cover
Contact Name
Wayan Ordiyasa
Contact Email
wayanordi@gmail.com
Phone
+628122721205
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Respati
ISSN : 19072430     EISSN : 25803891     DOI : -
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi RESPATI ialah Jurnal Nasional bidang Informatika, Telekomunikasi, dan Elektronik. Jurnal terbitan berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Respati Yogyakarta. Tujuan diterbitkannya Jurnal RESPATI adalah untuk memfasilitasi publikasi ilmiah dari hasil penelitian-penelitian di Indonesia serta ikut mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian bagi akademisi dan peneliti dalam bidang komputer dan informatika.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3 (2018)" : 13 Documents clear
Analisa Perbandingan GPS Google Maps Dan GPS Google Earth Dalam Penentuan Titik Koordinat Breeding Place Sulistyo, Andhy; Yudhana, Anton; Sunardi, Sunardi; Aini, Resmi
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.491 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.255

Abstract

INTISARINyamuk  Aedes  Aegypti menularkan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) ke manusia dengan gigitannya. Breeding Place  merupakan berkembangbiaknya  jentik nyamuk di tempat penampungan air yang tidak beralaskan tanah  kurang  menjadi pantauan oleh masyarakat. GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan pemantauan posisi koordiinat bumi. Proses pengambilan lokasi Breeding Place tersebut akan diperoleh koordinat yang disebut waypoint (garis lintang dan bujur pada peta). Google Maps dan GoogleEarth saat ini telah tersedia untuk Android dan menawarkan keseluruhan layanan yang dimiliki Google. Salah satu fitur yang bermanfaat bagi banyak orang adalah informasi titik koordinat  GPS lintang dan bujurnya.Google Maps dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari penggunanya. Seperti mencari bisnis lokal, melihat peta, mendapatkan petunjuk, informasi lalu lintas real-time, melihat jadwal keberangkatan masih banyak lagi.Sementara Google Earth dapat membawa  pada  virtual tempat-tempat indah yang berbeda di belahan bumi. Google Earth dapat diasumsikan sebagai bagian dari Google Maps. Tapi, lebih mengutamakan pengalaman daripada utilitas.Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi antara Gooogle Maps dan Google Earth dengan metoda linier jarak(phytagoras) untuk mengetahui titik koordinat Breeding Place di lingkungan penduduk. Hasil uji linier jarak data diolah menggunakan  standar deviasi untuk mengindikasikan ketelitian atau kedekatan setiap individual data terhadap data lainnya, pada suatu pengamatan terhadap objek tertentu. Dengan semakin besarnya nilai standar deviasi, maka tingkat ketelitian data hasil pengukuran dapat dikatakan burukKata kunci —GPS,Breeding Place,Gooogle Maps,Google Earth. ABSTRACTAedes Aegypti mosquitoes transmit DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) to humans with bites. Breeding Place is the breeding of mosquito larvae in water shelters that are not grounded and are not monitored by the community. GPS (Global Positioning System) is a navigation satellite system and monitoring the Earth's coordinating position. The process of taking the location of the Breeding Place will be obtained by the coordinates called waypoint (latitude and longitude on the map). Google Maps and Google Earth are now available for Android and offer all of Google's services. One feature that is useful for many people is information on the latitude and longitude GPS coordinates. Google Maps is designed to meet the needs of its users. Like looking for a local business, looking at maps, getting instructions, real-time traffic information, see more departure schedules. While Google Earth can bring to virtual different beautiful places in the hemisphere. Google Earth can be assumed as part of Google Maps. But, prioritizing experience rather than utility.This study aims to compare the level of accuracy between Gooogle Maps and Google Earth with the linear distance method(phytagoras) to find out the coordinates of Breeding Place in a population environment. The linear test distance of the data is processed using standard deviations to indicate the accuracy or proximity of each individual data to other data, in an observation of a particular object. With the increasing standard deviation value, the level of accuracy of the measurement data can be said to be badKeywords— GPS,Breeding Place,Gooogle Maps,Google Earth.INTISARINyamuk  Aedes  Aegypti menularkan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) ke manusia dengan gigitannya. Breeding Place  merupakan berkembangbiaknya  jentik nyamuk di tempat penampungan air yang tidak beralaskan tanah  kurang  menjadi pantauan oleh masyarakat. GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan pemantauan posisi koordiinat bumi. Proses pengambilan lokasi Breeding Place tersebut akan diperoleh koordinat yang disebut waypoint (garis lintang dan bujur pada peta). Google Maps dan GoogleEarth saat ini telah tersedia untuk Android dan menawarkan keseluruhan layanan yang dimiliki Google. Salah satu fitur yang bermanfaat bagi banyak orang adalah informasi titik koordinat  GPS lintang dan bujurnya.Google Maps dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari penggunanya. Seperti mencari bisnis lokal, melihat peta, mendapatkan petunjuk, informasi lalu lintas real-time, melihat jadwal keberangkatan masih banyak lagi.Sementara Google Earth dapat membawa  pada  virtual tempat-tempat indah yang berbeda di belahan bumi. Google Earth dapat diasumsikan sebagai bagian dari Google Maps. Tapi, lebih mengutamakan pengalaman daripada utilitas.Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi antara Gooogle Maps dan Google Earth dengan metoda linier jarak(phytagoras) untuk mengetahui titik koordinat Breeding Place di lingkungan penduduk. Hasil uji linier jarak data diolah menggunakan  standar deviasi untuk mengindikasikan ketelitian atau kedekatan setiap individual data terhadap data lainnya, pada suatu pengamatan terhadap objek tertentu. Dengan semakin besarnya nilai standar deviasi, maka tingkat ketelitian data hasil pengukuran dapat dikatakan burukKata kunci —GPS,Breeding Place,Gooogle Maps,Google Earth. ABSTRACTAedes Aegypti mosquitoes transmit DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) to humans with bites. Breeding Place is the breeding of mosquito larvae in water shelters that are not grounded and are not monitored by the community. GPS (Global Positioning System) is a navigation satellite system and monitoring the Earth's coordinating position. The process of taking the location of the Breeding Place will be obtained by the coordinates called waypoint (latitude and longitude on the map). Google Maps and Google Earth are now available for Android and offer all of Google's services. One feature that is useful for many people is information on the latitude and longitude GPS coordinates. Google Maps is designed to meet the needs of its users. Like looking for a local business, looking at maps, getting instructions, real-time traffic information, see more departure schedules. While Google Earth can bring to virtual different beautiful places in the hemisphere. Google Earth can be assumed as part of Google Maps. But, prioritizing experience rather than utility.This study aims to compare the level of accuracy between Gooogle Maps and Google Earth with the linear distance method(phytagoras) to find out the coordinates of Breeding Place in a population environment. The linear test distance of the data is processed using standard deviations to indicate the accuracy or proximity of each individual data to other data, in an observation of a particular object. With the increasing standard deviation value, the level of accuracy of the measurement data can be said to be badKeywords— GPS,Breeding Place,Gooogle Maps,Google Earth.
Sistem Pengaduan Masyarakat Untuk Melaporkan Kerusakan Fasilitas Umum Berbasis Perangkat Bergerak Nurnawati, Erna Kumalasari; Hibatullah, Milzam
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.145 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.250

Abstract

INTISARIFasilitas umum adalah fasilitias yang diadakan untuk kepentingan umum, seperti jalan, angkutan umum, saluran air, jembatan, fly over, under pass, halte, alat penerangan umum, jaringan listrik, tempat ibadah, banjir kanal, trotoar, jalur busway, tempat pembuangan sampah, dan lain sebagainya. Fasilitas umum diberikan oleh pemerintah untuk menunjang kebutuhan aktivitas masyarakat sehari – hari. Setiap fasilitas umum yang dibangun, memiliki fungsi atau kegunaan yang berbeda – beda. Kenyamanan atau keamanan menjadi suatu hal penting untuk menunjang penggunaan setiap fasilitas umum.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari observasi dilapangan. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dan observasi. Sistem Pengaduan Masyarakat untuk Melaporkan Kerusakan Fasilitas Umum Berbasis Perangkat Bergerak ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman JAVA, API, database MySQL, web server Apache, Google Maps Android API dan IDE Android Studio.Sistem pengaduan masyarakat untuk melaporkan kerusakan fasilitas umum berbasis perangkat bergerak ini dibangun dalam bentuk aplikasi Android. Sistem ini terbagi menjadi 2 aplikasi Android, antara lain aplikasi untuk masyarakat dan aplikasi untuk petugas. Aplikasi Android untuk masyarakat dibangun untuk melakukan pengaduan tentang kerusakan fasilitas umum  dengan mudah dan sederhana. Sedangkan aplikasi Android untuk petugas dibangun untuk membantu pengecekan terhadap laporan masyarakat dengan mudah dan tepat.Kata kunci— Fasilitas  umum, Sistem Pengaduan Masyarakat, Perangkat Bergerak.  ABSTRACTThe public facilities are facilities that provided for public purposes, such as road, public transport, waterways, bridge, fly over, under pass, bus stops, public lighting, power line, place of worship, canal flooding, sidewalks, busway lanes, laystall, etc. Public facilities provide by government to support daily activities of the people. Each of the public facilities has different functions or uses. Confortability or security becomes an importan thing to support the use of every public facility.Materials used in this research is the data that obtained from field observation . The methodology used is literature study and observation. Community Complaint System was built using the programming language JAVA, API, MySQL database, Apache web server, Google Maps Android API, and Android Studio IDE.                Community complaint system to report damage of public facilities based on mobile device was built in Android application. The Community Complaint System is divided into 2 Android applications, including application for community dan application for officer. Android application for community was built to complaint the damage of public facilites easily and simple. Whereas the Android application for officer was built to verify report from the people easily and accurate.Kata kunci— Public Facilities, Community Complaint System, Mobile Device
Klasterisasi Data Supplier Menggunakan Algoritma Fuzzy C-Means (Studi Kasus: PT. Jogja Rekayasa Engineering) Prayoghi, M. Lukman; Setyanto, Arief; Pramono, Eko
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.992 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.262

Abstract

 INTISASIPenelitian dengan studi kasus pada PT Jogja Rekayasa Engineering ini adalah sebuah pengembangan dari aplikasi pencatatan keuangan, yang termasuk di dalamnya, kontrak, rencana anggaran proyek, rencana anggaran belanja, beserta  data vendor, juga pekerjaan dan barang yang di supply. menjadi suatu tolok ukur pengambilan keputusan pemilihan vendor supplier yang tepat bagi perusahaan PT. Jogja Rekayasa Engineering yang sebelumnya sudah di implementasikan dengan aplikasi berbasis web. Proses penelitan memanfaatkan metode Fuzzy C-Means untuk klasterisasi pada data yang di ambil dari database aplikasi, penelitian ini di harapkan agar perusahaan dapat memilih serta menentukan supplier mana yang terbaik untuk dapat menjalin kerja sama, dengan memanfaatkan beberapa variabel pengukuran yang tersedia dari banyaknya data yang sudah di klaster. Penelitian sendiri akan berupa simulasi data yang besar untuk proses clustering itu sendiri. Ketika proses cluster dengan algoritma Fuzzy C-Means sudah berjalan seperti yang di harapkan, kemudian akan ditanamkan pada fitur aplikasi perusahaan untuk menentukan keputusan pemilihan vendor, yang akan di kerjakan oleh tim web developer mereka.                             Kata Kunci — SPK, Clustering, FCM, Fuzzy, Supplier, Vendor. ABSTRACTThis research with case study at PT Jogja Engineering Engineering is a development of financial recording application, including contract, project budget plan, budget plan, beside the vendor data, also work and goods in supply. become a benchmark decision making vendor selection appropriate supplier for company PT. Jogja Engineering Engineering which previously been implemented with web-based applications. The research process utilizes the Fuzzy C-Means method for clustering the data taken from the application database, this research is expected to enable the company to choose and determine which supplier is best to be able to work together, by utilizing several measurement variables available from the number of data already in the cluster. The research itself will be a large data simulation for the cluster-ing process itself. When the cluster process with the Fuzzy C-Means algorithm is already running as expected, then it will be embedded in the enterprise application features to determine the vendor selection decision, which will be done by their web developer team.Keyword – DSS, Clustering, FCM, Fuzzy, Supplier, Vendor..
Perancangan Game Fighting Peresean Sebagai Media Pengenalan Budaya Suku Sasak Rajab, B. Abdus Somad; Kuswantoro, RB. Hendri
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.897 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.256

Abstract

INTISARI                Peresean adalah adat istiadat suku sasak Lombok yang bersenjatakan rotan (penjalin), menggunakan tameng (ende) yang terbuat dari kulit sapi dan saat acara peresean berlangsung akan di iringi dengan musik khas suku sasak lombok yakni gendang beleq. Adapun pakaian yang di kenakan peserta peresean (pepadu) adalah ikat kepala (sapuq), sarung (selewoq), ikat pinggang dari kain (bebet) serta bertelanjang dada. Budaya Peresean kini mulai jarang di selenggarakan serta tidak terlalu di minati oleh pemuda lombok khususnya. Maka dari situ menjadi sebuah acuan pembuatan gameplay game yang berjenis Fighting dengan melakukan penyesuaian peraturan sesuai dengan target audience.                Platform dari game “Peresean” ini adalah personal computer, maka game dikerjakan dengan beberapa bantuan visual artis, penata suara dan progammer, sedangkan setelah pematangan konsep di lanjutkan ke tahap produksi, pembuatan gameplay, aset, user interface, dan karakter. adapun peralatan  yang digunakan untuk proses Penciptaan menggunakan laptop atau personal computer, pen table, Software pengolah gambar seperti Adobe Photoshop, Clip Studio Paint, dan Blender.                Hasil akhir dari produksi ini adalah game fighting Peresean  yang di jalankan pada perangkat PC (personal computer), dan di targetkan untuk semua usia. Adapun fitur – fitur yang sudah di rancang sudah memenuhi dari apa yang di inginkan. Dalam game berjenis Fighting ini terdapat informasi dan pesan moral tentang melestarikan budaya lokal.Kata Kunci : Fighting, budaya suku sasak, lombok, Peresean ABSTRACTPeresean is customs tribe of sasak lombok armed with rattan ( penjalin ), use shield ( ende ) made of the skins of calves and during a peresean held will be followed up with music typical tribe of sasak lombok namely kettledrum beleq . As for a garment in wear participants peresean ( pepadu ) is headband ( sapuq ), scabbard ( selewoq ), the sashes of fabric ( bebet ) and barefoot the chest. Culture peresean is now beginning to rare in hosted and not overly were interested in it by a youth lombok especially. So it into a reference making gameplay the game as fighting with adapt the regulation accordance with the target audience.A platform of games peresean this is personal computer, then games done by some help visual artist, a sound and progammer, while after maturation concept in continue to the point of production, making gameplay, assets, a user interface, and character. As for equipment used to the forging find or personal computer, pen table, software processing an image of such adobe photoshop, clip studio paint, a blender.The end result of production this is game fighting peresean who on the run on the device pc (personal computer), and in target for all age. As for features - features out of designed enough to fulfill of what will. In a game as fighting are information and moralistic messages about preserve local culture.Keywords : Fighting, the culture of sasak, lombok, Peresean
Perancangan User Interface Aplikasi Kamus Bahasa Isyarat Tematik Berbasis Mobile Application Sulistyawati, Arum Kurnia
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.761 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.251

Abstract

INTISARISeiring perkembangan teknologi, aplikasi media pembelajaran mulai bermunculan. Salah satu aplikasi media pembelajaran yaitu Kamus Bahasa Isyarat dengan susunan kosakata secara alfabetik. Akan tetapi, kebutuhan pengguna khususnya siswa tunarungu tidak selalu konstan. Kebutuhan pengguna dapat berubah sesuai dengan perkembangan atau peraturan yang berlaku. Saat ini, hal yang berpengaruh pada kebutuhan aplikasi kamus bahasa isyarat adalah kurikulum pendidikan, yaitu Kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan konsep belajar siswa tunarungu dikelompokkan ke dalam tema tertentu sesuai level kelas masing-masing. Perubahan ini menyebabkan siswa tunarungu membutuhkan Aplikasi Kamus Bahasa Isyarat yang mendukung proses pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah perancangan user interface Aplikasi Kamus Bahasa Isyarat Tematik berbasis mobile application. Penyusunan kosakata yang dikelompokkan berdasarkan tema-tema tertentu diharapkan mampu mempermudah siswa belajar bahasa isyarat. Adapun penelitian ini menggunakan metode waterfall agar setiap alur tahap dan proses dapat berjalan secara runtut dan mudah untuk melakukan pengecekan apabila terjadi kesalahan.Kata kunci -- kamus bahasa isyarat, tematik, tunarungu ABSTRACTAs technology develops, applications of learning media begin to emerge. One application of learning media is the Sign Language Dictionary with alphabetical vocabulary arrangement. However, the needs of users especially deaf students are not always constant. User needs can change according to developments or regulations. At present, the thing that influences the need for sign language dictionary applications is the education curriculum, namely the 2013 curriculum. This is because the learning concepts of deaf students are grouped into certain themes according to their respective class levels. This change causes deaf students need the Sign Language Dictionary Application that supports learning process. Therefore, this study aims to produce a user interface design for mobile application Thematic Sign Language Application. The preparation of vocabulary grouped according to certain themes is expected to facilitate students learning sign language. As for this study using waterfall method so that each flow stage and process can run in a coherent and easy to check if an error occurs.Keywords -- sign language dictionary, thematic, deaf
Implementasi Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Karyawan Baru Dengan Metode Profile Matching Sulistiyono, Mulia; Bernadhed, Bernadhed
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.745 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.246

Abstract

INTISASIPengambilan keputusan diantara berbagai alternatif pilihan karyawan merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, dalam situasi yang kompleks  pengambilan keputusan tidak dipengaruhi oleh satu faktor saja melainkan multi faktor dan mencakup berbagai jenjang maupun kepentingan. Biasanya pengambil keputusan dalam menentukan pilihan terbaik menggunakan intuisi dan subyektifitas semata, sehingga menjadi sebuah tantangan dengan berbagai resiko. Pendekatan dengan metode pencocokan profil atau profile matching merupakan salah satu jawaban dalam permasalahan ini. Dengan menggunakan metode ini keputusan diambil dengan mengidentifikasikan terhadap kelompok karyawan atau pelamar pekerjaan yang baik maupun buruk. Para karyawan dalam kelompok tersebut diukur menggunakan beberapa kriteria penilaian. Pelamar kerja yang diangkat adalah pelamar yang paling mendekai profil ideal seorang karyawan yang berhasil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai terbesar yang mempengaruhi seleksi calon karyawan adalah kriteria kognitif (K1) sebesar 40%, kemudian kriteria kepribadian (K2) sebesar 30% dan kriteria sikap kerja sebesar 30%. Untuk nilai yang digunakan untuk melakukan perankingan berdasarkan jumlah core factor dan secondary factornya.Kata kunci— Sistem pendukung keputusan, Penerimaan karyawan, Profile Matching, SDM . ABSTRACTDecision making among various alternative choices of employees is a difficult thing to do, in complex situations decision making is not influenced by just one factor but multi factors and includes various levels and interests. Usually decision makers in determining the best choice using intuition and subjectivity alone, so that it becomes a challenge with various risks. The approach with profile matching method is one of the answers to this problem. By using this method the decision is taken by identifying the good or bad group of employees or job applicants. Employees in the group are measured using several assessment criteria. Appointed job applicants are the most applicants who approach the ideal profile of a successful employee. The results of this study indicate the greatest value that affects the selection of prospective employees is cognitive criteria (K1) of 40%, then personality criteria (K2) of 30% and criteria for work attitudes of 30%. For values used to rank based on the number of core factors and secondary factors.Keyword—  Decision support system, employee recruitment, Profile Matching
Penerapkan Augmented Reality Pada Media Promosi (Brosur) STMIK Bumigora Mataram Berbasis Android Madani, Miftahul; Setyanto, Arief; Sofyan, Amir Fatah
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.726 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.263

Abstract

INTISARIPerkembangan teknologi saat ini telah memberikan dampak yang sangat besar dalam dunia teknologi informasi dan telekomunikasi salah satunya teknologi game dan animasi. Hal ini seiring dengan tuntutan kebutuhan tampilan 2D, 3D maupun suara dengan kualitas informasi yang baik untuk membangun virtual word menjadi menjadi lebih nyata di dalam komputer. Augmented reality adalah suatu lingkungan yang memasukkan objek virtual 3D kedalam lingkungan nyata secara real-time. Para peneliti memanfaatkan bidang ini sebagai salah satu cara baru untuk meningkatkan produktifitas, efektifitas, efisiensi dan meningkatkan kualitas informasi sebagai media entertainment. Dengan memanfaatkan teknologi augmented reality, informasi pada brosur yang biasa digunakan untuk memberikan informasi kepada pembaca dapat ditambahkan dalam bentuk informasi digital yang berupa video dan suara yang ditampilkan secara digital dengan bantuan smartphone android dan menjadikan brosur sebagai marker. Adapun teknik untuk perancangan augmented reality menggunakan teknik marker based tracking. Aplikasi ini dijalankan pada smartphone android kemudian akan melacak dan mendeteksi marker yang terdapat pada brosur, setelah marker terdeksi konten video akan muncul dan dapat dijalan. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas informasi yang lebih baik.Kata Kunci – Peancangan, Augmented Reality, Brosur, Marker Based Tracking, Android ABSTRACTThe current of technology developments have had a huge impact in the world of information technology and telecommunications one of the games and animation technology. This is in line with the demanding needs of 2D, 3D and sound display with good quality information to build a virtual word becomes more real in the computer. Augmented reality is an environment that incorporates 3D virtual objects into real-time environments in real-time. Researchers take advantage of this field as a new way to increase productivity, effectiveness, efficiency and improve the quality of information as a medium of entertainment. By utilizing augmented reality technology, information on brochures commonly used to provide information to readers can be added in the form of digital information in the form of video and sound that is displayed digitally with the help of android smartphone and make the brochure as a marker. The technique for designing augmented reality using marker based tracking technique. This app runs on android smartphone will then track and detect the marker contained in the brochure, after the detected video content marker will appear and can be run. With this application is expected to improve the quality of information better.Key Word –Desining, Augmented Reality, Brochure, Marker Based Tracking, Android
Penerapan Webservice Pada Sistem Informasi Perpustakaan Norhikmah, Norhikmah
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.153 KB) | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.248

Abstract

INTISARISistem informasi perpustakaan  berbasis web yang digunakan sekarang, hanya bisa melihat daftar koleksi dan stock koleksi yang ada diperpustakaan, belum bisa melihat data peminjaman yang dilakukan mahasiswa maupun dosen dan jumlah denda jika mahasiswa terlambat mengembalikan buku maupun cd toturial, sehingga mahasiswa dan dosen yang lupa judul buku apa aja yang telah dipinjam diperpustakaan harus datang langsung keperpustakaan untuk melihat daftar buku atau cd yang dipinjam. Maka dari itu diperlukan pengembangan sistem informasi perpustakaan yang menerapkan web service dengan tujuan dapat menampilkan data sirkulasi bagian data peminjama  yang ada diaplikasi smart library, sehingga data yang tampil real time, metode pengembangan sistem yang digunakan adalah SDLC dan perancangan sistem menggunakan UML yaitu usecase, activity dan class diagram. Hasil dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi perpustakaan bagian data peminjaman koleksi baik buku maupun cd toturial yang berbasis website yang dimana mahasiswa dan dosen dapat melihat daftar buku yang telah dipinjam, dan total denda peminjaman jika mahasiswa terlambat mengembalikan buku, dan juga dengan menerapkan webservice dapat memberikan kemudahan dalam pengembangan sistem informasi perpustakaan.Kata Kunci ? Data Peminjaman, Perpustakaan,Webservice, UML ABSTRACTThe information system web-based library in use now, only to see the list of collections and stock collections that exist in the library, can not see the data of borrowing done by the students and faculty and the amount of the fine if students are late returning the book and cd toturial, so that students and faculty who forget any kind of titles that have been borrowed in the library must come directly library to see a list of books or cd borrowed. This the necessary development of library information systems that implement web service with the aim to show the data circulation data portion of borrowing that is applied smart library, so the data that appear in real time, System development method used is SDLC and system design using UML usecase, activity and class diagrams. The results of this research is to develop a library information system data section borrowing a good collection of books and cd toturial-based website where students and faculty can see a list of books that have been borrowed, and total fines of borrowing if students are late returning books, and also by applying webservice can provide convenience in further development of information systems.KeyWord ? Data Loan, Library, Webservice, UML
Penerapan Usability Jakob Nielsen Dan Gtmatrix Untuk Mengevaluasi Website Amdal Pada Badan Lingkungan Hidup DIY Utomo, Dimas Prasetyo; W A, Bambang Soedijono; Pramono, Eko
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.257

Abstract

INTISASIDalam era teknologi saat ini, perusahaan atau organisasi dituntut untuk mengikuti perubahan terutama dalam bidang sistem informasi. Penggunaan sistem informasi tidak melihat dari besar atau kecilnya sebuah organisasi. Fenomena tersebut dapat dilihat bahwa hampir semua organisasi dalam pengelolaannya telah terkomputerisasi. Badan Lingkungan Hidup adalah suatu instansi pemerintahan yang membidangi tentang Lingkungan Hidup. Kementerian Lingkungan Hidup mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi dibidang lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkunganDengan melihat tugas dan fungsi lembaga tersebut, peneliti mencoba mengevaluasi website sitem AMDAL yang di miliki organisasi tersebut dengan menerapkan Usabity Jacob Nielsen dan menggunakan Tools GTmatrix untuk sarana mengevaluasinya. Kata kunci –  Usability, Jacon Nielsen, GTMATRIX, AMDAL ABSTRACTIn today's technological era, companies or organizations are required to follow changes especially in the field of information systems. The use of information systems does not look at the size or size of an organization. The phenomenon can be seen that almost all organizations in the management has been computerized.The Environment Agency is a government agency in charge of the Environment. The Ministry of Environment has the duty of assisting the President in formulating policies and coordination in the field of environment and control of environmental impactsBy looking at the duties and functions of the institution, the researcher tries to evaluate the AMDAL website of the organization that is owned by the organization by applying Usabity Jacob Nielsen and using GTmatrix Tools to evaluate it.Keyword –  Usability, Jacon Nielsen, GTMATRIX, AMDAL
Rancang Bangun Aplikasi Jam Digital Masjid Berbasis Web Syahroni, Abd. Wahab; Ubaidi, Ubaidi
Jurnal Teknologi Informasi RESPATI Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jtir.v13i3.252

Abstract

INTISARIPenelitian ini berawal ketika takmir Masjid Al-Amin Kertek ingin membeli alat jam digital masjid yang tampil pada lampu LED, namun setelah mempertimbangkan harga dan manfaat yang dapat digunakan sehingga takmir masjid berfikir bagaimana caranya memiliki aplikasi jam digital masjid yang dapat di tayangkan di sebuah TV LED yang dapat menampilkan beberapa informasi serta memiliki kemudahan dalam melakukan setting aplikasi hanya dengan menggunakan laptop atau smartphone. Penelitian ini merancang aplikasi jam digital masjid berbasis web yang di akses melalui web browser pada raspbery pi 3 yang ditampilkan menggunakan monitor TV LED 32 inch. Rancang bangun aplikasi ini dibangun dengan metode prototype. Adapun tahapan metode Prototype antara lain menetapkan kebutuhan perangkat lunak, menterjemahkan data yang telah dianalisis ke bentuk yang mudah di mengerti, evaluasi terhadap program yang sudah jadi dan bila terdapat kekurangan pada program bisa ditambahkan hingga semua kebutuhan user terpenuhi, dan yang terakhir produk rekayasa. Fitur utama aplikasi ini antara lain menampilkan jam secara realtime, hari, tanggal masehi dan hijriyah, teks arab dan arti, perubahan background otomatis, pesan pendek, running teks, info khotib dan bilal, jam waktu sholat, 20 menit sebelum adzan akan otomatis mengeluarkan murottal alquran, 5 menit sebelum adzan akan mengeluarkan suara qiroah, adzan otomatis, 1 menit setelah adzan akan menampilkan info 10 menit detik mundur kemudian menampilkan info saatnya sholat luruskan shaf. Aplikasi ini telah di ujicobakan di Masjid Al-Amin Kertek. Dari hasil ujicoba fungsionalitas sistem menggunakan metode black box, semua fungsionalitas sistem sudah berhasil diterapkan dan berjalan dengan baik.Kata kunci – aplikasi jam digital, masjid, raspbery pi 3, web.  ABSTRACTThis research began when officer of Al-Amin Kertek Mosque wanted to buy a digital mosque clock that appeared on the LED lights, but after considering the prices and benefits that could be used, the mosque officer thought how to have a mosque digital clock application that can be displayed on an LED TV which can display some information and has the ease of setting applications only by using a laptop or smartphone. This study designed a web-based mosque digital clock application that was accessed via a web browser on Raspbery Pi 3 that was displayed using a 32-inch LED TV monitor. The design of this application is built with the prototype method. The stages of the Prototype method is initial requirements, design, prototyping, customer evaluation, review and updation, development, test and maintain. The main features of this application include displaying hours in realtime, days, dates and hijriyah, arabic texts and meanings, automatic background changes, short messages, running text, preaching and public info, hours of prayer time, 20 minutes before the call to prayer will automatically issue murottal the Qur'an, 5 minutes before the call to prayer will issue qiroah, automatic adhan, 1 minute after the call to prayer will display info 10 minutes seconds back then display the info when the prayer is straightening the prayer. This application has been tested at Al-Amin Kertek Mosque. From the results of testing the system's functionality using the black box method, all system functionality has been successfully implemented and running well.Keywords –  digital clock application; mosque; raspbery pi 3; web.

Page 1 of 2 | Total Record : 13