cover
Contact Name
Baiq Lily Handayani
Contact Email
baiq.fisip@unej.ac.id
Phone
+6281237134801
Journal Mail Official
Entitas@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Entitas Sosiologi
Published by Universitas Jember
ISSN : 20888260     EISSN : 27213323     DOI : https://doi.org/10.19184/jes
Jurnal Entitas Sosiologi (JES) merupakan ruang bagi diseminasi gagasan dalam lingkup kajian Sosiologi. Jurnal ini juga memberi ruang pada berbagai perspektif dalam sosiologi khususnya dalam mengembangkan ide-ide yang dapat mendorong transformasi masyarakat menuju masyarakat yang manju dan berkelanjutan. Jurnal Entitas Sosiologi (JES) menerima artikel berupa hasil riset, kajian, dan review buku yang mendukung penyebaran gagasan dan pengkayaan pengetahuan berbasis sosiologi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 02 (2020)" : 6 Documents clear
Volunter Goes To School (Vogetos) : Sarana Kampanye Mitigasi Bencana di Sekolah Holidi, Holidi; Hidayat, Nurul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 02 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i02.26943

Abstract

This article discusses a new social movement carried out by Volunteers in Jember. In this case, the new social movement Volunteer goes to school. Volunteer Nusantara Jember is a disaster and humanitarian organization, making disaster and humanity the basis of its movement. Nusantara volunteers as an alternative solution to non-structural disaster mitigation and support for education and non-structural disaster mitigation, which is still lacking and is only seen from a budget perspective, an obstacle to disaster mitigation, especially in Jember and its surroundings. This article uses a qualitative descriptive participatory method to provide a detailed explanation of how the movement patterns carried out by Nusantara Jember Volunteers, using the theory of new social movements, to analyze data. This study provides an overview of how Jember Nusantara Volunteers have their campaigns in carrying out the process. Jember archipelago volunteers raised activities on education by making children aware of non-structural disaster mitigation. Focuses its movement on Sociopreneurship-based disaster mitigation applied in the work program, namely Volunteer goes To School (VOGETOS).Keywords: New Social Movements, Sociopreneurship, Disaster Mitigation, Volunteer Goes To School Artikel ini membahas tentang gerakan sosial baru yang dilakukan oleh Relawan di Jember. Dalam hal ini, gerakan sosial baru Volunteer goes to school. Relawan Nusantara Jember adalah organisasi Kebencanaan dan kemanusiaan yang menjadikan 2 aspek tersebut, yakni kebencanaan dan kemanusiaan sebagai basis gerakannya. Relawan Nusantara hadir sebagai solusi alternatif permasalahan mitigasi bencana non struktural dan pendukung pendidikan. Mitigasi bencana non struktural yang selama ini masih kurang dan hanya dilihat dari prespektif anggaran, menjadi kendala mitigasi bencana terutama di Jember dan sekitarnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif partisipatif, karena bertujuan untuk memberikan penjelasan detail bagaimana pola gerakan yang dilakukan oleh Relawan Nusantara Jember. Penelitian ini menggunakan Teori gerakan sosial baru untuk menganalisa data dan memberikan gambaran tentang bagaimana Relawan Nusantara Jember memiliki gerakan tersendiri dalam melakukan proses kegiatan. Relawan nusantara Jember mengangkat kegiatan tentang pendidikan, dengan membuat kesadaran terhadap anak-anak tentang mitigasi bencana non struktural. Memfokuskan gerakannya pada mitigasi bencana berbasis Sociopreneurship yang diaplikasikan dalam Program kerja yakni Volunter goes To School ( VOGETOS ).Kata Kunci: Gerakan Sosial Baru, Sociopreneurship, Mitigasi Bencana, Volunteer Goes To School
Dampak Sosial dan Ekonomi Kunjungan Wisata di Desa Wisata Organik Lombok Kulon, Bondowoso Cahyani, Larasati Tiara; Ganefo, Akhmad
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 02 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i02.26944

Abstract

This research is motivated by the development of the management of the Lombok Kulon Organic Tourism Village using the CBT concept and the presence of both local and foreign tourist visits, which then has several impacts on the lives of the local community. The existence of a visit from tourists to Lombok Kulon Village caused several impacts on the lives of the local community. This article will discuss the social and economic impacts of tourist visits in the Lombok Kulon Organic Tourism Village for local people. The theory used in this research is the theory of tourism impact proposed by Erik Cohen. This research also uses descriptive qualitative methods with data collection techniques such as observation, interviews, documentation, and literature study. The findings in this study are the emergence of social and economic impacts of tourist visits in the Lombok Kulon Organic Tourism Village, Bondowoso for local people. The social and economic impacts caused include: (1) Increased handicraft production in Lombok Kulon Village, (2) Opening of new jobs for the community, (3) Impact on social stratification and mobility, (4) Emerging community enthusiasm to preserve local arts, (5) Impacts based on the organization, and (6) Public enthusiasm for English.Keywords: Social Impact, Economic Impact, Tourism Impact, Tourism Village Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya pengelolaan Desa Wisata Organik Lombok Kulon yang menggunakan konsep CBT dan mampu menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara, serta menimbulkan beberapa dampak dalam kehidupan masyarakat setempat. Adanya kunjungan dari wisatawan ke Desa Lombok Kulon tersebut jelas menimbulkan beberapa dampak bagi kehidupan masyarakat setempat. Artikel ini akan membahas tentang dampak sosial dan ekonomi dari kunjungan wisata di Desa Wisata Organik Lombok Kulon bagi masyarakat setempat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dampak pariwisata yang dikemukakan oleh Erik Cohen. Penelitian ini pun menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka. Temuan dalam penelitian ini adalah munculnya dampak sosial dan ekonomi kunjungan wisata di Desa Wisata Organik Lombok Kulon, Bondowoso bagi masyarakat setempat. Dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan antara lain : (1) Meningkatnya produksi kerajinan Desa Lombok Kulon, (2) Terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,(3) Dampak terhadap stratifikasi dan mobilitas sosial, (4) Munculnya antusias masyarakat untuk melestarikan kesenian lokal, (5) Dampak terhadap dasar organisasi, dan (6) Munculnya antusias masyarakat terhadap Bahasa Inggris.Kata Kunci: Dampak Sosial, Dampak Ekonomi, Dampak Pariwisata, Desa Wisata
Daya Lenting Masyarakat Pasca Bencana Banjir Bandang di Desa Alasmalang, Banyuwangi Priambudi, Pramudia; Mulyono, Joko
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 02 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i02.26945

Abstract

The research entitled "People Resilience Post Flash Flood Disaster in Alasmalang Village, Banyuwangi" was based on the occurrence of the Banjir Bandang disaster in the village, which had occurred three times. Banjir Bandang disasters have consequences that affect the economy, the environment, and also humans. The Banjir Bandang disaster caused many material and non-material losses, but the people's resilience, which could later become "habitus," was good. The strength of the Alas Malang community after the flash flood disaster did not just happen. Still, it requires a long time, experience, and a critical awareness process not only by its strength but also through networks, space, and time. The formulation of the problem in this study is "How is the process of habitus built which then forms the resilience of Alasmalang Village Singojuruh Subdistrict Banyuwangi Regency after the occurrence of flash flood disaster?". The theory used in this study is the theory of habitus proposed by Pierre Bourdieu. Using a qualitative method with a case study approach, the results obtained in this study were forming a habitus process in the community. Firstly, habitus was constructed for a long time through the experience of dealing with floods or often referred to as the realm of time and time. Secondly, in the community, there are economic, social, cultural, and symbolic capital forces that are intertwined and form the capacity of the community.Keywords: Disaster, Flash Flood, Resilience, Habitus Penelitian dengan judul “Daya Lenting Masyarakat Pasca Bencana Banjir Bandang di Desa Alasmalang, Banyuwangi” didasari oleh terjadinya bencana Banjir Bandang di desa tersebut sebanyak 3 kali. Bencana Banjir Bandang menimbulkan konsekuensi yang berdampak pada ekonomi, lingkungan, dan juga manusia. Terjadinya bencana Banjir Bandang menimbulkan banyak kerugian baik materiil maupun non materiil, namun kemampuan bertahan / daya lenting masyarakat yang kemudian bisa menjadi “habitus”dikatakan baik. Daya lenting masyarakat Alas Malang pasca bencana banjir tidak begitu saja terjadi, akan tetapi membutuhkan waktu panjang, pengalaman, dan proses kesadaran kritis yang tdak hanya dengan kekuatan sendiri, akan tetapi juga melalui jaringan, ruang dan waktu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana proses habitus terbangun yang kemudian membentuk daya lenting masyarakat Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi pasca terjadinya bencana Banjir Bandang?”.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana habitus dikonstruksi atau terbentuk dalam masyarakat yang kemudian memperkuat daya lenting masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori habitus yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terbentuknya proses habitus dalam masyaraka. Pertama, bahwa habitus dikonstruk dengan waktu lama melalui pengalaman menghadapi bencana banjir atau sering disebut adanya ranah dan waktu. Kedua, di masyarakat terdapat kekuatan modal ekonomi, sosial, kultural, dan simbolik yang saling berkelindan membentuk kapasitas masyarakat.Kata Kunci: bencana, banjir bandang, daya lenting, habitus
Praktik Agensi Masyarakat Desa Nglurup Dalam Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Handayani, Baiq Lily; Akhbar, Bobby
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 02 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i02.26939

Abstract

Argo Mulyo Forest Village Community Organization has existed since 2006. Perhutani formed this institution through the Community Based Forest Management Program (PHBM). This study aims to find out and explain the practices of Ngurup Village community institutions in managing forests together with the community. The research method used is qualitative with a descriptive narrative approach. For the research location, the researchers took Nglurup Village, Tulungagung Regency. The informant determination technique used by researchers uses a purposive technique that is considered relevant to the research problem. Data collection methods using interviews, field observations, and documentation. The data validity test used is the data triangulation technique. The study results are the involvement of community institution practices in forest land planting activities, and the community played a role in this activity voluntarily as their efforts to conserve forests through seed planting activities on forest land. The practice of community institutions in managing forest land is that they generally work on Perhutani's production forest land. Keywords: PHBM, forest conservation, agency practices. Lembaga Masyarakat Desa Hutan Argo Mulyo sudah ada sejak tahun 2006 lalu, lembaga tersebut dibentuk oleh pihak Perhutani melalui program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui serta menjelaskan tentang praktik agensi masyarakat Desa Nglurup dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan deskriptif naratif. Untuk lokasi penelitian, peneliti mengambil setting di Desa Nglurup Kabupaten Tulungagung. Teknik penentuan informan yang dipakai oleh peneliti menggunakan teknik purposive yang dianggap relevan dengan masalah penelitian tersebut. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi lapangan serta dokumentasi. Adapun uji keabsahan data yang dipakai yakni teknik triangulasi data. Hasil penelitian tersebut keterlibatan praktik agensi masyarakat dalam kegiatan penanaman lahan hutan, masyarakat berperan dalam kegiatan tersebut secara sukarela sebagai upaya mereka untuk melestarikan hutan melalui kegiatan penanaman bibit di lahan hutan. Praktik agensi masyarakat dalam pengelolaan lahan hutan yakni mereka pada umumnya menggarap lahan hutan produksi milik Perhutani. Praktik agensi masyarakat dalam pengelolaan kawasan wisata hutan.Kata kunci: PHBM, pelestarian hutan, praktik agensi.
Pertukaran Sosial: Studi Tentang Tata Kelola Air di Desa Ampelan Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso Prastika, Yhurika; Yuswadi, Hary
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 02 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i02.26947

Abstract

Penelitian ini berfokus pada praktik pertukaran sosial yang terjadi dalam tata kelola air untuk mempertahankan posisi ulu-ulu. Lebih mikro dan fokus pada satu desa yang memiliki kelangkaan sumber daya air. Peneliti menggunakan metode fenomenologi. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive dengan kriteria informan yang terlibat langsung dengan tata kelola air, dan memiliki pengalaman seputar air bersih di desa Ampelan selama minimal dua tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Sebagai acuan untuk menganalisis fakta-fakta dilapangan, maka dibingkailah dengan teori pertukaran sosial George C. Homans. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa terdapat pembuatan tandon pada sumber mata air dan pipanisasi yang dikelola oleh pengurus yang telah ditunjuk yaitu ulu-ulu dengan wadah organisasi HIPPAM. Terdapat kelemahan dalam tata kelola air di Desa Ampelan seperti ketidak jelasan rekruitmen pengurus, ketidak jelasan struktur dalam organisasi, serta ketidak jelasan pembagian keuntungan. Hal tersebut mendorong ulu-ulu seolah merasa memiliki sumber daya air dan menjadikan sumber daya air mejadi komoditas, sehingga mengelola air dengan semaunya sehingga menyebabkan perebutan wilayah kekuasaan dan konflik internal. Ulu-ulu tidak dapat bekerja dalam kelompok dan berjalan secara individual, sehingga kelemahan dalam tata kelola tersebut menguatkan terjadinya pertukaran-pertukaran antara ulu-ulu dengan konsumennya maupun sesama ulu-ulu. Jadi, terjadi pertukaran-pertukaran yang dilakukan dalam tata kelola yaitu pertukaran air dengan dukungan sosial, pertukaran air dengan hubungan kekerabatan, dan pertukaran air dengan privilege dalam masyarakat. Kata Kunci: pertukaran sosial, tata kelola air, pipanisasi, komoditas sumber daya air.
Konstruksi Sosial Penambang Marmer Mengenai Lingkungan IMIT di Kabupaten Tulungagung Ayuni, Fitri; Jannah, Raudlatul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 02 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i02.26941

Abstract

This research is motivated by managing the natural resources of the people living in the Tulungagung Indonesian Marble Industry environment (IMIT). IMIT mining causes water, soil, and air pollution. The relationship between IMIT and the surrounding community formed the social construction of the IMIT process, which was rejected, accepted, and even now can be established cooperation. Communities living in the IMIT environment can survive by utilizing waste that pollutes the environment or as a marble miner. The knowledge possessed by the community towards the environment influences social actions. This study aims to describe and analyze the social construction of marble miners in the climate "Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT)," located in Besole Village, Besuki district, Tulungagung Regency. By using qualitative research methods, the technique used in determining informants is purposive sampling. The results showed that some community knowledge is constructed and influences the social actions of the community in the surrounding environment. Keywords: Social Construction, Marble Mining, Environment Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengelolaan sumber daya alam masyarakat yang tinggal di lingkungan Industri Marmer Indonesia (IMIT) Tulungagung. Penambangan IMIT menyebabkan pencemaran air, tanah dan udara. Hubungan antara IMIT dengan masyarakat sekitar membentuk konstruksi sosial dari proses IMIT yang ditolak, kemudian diterima bahkan saat ini dapat terjalin kerjasama. Masyarakat yang tinggal di lingkungan IMIT memiliki strategi bertahan hidup dengan memanfaatkan limbah yang mencemari lingkungan atau sebagai penambang marmer. Pengetahuan yang dimiliki masyarakat terhadap lingkungan mempengaruhi tindakan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konstruksi sosial penambang marmer tentang lingkungan “Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT)” yang berlokasi di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam menentukan informan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pengetahuan masyarakat yang terbangun dan mempengaruhi tindakan sosial masyarakat di lingkungan sekitarnya. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Penambangan Marmer, Lingkungan

Page 1 of 1 | Total Record : 6