cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
+6281222202006
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
Bumi Menteng Asri Jl Farmasi 3 BG 15 Bogor Barat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 20878125     EISSN : 27146405     DOI : 10.36671
Quranic Studies, Interpretation, Hadith, Islamic Philosophy, Kalam Science, Islamic Education, Dakwah, Islamic Economics, Islamic Language and Literature, Sufism, and other Islamic Studies Groups
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 6 Documents clear
Metode Pengajaran Karakter Berbasis Al-Qur’an Akhmad Shunhaji
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.503 KB) | DOI: 10.36671/mumtaz.v1i1.3

Abstract

Metode pengajaran karakter dalam tulisan ini memaparkan bagaimana menanamkan karakter pada peserta didik dapat ditempuh. Pesan penting al-Qur’an sebagai pedoman penyempurnaan  akhlak manusia, dapat ditempuh melalui pengajaran yang menarik. Pengajaran yang membuat peserta didik dengan senang hati mengikuti tahapan-tahapan hingga implementasinya. Pengajaran karakter berbasis al-Qur’an ditempuh melalui dua metode.  Pertama,  metode  pengajaran  sebagai cara  atau  strategi mengajarkan karakter. Pada pemahaman ini tersirat makna bahwa ukuran keberhasilan menggunakan metode pengajaran adalah hasil. Di sini, dapat mengambil pelajaran dari metode dakwah rasulullah saw dan walisongo. Kedua, metode merupakan sistem pengajaran pendidikan karakter. Artinya, metode pengajaran pendidikan karakter merupakan sistem pengajaran yang menyangkut seluruh komponen pendidikan termasuk kurikulum,  pendidik, strategi mengajar, dan komponen proses pembelajaran lain. Dalam hal metode  pengajaran  sebagai sebagai sistem, ayat-ayat Al-Qur’an memberikan banyak isyarat dan pelajaran yang dapat diambil
Pendidikan Karakter Anak Berbasis Al-Qur’an Aas Siti Sholichah
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.318 KB) | DOI: 10.36671/mumtaz.v1i1.4

Abstract

Pendidikan karakter penting diberikan kepada anak-anak sejak dini, mengingat banyak terjadi pelanggaran dand ekadensi moral. Masalah yang terjadi seperti pencurian, tawuran, penyalahgunaan narkoba  dan  seks bebas, ini terjadi  karena  rendahnya  perhatian orang tua dan lemahnya pendidikan karakter baik yang dilakukan keluarga, sekolah dan masyarakat. Upaya yang dapat dibangun untuk memperbaiki  moral  adalah melalui pembiasaan  positif, tauladan dan komunikasi yang baik antar anak, orang tua dan pendidik. Al- Qur’an telah memberikan bimbingan pendidikan karakter melalui figur Lukmanul  Hakim  sebagai seorang  ayah yang memberikan pendidikan kepada putranya dengan pendidikan tauhid, ibadah, hubungan sosial dan tadzkiyatunnafs yang terkandung di dalamnya pendidikan karakter tentang ketaatan, kesetiaan, disiplin, istiqamah, menghargai, toleransi, mencintai. Selain itu dalam Al-Qur’an juga memberikan   uswatun  hasanah  melalui  Rasulullah  Muhammad SAW, yang mempunyai  sifat sidiq (benar),  amanah  (terpercaya), tablig (menyampaikan dengan baik), fathanah (cerdas), yang dapat menjadi karakter setiap individu. Dengan penanaman  pendidikan karakter sejak dini diharapkan  dapat menciptakan  soleh individu dan soleh secara sosial.
Teologi Ahmadiyah Abdul Muid Nawawi
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.969 KB) | DOI: 10.36671/mumtaz.v1i1.5

Abstract

Tidak  bisa  dipungkiri  kebesaran  Ahmadiyah  karena pengikutnya yang banyak bahkan membuatnya dianggap oleh sebagian Islamolog sebagai bagian dari warna Islam selain Sunni dan  Syiah.  Tulisan  ini  tidak  akan  menelusuri  kembali  absah tidaknya  Ahmadiyah  tetapi  lebih kepada  memahami  bagaimana Ahmadiyah dengan melihat pada latar belakang seperti apa yang membuat Ahmadiyah bisa timbul ke permukaan lalu menyebar ke seluruh penjuru  dunia lewat sudut pandang sosio-teologis. Untuk itu, tulisan ini mengetengahkan Ahmadiyah dalam konsep-konsep seperti Messianisme, Mahdiisme, dan aliran pembaruan. Penyebaran Ahmadiyah ditentukan  oleh momentum  yang tepat dan aktivisme yang kuat oleh para pengikutnya
ةيبرعلا ةءارقلا ىلع ةردقلا يف ءامسلأا تابوصنم مهف رثأ Siti Robiah
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.757 KB) | DOI: 10.36671/mumtaz.v1i1.6

Abstract

  ةءارقلا ةراهم يف وحنلا ملع ةيمهأ      .أ على دعاست تىلا ةءأرقلا اهنم ،تاراهلما بلطتت ةيبرعلا ةغللا  ميلعت ةيلمع نأ فورعلما نموحاتفمو ةيميلعت ةيلمع كل ساسأ  هي ةءارقلاف .ةيوغللا تاراهلما قيرتو تابرلخا ةدايزو مولعلا ليصتح اوفرعي نأ نوديريو  ،مهب  طييح ام كل نوبرتيخو نوبريج اونكا امنيأ ذيملالتاف .ةيسارلدا داولماو مولعلا.سريم  كلشب مهافلتا  قيقتح على دعاست ةءارقلاف ،مهبرجلت  ةفلتخلما تاباجتسلاا ايروضر ارمأ اهميلعت  حبصيو ةيوفشلا تاراهلما نم ةغللاب لاصتلاا  في  ةليدب ةراهم ةءارقلاومهأ نم ةءارقلا ةراهمو ،ةيبرعلا ةغللا  اهيف امب  ةيبنجلأا ةغللا  ميلعت في  ةيساسأ ةراهم هيو .1اديفمو ةيسارلدا داولما نم ةدام مهأ ةءارقلا :دحمأ  رداقلا دبع دممح  لاق  ،ةيبرعلا ةغللا سيردت  في ةيوغللا تاراهلما لىاعتو هناحبس للا نأ عمتجلماو درفلا لىإ ةبسنلاب ةءارقلا ةيمهأ دكؤي اممو 2.ىرخأ ةدام لكب اهتلصل يلا كبر مساب أرقا :لائاق هيلع للا تاولص فىطصلما   هيبن بطاخ هنأ ذإ ،ةيدمحلما هلتاسر ةتحاف اهلعج ةصلالخا  ةفرعلما على لوصحلل ناسنلإا ليبس هي ةءارقلاف .)2-1 :قلعلا( ،قلع نم ناسنلإا قلخ ،قلخ مل ام ناسنلإا ملع ،ملقلاب ملع يلا ،مركلأا كبرو أرقا :لهوق في  موهفلما اذه للا دكأ دقو ،3للا هجول)5-3 :قلعلا( .ملعي
Al-Quran dalam Sejarah (Diskursus Seputar Sejarah Penafsiran al-Qur’an) Abdul Rouf
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.677 KB) | DOI: 10.36671/mumtaz.v1i1.1

Abstract

Secara normatif al-Qur’an diyakini memiliki kebenaran mutlak namun kebenaran penafsiran al-Qur’an bersifat relatif dan tentatif. Sebab tafsir adalah respons mufassir terhadap teks kitab suci, situasi dan problem sosial yang dihadapinya. Sehingga tidak ada penafsiran yang benar-benar objektif karena penafsiran terhadap suatu teks termasuk di dalamnya teks al-Qur’an sangatlah dipengaruhioleh sejarah latar belakang keilmuan, kultur dan anggapan-anggapan yang melatarbelakngi penafsirnya. Sehingga kajian tentang sejarah penafsiran al-Qur’an memiliki daya tarik sendiri bagi mereka yang serius ingin memahami al-Qur’an. Karenanya tidak lah mengherankan jika di kalangan umat Islam selalu bermunculan produk-produk tafsir yang sarat dengan berbagai metode dan pendekatan penafsiran seiring dengan derap langkah perubahan dan tantangan zaman. Pada artikel ini penulis mendeskripsikan tentang sejarah penafsiran al-Qur’an melalui pembahasan tentang sejarah turunnya al-qur’an, sejarah penafsiran al-Qur’an mulai dari penafsiran dengan menggunakan riwayat, akal dan olah batin.
Kedudukan Akal dalam al-Qur’an dan al-Hadis Aan Rukmana
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.739 KB) | DOI: 10.36671/mumtaz.v1i1.2

Abstract

Di dalam Islam terdapat dua sumber referensi yaitu alQur’an dan al-Hadis. Kedua referensi tersebut menjadi pegangan bagi umat Islam di dalam pembentukan hukum yang sesuai dengan syariat Islam. Al-Qur’an sendiri sangat fokus terhadap persoalan intelek/akal di dalam Islam. Semangat tersebut pernah melahirkan peradaban luhur masyarakat Islam. Sejalan dengan itu, Hadis juga memainkan peranan penting dalam rangka mempromosikan keutamaan intelek/kemampuan dalam mendukung kehidupan kita sehari-hari. Artikel ini mencoba untuk memperdalam keutamaan penggunaan intelek ditinjau dari perspektif al-Qur’an dan al-Hadis

Page 1 of 1 | Total Record : 6