cover
Contact Name
Bramantyo Adi Nugroho
Contact Email
bramantyo.adi.n@gmail.com
Phone
+6285246990880
Journal Mail Official
jurnal.riset.pembangunan@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No. 126 RT. 10 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Pembangunan : Media Hasil Penelitian dan Kajian Pembangunan Daerah
ISSN : 26543710     EISSN : 26547872     DOI : https://doi.org/10.36087
JRP memuat informasi di bidang pembangunan daerah berupa hasil riset orisinil, artikel ulasan ilmiah, studi kasus yang meliputi bidang: 1. Pemerintahan 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Kependudukan 4. Ekonomi dan Keuangan Daerah 5. Pengembangan Wilayah, Fisik dan Prasarana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT NELAYAN PASCA PENATAAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN SUMBER JAYA BENGKULU Pretty Maggiesty Rosantika; Deva Fosterharoldas Swasto
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v4i1.83

Abstract

Pemerintah daerah telah menetapkan program-program pembangunan di kawasan pesisir dengan menempuh kebijakan mengenai pengembangan wilayah melalui pendekatan penataan ruang. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perubahan Rakyat mengadakan penataan kawasan kumuh pesisir sebagai salah satu program strategis PUPR. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan sosial, budaya dan ekonomi yang terjadi di masyarakat pasca penataan pemukiman dan menjelaskan strategi adaptasi masyarakat pasca penataan pemukiman di Kelurahan Sumber Jaya. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian kualitatif induktif yaitu dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif yang dijelaskan dengan penalaran induktif. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya perubahan pasca penataan berupa penambahan tingkat interaksi sosial, terciptanya kebudayaan dan kebiasaan baru serta meningkatnya kegiatan ekonomi di Kelurahan Sumber Jaya menuju ke arah yang lebih baik. Terdapat dua bentuk Strategi adaptasi di Kelurahan Sumber Jaya yaitu adaptasi aktif dan adaptasi pasif. Penelitian yang telah dilakukan masih jauh dari kesempurnaan maka diperlukannya rekomendasi kepada peneliti selanjutnya, pemerintah dan pihak terkait. Pemerintah diharapkan untuk terus memberikan perhatian khusus terhadap Kelurahan Sumber Jaya untuk menjaga dan memelihara permukiman setelah penataan agar tetap dapat dipertahankan dan masih diperlukannya adanya penyuluhan – penyuluhan dan pembekalan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat dalam pengembangan masyarakat terutama dalam bidang kebersihan dan ekonomi.
PEMETAAN STAKEHOLDER YANG BERPERAN DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA MINAPADI SAMBEREMBE Yhani Chrismawati; R. Widodo Dwi Pramono
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v4i1.84

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian perlu dikendalikan agar lahan pertanian terutama LP2B tetap terjaga kelestariannya sehingga ketahanan pangan tetap terjaga. Di kabupaten Sleman alih fungsi lahan paling tinggi diantara kabupaten atau kota lain di D.I. Yogyakarta. Salah satu upaya konservasi  LP2B ini dengan mengembangakan system pengelolaan lahan pertanian menjadi pertanian yang terintegrasi dengan kegiatan lain. Salah satunya adalah pertanian minapadi yang kemudian diberi sentuhan pariwisata “agrowisata”  Agrowisata minapadi yang dikembangkan di Samberembe sebagai salah satu upaya mengendalikan alih fungsi lahan. Dalam mengembangan agrowisata ini membutuhkan peran sberbagai stakeholder. Penelitian ini dilakukan di lokasi tersebut untuk mengetahui stakeholder yang paling berpengaruh terhadap pengembangan agrowisata minapadi Samberembe dengan metode survey, Indepth interview dan study literature. Tenik analisis yang digunakan adalah stakeholder mamping. Hasil penelitian menunjukkan 4 kategori stakeholder dan yang paling berpengaruh adalah key player yang berasal dari Pemerintah daerah Kabupaten Sleman maupun masyarakat. Selain itu peran local champion dan keberhasilan kolaborasi antar stakeholder juga berpengaruh terhadap pengembangan agroowisata minapadi samberembe. Diperlukan upaya membangkitkan local champion  maupun meningkatkan kolaborasi stakeholder dalam mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.
IMPLEMENTASI PEMERATAAN PEMBANGUNAN DENGAN HOTEL TENTREM DAN ZEST DALAM PROGRAM CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) Safira Zata Iwana; Bakti Setiawan
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v4i1.85

Abstract

Pemerataan telah digaungkan sebagai jargon baru dalam pembangunan, baik pembangunan pusat kota maupun kawasan pinggiran kota. Kota Yogyakarta memenuhi pembangunan perkotaan dengan membuka keran investasi bagi perusahaan yang dapat mendukung kegiatan pariwisata di dalam kota. Salah satunya adalah izin pembangunan hotel. Proses ini tidak terlepas dari keberadaan hotel sebagai perusahaan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan di wilayah sekitarnya. CSR itu sendiri harus meningkatkan perekonomian, kualitas lingkungan, dan kualitas sosial masyarakat secara merata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan responden yang dianggap kompeten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pelaksanaan program CSR di kedua hotel tersebut. Perbedaan bintang yang dimiliki kedua hotel tidak menjamin pemerataan pembangunan; penyebab internal dan eksternal lainnya mempengaruhinya. Sebagian besar program yang dihasilkan merupakan program jangka pendek dan bukan program pemberdayaan masyarakat, sehingga proses pemerataan pembangunan melalui program CSR belum tercapai.
KAJIAN KUALITAS AIR LAUT DI PERAIRAN KOTA BONTANG PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Noor Wahyuningsih; Suharsono Suharsono; Zhikry Fitrian
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v4i1.94

Abstract

Kualitas perairan sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi di sekitar perairan tersebut. Aktivitas perairan yang semakin tinggi lambat laun akan mengakibatkan penurunan kualitas perairan baik secara fisik, kimia maupun biologi yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas dan kuantitas sumberdaya pesisir dan laut. Kota Bontang sebagai salah satu daerah di Kalimantan Timur terkenal dengan hasil perikanannya berupa hasil laut dan hasil olahan perikanan, selain itu juga dikenal sebagai kota industri tentunya kegiatan pemantauan lingkungan melalui pengujian kualitas air harus dilakukan. secara teratur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status kualitas air laut berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi di perairan Kota Bontang. Pengambilan sampel kualitas air dilakukan pada bulan November 2020 di 6 (enam) stasiun penelitian menggunakan botol niskin dan dianalisis di laboratorium Pusat Penelitian dan Standardisasi Industri Samarinda, kemudian hasilnya dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk biota laut berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup. Nomor 51 Tahun 2004 Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu meliputi parameter suhu, pH, Total Suspended Solid (TSS), Amonia, Nitrat, Timbal dan Total Coliform. Parameter yang melebihi baku mutu akan berdampak pada terganggunya fungsi ekologi ekosistem di perairan dan terjadinya penurunan kualitas air laut baik secara fisik, kimia maupun biologi yang berakibat pada penurunan daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung dan daya tampung sumberdaya perairan sehingga pada akhirnya akan menurunkan kekayaan sumberdaya alam.
KONSEP KEBUTUHAN PENGHUNI DALAM PEMBANGUNAN HUNIAN SEMENTARA (STUDI KASUS: HUNIAN SEMENTARA PASCA-BENCANA KOTA PALU, INDONESIA) Vivi Novianti H Yunus; Ahmad Sarwadi
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v4i1.79

Abstract

Gempa bumi yang terjadi di Kota Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018 menyebabkan kerusakan pada 66.926 unit rumah. Pemerintah melakukan pembangunan hunian sementara untuk korban yang mengalami kerusakan rumah. Korban bencana telah menghuni hunian sementara kurang lebih selama 2 tahun. Berdasarkan hasil observasi awal (grand tour) ditemukan fenomena perubahan fisik pada hunian sementara. Perubahan fisik yang terjadi menyebabkan hunian sementara berubah dari bentuk aslinya. Penelitian ini bertujuan menemukan wujud perubahan fisik yang terjadi untuk menyusun konsep hunian sementara pada masa tanggap darurat bencana berdasarkan kebutuhan penghuni. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan kasus ganda. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan penghuni hunian sementara melakukan perubahan fisik karena ada kebutuhan penghuni yang kurang dan belum terpenuhi. Hal tersebut  disebabkan kurangnya konsep pemenuhuhan kebutuhan penghuni dalam kebijakan pembangunan hunian sementara. Maka diperlukan konsep hunian sementara yang dapat memenuhi kebutuhan penghuni. Konsep kebutuhan pada hunian sementara terdiri atas kebutuhan fisik, kebutuhan psikologis, dan kebutuhan fungsional.

Page 1 of 1 | Total Record : 5