cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
+6285257756064
Journal Mail Official
alfikrah.stamidiya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sen - Asen 74 Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Sen-Asen Konang Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 26204207     EISSN : 26204304     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Fikrah : Merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Bangkalan yang memuat tentang Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan berbagai kajian ilmu keislaman baik pendidikan, pemikiran, syariah, dan kajian Islam lainnya. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan yang berupa hasil penelitian atau penelitian terapan. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan satu kali yakni bulan Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2021)" : 5 Documents clear
PENDIDIKAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (MENELUSURI PEMIKIRAN GUS DUR) Izatul A'yun Syaibani; Mohamad Salik
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i2.115

Abstract

The problem of intolerance in Indonesia is a problem that endangers the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Incidents of discrimination due to differences in beliefs that often occur in Indonesia so far have been the cause of divisions between religious communities. Indonesia has a pluralistic society structure and consists of various religions. Therefore, tolerance is an attitude that must be possessed by all Indonesian citizens, and must be implemented in everyday life without exception. This study aims to describe the concept of inter-religious tolerance based on Gus Dur's thoughts. This is a library research and uses qualitative method. The results of this study indicate that the concept of tolerance initiated by Gus Dur is to live by prioritizing human values, without discriminating against ethnicity, religion, caste, culture and so on. This is because essentially all humans are the same, namely both creatures of God who were created with His love. The learning model of tolerance in Gus Dur's perspective is carried out through lectures, examples, discussions, questions and answers and utilizing existing technology.
METODE PEMBINAAN DAN MANAJEMEN TAHFIDZ AL-QUR’AN AL-HAMIDY BANYUANYAR DAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA IKATAN QARI’ DAN DA’I (UKM IQDA) IAIN MADURA Moh Wardi; Ismail
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i2.143

Abstract

Metode pembinaan di lembaga Tahfidz Al-Qur’an Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar menggunakan metode Musyafaqah talaqqi (menghafal pada pembina secara berhadap-hadapan). Manajemen lembaga tahfidz al-qur’an di pondok pesantren al-Hamidy Banyuanyar secara hirarki berada di bawah naungan Yayasan Al-Hamidy Banyuanyar. Adapun perencanaan (planning) meliputi rekrutmen peserta didik, pengorganisasian (organizing) dengan membagi kelas peserta didik sesuai dengan kemampuan peserta, pergerakan (actuating) dilaksanakan setelah shalat subuh dengan batas minimal 1 lembar disertai dengan absensi setoran dan pengawasan (controling) mengulang apa yang telah disetorkan (muraja’ah) setelah shalat dhuhur dan setelah shalat ashar, masing-masing dengan alokasi waktu 1 (satu) jam. Metode pembinaan Tahfidz Al-Qur’an di UKM IQDA IAIN Madura, pola yang digunakan adalah Takrir, Sam’iyan, Ikhtibar yang dilakukan setiap dua minggu sekali. Sementara manajemen lembaga tahfidz di UKM IQDA IAIN Madura, ketua UKM IQDA menjadi leader dibawah koordinasi Wakil Rektor III dan bersifat intruksional dengan Rektor IAIN Madura sebagai penanggung-jawab.
PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL Nur Muttaqin, Dafiq
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i2.145

Abstract

Pendidikan karakter sangat dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin hari semakin canggih yang dipicu oleh kebutuhan manusia terhadap teknologi semakin bertambah. Berkembangnya teknologi yang semakin maju menyebabkan dampak negative salah satunya adalah kurangnya pendidikan karakter yang dimiliki individu sehingga seringkali terjadi kirisis moral dan akhlak. Padahal sebuah karakter merupakan pondasi yang sangat penting dalam mengatur hidup manusia. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana penanaman pendidikan karakter yang harus diterapkan di era digital agar ketika menghadapi kehidupan kesehariannya tidak salah jalan sehingga tetap berada dalam pedoman kita umat Islam yaitu Alquran dan As-sunnah. Analisis data menggunakan metode study literature. Menggali informasi dan pemahaman pokok pembahasan dari berbagai sumber yang relavan kemudiaan ditelaah dan disusun kembali. Hasil yang diperoleh adalah penguatan pendidikan karakter harus dikenalkan dan ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Penanaman pendidikan karakter terutama pada lingkungan keluarga, sebab keluarga sebagai madrasah pertama bagi seorang anak. Sekolah dan lingkungan masyarakat juga berperan dalam menanamkan karakter yang baik sebagai bekal generasi bangsa yang bermoral dan berakhlak sekalipun berada pada era digitalisasi.
NIKAH ONLINE DI MASA PANDEMI PERSPEKTIF ULAMA MADZHAB SYAFI’IYAH DAN ULAMA MADZHAB HANAFIYAH Hamidi; Ahmad Makki S.H.I., M.H
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i2.146

Abstract

Pernikahan adalah hubungan atau ikatan antara seorang pria dan seorang wanita secara lahir dan batin dengan dasar untuk menyempurnakan hidupnya. Sedangkan akad yang dilakukan keduanya berdasarkan sama-sama ridla'. Perasaan ridla' adalah hal yang tersembunyi, karena manifestasinya adalah ijab dan qabul. Dengan demikian, ijab dan qabul merupakan unsur penting bagi sahnya suatu pernikahan. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hukum melangsungkan pernikahan melalui media online atau video call pada masa pandemi dari perspektif Ulama Syafi'iyah dan Hanafiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan kualitatif. Objek penelitian adalah pernikahan online. Tujuan penelitian untuk mengetahui hukum nikah melalui media online atau video call di masa pandemi dari perspektif ulama Syafi'iyah dan Hanafiyah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pernikahan yang dilakukan melalui media online menurut Ulama Syafi'iyah tidak sah, sedangkan Hanafiyah membolehkan dengan syarat tidak ada gangguan pada saat pernikahan, dalam artiyan tidak boleh ada kata-kata terputus-putus dan suara harus jelas.
IBU PENGGANTI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Hamidi; Moh Abdul Latif
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v4i2.147

Abstract

Ibu pengganti adalah perjanjian antara suami istri dan wanita lain untuk hamil dengan hasil pembuahan yang ditanamkan ke dalam rahimnya, setelah melahirkan bayi wajib menyerahkan bayinya kepada suami istri berdasarkan kesepakatan yang dibuat (gestational agreement). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sewa rahim dalam perspektif hukum Islam, dan garis keturunan antara anak dan ibu yang melahirkan (ibu pengganti). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif. Dalam menjawab permasalahan yang ada, penulis mengumpulkan data melalui dokumentasi dan memanfaatkan beberapa buku yang berkaitan dengan masalah, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pola berpikir deduktif yaitu menyajikan data secara umum kemudian menarik kesimpulan secara khusus. Hasil penelitian memberikan jawaban bahwa akad sewa rahim dalam hukum Islam merupakan perbuatan yang diharamkan dan diharamkan untuk dilakukan. Sedangkan anak yang lahir dari ibu pengganti tidak memiliki nasab dengannya dan tidak berhak menjadi ahli waris dan ahli waris.

Page 1 of 1 | Total Record : 5