Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan pISSN : 2302-1721 dan eISSN : 2302-2531 yang terbit 4 Kali dalam satu tahun setiap Februari, Mei, Agustus dan November. Nursing Inside Community merupakan jurnal akses terbuka, peer-review yang mempertimbangkan artikel tentang aspek tertentu dari penelitian, pendidikan dan praktek keperawatan serta kesehatan pada umumnya. Scope jurnal ini yaitu bidang ilmu kesehatan pada umumnya, baik itu keperawatan, kesehatan masyarakat, gizi, kebidanan, farmasi dan ilmu kesehatan lainnya.
Articles
499 Documents
PENGARUH THERAPY GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT TK. II PELAMONIA MAKASSAR
Erawati;
Kasim, Jamila;
Ernawati
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sectio caesarea merupakan kelahiran janin melalui jalur abdominal (laparotomi) yang memerlukan insisi ke dalam uterus (histerotomi). Adanya insisi dan jaringan yang rusak menyebabkan sensasi rasa nyeri. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih banyak responden dibanding suatu penyakit manapun. Perawat berperan besar dalam penanggulangan nyeri non farmakologis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh therapy guided imagery terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre-experimental Design dengan jenis rancangan yang digunakan One Group Pretest-Postest Design dan dilaksanakan di Ruang PNC Rumah Sakit Tk. II Pelamonia Makassar pada tanggal 01 sampai 22 Desember 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien post operasi caesarea yang dirawat di Ruang PNC Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 11 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata tingkat nyeri responden sebelum therapy guided imagery yaitu 7, dimana skor tingkat nyeri tertinggi yaitu 8 dan terendah 6, sedangkan skor rata-rata tingkat nyeri responden sesudah therapy guided imagery yaitu 4, dimana skor tingkat nyeri tertinggi yaitu 8 dan terendah 6. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ=0,002, yang berarti nilai ρ lebih kecil dari nilai (α) 0,05, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh therapy guided imagery terhadap tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar.
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PERAWATAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) TERHADAP PENGETAHUAN IBU MERAWAT BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH
Mardiana
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian, keterlambatan petumbuhan dan perkembangan selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan bayi yang tidak BBLR. Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram pada waktu lahir. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang perawatan BBLR terhadap kemampuan ibu dalam merawat bayi BBLR. Penelitian merupakan penelitian quasy eksperiment dengan pendekatan pre test dan post test. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 15 responden kelompok eksperimen dan 15 responden pada kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji statistik uji wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p Value <0,05. Berdasarkan hasil analisis pengaruh peyuluhan perawatan bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR) terhadap pengetahuan ibu dalam merawat bayi pada kelompok eksperimen didapatkan nilai p= 0,03 berarti ada hubungan bermakna antara penyuluhan perawatan bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR) terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam merawat bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR). Pada kelompok kontrol didaptkan nilai p= 0,05 berarti ada hubungan bermakna antara penyuluhan perawatan bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR) terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam merawat bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol. Nilai p pada kelompok eksperimen < dari nilai p pada kelompok kontrol. Hal ini membuktikan bahwa pada kelompok yang mendapat penyuluhan tentang perawatan bayi BBLR secara statistik mempunyai nilai kemaknaan tinggi jika dibandingkan pada kelompok kontrol. Diharapkan peneliti selanjutnya melihat pengaruh penyuluhan perawatan Berat Badan Lahir Rendah terhadap sikap dan perilaku ibu dalam merawat bayi BBLR.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN PERSALINAN IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATULAPPA KABUPATEN PINRANG
Sartika;
Ernawati;
Hasifah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari/40 minggu, dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) sehingga dimulainya persalinan sejati. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kesiapan persalinan Ibu Primigravida di wilayah kerja Puskesmas Batulappa Kabupaten Pinrang 2019. Jenis penelitian yang dipakai dalam hal ini adalah Deskriptif Analitik dengan menggunakan pendekatan “Cros Sectional”. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Ibu Primigravida Trimester III yang melakukan pemeriksaan kehamilan dan melakukan persiapan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Batulappa Kabupaten Pinrang sebanyak 34 responden selama periode 2018. Jumalah sampel dalam penelitian ini adalah 34 responden, Pengambilan sampel yang dilakukan pada penelitian ini adalah Non Probability Sampling dengan cara Total Sampling yaitu mengambil semua anggota Populasi menjadi Sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Setelah dilakukan pengumpulan data kemudian dilakukan pengolahan /tabulasi data dengan menggunaka microsoft excel dan di uji menggunakan Applikasi SPSS versi 22. Analisa data dilakukan analisis univariat dan biavariat. Dari hasil bivariat didapatkan terdapat hubungan faktor Sosial Ekonomi terhadap Kesiapan Persalinan Ibu Primigravida dengan nalai p=0,023< ɑ=0,05, Terdapat hubungan faktor Dukungan Keluarga terhadap Kesiapan Persalinan Ibu Primigravida dengan p=0,036<ɑ=0,05, Terdapat hubungan faktor Pengetahuan terhadap Kesiapan Persalinan Ibu Primigravida dengan nilai p=0,022<ɑ=0,05. Kesimpulan Terdapat hubungan faktor Sosial Ekonomi terhadap Kesiapan Persalinan Ibu Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Batulappa Kabupaten Pinrang. Terdapat hubungan faktor Dukungan Keluarga terhadap Kesiapan Persalinan Ibu Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Batulappa Kabupaten Pinrang. Terdapat hubungan faktor Pengetahuan terhadap Kesiapan Persalinan Ibu Primigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Batulappa Kabupaten Pinrang.
WHY ARE BABIES DYING ? (ROOT CAUSE ANALYSIS KEMATIAN BAYI DI KARAWANG)
Rahma, Marliana;
Kurniasih, Ari;
Indraswari, Risma
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2015, angka kematian bayi di Indonesia mencapai 23/1000 kelahiran hidup. Sedangkan target SDG‟s menurunkan AKB hingga kurang dari 12 per 1000 KH Jumlah kematian neonatal tahun 2017 di Jawa Barat adalah 2.764 kasus. Karawang merupakan salah satu dari tujuh kabupaten penyumbang kematian neonatal tertinggi pada tahun 2017, yiatu 153 kasus. Jumlah kematian bayi tahun 2018 sebanyak 162 kasus. Penyebab terbanyak kasus kematian neonatal di Jawa Barat tahun 2017 adalah BBLR sebanyak 1132 kasus, dan asfiksia 799 kasus. Penyebab tertinggi kematian bayi di Karawang pada tahun 2018 adalah BBLR (78 kasus). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab dari masalah kematian bayi di Karawang dengan menggunakan RCA (Root Cause Analisys) serta membuat rekomendasi kebijakan berdasarkan akar permasalahan untuk menurunkan kematian bayi di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah sequential eksplanatori mixed method. Penelitian dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Tahap ini dilakukan dengan cara analisis data sekunder di dinas kesehatan Kabupaten Karawang tentang karakteristik kematian bayi di Karawang. Tahap kedua adalah pengumpulan dan analisis data kualitatif. Root cause analysis dilakukan dengan cara Focus Group Discussion dan wawancara mendalam terhadap key informan. Analisis data kualitaif dilakukan dengan triangulasi sampai menemukan akar permasalahan yang mendasar dari kematian bayi di Kabupaten Karawang. Tahap selanjutnya adalah FGD dengan pemegang kebijakan di Dinas Kesehatan Kabupataen Karawang untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang tepat sebagai upaya untuk menurunkan kematian bayi di Kabupaten Karawang: Jumlah kematian bayi di Karawang pada tahun 2018 adalah 162 kasus. Penyebab terbanyak kematian bayi di Karawang adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 78 kasus. Penyebab terbanyak kejadian BBLR adalah karena riwayat ibu Pre Eklampsi Berat (PEB). Penyebab terbanyak kejadian PEB adalah kurangnya pengetahuan dan sikap petugas kesehatan dalam mendeteksi dan menangani kasus PEB. Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan adalah penguatan materi PEB pre service (dalam kurikulum perguruan tinggi kebidanan).
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY IBU HAMIL DENGAN POTENSI KEJADIAN DEPRESI DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
Ilham;
Syam, Azniah;
Khalid, Nur
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepercayaan diri sangat mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan kesehatan ibu hamil. Periode kehamilan merupakan periode kehidupan yang penuh dengan stress. Seorang perempuan dalam periode kehamilan cenderung mengalami stress yang cukup besar karena mengalami keterbatasan kondisi fisik yang membuatnya harus membatasi aktivitas dan mengalami proses adaptasi menjadi seorang ibu, sehingga pada periode ini berpotensi terjadi depresi. Masalah depresi merupakan masalah psikologis, depresi pada ibu hamil merupakan gangguan kejiwaan terhadap kesehatan ibu secara tidak langsung. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk diketahuinya hubungan antara self efficacy ibu hamil dengan potensi kejadian depresi di Puskesmas Batua Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Dimana didapatkan 62 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik yaitu uji Test. Hasil daripenelitian didapatkan nilai p=0.001< α=0.05, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpilan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Sel efficacy ibu hamil dengan potensi kejadian Depresi di puskesmas Batua Makassar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MENJALANKAN DIET 3J PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSUD SALEWANGAN MAROS
Marengke, Alhasby;
Dewi, Indra;
Mato, Rusni
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan ataupun resistensi insulin.Penyebab penyakit dan sakit yang terjadi di tengah masyarakat dewasa ini dikarenakan perilaku hidup yang kurang memperhatikan perilaku hidup sehat. Yang juga termasuk penyebab utama meningkatnya jumlah penderita diabetes mellitus, diketahui bahwa penyebab utama dari penderita diabetes mellitus disebabkan perilaku hidup individu, keluarga dan masyarakat kurang berorentasi pada pengetahuan. Dalam melaksanakan diet, penderita Diabetes Mellitus Tipe II harus mengikuti anjuran dalam aturan 3J, yaitu jumlah makan, jenis makan, dan jadwal makan. Jenis dan jumlah makan yang banyak mengandung gula serta jadwal yang tidak teratur dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga terjadilah Diabetes Mellitus Tipe II. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan menjalankan diet 3J pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Salewangan Maros.Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 desember 2017 sampai 28 januari 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian Analitik observasional dengan pendekatan penelitian cros sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling yang berjumlah 42 orang. Tehnik analisis data yang digunakan dengan analisis Chi-Square dengan Uji Fisher’s Exact sebagai alternatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pengetahuan baik, dan dukungan keluarga yang mendukung serta mempunyai kepatuhan tergolong patuh. Kesimpulan dari penellitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet 3J (p = 0,019), dan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet 3J pada penderita diabetes mellitus tipe II di RSUD Salewangan Maros (p= 0,020).
PENGARUH PROGRAM DAY CARE TERADAP PSIKOSOSIAL PADA LANSIA DI PANTI TRESNA WERDA GAU MABAJI (PSTW) KABUPATEN GOWA
Surisma AL, Andi;
Hasanuddin;
Kadir, Adriani
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Day care adalah program layanan yang di berikan pada siang hari (dimulai jam 8 pagi sampai jam 2 siang). Kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan pengisian waktu luang, kegiatan bersama, senam, musik, penyaluran bakat, pengajian dan lain–lain. Tujuan dari penelitian ini ialah perbedaan psikososial lansia sebelum dan sesudah program day care pada lansia di Pstw Gau Mabaji Kab. Gowa. Jenis penelitian yang digunakan ialah nonprobbility dengan tekhnik total sampling. Metode sampling yang digunakan adalah dengan tehnik purposive sampling didapatkan sampel 50 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian Pengaruh Program Day Care Terhadap Psikososial Pasa Lansia Di PSTW Gau Mabaji Kab. Gowa menunjukkan dari 50 responden yang telah melakukan program yaitu sebanyak 50 responden (100 %). Reponden berusia 60-74 berjumlah 39 orang (78,0%) responden yang berusia 75-90 berjumlah 11 orang (22,0%). Dari resonden berjenis kelamin perempuan berjumlah 37 orang (74,0% ) responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 13 orang (26,0%). Responden psikososial sebelum program day care memiliki psikososial tidak baik berjumlah 39 orang (78,0%) responden yang memiliki psikososial baik berjumlah 11 orang (22,0%). Responden psikososial sesudah day care responden yang memiliki psikososial baik berjumlah 23 orang (46,0%) responden yang memiliki psikososial tidak baik 27 orang (54,0%).
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI PADA PASIEN FRAKTUR DI RSUD SALEWANGAN MAROS
Junaiddin
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fraktur merupakan terputusnya kontinuitas jaringan tulang, retak atau patahnya tulang yang utuh, yang biasanya disebabkan oleh trauma / ruda paksa atau tenaga fisik yang ditentukan jenis dan luasnya trauma. nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalam emosinal yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual, potensial, atau yang dirasakan dengan kejadian – kejadian saat terjadi kerusakan. Teknik relaksasi nafas dalam dan teknik distraksi di percaya dapat menurunkan nyeri dengan merelaksasikan ketegangan otot yang mendukung rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap penurunan nyeri pada pasien fraktur di RSUD Salewangan Maros. Penelitian ini menggunakan jemis penelitian quasi–eksperimental dengan rancangan one group pre test and post test design. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling,. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji Wilcoxon (p<0,05) untuk menguji menguji antara dua pengamatan pada situasi sebelum dan sesudah proses untuk menjawab hipotesis data yang kita miliki. Hasil bivariat menunjukkan adanya pengaruh antara dukungan keluarga terhadap penurunan nyeri pada pasien fraktur (p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi penurunan nyeri fraktur.
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS DI RUANG PERAWATAN INTERNA RSUD KOTA MAKASSAR
Husna, Asmaul;
Kadir, Adriani;
Sriwahyuni
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan yang diberikan dan kepuasan pasein adalah suatu modal untuk mendapatkan pasien lebih banyak lagi dan untuk mendapatkan pasien yang loyal. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien yaitu komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal perawat dengan kepuasan pasien BPJS di Ruang Perawatan Interna RSUD Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study dan dilaksanakan pada tanggal 04 sampai 31 Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien BPJS yang dirawat di Ruang Perawatan Interna RSUD Kota Makassar sebanyak 1854 pasien. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dan jumlah sampel sebanyak 126 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan responden yang mengatakan komunikasi interpersonal perawat baik berjumlah 103 responden, dimana terdapat 80 responden (77,7%) yang puas dengan pelayanan kesehatan dan 23 responden (22,3%) yang tidak puas dengan pelayanan kesehatan. Sedangkan responden yang mengatakan komunikasi interpersonal perawat kurang berjumlah 23 responden, dimana terdapat 12 responden (52,2%) yang puas dengan pelayanan kesehatan dan 11 responden (47,8%) yang tidak puas dengan pelayanan kesehatan dengan nilai p=0,026. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan komunikasi interpersonal perawat dengan kepuasan pasien BPJS di Ruang Perawatan Interna RSUD Kota Makassar. Disarankan petugas rumah sakit khususnya perawat perlu membentuk komitmen bersama dalam hal memberikan pelayanan untuk meningkatkan sikap tanggap, peduli, ramah dan berkomunikasi yang baik kepada pasien tanpa membeda-bedakan pasien.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATTINGALLOANG
Azis, Astriana;
Nurbaya, Sitti;
Sari, Adisty Permata
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Program imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang paling cost effective, dengan imunisasi dapat mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Saat ini di Indonesia cakupan imunisasi masih kurang, masih ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap bahkan tidak pernah mendapatkan imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan cakupan pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak di wilayah kerja Puskesmas Pattingalloang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian observasional analitik menggunakan metode penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan 78 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square dengan alternatif uji Fisher’s Exact test (p<0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak (p=0,003), adanya hubungan antara sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak (p=0,029), dan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak (p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak di wilayah kerja Puskesmas Pattingalloang.