cover
Contact Name
Baiq Lily Handayani
Contact Email
baiq.fisip@unej.ac.id
Phone
+6281237134801
Journal Mail Official
Entitas@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Entitas Sosiologi
Published by Universitas Jember
ISSN : 20888260     EISSN : 27213323     DOI : https://doi.org/10.19184/jes
Jurnal Entitas Sosiologi (JES) merupakan ruang bagi diseminasi gagasan dalam lingkup kajian Sosiologi. Jurnal ini juga memberi ruang pada berbagai perspektif dalam sosiologi khususnya dalam mengembangkan ide-ide yang dapat mendorong transformasi masyarakat menuju masyarakat yang manju dan berkelanjutan. Jurnal Entitas Sosiologi (JES) menerima artikel berupa hasil riset, kajian, dan review buku yang mendukung penyebaran gagasan dan pengkayaan pengetahuan berbasis sosiologi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Revitalisasi Modal Sosial Dalam Pengelolaan Wisata Raung Tubing Adventure Desa Sumberbulus Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember Social Capital Revitalization in Raung Tubing Tourism Management in Sumberbulus Village, Ledokombo District, Jember District) Marta Diana, Dwi Reni; Jannah, Raudlatul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20789

Abstract

This study aims to analyze the role of youth and social capital in the Raung Tubing Adventure Tourism management. This research conducted in Sumberbulus Village, Ledokombo sub-district. By using social capital theory from Robert D. Putnam, this research elaborates three elements of social capital, namely trust, social networks, and norms. The result shows after revitalizing the Raung Tubing Adventure Tourism management, the social capital rises. It indicated by changing situation around the river. Firstly, people no longer throw garbage into the river. Secondly, youth no longer do harmful things. Thirdly, many actors in this village develop good relations with the village government, the Tourism Office and the Irrigation Service. The most important finding is the role of the Student Community Service Program from the University of Jember, who helped the youth villagers to build tubing tours from the beginning to the present. They help in terms of cleaning up rivers, making tubing grooves, inaugurating, and promoting tubing tourism, helping to find sponsors, and recording them in the Jember Tourism Office. Finally, we can underline that the youth also potential in building community-based tourism as proved in Sumberbulus Village, Ledokombo sub-district. Keywords: Social capital, youth role, Community Based Tourism Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemuda dan modal sosial dalam pengelolaan Wisata Petualangan Raung Tubing. Penelitian ini dilakukan di Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo. Dengan menggunakan teori modal sosial dari Robert D. Putnam bahwa penelitian ini menguraikan tiga elemen modal sosial, yaitu kepercayaan, jejaring sosial, dan norma. Hasilnya menunjukkan setelah merevitalisasi manajemen Wisata Petualangan Raung Tubing, modal sosial naik. Ini ditandai dengan perubahan situasi di sekitar sungai. Pertama, orang tidak lagi membuang sampah ke sungai. Kedua, remaja tidak lagi melakukan hal-hal yang berbahaya. Ketiga, banyak aktor di desa ini mengembangkan hubungan baik dengan pemerintah desa, Dinas Pariwisata dan Dinas Pengairan. Temuan yang paling penting adalah peran Program Layanan Komunitas Mahasiswa dari Universitas Jember, yang membantu para pemuda desa untuk membangun tur tubing dari awal hingga sekarang. Mereka membantu dalam hal membersihkan sungai, membuat alur tubing, melantik, mempromosikan pariwisata tubing, membantu mencari sponsor, dan mencatatkannya di Kantor Pariwisata Jember. Akhirnya, kita dapat menggarisbawahi bahwa pemuda juga berpotensi dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat seperti yang dibuktikan di Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo. Kata kunci: Modal sosial, peran pemuda, Pariwisata Berbasis Masyarakat
Internalisasi Nilai Kemandirian Pada Anak Anak Komunitas Tanoker di Jember (The Internalization of Independence Value toward Children of Tanoker Community in Jember) Mu’allifin, Isnatul; Hidayat, Nurul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20790

Abstract

This paper focuses on analyzing the internalization process in building independence character among children of the Tanoker Community. The way to support the internalization process includes respecting children's initiatives, respecting children in determining interests, training children's courage to act, maximizing children's abilities, and building closeness with children. These values ​​are studied using the social construction theory of Peter L. Berger. This theory is relevant to the issues discussed because internalization in a person occurs through interactions with other people. The internalization occurs through an externalization and objectification process. By using qualitative research approaches, constructivist paradigms, data in this study are descriptive or narrative. The technique of determining informants in this study uses purposive sampling until 15 key informants, and 20 supporting informants are found. Data collection was carried out through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and literature studies. Data analysis was performed using the Miles and Huberman analysis method, which is through the stages beginning with data reduction, data display, conclusion drawing / verification. The results of the practices carried out by Tanoker in supporting the process of internalizing the value of independence in children bring children in a level of being more courageous, confident, active, dare to make choices, and dare to express themselves. When they are independent or sovereign in thinking and acting, they have become independent by trusting and relying on their abilities. Keywords: Children, Tanoker Community, Internalization Process, Independence Tulisan ini berfokus pada internalisasi nilai-nilai kemandirian pada anak yang ada di Komunitas Tanoker. Cara-cara yang dilakukan untuk mendukung proses internalisasi diantaranya dengan menghargai inisiatif anak, menghargai anak dalam menentukan minat, melatih keberanian anak untuk bertindak, memaksimalkan kemampuan anak, serta membangun kedekatan dengan anak. Tujuan dari adanya internalisasi nilai kemandirian dalam diri anak adalah membentuk pribadi mandiri dalam diri anak-anak. Nilai nilai ini dikaji menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L Berger. Metodologi penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dan data dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling hingga ditemukan informan utama 15 orang dan 20 informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatoris, in dept interview, dokumentasi, dan studi literatur. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi. Hasil dari cara-cara yang dilakukan komunitas tanoker dalam mendukung proses internalisasi nilai kemandirian pada anak membawa anak-anak dalam taraf menjadi pribadi yang lebih berani, percaya diri, aktif, mandiri dalam membuat pilihan, serta berani mengekspresikan diri. Semua itu yang pada akhirnya membawa anak-anak pada kedaulatan berfikir dan bertindak. Ketika mereka telah merdeka atau berdaulat dalam berfikir dan bertindak berarti mereka telah mandiri dengan mempercayai dan bergantung kepada kemampuan diri mereka sendiri. Kata Kunci: Anak-anak, Komunitas Tanoker, Internalisasi Nilai, Kemandirian
Pembawa Pesan Terdepan: Diaspora Dalam Gastrodiplomasi Indonesia Trihartono, Agus; Purwowibowo, Purwowibowo; Santoso, Budi; Hara, Abubakar Eby
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20786

Abstract

This paper discusses the role of diaspora in Indonesian gastro-diplomacy. As a new country in culinary diplomacy, the role of the Indonesian diaspora is not dominant but not unimportant. The diaspora directly or not has popularized Indonesian food in foreign countries. Some of them have successfully managed Indonesian restaurants, although there are also some who are less successful. Learning from the experiences of countries already established in this culinary diplomacy such as India, China, Turkey and Vietnam, Indonesia needs to popularize more Indonesian food in many activities such as food festivals. In addition to this, the diaspora can increase the presence and visibility of Indonesian food through narratives in various printed and social media. Books and information on Indonesian cuisine, for example, are still very limited both in printed and digital media. In the current era, what is known as culinary fictions is one of the important aspects that can support gastro diplomacy.Keywords: Gastrodiplomacy, Diaspora, Indonesia Makalah ini membahas peran diaspora dalam gastro diplomasi Indonesia. Sebagai negara baru dalam diplomasi kuliner, peran diaspora Indonesia tidak dominan tetapi cukup penting. Diaspora secara langsung atau tidak telah mempopulerkan makanan Indonesia di luar negeri. Beberapa dari mereka telah berhasil mengelola restoran Indonesia, walaupun ada juga yang kurang berhasil. Belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mapan dalam diplomasi kuliner ini seperti India, Cina, Turki dan Vietnam, Indonesia perlu mempopulerkan lebih banyak makanan Indonesia dalam banyak kegiatan seperti festival makanan. Selain itu, diaspora dapat meningkatkan kehadiran dan visibilitas makanan Indonesia melalui narasi di berbagai media cetak dan sosial. Buku dan informasi tentang masakan Indonesia, misalnya, masih sangat terbatas baik di media cetak maupun digital. Di era saat ini, apa yang dikenal sebagai fiksi kuliner adalah salah satu aspek penting yang dapat mendukung gastro diplomasi.Kata kunci: Gastrodiplomasi, Diaspora, Indonesia
Dampak Ekonomi Pengembangan Agro Wisata Sirah Kencong Pada Pekerja PTPN XII Blitar (Economic Impact of the Development of Sirah Kencong Agro-Tourism on PTPN XII Blitar Workers) Elyani, Elyani; Ganefo, Akhmad
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20791

Abstract

The purpose of this study was to describe the economic impact of agro-tourism development on PTPN XII plantation workers Sirah Kencong Blitar. The method used is qualitative. Determination of informants is using purposive sampling techniques. In this study, informants are community leaders (RT / RW), village elders or people who have lived in the Sirah Kencong tea plantation area, local government, tourism management, and several residents concerned in the management of the tourism area. Data collection techniques are done by observation, in-depth interviews, and documentation. Test the validity of the data using triangulation techniques. The analysis technique uses an interactive model. The theory used is the Cohen Tourism Socio-Economic Impact theory. The results showed that: 1) The development of agrotourism had economic and social impacts as a continuation for the community, namely in the financial aspect made the increase in job vacancies and increased income from various employment sectors related to tourism 2) the development of the economic sector, such as stalls, shops, souvenir merchants, etc. 3) For the social aspects of the development of Sirah Kencong agro-tourism, there are several impacts for the community, namely increasing the ability of the community in the field of tourism, in social aspects, they become more understanding of how to dress well, communicate well, and also the level education is increasing because of the development of tourism. So, based on the research results of agro-tourism development, it has a positive impact on the lives of PTPN XII plantation workers Sirah Kencong Blitar. Keywords: Economic Impact, Social Impact, Agro-tourism, Plantation Workers Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak ekonomi pengembangan agrowisata terhadap pekerja perkebunan PTPN XII Sirah Kencong Blitar. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini informan adalah tokoh masyarakat (RT/RW), sesepuh desa atau masyarakat yang pernah tinggal di kawasan perkebunan teh Sirah Kencong, pemerintah daerah, pengelola wisata, dan beberapa warga yang berkepentingan dalam pengelolaan kawasan wisata. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis menggunakan model interaktif. Teori yang digunakan adalah teori Dampak Sosial Ekonomi Pariwisata Cohen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengembangan agrowisata memberikan dampak ekonomi dan sosial sebagai kelanjutan bagi masyarakat yaitu dalam aspek keuangan membuat peningkatan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dari berbagai sektor pekerjaan yang terkait dengan pariwisata 2) pengembangan bidang ekonomi, seperti warung, toko, pedagang cinderamata, dll 3) Untuk aspek sosial pengembangan agrowisata Sirah Kencong ada beberapa dampak bagi masyarakat yaitu peningkatan kemampuan masyarakat dalam bidang pariwisata. Dalam aspek sosial, mereka menjadi lebih memahami cara berpakaian yang baik, berkomunikasi yang baik, dan juga tingkat pendidikan yang meningkat karena perkembangan pariwisata sehingga berdasarkan hasil penelitian pengembangan agrowisata berdampak positif bagi kehidupan pekerja perkebunan PTPN XII Sirah Kencong Blitar. Kata kunci: Dampak Ekonomi, Dampak Sosial, Agrowisata, Pekerja Perkebunan
Dinamika War of Position dalam Pengembangan Wisata Syariah di Pulau Santen Banyuwangi (Dynamics of War of Position in the Development of Sharia Tourism in Santen Island Banyuwangi) Zelika, Yunda; Ganefo, Akhmad
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20787

Abstract

By narrating the development of sharia tourism, this article would like to explore the dynamics of the war of position practice between the Banyuwangi Culture and Tourism Office, TNI, and the Santen Island supervisory community group. It is based on the cracking of social capital in cooperation between the three entities. This issue is based on the orientation of different political-economic interests in each actor in sharia tourism practices. Therefore it is interesting to examine how the formation of the war of position conducted between the three entities in the sharia tourism floating discourse? In this study, data and information were obtained from an ethnographic approach through participant observation, interviews, and documentation. The data and information collected were then analyzed using the Gramscian perspective on hegemony and the concept of war position on the development of sharia tourism. The results showed a conflict of interest between the Culture and Tourism Office, TNI, and the Santen Island supervisory community group to achieve political economy orientation. It appears and represents the complexity of the problem of developing sharia tourism that has never been shown before. Keywords: Sharia Tourism, Political Interests, Position War Dengan menarasikan pengembangan wisata syariah, artikel ini hendak mengeksplorasi dinamika praktik perang posisi (war of position) diantara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, TNI Banyuwangi, dan kelompok masyarakat pengawas Pulau Santen. Hal ini didasari oleh retaknya modal sosial dalam kerjasama diantara ketiga entitas tersebut. Persoalan ini didasari orientasi kepentingan ekonomi politik yang berbeda pada masing-masing entitas dalam praktik wisata syariah. Oleh karena itu menarik untuk diteliti bagaimanakah formasi perang posisi yang dilakukan diantara ketiga entitas tersebut dalam wacana pengambangan wisata syariah? Dalam penelitian ini, data dan informasi diperoleh dari pendekatan etnografi melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Data dan informasi yang didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan perspektif Gramscian tentang hegemoni dan perang posisi pada pengembangan wisata syariah. Hasil penelitian menunjukkan adanya benturan kepentingan diantara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, TNI Banyuwangi, dan kelompok masyarakat pengawas Pulau Santen untuk meraih orientasi ekonomi politik. Hal tersebut tampil dan merepresentasikan kompleksitas persoalan pengembangan wisata syariah yang tidak pernah ditampilkan sebelumnya. Kata kunci: Wisata Syariah, Politik Kepentingan, Perang Posisi
Arisan Thalia: Gaya Hidup Para Sosialita Jember (Thalia Social Gathering: The Lifestyle of Jember Sociality) Purnamsari, Ita; Arifiyanti, Jati
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20788

Abstract

Thalia social gathering is the first upper-middle-class social gathering group in the Jember district. Their motivation for participating in social gathering activities is to expand social networks, add friends, and build symbols of self-existence. As members of the upper-middle-class social gathering, members of the Thalia group are very concerned about their appearance and fashion. They maintain their self-image and social class by using branded goods. The study wants to describe and analyze the meaning of social gathering activities as a lifestyle for socialites in Jember. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach. The technique for determining informants is purposive sampling. This research found that the fulfillment of fashion needs sometimes makes them trapped in impulse buying, which causes them to be unable to put the brakes on shopping habits. It makes them trapped in a hedonic and wasteful lifestyle. Keywords: A Social Gathering, Jember Upper Middle Class, Fashion, Lifestyle, Hedonism. Arisan Thalia merupakan kelompok arisan kelas menengah atas pertama di Kabupaten Jember. Motivasi mereka untuk mengikuti kegiatan arisan yaitu untuk memperluas jaringan sosial, menambah teman dan membangun simbol eksistensi diri. Sebagai anggota arisan kelas menengah atas, para anggota kelompok Thalia sangat memperhatikan penampilan diri dan fashion yang dikenakan. Mereka menjaga citra diri dan kelas sosial mereka dengan menggunakan barang bermerek. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis makna kegiatan social gathering sebagai gaya hidup para sosialita di Jember. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling. Penelitian ini menemukan bahwa adanya pemenuhan atas kebutuhan fashion terkadang membuat mereka terjebak dalam impulse buying yang menyebabkan mereka tidak dapat mengerem kebiasaan berbelanja. Hal ini membuat mereka terjebak dalam sebuah gaya hidup hedonis dan konsumtif.Kata Kunci: Arisan, Kelas Menengah Atas Jember, Fashion, Gaya Hidup, Hedonisme.

Page 1 of 1 | Total Record : 6