cover
Contact Name
Oke Anandika Lestari, STP, MSi
Contact Email
oke.anandika@gmail.com
Phone
+6282254699599
Journal Mail Official
foodtech@untan.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 26554860     EISSN : 26563451     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jft
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel riset dan review mengenai teknologi pangan yang terkait aspek kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, teknologi hasil pertanian, keamanan pangan, ketahanan pangan, biokimia pangan, pangan fungsional dan gizi pangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023): October" : 5 Documents clear
Quality Characteristics of Kepok Banana Chips (Musa paradisiaca) From Various Methods Damanhuri, Muhammad Kholid
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v6i2.74275

Abstract

Standar mutu produk keripik dan tingkat kerenyahan menjadi faktor penting dalam pengolahan keripik pisang kepok, terutama pada industri rumahan, Startup/UMKM. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai metode perendaman terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori keripik pisang kepok serta mencari perlakuan terbaik memenuhi standar SNI. Penelitian ini menggunakan RAK satu faktor. Perlakunya terdiri dari 3 jenis perendaman: Perendaman larutan perendaman kapur sirih 1%, kalsium klorida 1%, baking powder 1% dan 1 perlakuan tanpa perendaman, masing-masing selama 15 menit dengan 6 kali ulangan. Dari hasil penelitian berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu dan kadar lemak. Perendaman larutan baking powder 1% selama 15 menit merupakan perlakuan terbaik fisikokimia keripik pisang kepok dengan kadar air 1,70%, kadar abu 1,34%, kadar lemak 29,32 %, warna 4,20 (lebih suka), tekstur 4 (lebih suka), aroma 3,83 (suka), rasa 3,93 (suka) dan perlakuan ini memenuhi standar SNI. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya waktu dan persentase kadar larutan perendaman di kurangi agar tidak ada perubahan organoleptik yang signifikan.
Bibliometric Analysis of Foodborne Pathogen Research in the Year Range 2013-2023 Based on Scopus Web Data Sophian, Alfi; Purwaningsih, Ratna
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v6i2.80411

Abstract

Bibliometric analysis is a methodology that can be used to investigate patterns in publications based on data cited from academic literature. This research is conducted to comprehensively analyze selected topics. This paper presents the evolution and structure of the chosen research topic. The goal is to obtain an overview of information about the foodborne pathogen research that has been conducted, with the hope that this information can provide insights and guidance for further research related to foodborne pathogens. This paper is also expected to open up new opportunities for identifying gaps in the analysis of potential innovations in foodborne pathogen research, which can serve as a reference for future studies.   Bibliometric literature analysis is centred around the main components using Bibliometrics and VOSviewer. This analysis is based on articles published in Scopus journals from 2013 to 2023. Data extracted from the Scopus web shows an increasing trend year by year, with the United States having the highest number of articles, totalling 3,109, and 22 countries with the lowest number of articles. As for the categories based on the source of information, they can be grouped into journals, books, book series, conference proceedings, and undefined sources. The visualization network shows five different colours, with each colour representing the number of clades generated from the analysis. Based on this, it can be concluded that a significant amount of research related to foodborne pathogens has been conducted, with many studies focusing on pathogens in animals, food microbiology, food control, antibiotic resistance, and pathogens in non-human subjects.
Karakteristik Ekstrak Saponin Pada Daun Kucai (Allium schoenoprasum) Asal Pontianak Widiawati, Helen; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v6i2.74244

Abstract

Chives (allium schoenoprasum) is one of the tropical plants grown to harvest the leaves. Chives leaf extract has various health benefits because it contains several phytochemical compounds, namely flavonoids, tannins, triterpenoid, allicin and saponins. Saponin comes from the latin word "sapo" which means it contains stable foam when dissolved in water. The aim was to determine the characteristics of saponins found in chives from Pontianak. The extraction process was carried out using the maceration method with 96% methanol solvent. Analysis of saponin types using LB reagent (Lieberman burchard) and analysis of saponin levels was determined by gravimetric method. The results showed that the types of chives leaf extract saponins were triterpenoid saponins with a brown color and a distinctives odor, with an extract yield of 2,810% ± 0,116, and a stable foam measurement of 2,0 ± 0,2 and saponin levels with an average of 41,941% ± 2,374.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Sifat Organoleptik dan Kimia Mie Basah Aurillia, Silvianda; Ichsan, Ichsan
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v6i2.74246

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Didukung dengan kandungan gizi vitamin C seledri yaitu 13 mg per 100 gr seledri, menjadikan makanan yang sehat bagi masyarakat yaitu dengan mengonsumsi pangan yang mengandung Vitamin C karena Vitamin C dapat mencegah kerusakan sel. Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak seledri terhadap sifat organoleptik dan kimia mie basah. Jenis penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan pengulangan sebanyak 3 kali. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA (Analisis Of   Varians) dan uji lanjut Duncan"™ multiple test. Penambahan Ekstrak seledri 20 gr, 40 gr dan 60 gr berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik. Formulasi yang di sukai panelis terhadap warna mie basah ada pada penambahan esktrak seledri 60gr, aroma dan tekstur ada pada penambahan ekstrak seledri 20gr. Dan tidak berpengaruh pada rasa. Dan hasil uji Vitamin C berpengaruh nyata pada penambahan ekstrak seledri 20 gr, 40 gr dan 60 gr. Dari hasil penelitian terdapat adanya berpengaruh nyata terhadap hasil analisis kadar Vitamin C dengan penambahan ekstrak seledri pada formulasi 20 gr, 40 gr dan 60 gr. Serta berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik pada mie basah (p value 0,05).
Formulasi Sukrosa dan Xylitol Pada Permen Jelly Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Agusfiansyah, Syarif; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Priyono, Suko
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v6i2.74248

Abstract

Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari campuran sari buah-buahan, bahan pembentuk gel, atau dengan penambahan agensia flavoring untuk menghasilkan berbagai macam rasa dengan bentuk fisik jernih dan transparan. Buah yang digunakan untuk pembuatan permen jelly yaitu belimbing wuluh yang mengandung asam sitrat. Pemanis yang digunakan yaitu gula Sukrosa dan Xylitol, dalam hal ini dilakukan pengkajian tentang formulasi penambahan gula Sukrosa dan Xylitol dengan konsentrasi beragam untuk mendapatkan permen jelly belimbing wuluh yang berkonsistensi kekenyalan serta mutu yang sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor perlakuan yaitu konsentrasi gula Sukrosa dan Xylitol terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 3 ulangan tiap perlakuan sehingga diperoleh 15 sampel. Hasil penelitian menunjukkan dimana perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi 0% gula Sukrosa + 60% Xylitol dengan hasil uji fisikokimia berupa Kadar Air (19,36%), Kadar Abu (0,43%), dan Tingkat Kekerasan (0,25 kgf). Hasil uji organoleptik terbaik terbaik yaitu tingkat kekerasan/kekenyalan 3,17, Rasa 2,93 (manis) , aroma buah 2,70 (cukup), warna 3,13 (putih), dan kesukaan 3,17 (suka).

Page 1 of 1 | Total Record : 5