cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
lppm@stikeskendal.ac.id
Editorial Address
Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
ISSN : 20890834     EISSN : 25498134     DOI : https://doi.org/10.32583/pskm
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2019): April" : 30 Documents clear
GAMBARAN KEMAMPUAN ORANGTUA DALAM PENANGANAN PERTAMA KEJANG DEMAM PADA ANAK USIA TODDLER Indrayati, Novi; Haryanti, Dwi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.343 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.149-154

Abstract

Kejang demam merupakan tipe kejang yang sering ditemukan pada masa anak-anak,  angka kejadian kejang demam terjadi 2-5% pada anak antara usia 6 bulan sampai 5 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran  kemampuan orangtua dalam penanganan pertama kejang demam pada anak usia toddler di wilayah kecamatan Ngampel. Penelitian menggunakan desain deskriptif. Sampel diambil secara purposive sampling, sebanyak 32 orangtua yang memiliki anak usia toddler. Alat pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis unuvariat pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kemampuan seluruh orangtua tentang penanganan kejang demam pada anak usia toddler adalah kurang yaitu, sebanyak 32 atau 100% dari total responden. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel atau intervensi yang mempengaruhi kemampuan ibu dalam penanganan kejang demam pada anak usia toddler.  Orangtua disarankan  dapat mencari sumber informasi  tentang kejang demam dan penanganan kejang demam pada anak, untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan orangtua dalam penanganan pertama tentang kejang demam pada anak usia toddler.   Kata kunci: Kejang demam, anak usia toddler, penanganan kejang demam   DESCRIPTION OF PARENTS 'ABILITY IN THE FIRST HANDLING OF FEVER CHANCE IN AGE CHILDREN   ABSTRACT Febrile seizures is a type of seizure that most often happen to toddlers. The rate of this seizure is 2 - 5 % occcurs to children between the ages six months and five years. The objective of this study was to know the description of parents' ability in first handling of febrile seizures happened to their toddlers in Ngampel District. This study was conducted by using descriptive design. The participants were selected by purposive sampling. They were 32 parents whose children were toddlers. Questionnaires and observation sheets were used to get the data. Univariate analysis in this study was using distribution of frequency. The result shows that all the participants ( 32 parents with toddlers) or 100 % of the respondences were lack of the ability to give first handle of febrile seizures happened to their toddlers. Hopefully, the next researchers can add variable or intervention that effects the ability of parents in first handling of febrile seizures happen to their toddlers. Parents are advised to find sources of information about febrile seizures and management of febrile seizures in children, to increase the knowledge and ability of parents in the first treatment of febrile seizures in toddler.  Keywords: Febrile seizures, toddlers, first handling of febrile seizures  
PENGARUH SENAM ASMA TERSTRUKTUR TERHADAP JARAK RELAPSE (KEKAMBUHAN) PASIEN ASMA Antoro, Budi; Lestari, Yuli
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.491 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.173-178

Abstract

Kekambuhan asma antara lain dapat bersifat ringan, tidak mengganggu aktivitas, menetap dapat mengganggu aktivitas, dan menimbulkan disability (kecacatan) hingga kematian. Penatalaksanaan bertujuan untuk mencegah kekambuhan penyakit hingga mencegah kematian dapat dilakukan dengan senam asma terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh senam asma terstruktur terhadap jarak kekambuhan pada pasien asma di perkumpulan senam asma RSUD Hi. Dr. Abdul Moeloek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental dengan desain pretest-postest with control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara jarak kekambuhan (relapse) sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi (p=0.023); tidak ada perbedaan bermakna antara jarak kekambuhan (relapse) sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol (p=0.059); tidak ada perbedaan bermakna jarak kembuhan (relapse) antar kelompok (p=0.375). Sosialisasi serta aplikasi senam asma terstruktur dapat menjadi salah satu terapi dalam asuhan keperawatan asma.   Kata kunci: Senam asma terstruktur, kekambuhan   THE EFFECT OF STRUCTURED ASTHMA GYMNASTICS ON THE DISTANCE OF RELAPSE IN ASTHMA PATIENTS   ABSTRACT Asthma relapse can be mild, does not interfere with activity, persists and disrupt activities, and cause disability (death). Management aims to prevent asthma relapse to prevent death can be done with structured asthma gymnastics. This study aims to identify the effect of structured asthma gymnastics on the distance of relapse in asthma patients in the asthma gymnastics association RSUD Hi. Dr. Abdul Moeloek. This study used a quasi-experimental research method with the design of the pretest-posttest with control group design. The results showed that there was a significant difference between relapse before and after the intervention group (p = 0.023); there was no significant difference between relapse before and after the control group (p = 0.059); there was no significant difference in recovery distance (relapse) between groups (p = 0.375). Socialization and application of structured asthma exercises can be one of the therapies in asthma nursing care.   Keywords: Asthma gymnastics structure, relapse  
Desa Sukodono adalah salah satu wilayah di Kabupaten Demak yang endemik filariasis (angka rata-rata 1,39%). Penemuan kasus baru dan mikrofilaria pada tubuh penderita kronis meningkatkan potensi terjadinya penularan dan infeksi mikrofilaria pada nyamuk. Pe Hestiningsih, Retno; Puspitasari, Elsye Giovanny; Martini, Martini; Mawarni, Atik; Purwantisari, Susiana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.123 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.165-174

Abstract

Desa Sukodono adalah salah satu wilayah di Kabupaten Demak yang endemik filariasis (angka rata-rata 1,39%). Penemuan kasus baru dan mikrofilaria pada tubuh penderita kronis meningkatkan potensi terjadinya penularan dan infeksi mikrofilaria pada nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi Culex sp sebagai vektor filariasis. Penelitian ini adalah survei deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel pada 155 rumah tangga. Nyamuk dikumpulkan menggunakan metode pengumpulan pendaratan dan pengumpulan istirahat pada pukul 6 sore - 6 pagi. Pengamatan lingkungan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan (tempat berkembang biak dan tempat peristirahatan) Culex sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Culex ditangkap di desa Sukodono termasuk Cx. quinquefasciatus (58,5%), Cx. vishnui (35,8%), Cx. tritaeniorhychus (4,2%). Tingkat infeksi 0%. Sedangkan dari parsial Cx quinquefasciatus 12%, Cx. vishnui 13%, dan Cx. tritaeniorhychus 36%. Rata-rata suhu dan kelembaban 33.190C dan 67,93%. Ada tempat berkembang biak dan tempat istirahat berupa semak (69,7%), rawa (83,2%), beras (100%), genangan air (53,3%) dan ternak (unggas (93,5%); kambing (11%)) yang mendukung kepadatan nyamuk. Kepadatan tertinggi dari larva ditemukan di parit (1,4 larva). Proses penularan filariasis di Desa Sukodono masih terjadi, sehingga perlu kewaspadaan dan peningkatan upaya pencegahan filariasis. Bagi masyarakat, kebutuhan untuk meningkatkan upaya pengendalian vektor dan perbaikan lingkungan.   Kata kunci: Filariasis, Culex, Angka Infeksi, Parousitas   POPULATION OF CULEX SP AS VECTORS OF FILARIASIS   ABSTRACT Sukodono village is one of area in Demak district witch was endemic of filariasis (mf rate 1,39%). The discovery of new cases and microfilaria on chronic sufferers? body raises the potential occurrence of transmission and infection microfilaria on mosquitoes. This research aims to know population of Culex sp as vectors of filariasis. This study was an descriptive survey by cross sectional design. The sample was on 155 households. Mosquito was collected using a method of landing collection and resting collection at 6 pm - 6 am. Environmental observations performed to identify environmental conditions (breeding places and resting places) of Culex sp. The results showed that the species of Culex were caught in Sukodono village including Cx. quinquefasciatus (58,5%), Cx. vishnui (35,8%), Cx. tritaeniorhychus (4,2%). Infection rate 0%. While of paroucity of Cx quinquefasciatus 12%, Cx. vishnui 13%, and Cx. tritaeniorhychus 36%. The average of temperature and humidity 33,190C and 67,93%. There are breeding places and resting places in the form of shrubs (69.7%), swamp (83.2%), rice (100%), puddle (53.3%) and livestock (poultry (93.5%); goat (11%)) that support mosquito density.  The highest density of larvae found in ditch (1,4 larvas). The process of transmission of filariasis in Sukodono village was still happened, so that it takes vigilance and improvement of filariasis prevention efforts.  For the community, the need to enhance the efforts of vector control and environmental improvement.   Keywords: Filariasis, Culex, Infection Rate, Paroucity
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA Wakhid, Abdul; Suwanti, Suwanti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.316 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.95-102

Abstract

Efek samping dari hemodialisa ini berupa perubahan psikologis sehingga terjadi kecemasan. Kecemasan pasien GGK merupakan respon pasien GGK terhadap situasi yang dialami yang mengancam dan merupakan hal normal yang terjadi yang disertai perkembangan, perubahan, pengalaman baru, serta dalam menemukan identitas diri dan hidupnya. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien Gagal Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisa di Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dengan pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 88 responden,jumlah populasi 124 responden dan menggunakan tekhnikconvenience sampling. Instrumen yang digunakan yakni kuesioner HRSA untuk kategori tingkat kecemasan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan berat berat sejumlah 30 responden (34,1%).Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dalam hal penanganan masalah psikologis yaitu kecemasan pada pasien yang timbul akibat penyakit kronik.   Kata kunci : Gagal ginjal kronik, Kecemasan   DESCRIPTION OF THE ANXIETY LEVEL OF PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS   ABSTRACT The side effects of hemodialysis are psychological changes resulting in anxiety. Anxiety in CRF patients is the response of CRF patients to a situation that is threatening and is a normal thing that happens that is accompanied by developments, changes, new experiences, and in finding their identity and life. The purpose of this study is to describe the anxiety level of patients with chronic kidney failure who undergo hemodialysis in Semarang Regency. This study uses descriptive design, with a survey approach. The sample in this study amounted to 88 respondents, the total population was 124 respondents and used the sampling sampling technique. The instrument used was the HRSA questionnaire for the anxiety level category. The data analysis used is univariate analysis. The results of the study found that most respondents experienced a severe level of anxiety of 30 respondents (34.1%) .The results of this study are expected to be used as a source of information in providing comprehensive nursing care in terms of handling psychological problems, namely anxiety in patients arising from disease chronic.   Keywords: Chronic renal failure, anxiety
PERBEDAAN PENGETAHUAN PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF TENTANG BAHAYA ROKOK Sari, Rita Kartika; Zulaikhah, Siti Thomas; PH, Livana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.975 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.85-94

Abstract

Upaya untuk mengurangi terjadinya penyakit ISPA, diperlukan perilaku hidup sehat salah satunya yaitu dengan tidak merokok. Kenyataannya di masyarakat, merokok dijadikan suatu kebiasaan dan sulit dihentikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku  masyarakat dalam penggunaan rokok. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan perokok aktif dan perokok pasif tentang bahaya rokok. Penelitian ini bersifat retrospektif menggunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan cross sectional. semua warga desa Margolinduk, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah dan tinggal menetap > dari 6 bulan yang berjumlah 100 orang. Penentuan besar sampel menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara perokok aktif dengan perokok pasif (p value= 0,000). Perlu upaya dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok terhadap kesehatan melalui pendidikan kesehatan pada semua tahap usia.   Kata kunci : Pengetahuan, perokok aktif, perokok pasif.   DIFFERENCE OF ACTIVE AND PASSIVE SMOKING KNOWLEDGE ABOUT CIGARETTE HAZARDS   ABSTRACT Efforts to reduce the occurrence of ARI, a healthy lifestyle is needed, one of which is not smoking. In fact, in society, smoking is a habit and difficult to stop. The purpose of this study was to find out the description of knowledge, attitudes, and behavior of people in the use of cigarettes. The study aimed to analyze the differences in knowledge of active smokers and passive smokers about the dangers of smoking. This study is retrospective using a comparative research design with a cross sectional approach. all residents of Margolinduk village, Bonang Subdistrict, Demak Regency, Central Java Province, and lived for> 6 months totaling 100 people. Determination of sample size using total sampling technique. The data collection tool uses a questionnaire. Data analysis using univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis using Mann Whitney. The results showed that there was a difference in knowledge between active smokers and passive smokers (p value = 0,000). Efforts are needed from health workers to increase public knowledge about the dangers of smoking to health through health education at all stages of age.  Keywords: Knowledge, active smokers, passive smoking.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA RUANG SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN MANAJEMEN BANGSAL Priyanto Priyanto; Sakbani Sakbani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.481 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.79-84

Abstract

Kemampuan manajerial kepala ruang merupakan kemampuan untuk memimpin, mengelola, menggerakkan dan mengarahkan bawahan agar mencapai tujuan bersama dalam organisasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan manajerial kepala ruang di RSUD Kabupaten Temanggung dengan intervensi pelatihan manajemen. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pre post test. Populasi penelitian adalah kepala ruang dan staf perawat di RSUD Kabupaten Temanggung, dengan jumlah sampel 15 responden kepala ruang.Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon signed rank test (α =5%) menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kemampuan manajerial kepala ruang sebelum dan sesudah pelatihan manajemen bangsal (p value = 0,001). Pelatihan manajemen bangsal dapat meningkatkan kemampuan manajerial kepala ruang. Perlu dilakukan tindak lanjut pelatihan tentang kemampuan manajerial kepala ruang berupa implementasi hasil pelatihan. Kata kunci : Kemampuan manajerial kepala ruang, pelatihan manajemen bangsal. DIFFERENCE OF MANAGERIAL CAPABILITIES IN THE ROOM BEFORE AND AFTER AFTER BANGSAL MANAGEMENT TRAINING . ABSTRACT Managerial capability of head nurses is the ability to lead in mobilizing and directing subordinates to achieve common goals in an organization. The study aimed to determine the managerial capability of head nurses at Temanggung General Hospital with the managerial intervention. This study used pre experimental design with one group pre post test. The study population were the head nurses at Temanggung general hospital, the number of samples of head nurses were 15 samples. The results of the Wilcoxon signed rank test (α = 5%) show significant differences between managerial capability of head nurses before and after the training of ward management (p value = 0.001). The training of ward management can improve the head nurses’ managerial capability. It is necessary to follow up the training of the head nurses managerial capability in the form of the implementation of training result. Keywords: Managerial capability of head nurses, the training of ward management
SUPPORTIVE EDUCATIVE SYSTEM DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MERAWAT KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Nova Nurwinda Sari; Herlina Herlina
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.977 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.63-72

Abstract

Diabetes mellitus dapat menyebabkan cukup banyak komplikasi seperti kelainan mata, kelainan ginjal, kelainan pembuluh darah dan kelainan pada kaki. Penderita diabetes mellitus yang mengalami komplikasi kronis perlu diberikan upaya preventif untuk mencegah komplikasi, salah satunya adalah kemampuan perawatan kaki. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas supportive educative system dalam meningkatkan kemandirian perawatan kaki pada pasien dengan diabetes mellitus Tipe II di Puskesmas Permata Sukarame, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan desain pretest-posttest with control group dengan total masing-masing kelompok sebanyak 18 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Penelitian ini diuji menggunakan analisis univariat, bivariat dan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata dalam kemandirian perawatan kaki pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p-value 0,000. Pendidikan dan praktik perawatan kaki harus diberikan sejak dini sebagai upaya pencegahan untuk komplikasi. Kata kunci : Supportive educative system, kemandirian perawatan kaki SUPPORTIVE EDUCATIVE SYSTEM IN IMPROVING INDEPENDENCE OF FOOT CARE IN PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS TYPE II ABSTRACT Diabetes mellitus can cause quite a lot of complications such as eye disorders, kidney disorders, vascular disorders and abnormalities in the legs. Patients with diabetes mellitus who have chronic complications need to be given a preventive effort to prevent complications, one of which is foot care ability. This research was conducted to examine the effectiveness of supportive educative systems in increasing the independence of foot care in patients with Type II diabetes mellitus in the Permata Sukarame Health Center Bandar Lampung Working Area. This study used a quasi-experimental method with pretest-posttest with control group design with a total of 18 respondents each. Data collection is done by distributing questionnaires to respondents who meet the research inclusion criteria. This study was tested using univariate, bivariate, T-Test analysis. The results showed that the mean differences in the independence of foot care in the intervention group and the control group in the Permata Sukarame Community Health Center work area with a p-value of 0,000. Education and practice of foot care should be given early as a preventative effort for complications. Keywords: Supportive educative system, independence of foot care
PENGARUH TERAPI REMINISCENCE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Cucu Rokayah; Kuslan Kusnandar; Monica Hendrayanti Putri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.954 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.73-78

Abstract

Permasalahan depresi pada lansia agar tidak berkembang menjadi masalah yang semakin berat dan serius, membutuhkan dukungan yang menyeluruh dari berbagai pihak untuk membantu lansia menuntaskan tugas-tugas perkembangan dengan berhasil.Terapi Reminiscence baik secara individu maupun kelompok belum pernah diberikan pada lansia di Panti Sosial Tresna Werda Budi Pertiwi, oleh karena itu peneliti berminat untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan pengaruh Terapi kelompok Reminiscence pada lansia yang mengalami depresi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia.Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment.Populasi dalam penelitian ini adalah 29 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan total sampling. Kusioner menggunakan Geriatrik/Geriatric Depression Scale.Analisis data univariat dan bivariate. Hasil penelitian diperoleh tingkat depresi pada lansia sebelum dilakukan terapi reminiscence dari responden mengalami depresi berat sebanyak 15 responden (51,7%), tingkat depresi pada lansia sesudah dilakukan terapi reminiscence dari responden mengalami depresi ringan sebanyak 14 responden (48,3%), ada pengaruh yang signifikan terapi reminiscence terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia, dengan p value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada panti wedha dapat melaksanakan terapi kelompok reminiscence yang ada dalam modul secara terjadwal untuk mengurangi atau mencegah depresi pada lansia. Kata kunci : Depresi, lansia, terapi reminiscence THE EFFECT OF REMINISCENCE THERAPY ON DECREASING THE LEVEL OF DEPRESSION IN THE ELDERLY ABSTRACT Depression problems in the elderly so as not to develop into increasingly serious and serious problems, require comprehensive support from various parties to help the elderly to complete developmental tasks successfully. Reminiscence therapy both individually and in groups has never been given to the elderly at the Tresna Werda Budi Pertiwi Social Institution, therefore researchers are interested in conducting research related to the effect of Reminiscence group therapy on elderly who experience depression. The purpose of this study was to determine the effect of reminiscence therapy on decreasing the level of depression in the elderly. This type of research uses a quasi experiment. The population in this study were 29 respondents. The sampling technique in this study was taken using total sampling. The questionnaire uses the Geriatric / Geriatric Depression Scale. Univariate and bivariate data analysis. The results obtained the level of depression in the elderly before reminiscence therapy from respondents experienced severe depression as many as 15 respondents (51.7%), the level of depression in the elderly after reminiscence therapy from respondents experienced mild depression as many as 14 respondents (48.3%) Significant effect of reminiscence therapy on decreasing levels of depression in the elderly, with a p value of 0,000. Based on the results of this study, it is suggested that the Wedha institution can carry out reminiscence group therapy in the module scheduled to reduce or prevent depression in the elderly. Keywords: Depression, elderly, reminiscence therapy
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI MEDIATING VARIABEL TERHADAP HUBUNGAN SAFETY CLIMATE DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR PERAWAT Anita Syarifah; Rahmi Fahmi; Dorisnita Dorisnita
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.52 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.103-112

Abstract

Citizenhip Organizational behavior (OCB) is a free behavior of individuals that are explicitly or indirectly recognized by the formal system and in the aggregate with affective and efficient functioning within an organization. With the increase organizational behavior citizenhip the nurse is able to do his work outside his job description. This study aims to know the culture of the organization as a mediating variable in the relationship with the organizational safety climate behavior citizenhip nurse. This research design correlation analysis, cross-sectional approach. Samples were 182 nurses with propposional random sampling. The research result is organizational culture nurses with an average of 4,22 categorized as excellent, nurse safety climate with an average of 4.00 considered good, organizational behavior citizenhip nurses with an average of 4.06 considered good. There is a relationship with the organizational safety climate citizenhip nurse behavior and organizational culture as a mediating variable of 47.3% in patient wards Arifin Achmad Pekanbaru. Suggestions for installation pelayanana is a need for supportive management of safety climate and soft skill training to improve organizational behavior citizenhip nurse
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN OLEH PERAWAT PELAKSANA Sunarti Swastikarini; Yulihasri Yulihasri; Mira Susanti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 2 (2019): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.554 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.2.2019.125-134

Abstract

Identifikasi pasien adalah suatu sistem identifikasi kepada pasien untuk membedakan antara pasien satu dengan yang lain. Kesalahan identifikasi pasien dapat berakibat fatal, misalnya kematian dan sebagai pemicu kesalahan lainnya.Data dari KKPRS X tahun 2015 terjadi 98 insiden, 14 insiden berasal dari kesalahan identifikasi, 12 insiden berasal dari pasien jatuh dan 74 berasal dari insiden lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor hubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien di RS X Pekanbaru. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain cross sectional.Sampel berjumlah 166 perawat pelaksana diambil menggunakan teknik propotional simple random sampling.Hasil penelitian dengan uji chi square didapatkan ada hubungan pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,004), faktor tim (p=0,001), faktor lingkungan kerja (p=0,000) dan faktor manajemen dan organisasi (p=0,018) dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Untuk faktor motivasi (p=0,099) dan faktor tugas dan teknologi (p=0,188) tidak memiliki hubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Analisis multivariat didapatkan variabel paling berhubungan dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien adalah faktor lingkungan kerja dengan OR=5,535. Peneliti menyarankan pada pihak manajemen rumah sakit untuk mengadakan pelatihan, mensosialisasikan SPO identifikasi pasien, memberikan lingkungan kerja yang positif, melakukan supervisi berjenjang, melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Kata kunci : Identifikasi pasien, perawat THE FACTORS RELATED TO THE IMPLEMENTATION ACCURACY OF PATIENT IDENTIFICATION ABSTRACT Patient Identification is a patient identification system to differentiatepatients with. Patient identification errors can be fatal, such as death and as a trigger for other errors. misidentification may be due to many factors. Data from KKPRS X 2015the 98 incidents, 14 incidents came from misidentification, 12 incidents came from patients fell and 74 are from other incidents. This study aims to look at the factors related to the implementation accuracy of patient identification in hospital X Pekanbaru. This research was quantitative with cross sectional design. Sample of 166 nurses were taken using the proportional simple random sampling technique. Results of research with chi square test found relation between knowledge (p = 0.002), attitude (p = 0.004), factor the team (p = 0.001), environmental factors (p = 0.000) and factor management and organization (p = 0.018) with implementation of patient identification accuracy. For motivational factors (p = 0.099) and the duty factor and technology (p = 0.188) had no connection with the implementation of the accuracy of patient identification.Multivariate analysis found that the variables most associated with the implementation of the accuracy of patient identification is the work environment factors with OR = 5.535. Researchers suggest in the hospital management to conduct training, socializing SPO patient identification, provide a positive work environment, conducting tiered supervision, conduct periodic evaluation of the implementation of the accuracy of patient identification. Keywords: Patient Identification, nurse.

Page 2 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025 Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025 Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025 Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024 Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024 Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023 Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022 Vol 12 No 1 (2022): Supp Januari 2022 Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022 Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 11 No 4 (2021): Supp Oktober 2021 Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021 Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021 Vol 11 No 2 (2021): April 2021 Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021 Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10 No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020 Vol 10 No 2 (2020): April 2020 Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 4 (2019): Oktober Vol 9 No 3 (2019): Juli Vol 9 No 2 (2019): April Vol 9 No 1 (2019): Januari Vol 8 No 2 (2018): Oktober Vol 8 No 1 (2018): April Vol 7 No 2 (2017): Oktober Vol 7 No 1 (2017): April Vol 6 No 2 (2016): Oktober Vol 6 No 1 (2016): April Vol 5 No 2 (2015): Oktober Vol 5 No 1 (2015): April Vol 4 No 2 (2014): Oktober Vol 4 No 1 (2014): April Vol 3 No 2 (2013): Oktober More Issue