cover
Contact Name
Oke Anandika Lestari, STP, MSi
Contact Email
oke.anandika@gmail.com
Phone
+6282254699599
Journal Mail Official
foodtech@untan.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 26554860     EISSN : 26563451     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jft
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel riset dan review mengenai teknologi pangan yang terkait aspek kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, teknologi hasil pertanian, keamanan pangan, ketahanan pangan, biokimia pangan, pangan fungsional dan gizi pangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Types of High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) Columns: A Review Natashya Evangeline Fiorelia; Anthony Dharma Wibowo; Natanael Leonard Lae; Allison Ang; Oki Krisbianto
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v5i1.57334

Abstract

Some chemical analysts, especially those working in the food sector, often find it difficult to choose the HPLC columns for their research. Every so often they tend to modify their method to fit whatever HPLC column available in their laboratory instead of looking for the column type best suited to their experiments. Other than that, HPLC column types are often very limited discussed in the class. This is particularly disadvantageous for those who have sufficient access to select the HPLC column they need for the best result. The lack of insight into the types of HPLC columns available in the market also influenced their decision to select the right column in their analysis to a large extent. This article briefly reviews the differences between the commonly used Particle-Packed Columns with the newer yet less frequently used Monolithic Columns. The types of HPLC columns based on polarity, molecular size, and the electrical charge will be described further, along with the working principle of the columns in brief and various examples of options available on the market. Lastly, the uses of HPLC columns in the food industries are also described. This review is expected to contribute to the field of chemical analysis, such as food analysis.
Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Bumbu Instan Bubuk Gulai Tempoyak dengan Penambahan Maltodekstrin Sri Wahyuni; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Tri Rahayuni
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2021): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i2.56718

Abstract

Gulai tempoyak merupakan makanan khas nusantara, tempoyak dalam masakan gulai berfungsi sebagai bumbu penyedap alami yang memberikan citarasa yang khas. Pengeringan bumbu instan bubuk gulai tempoyak diperlukan bahan pengisi. Salah satu bahan pengisi yang dapat digunakan adalah maltodekstrin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi maltodekstrin pada bumbu instan gulai tempoyak yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu perbandingan maltodekstrin (g) dengan ekstrak bumbu gulai tempoyak (ml) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan (1:20, 2:20, 3:20, 4:20). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA 5%, dengan uji lanjut menggunakan uji BNJ dengan taraf 5%. Perlakuan terbaik menggunakan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan maltodekstrin 120 g. Karakteristik fisikokimia bumbu terbaik menghasilkan kadar air (5,14%), kelarutan (94,25%), total padatan terlarut (12,85°Brix) dan rendemen (17,01%). Hasil uji sensoris terbaik yaitu warna (3,76), rasa (3,90), dan aroma (3,46).
PENGARUH KONSENTRASI ABU SEKAM dan LAMA PERENDAMAN TERHADAP PENURUNAN ASAM SIANIDA PADA TEPUNG UMBI GALLI (Lasio spinosa) Wahyu Wahyu; Tri Rahayuni; Sulvi Purwayantie
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2020): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v3i2.56630

Abstract

Galli (Lasia spinosa) merupakan salah satu rhizoma spesifik Kabupaten Sambasyang belum pernah dimanfaatkan dan mengandung HCN (asam sianida). Jenis asamini adalah zat racun pada tubuh dan pada dosis tertentu dapat mengakibatkan kematian. Menurunkan HCN dapat dilakukan dengan proses perendaman dalam abu sekam padi selama waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi abu sekam dan lama perendaman yang efektif untuk menurunkan kadar sianida pada umbi galli. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak kelompok yang disusun secara faktorial antara konsentrasi abu sekam (10%, 20%, dan 30%) dan lama perendaman (6,12 dan 24 jam). Data dianalisis dengan anova 5%) dan BNJ 5%). Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi abu sekam dan semakin lama perendaman maka semakin rendah kandungan sianida pada galli. Perlakuan terbaik tepung galli didapatkan dari perendaman abu sekam konsentrasi 30% dan lama perendaman 24 jam dengan karakteristik kadar sianida 3,07ppm, air 7,24%, abu 5,49%, lemak 1,16%, protein 7,12% serat kasar 13, 81% dan kadar karbohidrat 81,47%.
Formulasi Penambahan Daun Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap Daya Terima serta Kandungan Protein pada Perkedel Kentang Nadia Thahirah; Ichsan Ichsan
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v5i1.57335

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman yang dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti pengobatan pada luka bakar, tifus, pembengkakan hati, pembengkakan jantung, radang usus, meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh. Binahong memiliki kandungan gizi protein paling banyak yaitu 20 gr per 100 gr binahong, menjadikan olahan pangan sehat yang mempunyai manfaat ganda sebagai pangan lokal. Jenis penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan pengulangan sebanyak 3 kali. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA (Analisis of Varians) dan uji lanjut Duncan’ multiple test. Penambahan daun binahong 20 gr, 30 gr dan 40 gr berpengaruh nyata terhadap daya terima. Formulasi yang di sukai panelis terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur ada pada perlakuan penambahan daun binahong 20 gr. Dan hasil uji protein berpengaruh nyata terhadap kadar protein pada penambahan daun binahong 20 gr, 30 gr dan 40 gr. Adanya berpengaruh nyata terhadap hasil analisis kadar protein dengan penambahan daun binahong pada formulasi 20 gr, 30 gr dan 40 gr. Serta berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik pada perkedel (p value < 0,05).
Sterilisasi Pacri Nanas Menggunakan Kemasan Retort Pouch Pellya Pachira; Maherawati Maherawati; Lucky Hartanti; Wisi Wilanda Syamsi
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2021): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i2.56719

Abstract

Pacri Nanas adalah salah satu masakan khas Melayu. Kemasan Pacri Nanas dalam retort pouch merupakan salah satu tampilan sebagai makanan siap saji. Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengolahan Pacri Nanas dalam kemasan retort pouch adalah sterilisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu sterilisasi terbaik berdasarkan sifat fisikokimia dan mikrobiologi Pacri Nanas dalam kemasan retort pouch. Parameter yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari kadar lemak, kadar asam lemak bebas, pH, vitamin C, tekstur (tingkat kekerasan) dan total plate count (TPC). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA (a=5%) dan dilanjutkan dengan BNJ (a=5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu sterilisasi Pacri Nanas yang dikemas dalam retort pouch tidak mempengaruhi semua parameter pengamatan. Hasilnya, perlakuan sterilisasi terbaik untuk Pacri Nanas dalam retort pouch adalah 15 menit.
Studi Karakteristik Mie Basah Talas (Colocasia esculenta) dengan Penambahan Wortel Sandy Marcelleno; Maherawati Maherawati; Tri Rahayuni
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i1.56634

Abstract

Mi merupakan jenis makanan yang banyak digemari semua kalangan. Penambahan pasta talas dan parutan wortel akan meningkatkan nilai gizi dari mi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pasta talas dengan penambahan wortel pada proses pembuatan mi basah yang menghasilkan karakteristik mi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yakni penambahan pasta talas dan parutan wortel (30:0, 25:5, 20:10, 15:15, 10:20, 5:25, 0:30). Data yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji BNJ. Data organoleptik menggunakan analisis Friedman. Penambahan pasta talas dan parutan wortel tidak mempengaruhi kadar abu, daya serap air, warna, dan rasa pada mi basah yang dihasilkan, namun mempengaruhi kadar air, kadar protein, β-karoten, elastisitas, dan tekstur mi basah. Berdasarkan uji efektifitas (De Garmo) mi basah terbaik dihasilkan pada perbandingan pasta talas:parutan wortel = 5:25 pasta talas dan parutan wortel dengan karakteristik kimia yaitu kadar air 20,220 %, kadar abu 3,365 %, kadar protein 7,407 %, β-karoten 9,02 %, daya serap air 28,491 %, elastisitas 1,325 %, tekstur 3,43 , warna 3,57 (suka), rasa 3,50 (suka) serta pada nilai perlakuan terbainya mencapai 1,001.
Formulasi Snack Bar Tepung Beras Merah (Oryza nivara) dan Edamame (Glycine max (L)merrill): Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Muhammad Sayid Falah; Suko Priyono; Dzul Fadly
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v5i1.57341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi tepung beras merah dan edamame yang menghasilkan snack bar berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu tepung beras merah dan edamame yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Analisa data yang digunakan yaitu ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf 5%. Apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 %. Uji sensori dianalisis dengan uji Kruskal wallis dan penentuan perlakuan terbaik menggunakan uji indeks efektifitas (De Garmo). Formulasi tepung beras merah dan edamame dalam pembuatan snack bar direkomendasikan sebesar 50 % tepung beras merah dan 50 % edamame dengan karakteristik kadar air (11,23 %), abu (2,69 %), lemak (19,46 %), protein (11,05 %), Karbohidrat (55,58 %), serat kasar (1,04 %) dan Total kalori (132,56 kkal) serta dengan karakteristik sensori warna (4,73), tekstur (4,57), aroma (4,80) dan rasa (5,13).
The Effect of Fermentation Time of Waste Cabbage (Brassica oleracea) as a Natural Preservative in Tofu Deviana Cahyaningsih; Agung Sugiharto
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2022): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v5i2.58155

Abstract

Cabbage (Brassica oleracea) is a vegetable commonly grown in the highlands. Cabbage is easily rotten or damaged, so the waste produced by cabbage is in the form of rotten leaves. The waste is a substrate of lactic acid bacteria such as Lactobacillus lactic acid-producing bacteria. Preserving food using chemical preservatives can cause health problems for consumers, so natural preservatives are needed that are safe to use. This study aims to utilize lactic acid produced by fermenting cabbage waste as a tofu preservative.  Fermentation functions in the formation of lactic acid bacteria from lactose which can slow down decay. The method used in this study was experimental, and the research design was a Completely Randomized Design (CRD) with a fermentation time variation factor consisting of three levels: 4, 7, and 10 days. The study showed that variations in the fermentation time of the fermented cabbage waste solution resulted in a pH ranging from 3-5, and organoleptic observations on tofu preserved with the liquid from fermented cabbage waste were clean white, pale white, and yellow spots. The texture was not slimy, slightly slimy, and slimy. The odor was not pungent or normal, slightly pungent, and pungent. From the research, it can be concluded that the best time for fermentation cabbage waste is 7 to 10 days, with a pH ranging from 3 to 4. 
Importance of Product Quality, Price, Service and Promotion on Consumer Satisfaction (Case Study of Nasi Bebek Buma Restaurant: Perintis Kemerdekaan Branch) Friski Okta Ayu Putri; Retnosyari Septiyani; Yunda Maymanah Rahmadewi
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2022): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v5i2.62149

Abstract

The importance of food needs causes the food and beverage business never to fade. Implementing a strategy to maintain market shares must be carried out appropriately, especially during the pandemic that caused many companies to go bankrupt. Product quality, price, promotion, and service have direct and significant effects on consumer satisfaction, with case studies on the number of restaurants that went bankrupt due to the pandemic. However, there has been no further research on restaurants that survived this pandemic, such as the Nasi Bebek Buma Restaurant. This study investigated the relationship between product quality, price, promotion, and service on customer satisfaction. This study used a quantitative method with a questionnaire approaching consumers and direct interviews with the owner of the Nasi Bebek Buma Restaurant. This study used a population of consumers of Nasi Bebek Buma Restaurant and a sample of consumers who have bought at Nasi Bebek Buma Restaurant taken by incidental random sampling. Data analysis was obtained using descriptive analysis and classical assumption test using normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. In addition, multiple regression analysis was also used to predict the value of the influence of two or more independent variables on the dependent variable to indicate whether there is a functional relationship or causal relationship between two or more independent variables. Hypothesis testing using the F distribution table with a significance level of 5% and a partial regression coefficient significance test (t-test). The results showed that product quality, price, and promotion individually had a positive and significant effect, while service had a positive but not significant effect on consumer satisfaction at Nasi Bebek Buma Restaurant, Perintis Kemerdekaan Branch. The promotion variable is the most dominant variable of consumer satisfaction at Nasi Bebek Buma Restaurant, Perintis Kemerdekaan Branch.
Study of Brewing Temperature and Time on Antioxidant Activity in Kratom Leaf Powder (Mitragyna speciosa Korth.) Martha Christina; Purwayantie Sulvi; Suko Priyono
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2022): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v5i2.62223

Abstract

Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) is a plant commonly found in Kapuas Hulu that contains bioactive antioxidant compounds, such as alkaloids, flavonoids, phenols, terpenes, and saponins. The brewing process is one method that can be used to extract antioxidant compounds. The problem is that there is no research on the best temperature and time for brewing antioxidant compounds in kratom leaf powder. Therefore, this study aimed to determine the best time and temperature for the antioxidant activity of brewing kratom leaf powder. This study used a two-factor factorial Completely Randomized Block Design (RCBD) method consisting of 3 treatments of brewing temperature (70, 85, 95 °C) and brewing time (5, 10, 15 minutes) with 3 replications. The data obtained were analyzed using the ANOVA test (a=5%) followed by BNJ (a=5%). The best treatment was determined using the effectiveness index test. The parameters tested in this study consisted of total alkaloids, total flavonoids, total phenols, and antioxidant activity. The test results show that the best time and temperature treatment that produced the highest antioxidant activity value was 95°C, 15 minutes, with the characteristics of total alkaloids (13,589%), total flavonoids (30,754 mg QE/g), total phenol (12,258 mg GAE/g), activity antioxidants (91.543%).