cover
Contact Name
Dyah Kusuma Wardhani
Contact Email
dyah.wardhani@ciputra.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.aksen@ciputra.ac.id
Editorial Address
UC Town, Citraland Surabaya 60219
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Aksen : Journal of Design and Creative Industry
ISSN : 24772593     EISSN : 24772607     DOI : https://doi.org/10.37715/aksen
Core Subject : Engineering,
This bi-annual journal published every April and October, managed by the Interior Architecture Department of Ciputra University. AKSEN-Journal of Design & Creative Industry invites professionals in the academic world, practitioners, researchers, and students to disseminate the latest ideas and knowledge in the field of Architecture, Interior Design, Creative Industry and Design Management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019)" : 5 Documents clear
PENDOKUMENTASIAN APLIKASI RAGAM HIAS BATIK JAWA TENGAH MOTIF KAWUNG, SEBAGAI UPAYA KONSERVASI BUDAYA BANGSA KHUSUSNYA PADA PERANCANGAN INTERIOR Hartanti, Grace; Setiawan, Budi
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.793 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i2.807

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan akan ragam hias yang berasal dari berbagai suku di seluruh pelosok Nusantara. Ragam hias ini merupakan salah satu hasil dari budaya berwujud yang memiliki makna dan arti tertentu yang perlu dilestarikan keberadaannya. Adanya akulturasi menjelaskan adanya proses perubahan budaya yang menghasilkan perpaduan antar budaya. Masyarakat Jawa Tengah salah satu dari masyarakat Nusantara juga memiliki budaya yang sangat kuat. Perpaduan budaya asing seperti Malaysia, Arab, China, dan Belanda telah beradaptasi dengan baik pada kehidupan masyarakat setempat melalui perdagangan dan perkawinan. Hal ini juga berpengaruh pada perilaku masyarakat Jawa Tengah. Beragam ornamen hias maupun warna yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Jawa Tengah terlihat mulai dari bangunan rumah, baju adat serta tarian ataupun pertunjukan yang ditampilkan oleh masyarakat Jawa Tengah. Pada umumnya makna yang terkandung dalam ornamen Jawa Tengah memiliki nilai historis, seperti halnya ragam hias batik Jawa Tengah motif Kawung,sehingga dalam penerapannya dalam sebuah perancangan interior perlu dipahami asal usulnya sehingga budaya tersebut dapat dilestarikan sesuai dengan makna yang terkandung.
HUBUNGAN INTERPERSONAL DALAM KONTEKS SOSIAL MASYARAKAT URBAN YOGYAKARTA: KAJIAN PRIVASI AKUSTIK, VISUAL DAN FISIK Anggraini, Lya Dewi
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.321 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i2.804

Abstract

Aktivitas manusia sehari-hari memiliki kebutuhan akan kendali atas interaksi dengan orang lain yang berlebihan secara akustik, visual, maupun fisik. Penelitian ini menganalisis ulang data sekunder yang diambil untuk disertasi yang tidak dipublikasikan, berupa hasil survei terhadap 87 responden di dua pusat urban di Yogyakarta, Pecinan dan Kauman, yang dipersempit menjadi 30 subjek. Survei mengujikan jarak sosial melalui hubungan interpersonal untuk aspek privasi akustik, visual dan fisik, berdasarkan kategori “orang asing”, “pelanggan”, “pekerja/pelayan”, “teman”, “keluarga” dan “diri sendiri”. Dari setiap kategori, jawaban responden terganggu atau tidak akan memberi nilai nihil atau ada untuk 16 jenis kegiatan seharihari yang mencakup kegiatan pribadi hingga sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa kebutuhan privasi responden berbeda-beda yang dipengaruhi oleh situasi sosial lingkungan hunian mereka. Responden cenderung mengabaikan “teman” dan sangat sedikit mengakui “diri sendiri” pada saat melakukan kegiatan pribadi, misalnya, mandi mengizinkan “keluarga”. Hal ini mengungkapkan makna praktis modal sosial yang terjadi di wilayah urban Yogyakarta bahwa nilai-nilai sosial masyarakat masih dijunjung tinggi, ditunjukkan melalui nilai individual tidak tampak menonjol, sementara “teman” dalam situasi lingkungan hunian dianggap hubungan yang tidak memiliki jarak sosial yang nyata.
MAKNA MOTIF BATIK PARANG SEBAGAI IDE DALAM PERANCANGAN INTERIOR Kristie, Sella; Darmayanti, Tessa Eka; Kirana, Sriwinarsih Maria
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.788 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i2.805

Abstract

Batik merupakan salah satu mahakarya Indonesia dan keberadaan batik telah diakui oleh seluruh dunia. UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, yaitu sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 2 oktober 2009. Batik memiliki banyak jenis corak dan makna di dalamnya dan motif Parang akan menjadi fokus pada artikel ini. Makna yang terkandung di dalam motif dapat menjadi inspirasi dan diterapkan didalam sebuah perancangan interior. Artikel kualitatif ini menggunakan pendekatan kajian budaya yang didukung dengan eksplorasi literatur. Penelitian ini memiliki kontribusi dalam memberikan ide dalam penerapan berbagai makna motif Parang ke dalam elemen ruang, selain itu memberikan pandangan bahwa batik bukan saja sehelai kain dekoratif, namun juga memiliki berbagai arti mendalam yang dapat menjadi identitas bangsa Indonesia.
FAKTOR DAYA TARIK DISPLAY INTERAKTIF TERHADAP PENGUNJUNG DI MUSEUM OCEAN WORLD TRANS STUDIO BANDUNG Andriana, Finna; Gunawan, Irena Vanessa
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.739 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i2.806

Abstract

Museum di Indonesia sangat dekat dengan kesan kuno,gelap,dan tidak terawat. Berbeda dengan museum di luar negeri yang selalu ramai dikunjungi, museum di Indonesia sangat sepi pengunjung. Tantangan terbesar yaitu mengenali museum pada masyarakat dan perkembangan museum tergantung pada antusias serta minat dari masyarakat. Oleh karena itu museum di Indonesia terutama pada display harus adanya motivasi untuk menerapkan model komunikasi massa yang dikombinasikan dengan model komunikasi interpersonal yang didalamnya pengunjung dapat berpartisipasi aktif di dalam museum interaktif Ocean World Trans Studio Bandung. Lalu hal yang menarik pada museum interaktif ini adanya daya tarik pengunjung untuk mencoba display-display interaktif yang berada di Ocean World, dan adanya rasa penasaran melihat display sehingga pengunjung ingin mencoba dalam berbagai hal.Metode yang dipakai dalam penelitian kali ini metode penilitian yang digunakan pengamatan dan wawancara terhadap pengunjung yang telah mencoba display-display interaktif yang berada di Ocean Word Trans Sudio Bandung. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan display interaktif yang menarik yaitu dapat menyampaikan makna dari benda yang dipajangkan.
PERANCANGAN ARSITEKTUR INTERIOR CO-WORKING SPACE YANG MENERAPKAN KONSEP FLEKSIBILITAS LAYOUT Djuwanda, Andreas; Nuradhi, L. Maureen; Rahadiyanti, Melania
Aksen : Journal of Design and Creative Industry Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800 KB) | DOI: 10.37715/aksen.v3i2.802

Abstract

ADJ Studio Architecture Interior Consultant ini berisikan tentang perancangan mengenai rancangan usaha sebagai Biro Konsultan Arsitektur Interior dengan konsep fleksibilitas tata letak dengan memperhatikan fleksibilitas instalasi ruang. Co-Working Space yang dirancang merupakan kantor dari perusahaan teknologi informasi dan juga desain komunikasi visual, serta kantor bagi industri kreatif yang membutuhkan inspirasi dalam pekerjaan sehingga perlu suasana ruang dan instalasi ruang yang mendukung. Perancangan ini menggunakan bangunan hotel yang terdiri dari empat lantai, dan Co-Working Space ini berada di lantai dua. Solusi yang ditawar untuk mencapai fleksibilitas tata letak dan fleksibilitas instalasi adalah dengan terdapat pengolahan pada jalur kabel serta sekat dinding, dan pengolahan dinding pada setiap area kerja sehingga menciptakan area kerja yang menyenangkan dengan fleksibilitas tata letak dan fleksibilitas instalasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5