cover
Contact Name
Bramantyo Adi Nugroho
Contact Email
bramantyo.adi.n@gmail.com
Phone
+6285246990880
Journal Mail Official
jurnal.riset.pembangunan@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No. 126 RT. 10 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Pembangunan : Media Hasil Penelitian dan Kajian Pembangunan Daerah
ISSN : 26543710     EISSN : 26547872     DOI : https://doi.org/10.36087
JRP memuat informasi di bidang pembangunan daerah berupa hasil riset orisinil, artikel ulasan ilmiah, studi kasus yang meliputi bidang: 1. Pemerintahan 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Kependudukan 4. Ekonomi dan Keuangan Daerah 5. Pengembangan Wilayah, Fisik dan Prasarana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 8 no 2 (2026)" : 5 Documents clear
INISIATIF KONSERVASI SUNGAI BERBASIS MASYARAKAT DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DRONE UNTUK PEMANTAUAN EKOSISTEM SUB-DAS MAHAKAM, KALIMANTAN TIMUR Arum Sekar Kedhaton; Sutriani; Fahma Mamlu’atul Mukarromah; Husnawati; Amalina Yusdianti; Prince Clinton Immanuel Christian Damanik
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/gww4rg45

Abstract

Tropical rivers play an essential role in maintaining biodiversity, providing ecosystem services, and supporting local livelihoods. However, river pollution caused by household waste, market waste, plastic packaging, disposable diapers, organic debris, detergent foam, and riparian degradation accompanied by localized sedimentation has become a major environmental challenge, particularly in Samarinda City, East Kalimantan. This study investigates community-based river conservation initiatives implemented by the Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS–SKM) and explores the contribution of drone-assisted spatial observation to river conservation. The study employed a qualitative method combined with a spatial approach. Data were collected through in-depth interviews with the head of GMSS–SKM, field observations, documentation, literature review, and visual interpretation of drone aerial imagery. Data credibility was strengthened through source, method, and theory triangulation, while the findings were interpreted using a geographical perspective, particularly the regional-complex approach. The findings indicate that inorganic waste, particularly plastic packaging, disposable diapers, bottles, and food containers, predominated during the dry season, whereas the rainy season increased the accumulation of organic debris, wood fragments, mixed domestic waste, and sediment transported from upstream areas. Drone observations identified waste accumulation hotspots, degraded riparian vegetation, drainage outlets, localized sediment deposits, and river segments with limited ground accessibility. These spatial observations supported the prioritization of river clean-up, riparian greening, environmental education, and future river monitoring. The integration of community participation, local knowledge, and drone-assisted observation provides an effective decision-support approach for community-based river conservation.
ANALISIS TREN DAN PROYEKSI ANGKA HARAPAN HIDUP (AHH) PROVINSI JAWA TIMUR SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN Dina Handayani
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/wzxzrx69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan memproyeksikan Angka Harapan Hidup (AHH) Provinsi Jawa Timur periode 2025–2034 sebagai dasar perencanaan pembangunan kependudukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deret waktu (time series) berdasarkan data sekunder AHH Provinsi Jawa Timur tahun 2010–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan tiga model tren, yaitu linear, kuadratik, dan eksponensial. Pemilihan model terbaik dilakukan dengan membandingkan tingkat kesalahan peramalan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Mean Squared Deviation (MSD), dan Mean Absolute Deviation (MAD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kuadratik merupakan model terbaik dengan nilai MAPE sebesar 0,113694, MSD sebesar 0,08078, dan MAD sebesar 0,00857. Berdasarkan model tersebut, AHH Provinsi Jawa Timur diproyeksikan meningkat secara konsisten dari 72,5608 tahun pada tahun 2025 menjadi 75,4788 tahun pada tahun 2034. Peningkatan AHH menunjukkan adanya perbaikan kualitas kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, namun juga berpotensi meningkatkan jumlah penduduk lanjut usia dan rasio ketergantungan penduduk. Oleh karena itu, hasil proyeksi ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan kependudukan yang lebih antisipatif dan berkelanjutan.  
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI INDONESIA Zihan Ramadina; Yesi Aprianti
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/2kw30c79

Abstract

Data BPS masih menunjukan sebaran tidak merata pada pengangguran di Indonesia, dimana tidak hanya diwilayah jawa, TPT tinggi juga ditemukan pada wilayah Sumaterah (Riau) dan Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDRB, TPAK, upah minimum provinsi, dan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model regresi linear berganda dengan metode analisis data panel pada periode 2018 sampai dengan 2025 dari 34 Provinsi di Indonesia yang bersumber dari Badan Pusat Dtatistik Indonesia. Adapun dari hasil penelitian ini diketahui bahwa secara statistik tidak ditemukan pengaruh antara PDRB dan TPT, namun memiliki hubungan yang negatif. Hal ini menjelaskan bahwa peningkatan produktifitas di Indonesia juga didominasi oleh akumulasi modal (padat modal), namun hal ini perlu dikaji lebih lanjut. TPAK dan UMP memiliki pengaruh dan hubungan negatif dengan TPT, sehingga bertambahnya partisipasi tenaga kerja dan kenaikan upah dapat mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.  Hal menarik adalah ditemukannya hubungan atau pengaruh positif antara tingkat pendidikan dengan TPT yang mengindikasikan terdapat fenomena pekerja tidak terdidik yang terserap ke pasar kerja.
EVALUASI INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI INSTRUMEN KEBIJAKAN LINGKUNGAN DI KALIMANTAN TIMUR: STUDI KASUS KOTA SAMARINDA, KOTA BALIKPAPAN DAN KOTA BONTANG Noor Wahyuningsih; Suharsono; Zhikry Fitrian; Eka Nor Santi; Muhammad Setiawan Prabowo; Deddy Purnama Sagita; Arman Dinata
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/brxb3w17

Abstract

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) digunakan untuk menggambarkan kondisi lingkungan dan mendukung evaluasi kebijakan daerah. Namun, perubahan nilai IKLH agregat tidak selalu merepresentasikan perbaikan seluruh komponen lingkungan maupun menunjukkan bagaimana informasi indeks dimanfaatkan dalam proses kebijakan. Persoalan ini menjadi penting di Kalimantan Timur yang menghadapi tekanan urbanisasi, industrialisasi, perubahan penggunaan lahan, dan pembangunan kawasan strategis Ibu Kota Nusantara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan IKLH sebagai instrumen kebijakan lingkungan melalui analisis dinamika IKLH dan komponen penyusunnya, karakter tekanan lingkungan, serta keterhubungan informasi IKLH dengan respons kebijakan di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Bontang. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus komparatif dengan menganalisis data IKLH dan komponen penyusunnya periode 2021–2023, dokumen perencanaan dan kebijakan lingkungan daerah, serta informasi dari pemangku kebijakan. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan menghubungkan perubahan indikator lingkungan, karakter tekanan ekologis, dan bentuk respons kebijakan pada masing-masing kota. Hasil penelitian menunjukkan pola IKLH yang berbeda antarkota. Samarinda mengalami peningkatan IKLH dari 57,78 pada 2021 menjadi 59,90 pada 2023, terutama didukung perbaikan kualitas air dan lahan, tetapi masih menghadapi tekanan kualitas udara dan sanitasi perkotaan. Balikpapan mengalami fluktuasi IKLH dari 69,66 pada 2021 menjadi 63,96 pada 2022 dan meningkat menjadi 67,64 pada 2023, dengan kualitas lahan sebagai salah satu komponen yang relatif lemah. Bontang meningkat dari 64,09 pada 2021 menjadi 67,96 pada 2022 sebelum menurun menjadi 66,81 pada 2023, dengan tantangan utama pada kualitas air dalam konteks aktivitas industri dan kawasan pesisir. Secara komparatif, IKLH telah digunakan sebagai sumber informasi dalam pemantauan, perencanaan, pengendalian, dan evaluasi lingkungan, tetapi keterhubungan antara kinerja indikator, diagnosis tekanan lingkungan, dan respons kebijakan berbeda antarkota. Temuan menunjukkan bahwa nilai strategis IKLH tidak terletak pada skor agregat semata, tetapi pada kemampuannya menghubungkan informasi mengenai kinerja indikator dengan diagnosis tekanan lingkungan dan respons kebijakan yang sesuai dengan karakter wilayah. 
DIGITALISASI DAN TATA KELOLA LINGKUNGAN CERDAS: TINJAUAN PEMETAAN SAINS TERHADAP INOVASI KEBIJAKAN DAN PENCIPTAAN NILAI PUBLIK Syed Agung Afandi; Rizki Erdayani; Muslim Afandi; Nail Hidaya Afandi
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/151m4518

Abstract

The escalating complexity of global sustainability challenges demands a paradigmatic shift in public administration toward smart environmental governance. This science mapping review synthesizes the intellectual architecture, temporal trajectories, and conceptual density of scholarly literature surrounding digitalization and environmental policy across a ten-year publication corpus (2016-2026). Adhering to the PRISMA 2020 reporting guidelines, 384 peer-reviewed journal articles were extracted from the Scopus database and analyzed using VOSviewer co-occurrence network, temporal overlay, and conceptual density mapping across 34 core terms within six interconnected thematic clusters. The findings indicate a significant structural evolution from early procedural e-government frameworks centered on administrative digitization toward predictive algorithmic governance, open data infrastructures, and spatial digital twins. Three dominant nodes (public value creation, policy innovation, and smart governance) function as the structural backbone of this multidisciplinary field. However, synthesized thematic analysis demonstrates that technological sophistication does not automatically yield sustainable ecological outcomes. Instead, public sector digitalization generates four systemic institutional frictions: algorithmic opacity versus predictive precision, private vendor dependence versus sovereign data governance, digital policy silos versus cross-sectoral integration, and digital exclusion versus inclusive ecological justice. To address these frictions, this study proposes an Integrated Tri-Pillar Conceptual Framework, asserting that digital environmental governance cannot be treated as a purely technical endeavor or automated tool. It represents a complex institutional negotiation that must reconcile analytical capabilities with public accountability, democratic legitimacy, and social equity to achieve enduring public value creation.

Page 1 of 1 | Total Record : 5