cover
Contact Name
Dyah Mustika Nugraheni
Contact Email
-
Phone
+6285640740570
Journal Mail Official
medica.arteriana@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Medica Arteriana (Med-Art)
ISSN : 26572370     EISSN : 26572389     DOI : http://dx.doi.org/10.26714/medart
Core Subject : Health,
Medica Arteriana (Med-Art) is an open access journal as the official scientific journal of the Faculty of Medicine University Muhammadiyah of Semarang. The Journal publishes articles in medical and health sciences resulted from basic sciences, clinical sciences and community health (public health, occupational medicine and family medicine) research to integrate researches in all aspects of human health. This journal published twice a year and provides original article, reviews, and also currently case reports. Letters and commentaries of our published articles are welcome. MED-ART aims to be a peer reviewed scientific journal of the highest quality. We want to ensure that whatever data published is true and original from the authors. MED-ART will records knowledge about the changing pattern of human diseases, human behaviour, community diseases and how researcher initiate to overcome all the health issues in Indonesia. It will also archive how medicine develops as a profession in the Nation. We will communicate and cooperate with other scientific journals in Indonesia and other countries.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020" : 8 Documents clear
Hubungan Kecukupan Energi dan Makronutrien Dalam Sarapan dengan Tingkat Konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIMUS Alma Fauziyyah; Risky Ika Riani; Mega Pandu Arfiyanti
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.88-93

Abstract

Latar Belakang: Tingkat konsentrasi salah satunya dipengaruhi oleh nutrisi yang baik. Kebutuhan nutrisi per hari salah satunya dipenuhi oleh sarapan. Salah satu kegunaan sarapan yaitu memenuhi 20-25% energi total yang dibutuhkan untuk dalam waktu sehari penuh. Jumlah energi yang harus terpenuhi dalam sarapan yaitu sekitar 370-555 kkal dan protein sekitar 9,8-14,7 gram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis hubungan dari  kecukupan  energi  dan  makronutrien  dalam sarapan  dengan tingkat  konsentrasi mahasiswa.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Unimus yang berusia 18-25 tahun sebanyak 58 sampel. Uji statistik menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariate.Hasil: Mayoritas asupan energi dan makronutrien dalam sarapan responden tergolong buruk. Hasil analisis diketahui bahwa tidak adanya hubungan bermakna antara asupan energi (p=0,185), asupan karbohidrat (p=0,577), asupan protein (p=0,342), dan asupan lemak (p=0,413) dalam sarapan terhadap tingkat konsentrasi mahasiswa.Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara kecukupan energi dan makronutrien dalam sarapan dengan tingkat konsentrasi mahasiswa.Kata Kunci: Konsentrasi, Makronutrien, Sarapan.
Pengaruh Senam PERSADIA 1 terhadap Lingkar Pinggang dan Rasio HDL-c LDL-c pada Wanita Hafizha Firdaus Al-Fuady; Bambang Purwanto; Soebagijo Adi Soelistijo
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.94-101

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 menjadi penyebab kematian nomer 3 di Indonesia. Kelebihan berat badan atau lingkar pinggang diatas normal dan kadar HDL-c rendah merupakan faktor risiko diabetes melitus tipe 2. Faktor risiko tersebut dapat diatasi salah satunya dengan olahraga. Senam PERSADIA 1 dirancang khusus untuk pencegahan diabetes. Namun, efek dari senam ini dalam menurunkan lingkar pinggang dan meningkatkan rasio HDL-c LDL-c belum pernah diteliti.Metode: Desain penelitian ini adalah eksperimen lapangan. Pengaruh Senam PERSADIA 1 terhadap lingkar pinggang dan rasio HDL-c LDL-c dianalisis dengan uji statistik deskriptif, uji normalitas saphiro wilk-test, uji beda berpasangan paired t-test / Wilcoxon-test.Hasil: Penelitian ini melibatkan 12 ibu-ibu PKK Lidah Wetan Gang V RW 2 Surabaya. Dari hasil analisis, terdapat penurunan rerata lingkar pinggang dan bermakna namun sedikit (p= 0,032), tidak ada peningkatan kadar HDL-c yang bermakna (p= 0,301), terdapat penurunan rerata LDL-c namun belum bermakna (p= 0,755), terdapat peningkatan rerata rasio HDL-c LDL-c namun belum bermakna (p= 0,303).Kesimpulan: Senam PERSADIA 1 dapat menurunkan lingkar pinggang namun sedikit dan belum dapat meningkatkan rasio HDL-c/LDL-c pada wanita secara bermakna menurut statistika. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menambah waktu pelaksaan senam dan mengontrol energy intake subjek penelitian. Kata Kunci:. Diabetes melitus, Senam PERSADIA 1, lingkar pinggang, rasio HDL-c LDL-c, wanita AbstractBackground: Type 2 diabetes mellitus is the third causes of death in Indonesia. Overweight or waist circumference above normal and low HDL-c levels are risk factors for type 2 diabetes mellitus. One of the risk factors can be resolve with exercise. First series PERSADIA exercise is specifically designed for the prevention of diabetes. Howefer, the effect of this exercise in reducing waist circumference and increase ratio HDL-c LDL-c had never been proven.Method: The design of this study was a field experiment. The effect of first series PERSADIA exercise on waist circumference and HDL-c LDL-c ratio was analyzed by descriptive statistical test, saphiro wilk-test for normality test, paired t-test / Wilcoxon-test for different paired test.Result: This study involved 12 Women lived in Lidah Wetan Gang V RW 2 Surabaya. From the analysis, there was a decrease in mean waist circumference and significant but slightly (p = 0.032), there was no significant increase in HDL-c levels (p = 0.301), there was a decrease in LDL-c mean but it was not significant (p = 0.755), there was an increase in the mean HDL-c LDL-c ratio but it was not significant (p = 0.303).Conclusion: First series PERSADIA exercise has been able to reduce waist circumference but slightly and not able to increase HDL-c / LDL-c ratio significantly in women according to statistics. Further research is needed by increasing the exercise time and controlling the energy intake of subjects. Keywords: diabetes mellitus, first series PERSADIA exercise, waist circumference, HDL-c LDL-c ratio, women 
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti Rochmadina Suci Bestari; Farid Santya Budi; Devi Usdiana Rosyidah; Febrian Dwi Cahyo
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.63-70

Abstract

Daun tembakau dapat digunakan sebagai larvasida karena memiliki kandungan alkaloid, saponin, polifenol dan minyak atsiri yang dapat mengakibatkan kematian larva dengan cara merusak sistem saraf dan sistem perncernaan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya bunuh ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum L.) dalam etanol 96% terhadap larva Aedes aegypti dan mengetahui konsentrasi yang efektif untuk membunuh larva. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium murni yaitu memberikan perlakuan ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap larva Aedes aegypti dengan metode post test only controlled group design. Terdapat 600 Larva Aedes aegypti instar III secara acak dibagi menjadi 6 kelompok (0,025%, 0,050%, 0,075%, 0,1%, aquadest + CMC sebagai kontrol negatif serta abate sebagai kontrol positif). Penelitian ini menggunakan 4 pengulangan setiap kelompoknya diamati setiap 6 jam selama 24 jam. Berdasarkan hasil uji statistika non parametrik Kruskal-Wallis diperoleh nilai p = 0,000 yang artinya terdapat perbedaan efek larvasida yang signifikan antar kelompok. Berdasarkan hasil uji Post Hoc Mann-whitney, empat konsentrasi memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif, sedangkan jika dibandingkan dengan kontrol positif abate, konsentrasi 0,1% yang berbeda tidak bermakna pada jam ke-24. Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi 0,1% efektif membunuh larva Aedes aegypti. Ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum L.) efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti.
Kapasitas Vital Paru Pekerja Pemecah Batu dan Faktor yang Berpengaruh Ayubsari, Almira Dewi; Anggraheny, Hema Dewi; Dewi, Arum Kartika
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.102-107

Abstract

Latar belakang : Pemecah batu, merupakan profesi yang rentan terhadap penurunan Kapasitas Vital Paru (KVP).Usia, jenis kelamin, masa kerja, penggunaan masker, status gizi, dan merokok diketahui berhubungan dengan KVP.  Penelitian bertujuan untuk membuktikan pengaruh factor diatas dengan KVP.Metode: Penelitian deskribtif analitik ini menggunakan pendekatan  cross setional. Consecutive sampling dilakukan pada pekerja pemecah batu di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Pengukuran KVP menggunakan metode spirometri. Hubungan usia, masa kerja, jenis kelamin, penggunaan masker, dengan  KVP dianalisisvdengan , uji Fisher’s Exact Test dan Pearson chi-square.Hasil: Hasil penelitian didapatkan  dari 35 pekerja , mempunyai KVP normal sebanyak 57,1%, responden berusia ≥ 30 tahun sebanyak 60%, jenis kelamin mayoritas  laki-laki (85,7%), masa kerja ≥5 tahun 62,9%, tidak menggunakan masker 91,4%, status gizi normal 74,3%, merokok 74,3%. Usia berhubungan dengan KVP (p value = 0,001), masa kerja berhubungan dengan KVP (p value = 0,002), jenis kelamin tidak brhubungan dengan KVP (p value = 0,365), status gizi tidak berhubungan dengan KVP (p value = 1,000),  merokok tidak berhubungan dengan KVP (p value = 1,000), dan penggunaan masker tidak berhubungan dengan KVP (p value = 0,175).Kesimpulan : Terdapat hubungan antara usia dan masa kerja dengan kapasitas vital paru pada pekerja pemecah batu di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Perbandingan Dispensing Error di Ruang Perawatan dengan Sistem Unit Dose Dispensing (UDD) dan Non Unit Dose Dispensing (Non UDD) di RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri Nur Prasetyo Nugroho; Nisa Amnifolia Niazta; Rizqi Suryani Putri
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.71-79

Abstract

 Abstrak                                            Latar belakang: Unit Dose Dispensing (UDD) adalah metode pelayanan farmasi dimana sediaan obat oral dan injeksi pada pasien diberikan dalam bentuk dosis tunggal. Kelebihan dari metode UDD adalah terdapat profil pengecekan obat untuk pasien sehingga insiden medication error tahap dispensing dapat dihindarkan atau dikoreksi terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dispensing error di ruangan dengan sistem UDD dan non UDD di RSM Ahmad Dahlan Kediri.Metode: Penelitian ini bersifat observasi analitik studi komparasi dengan desain cross-sectional pada unit rawat inap dengan sistem UDD dan Non UDD di RSM Ahmad Dahlan Kediri selama periode 15-17 November 2018.Hasil: Didapatkan jumlah sampel penelitian sebanyak 336 sampel dengan distribusi 147 (43,2%) sampel dari ruang Non UDD dan 189 (56,8%) sampel dari ruangan UDD. Terjadi dispensing error pada 58 sampel yaitu sebanyak 39 (67%) sampel di ruang Non UDD dan 19 (33%) sampel di ruang UDD. Dispensing error meliputi pemberian etiket yang tidak lengkap sebanyak 40 (69%) kejadian, adanya pemberian obat di luar instruksi sebanyak 15 (24%) kejadian, dan omission atau obat yang kurang sebanyak 4 (7%) kejadian. Pada uji chi-square didapatkan p-value 0,009 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna pada kejadian dispensing error di ruangan dengan sistem UDD dan Non UDD.Kesimpulan: Medication error pada fase dispensing di unit rawat inap dengan sistem UDD lebih rendah dibandingkan dengan unit rawat inap dengan sistem Non UDD.Kata kunci: Dispensing error, Unit Dose Dispensing (UDD), FarmasiAbstractBackground: Unit Dose Dispensing (UDD) is a pharmaceutical service method wherein oral and injection preparations in patients are given in the form of a single dose. The advantage of the UDD method is that there is a profile of drug checking for patients so that the incidence of medication errors in the dispensing phase can be avoided or corrected first. This study was aimed to determine the comparison of dispensing errors in the ward with the UDD and non UDD systems at Ahmad Dahlan Kediri Hospital.Method: This research is analytical observation comparative study with cross-sectional design in the ward with a system of UDD and Non UDD in Ahmad Dahlan Muhammadiyah Hospital Kediri for the period November 15-17th 2018.Result: There were 336 total samples with 147 (43.2%) distribution from Non-UDD ward and 189 (56.8%) from UDD ward. There were 58 dispensing errors namely 39 (67%) samples in the Non-UDD ward and 19 (33%) samples in the UDD ward. Dispensing errors include the administration of incomplete etiquette of 40 (69%) samples, the presence of drugs outside the instructions of 15 (24%) samples, and omission or less of drugs of 4 (7%) samples. In the chi-square test the p-value is 0.009 (<0.05) which means that there were significant differences in dispensing error in the UDD and Non-UDD ward.Conclusion: Dispensing error in the ward with UDD system is lower compared to the ward with Non-UDD system.Key words: Dispensing error, Unit Dose Dispensing (UDD), Pharmacy
Kecerdasan emosional : implikasi terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Banyumanik Semarang Hema Dewi Anggraheny; Aisyah Lahdji; Wida Faridatul
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.108-114

Abstract

Latar Belakang : Penurunan pasien rawat inap di Rumah Sakit Banyumanik Semarang pada tahun 2016  sebesar 12,83% dari tahun sebelumnya sering dikaitkan dengan turunnya kepuasan terhadap pelayanan. Perawat menjadi petugas pertama yang melayani pasien rawat inap. Kinerja perawat yang optimal cenderung meningkatkan kepuasan pasien, karena focus utama perawat adalah pelayanan pasien. Faktor yang mempengaruhi kinerja perawat meliputi faktor internal dan eksternal. Kecerdasan merupakan faktor internal yang mempengaruhi tingkah laku individu, salah satunya kecerdasan emosional. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor internal antara lain kecerdasan emosional terhadap kinerja Perawat di Rumah Sakit Banyumanik Semarang.Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Sampel penelitian adalah 35 perawat di Rumah Sakit Banyumanik Semarang. Pengambilan data masing-masing variabel menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi. Analisis bivariat antar variabel diuji menggunakan uji Korelasi Pearson, dan dilanjutkan analisis multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil : Terdapat hubungan antara kecerdasan intelektual (p-value 0,000), emosional (p-value 0,000), spiritual (p-value 0,000), dan adversitas (p-value 0,000) terhadap kinerja perawat. Kecerdasan emosional merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja perawat.Kesimpulan : Kecerdasan emosional menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Banyumanik Semarang. 
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru di Wilayah Kabupaten Lamongan pada Januari 2016 – Desember 2018 Sholihul Absor; Annisa Nurida; Yelvi Levani; Wichda Shirosa Nerly
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.80-87

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Indonesia menduduki peringkat ke-3 jumlah penderita Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia, serta angka kematian TB setiap tahunnya sekitar 20% dari jumlah penderita TB baru. Pengobatan pada TB paru rentan untuk terjadi putus berobat (drop out) yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepatuhan dalam berobat.  Ketidakpatuhan terhadap pengobatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor meliputi faktor predisposisi (Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan), faktor pendorong (efek dari OAT), dan faktor penguat (dukungan keluarga, petugas kesehatan dan pelayanan kesehatan).Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan berobat penderita TB paru di Wilayah Kabupaten Lamongan.Metode: Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling pada 55 pasien TB paru drop out serta 55 pasien TB paru sembuh dari tahun 2016-2018  di Wilayah Kabupaten Lamongan. Pengambilan data menggunakan rekam medis dari Dinas Kesehatan.Hasil: Hasil uji statistik menggunakan Koefisien Kontingensi terhadap hubungan tingkat pendidikan dan kepatuhan berobat pada pasien TB menunjukkan nilai yang signifikan p: 0,026 (p<0,05)Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan berobat penderita TB paru.Kata Kunci : Tuberkulosis paru, Tingkat pendidikan, Kepatuhan berobat Abstract: Background: Indonesia ranks 3rd in the number of tuberculosis (TB) cases in the world, and the annual TB mortality rate is around 20% of the number of new TB cases. Treatment of pulmonary TB is prone to drop out, which can be caused by several factors, one of which is adherence to treatment. Non-adherence to treatment can be caused by various factors, including predisposing factors (age, gender, education level, and occupation), driving factors (effects of OAT), and reinforcing factors (family support, health workers and health services).Aim: This study was conducted to determine the relationship between education level and compliance with pulmonary tuberculosis treatment in Lamongan Regency.Methods: This study used a cross sectional design with a simple random sampling technique of 55 pulmonary TB patients dropping out and 55 pulmonary TB patients recovering from 2016-2018 in Lamongan Regency. Retrieving data using medical records from the Health Office.Results: The results of statistical tests using the Contingency Coefficient on the relationship between education level and treatment compliance in TB patients showed a significant value of p: 0.026 (p <0.05).Conclusion: The results of this study indicate a relationship between the level of education and adherence to treatment of pulmonary TB patients.
Gambaran Uji Cukit Kulit Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan Gejala Rhinitis Alergi Rizka Fakhriani; Tri Wahyuliati; Asti Widuri
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 2, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.2.2.2020.115-120

Abstract

Latar Belakang: Rhinitis alergi (RA) adalah penyakit saluran napas atas yang disebabkan oleh reaksi inflamasi yang diperantarai IgE setelah adanya pajanan alergen. Uji cukit kulit merupakan tes standar yang digunakan dalam menegakkan diagnosis RA. Uji cukit kulit memberikan informasi keberadaan IgE spesifik terhadap protein dan peptide antigen atau yang dikenal dengan alergen.Tujuan: Mengetahui gambaran hasil pemeriksaan uji cukit kulit pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan gejala rhinitis alergi.Metode penelitian: Deskriptif melalui metode potong lintang.Hasil: Sebanyak 28 orang dengan gejala rhinitis alergi telah menjalani pemeriksaan uji cukit kulit. dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 21 orang, laki-laki sebanyak 7 orang. Jenis alergen terbanyak yang didapatkan adalah tungau debu rumah dan kacang tanah sebanyak 14 orang (50%). Persentase alergen lain pada hasil uji cukit kulit pada penelitian ini adalah bulu anjing didapatkan pada 13 orang (46,43%),  putih telur 13 orang (46,43%),  udang 12 orang (42,86%), daging sapi 12 orang (42,86%), kuning telur 12 orang (42,86%), kedelai 12 orang (42,86%), coklat 12 orang (42,86%), kopi 12 orang (42,86%), nanas 12 orang (42,86%), kepiting 11 orang (39,29%), cumi 11 orang (39,29%), ikan air tawar 11 orang (39,29%), teh 11 orang (39,29%), kerang 10 orang (35,71%), tongkol 10 orang (35,71%), daging ayam 9 orang (32,14%), serta susu 8 orang (28,57%).Kata kunci: rhinitis alergi, alergen, uji cukit kulit

Page 1 of 1 | Total Record : 8