewajiban mereka, dan perhatian penuh terhadap pekerjaan mereka.Kata Kunci: Kompetensi, Komitmen, Kinerja Kerja
UPAYA MENGOPTIMALKAN PRESTASI BELAJAR IPS MATERI PENTINGNYA KOPERASI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) IIS AMANAH
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.604 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.990

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui keefektifan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian tindakan ini terdiri dari 3 siklus dengan setiap siklus meliputi: perencanaan, tindakan, observasi, dan analisis serta refleksi. Indikator ketercapaian prestasi oleh tindakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD ini di ukur secara kuantitatif. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di SD Negeri Palasari. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2014/2015. Adapun jumlah siswa sebagai subjek penelitian adalah 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa putra dan 9 siswa putri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian terhadap siswa kelas IV SD Negeri Palasari pada pokok bahasan kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi melalui penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat disimpulkan sebagai berikut:1) Penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan kenerja guru dalam pembelajaran. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan kinerja guru pada siklus I sebesar 61,67%, siklus II sebesar 83,33% dan siklus III sebesar 95%. 2) Keaktifan siswa dalam belajar menunjukkan adanya kenaikan. Metode pembelajaran kooperatif tipe STAD melatih siswa berdiskusi, mengeluarkan pendapat dan melatih siswa bekerja dalam tim. Keaktifan belajar siswa pada siklus I sebesar 83,57%, siklus II sebesar 91,56% dan siklus III sebesar 98,15%. 3) Metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi siswa. Hal ini terlihat pada siklus I terdapat paningkatan sebesar 5,5%, siklus II sebesar 12,62% dan siklus III sebesar 14,87%, dengan indikator ketercapaian prestasi belajar melebihi dari yang ditetapkan yaitu 90% dari keseluruhan siswa dengan mendapat nilai minimal 6,5.Kata Kunci: Prestasi Belajar, Metode Pembelajaran Kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), Ekonomi
PERERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS di SEKOLAH DASAR NUNUNG RUKOYAH
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.969 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.995

Abstract

Metode yang digunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action research). Metode ini digunakan dengan alasan dapat memecahkan permasalahan pembelajaran yang terjadi dalam kegiatan mengajar sehari-hari untuk menuju kepada situasi dan kondisi pembelajaran yang lebih baik dan kondusif. Prosedur penelitian tindakan kelas dalam setiap siklusnya dijabarkan sebagai berikut: Analisis dan identifikasi masalah, perencanaan dan pelaksanaan tindakan, refleksi dan tindak lanjut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi Hasil temuan dalam penelitian ini adalah Bahan pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran siklus ke-1, siklus ke-2, dan sikluske-3,telah sesuai dengan minat siswa, sesuai dengan kemampuan dan tingkatan pendidikan siswa maupun kebutuhan penelitian. Hanya alat pembelajaran pada siklus ke-1 kurang lengkap. Kemampuan siswa memahami proses pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses, pada dasarnya tampak mengalami perkembangan kekurangannya dalam pengamatan mencatat, mengklasifikasikan dan mengkomunikasikan hasil dari pengamatan.Kata Kunci: Keterampilan dan Hasil Belajar
ANALISIS INVESTASI PEMBANGUNAN INSTALASI AIR BERSIH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENINGKATAN PENDAPATAN PDAM KOTA BANDUNG RIZKA ANDHIKA PUTRA
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.787 KB) | DOI: 10.25157/je.v4i2.1000

Abstract

Terjadi ketidakseimbangan antara laju pertumbuhan penduduk, permintaan kebutuhan air bersih, dengan penyediaan air bersih yang pada akhirnya akan menimbulkan keterbatasan penyaluran dan pendistribusian air bersih kepada masyarakat dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat dalam wilayah Bandung dan sekitarnya. Untuk mengatasi masalah ini maka perlu dibuat suatu sistem yang memadai dalam pengelolaan air bersih tersebut. Dengan demikian bagi pengguna air bersih dapat memenuhi kebutuhan air bersihnya. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah, PDAM Kota Bandung selain mempunyai misi untuk melayani kebutuhan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan bagi masyarakat juga harus dikelola sebagaimana perusahaan yang selalu mempertimbangkan aspek-aspek kelayakan suatu rencana investasi, operasi dan pemeliharaan (operation dan maintenance). Tujuan penelitian ini untuk memperoleh perspektif gambaran dan informasi tentang kelayakan investasi pengelolaan air minum dengan kriteria-kriteria investasi yang ada dalam menghitung dan menguji kelayakan investasi tersebut dan menguji seberapa besar pengaruhnya terhadap pendapatan PDAM Kota Bandung. Oleh karena itu bentuk rancangan penelitiannya adalah analisis deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang analisis kelayakan investasi pengelolaan air minum pada PDAM Kota Bandung. Sedangkan penelitian verifikatif adalah untuk menguji hipokarya ilmiah melalui pengumpulan data yang akurat dan tepat serta lengkap. Berdasarkan hasil pembahasan dan pengujian analisis jalur menunjukkan bahwa Investasi memiliki pengaruh yang positif terhadap Pendapatan pada proyek investasi pembangunan instalasi air bersih PDAM Kota Bandung, dan metode penilaian investasi yaitu Net Present Value dan Probabality Index adalah metode yang sangat cocok digunakan untuk proyek pembangunan instalasi air bersih di PDAM Kota Bandung.Kata Kunci: Instalasi Air Bersih dan Pendapatan PDAM
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS DI SDN 2 CIBEUTI KOTA TASIKMALAYA LILIS DHARMIKAWATI
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 4, No 2 (2016): April (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/je.v4i2.991

Abstract

Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru dalam proses pembelajaran yang model pembelajara ini juga mudah diterapkan yaitu disesuaikan dengan bahan ajar dan materi yang akan disampaikan oleh guru tersebut. Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai ini siswa dapat termotivasi dalam belajar untuk meningkatkan prestasinya. Dengan penelitian ini rumusan masalahnya apakah motivasi guru untuk menerapan model-model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mengajar guru pada SDN 2 Cibeuti Kota Tasikmalaya Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi mengajar guru dan belajar siswa. Ini terbukti pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun sub-sub komponennya (teknik, bentuk instrumen, soal), pedoman penskoran, dan kunci jawabannya kurang lengkap. Jika dipersentasekan, 56%. orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 3 (kurang baik dan baik), tiga orang mendapat skor 2 (cukup baik), dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun ada guru yang masih keliru dalam menentukan teknik dan bentuk penilaiannya. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan, 78%, terjadi peningkatan 22% dari siklus I.Kata Kunci: Kemampuan Guru, Model Pembelajaran dan Kegiatan Supervisi

Page 1 of 2 | Total Record : 14