Hafid
STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Konsep Merdeka Belajar dan Pentingnya Kemampuan Memetakan Dunia Kerja Hafid; Mahsun
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v3i2.68

Abstract

Artikel ini membahas tentang penerapan konsep merdeka belajar dalam dunia pendidikan. Merdeka belajar menawarkan sebuah kemerdekaan dan keleluasaan kepada lembaga pendidikan untuk mengeksplorasi potensi siswa secara maksimal dengan menyesuaikan minat, bakat serta kecendrungannya. Setelah segala potensi yang dimiliki oleh siswa tereksplorasi dengan maksimal diharapkan siswa mendapatkan kemampuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam menghadapi tantangan globalisasi ekonomi, sosial, teknis dan lingkungan di era industri 4.0. Guru harus mampu menjadi fasilitator bagi siswanya dalam menerapkan konsep merdeka belajar, sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah dan dapat memetakan dunia kerja pasca lulus dari lembaga pendidikannya. Ada beberapa tahapan langkah yang harus dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah, antara lain; 1) membaca sebuah permasalahan, 2) mengembangkan informasi, 3) memilih strategi, 4) menyelesaikan masalah, 5) memeriksa kembali dan meluaskan kajiannya. Tulisan ini, mengaitkan konsep merdeka belajar dengan kemampuan memetakan dunia kerja yang perlu dimiliki oleh guru saat melakukan fasilitasi dan dimiliki siswa sebelum lulus sekolah. Adapaun metode dalam mengkaji hubungan dua variabel ini, memakai metode kualitatif dengan pendekatan pendekatan kajian library research.
ANALISIS KEBIJAKAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM (PTKI) Hafid
Milenial Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34556/millennial.v1i2.204

Abstract

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) adalah Perguruan tinggi keagamaan yang didirikan dan diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat di bawah pembinaan Kementerian Agama. PTKI memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia khususnya generasi Islam. Oleh karena itu, keberadaan PTKI baik Negeri ataupun Swasta perlu untuk mendapatkan perlakuan yang sama dengan perguruan tinggi umum. Untuk pengendalian mutu pedidikan pada PTKI pemerintah telah menerbitkan beberapa regulasi yang dapat menjadi rambu-rambu dalam pelaksanaan PTKI. Kebijakan tersebut antara lain meliputi kurikulum, pangkalan data, akreditasi, dan dosen.
KEDISIPLINAN SANTRI BARU BERBASIS ADAPTASI KARANTINA (STUDI ANALISIS SANTRI BARU DI PESANTREN AL-HAMIDIYAH SEN-ASEN KONANG BANGKALAN) Mahsun; Hafid; A. Nur Syafiudin; Sofiyatus Solihah
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pendisiplinan santri baru untuk beradaptasi dengan karantina yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Al-Hamidiyah yang terletak di Desa Sen Asen, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk menemukan efektivitas penegakan disiplin bagi santri baru. Selanjutnya, data dianalisis dan disajikan secara eksploratif. Data penelitian menemukan bahwa bentuk-bentuk adaptasi yang dilakukan yaitu; adaptive dan adjustive. Sedangkan faktor-faktornya, antara lain; faktor fisiologis, psikologis, sosial budaya, serta perkembangan dan kematangan santri baru. Dari faktor-faktor tersebut, kesemuanya saling melengkapi dalam membentuk kedisiplinan santri baru, seperti kondisi fisik dan materi dalam tubuh dan kesehatan fisik, psikologis seperti stimulasi yang diterima oleh santri baru mulai dari dalam kandungan hingga masuk pesantren, sosio-kultural seperti pola asuh orang tua, pergaulan kelompok, pola hidup bermasyarakat, bimbingan murabbi (pengasuh), budaya dan tradisi, serta perkembangan dan kematangan individu.
HAKIKAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI DALAM AL-QUR’AN Hafid; Ach. Shobri; Hasanuddin; Nur Khofifah
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari pada rentang usia dini anak mengalami masa keemasan, yang merupakan masa dimana anak mulai peka untuk menerima berbagai rangsangan. Pada masa ini anak-anak sangat terpengaruh pada perkembangan kepribadian masa dewasa seseorang. Karena pada masa ini, anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Untuk itu perlu diberi rangsangan agar potensi anak berkembang secara optimal. Salah satunya pendidikan anak usia dini. selain pembentukan sikap dan perilaku terbaik anak memerlukan pula kemampuan intelektual agar anak siap menghadapi tuntutan masa kini dan masa datang. Maka dari itu anak memerlukan penguasaan berbagai kemampuan dasar agar anak siap dan dapat menyesuaikan diri dalam setiap segi kehidupanya. Sehubungan dengan itu maka progam pendidikan anak usia dini dapat mencakup bidang pembentukan sikap dan pengembangan kemampuan dasar yang keseluruhanya berguna untuk mewujudkan manusia indonesia yang mampu berdiri sendiri bertanggung jawab dan mempunyai bekal untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
APLIKASI KAIDAH "AL-'IBRAH BI AL-JUMHUR" DALAM KRITIK SANAD: STUDI KASUS PERIWAYATAN HADIS DHA'IF DALAM MASALAH FADHA'IL AL-A'MAL M. ZAINI; Hafid; Ach. Shobri
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilatarbelakangi oleh kontroversi penggunaan hadis dha'if (lemah) dalam fadha'il al-a'mal (keutamaan amal) yang menjadi praktik umum dalam tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam karya-karya populer seperti Fazail-e-Amaal. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-analitis terhadap literatur primer dan sekunder mengenai kaidah "al-'ibrah bi al-jumhur" yang menekankan pada pendapat mayoritas ulama. Analisis menunjukkan bahwa mayoritas ulama (jumhur) memperbolehkan penggunaan hadis dha'if dalam konteks fadha'il al-a'mal dengan beberapa syarat ketat, meskipun pendapat minoritas menolaknya secara mutlak. Penerapan kaidah ini memberikan kelonggaran yang bermakna dalam penyebaran motivasi spiritual tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar dalam hukum Islam. Temuan penelitian ini mendukung pendekatan kontekstual dan moderat dalam studi hadis.
Measuring John Dewey's Conception of Human Potential in Islamic Perspective Ach. Sobri; Hafid; Hasan Fatoni
AL-Qiyadah Vol 1 No 1 (2025): Al-Qiyadah
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAIRUA Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64481/17n7pc61

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan konsep potensi manusia menurut John Dewey dan perspektif Islam, dengan fokus pada konteks pendidikan. Dewey menekankan bahwa setiap individu memiliki potensi bawaan yang perlu dikembangkan melalui pendidikan berbasis pengalaman dan interaksi sosial untuk menghadapi tantangan kehidupan modern. Sebaliknya, Islam mendasarkan pandangannya pada fitrah manusia yang dianugerahkan Allah, mencakup kemampuan intelektual, moral, sosial, dan spiritual, yang harus dikembangkan secara seimbang untuk memenuhi tugas sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Meskipun berbeda dalam tujuan akhir—Dewey berfokus pada keberhasilan duniawi, sementara Islam menyeimbangkan antara dunia dan akhirat—keduanya sama-sama menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana utama pengembangan diri. Artikel ini juga mengeksplorasi relevansi kedua pendekatan dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer. Pemikiran Dewey tentang demokrasi, inovasi, dan pembelajaran sepanjang hayat relevan untuk pendidikan modern, sementara Islam menawarkan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai panduan dalam membentuk individu yang berintegritas. Kombinasi kedua pendekatan ini memiliki potensi untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan berbasis nilai, memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat yang lebih baik dan seimbang.