cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
+6285257756064
Journal Mail Official
alfikrah.stamidiya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sen - Asen 74 Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Sen-Asen Konang Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 26204207     EISSN : 26204304     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Fikrah : Merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Bangkalan yang memuat tentang Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan berbagai kajian ilmu keislaman baik pendidikan, pemikiran, syariah, dan kajian Islam lainnya. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan yang berupa hasil penelitian atau penelitian terapan. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan satu kali yakni bulan Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020)" : 5 Documents clear
Strategi Lembaga Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era New Normal Pasca Pandemi Covid-19 Hamidi
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.67

Abstract

Pandemi covid-19, yang sedang melanda negara di dunia termasuk Indonesia saat ini, mengakibatkan interaksi pembelajaran tatap muka (elearnig) di dalam kelas antara pendidik dan peserta didik tidak mungkin dapat dilaksanakan. Oleh karena itu lembaga pendidikan Islam perlu mengatur strategi pembelajaran menjelang era new normal. Pembelajaran digital (blended learning) menjadi alternatif yang penting untuk mengganti tatap muka di dalam kelas. Tujuan pokok penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era new normal pasca pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif akademis. Yaitu suatu metode yang mencoba menemukan pokok permasalahan dan penjabarannya di dasarkan pada rujukan yang berasal dari pendapat para ahli pendidikan dan dapat dipertanggungjawabkan keahliannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran blended learning merupakan solusi yang tepat bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era new normal pasca pandemi covid-19. Dalam blended learning terdapat 4 (empat) ruang belajar diantaranya dalah: (1) live synchronous, (2) virtual synchronous, (3) sel-paced asynchronous, (4) collaborative asynchronous
Konsep Merdeka Belajar dan Pentingnya Kemampuan Memetakan Dunia Kerja Hafid; Mahsun
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.68

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan konsep merdeka belajar dalam dunia pendidikan. Merdeka belajar menawarkan sebuah kemerdekaan dan keleluasaan kepada lembaga pendidikan untuk mengeksplorasi potensi siswa secara maksimal dengan menyesuaikan minat, bakat serta kecendrungannya. Setelah segala potensi yang dimiliki oleh siswa tereksplorasi dengan maksimal diharapkan siswa mendapatkan kemampuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam menghadapi tantangan globalisasi ekonomi, sosial, teknis dan lingkungan di era industri 4.0. Guru harus mampu menjadi fasilitator bagi siswanya dalam menerapkan konsep merdeka belajar, sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah dan dapat memetakan dunia kerja pasca lulus dari lembaga pendidikannya. Ada beberapa tahapan langkah yang harus dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah, antara lain; 1) membaca sebuah permasalahan, 2) mengembangkan informasi, 3) memilih strategi, 4) menyelesaikan masalah, 5) memeriksa kembali dan meluaskan kajiannya. Tulisan ini, mengaitkan konsep merdeka belajar dengan kemampuan memetakan dunia kerja yang perlu dimiliki oleh guru saat melakukan fasilitasi dan dimiliki siswa sebelum lulus sekolah. Adapaun metode dalam mengkaji hubungan dua variabel ini, memakai metode kualitatif dengan pendekatan pendekatan kajian library research.
Peran Orang Tua dalam Keberhasilan Pendidikan Agama Islam Anton
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.69

Abstract

Keluarga merupakan salah satu unit terkecil dalam membina nilai-nilai ajaran Islam kepada setiap anggota keluarga. Status keluarga sakinah harus menjadi dambaan bagi setiap keluarga muslim untuk di wujudkan dalam setiap langkah kehidupan umat Islam. Orang tua sebagai kepala keluarga sekaligus sebagai pemimpin dalam rumah tangga, harus benar-benar bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarganya untuk memberikan dan menanamkan nilai-nilai ajaran islam kepada setiap anggota keluarganya. Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama yang sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Oleh karena itu orang tua berkewajiban untuk memberi pendidikan kepada seluruh anggota keluarga terutama pada anak. Bagi keluarga muslim, anak merupakan suatu rahmat karunia Allah yang wajib disyukuri. Adapun tujuan Pendidikan Agama Islam kepada anak adalah agar menjadi muslim sejati, beriman teguh, beramal shaleh, berakhlak mulia, serta berguna bagi masyarakat, agama dan Negara. Dalam mendidik anak dalam keluarga minimal ada dua metode yang harus dilakukan yakni metode langsung dengan cara memberikan contoh tauladan, ajuran, perintah, latihan dan pembiasaan, sedangkan metode tidak langsung dengan cara memberikan koreksi, pengawasan, hukuman dan larangan.
Penerapan Metode Keteladanan sebagai Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Abdul Hamid
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.70

Abstract

Artikel ini membahas tentang efektifitas penerapan metode keteladanan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam. Metode keteladan sangat efektif, karena selaras dengan jiwa manusia yang berkecendrungan suka meniru atau meneladani kepada figur yang dianggap penting dalam hidupnya. Sebagaimana, kecendrungan peserta didik untuk meniru perkataan dan tingkah laku gurunya. Dalam menerapkan metode ini, keteladanan merupakan tujuan yang menjadi pertimbang utama. Memberi keteladanan bagi guru kepada peserta didik merupakan tujuan bukan sekedar alat. Dengan menjadikan keteladanan sebagai tujuan, maka guru menjadi target dalam menerapkan metode ini. Sedangkan peserta didik menempatkan guru sebagai sentral uswah yang hendak ditiru atau diteladani secara langsung dan dijadikan sebagai pengalaman nyata. Pengalaman nyata berupa keteladan dari guru akan membekas dan terinternalisasi dengan baik oleh peserta didiknya. Metode ini, lebih banyak kelebihannya daripada kekurangannya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam. Dibuktikan dalam library research yang dijelaskan dalam artikel ini.
Penerapan Model Kooperatif Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas VII-B SMPN 1 Kokop Bangkalan Sumarni
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.71

Abstract

Berbagai permasalahan model pembelajaran di UPTD SMPN 1 Kokop Bangkalan Tahun Pelajaran 2019/2020 yang masih kurang tepat dalam menggunakan model pembelajaran seperti terjadi di kelas VII-B pada mata pelajaran PPKn. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang aktif untuk belajar sehingga prestasi belajarnya rendah. Untuk membangkitkan prestasi siswa diterapkan model kooperatif jigsaw. Peningkatan terjadi, keaktifan maupun prestasi belajar. Siklus I, keaktifan siswa memperoleh nilai “baik”. Siklus II memperoleh nilai “sangat baik”. Sedangkan respon siswa siklus I dicapai dari 25 siswa, 22 memperoleh nilai 80, siklus II 22 peserta didik memperoleh nilai 100. Juga terjadi peningkatan prestasi belajar pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang dibuktikan siklus I 60% siswa memenuhi KKM. Siklus II meningkat pesat 90% siswa memenuhi KKM. Berdasarkan hasil siklus I dan II dengan keberhasilan yang signifikan maka tindakan kelas dihentikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5