cover
Contact Name
Erwin Prayogi
Contact Email
magrobis@unikarta.ac.id
Phone
+6282242076446
Journal Mail Official
magrobis@unikarta.ac.id
Editorial Address
Jln. Gunung Kombeng No. 27, Tenggarong, Kalimantan TImur
Location
Kab. kutai kartanegara,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Magrobis
ISSN : 14120828     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Magrobis merupakan publikasi ilmiah yang memuat masalah dan problematika dalam ilmu-ilmu pertanian secara luas. Bidang utama yang terkait dengan ilmu-ilmu pertanian yaitu agribisnis dan agroteknologi. Topik publikasi ilmiah yang dapat diterima yaitu ekonomi pertanian, rantai pasar pertanian, penilaian sumberdaya pertanian, pengolahan hasil pertanian, social ekonomi pertanian, sistem produksi pertanian, nutrisi pangan pertanian, polusi dan manajemen pertanian, kewirausahaan, pembangunan dan perdesaan pertanian, komunikasi pertanian, generasi pertanian muda, gender. Manuskrip yang dapat diterima oleh jurnal Magrobis adalah naskah asli dan bukan naskah yang sudah diterbitkan atau dikirimkan ke beberapa tempat publikasi lain. Jurnal ini mencakup naskah penelitian asli, ulasan artikel dan artikel pendek yang memiliki topik berhubungan dengan agribisnis dan agroteknologi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2014): 2014" : 5 Documents clear
Laju Infiltrasi Beberapa Jenis Tumbuhan Herba Di Matang Wildlife Centre, Sarawak Karyati, Karyati; Ipor, Isa B.; Sapawi, Noorhana Mohd
Jurnal Magrobis Vol 14, No 1 (2014): 2014
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1618.746 KB)

Abstract

The existence of herbaceous was importance in order to the ability in soil and water conservation. A survey of soil infiltration rate at various land that dominated by herbaceous plants was conducted at Matang Wildlife Centre, Sarawak, East Malaysia. The highest infiltration rate (2.45 cm/minute) was observed at herb land which dominated by Mikania micrantha Kunth. The land that dominated by Fimbristylis glubolosa Vahl showed the lowest infiltration rate (0,06 cm/minute). According to growth types, the vegetation of herbaceous that categorized as boadleaf reached the highest infiltration rate (2.00 cm/minute), followed by fern (0.68 cm/minute) and grass (0.59 cm/minute). The infiltration rate of mixed dipterocarps forest which is situated near the study site was 2.56 cm/minute. Information about the infiltration rate of herbaceous plants is useful for soil and water conservation, biodiversity, and forest management and conservation.Keywords: Infiltration rate, herbaceous, cover crops, and Sarawak.
Pengaruh Abu Vulkanik Hasil Erupsi Merapi Dan Pupuk Kandang Terhadap Sifat Fisika Tanah Dan Hasil Kacang Tanah Pada Regosol Abu Vulkan Di Sleman, DIY Adrinoviarini, Adrinoviarini; Supriyanto N., Supriyanto N.; Djadmo K., Bambang
Jurnal Magrobis Vol 14, No 1 (2014): 2014
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.299 KB)

Abstract

The low content of colloid material such as clay and organic matter in sandy soil (volcanic ash Regosol) cause the soil less supportive in water and nutrient. Mount Merapi eruption in September 2010 is a natural process. The problem is the amount of ashfall which is different on each place. The legume is suggested to give a better effect on soil fertility due to enrichment of N content in the soil after the eruption.The experiment was conducted in a green house of Soil Departement, Agriculture Faculty of Gadjah Mada University from February to May 2011. The experiment was carried out using two blocks of two factorial arranged in completely random design. Each combination was replicated three times.The results showed that ashfall, chicken manure and cow manure increase slow drainage pore and N uptake. This treatment decrease total porosity, non usefull pores, water holding pores and quick drainage pores. Chicken manure and cow manure tend to generate rate of plant height at first to fifth week of growth. The rate of application of 30 tons/ha chicken manure and 10 tons/ha cow manure resulted in the highest growth compared to other treatments. The treatment of chicken manure tend to increase seed weight and 13.39 tons/ha cow manure tend to produce optimal seed weight. The optimum production of peanut is achieved by addition 10 tons/ha ashfall and 20 tons/ha cow manure. This mixture may be used as a recommendation to produce the optimal fertility condition for the volcanic ash Regosol.Key words: ashfall regosol, ashfall, chicken manure, cow manure, peanut.
Peran Pupuk Organik Kompos Berbasis Kotoran Hewan Terhadap Peningkatan Kesuburan Tanah Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Raden, Ince; Fadli, Mohamad; Efendi, Aswan
Jurnal Magrobis Vol 14, No 1 (2014): 2014
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.91 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan dan hasil bawang merah akibat pemberian kombinasi jenis dan dosis pupuk organik. Penelitian dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial dengan perlakuan kombinasi dosis dan jenis pupuk organik yang terdiri dari 10 (sepuluh) taraf perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan, yaitu k0= Kontrol; k1 = 15 t ha-1 atau 1.5 kg petak-1 (bahan dasar kotoran sapi); k2 = 30 t ha-1 atau 3.0 kg petak-1 (bahan dasar kotoran sapi); k3 = 45 t ha-1 atau 4.5 kg petak-1 (bahan dasar kotoran sapi); k4 = 15 t ha-1 atau 1.5 kg petak-1 (bahan dasar kotoran kambing); k5 = 30 t ha-1 atau 3.0 kg petak-1 (bahan dasar kotoran kambing); k6 = 45 t ha-1 atau 4.5 kg petak-1 (bahan dasar kotoran kambing); k7 = 15 t ha-1 atau 1.5 kg petak-1 (bahan dasar kotoran ayam); k8 = 30 t ha-1 atau 3.0 kg petak-1 (bahan dasar kotoran ayam); dan k9 = 45 t ha-1 atau 4.5 kg petak-1 (bahan dasar kotoran ayam). Analisis dilakukan dengan uji F (sidik ragam). Pengambilan sampel tanah untuk analisis sifat fisik dan kimia tanah dilakukan pada 5 titik yang ditentukan secara diagonal pada kedalaman + 20 cm kemudian dikompositkan. Sedangkan pengambilan sampel tanah dengan menggunakan ring sampel diambil pada 2 kedalaman yaitu 0 30 cm dan 30 60 cm. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium PPHT Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 35 hari setelah tanam, bobot umbi per tanaman dan bobot umbi kering per petak saat panen, dan berpengaruh nyata terhadap rata-rata jumlah umbi per tanaman. Pemberian pupuk organik k9 (45 t ha-1 bahan dasar kotoran ayam) menghasilkan bobot umbi kering per petak tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu 130,25 g petak-1 atau 3,62 t ha-1.Keyword: Pupuk Organik, Produksi, Bawang Merah.
Analisis Perilaku Positif Deviance Pemberian Makan dan Ketahanan Pangan Keluarga Miskin Saragih, Bernatal
Jurnal Magrobis Vol 14, No 1 (2014): 2014
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.378 KB)

Abstract

Background. Food is an essential and strategic commodity for Indonesia because food is a basic human need that must be met by the government and society . Impact on poverty and access to food purchasing power and will of course also a hedge against the nutritional status of the family in society. Objectives . To analyze the behavior of mothers positive deviance in feeding and food security of poor families. Methods . This study was conducted with a cross-sectional design is qualitative in maternal informants as positive deviance actors where poor families and have a well-nourished child . Research carried out each 4 RT in Samarinda and 2 RT and 2 village in Kutai Timur Regency. Data analysis by desctiptive.. Results . Average nutritional status (z-score) was -0.3.. Mother provide food menu based on availability and preferences of toddlers . The main information obtained mother in determining the variety of food from posyandu, other than that of the medium of television , friends and parents/in-laws . Mom has a persistent effort to overcome the problem of appetite in infants , especially during illness chiefly with children easily swallowed foods like porridge . Although the mothers of poor families also have offender Positive Deviance household food security is good . Conclusion . Feeding with coax children than with balanced nutrition is the strategy most often performed by maternal.Key words: positive deviance, nutrition status, food security
Kekayaaan Bahan Baku Jamu Astuti, Sri
Jurnal Magrobis Vol 14, No 1 (2014): 2014
Publisher : Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam berupa tumbuhan-tumbuhan yang berjumlah kira-kira 30.000 spesies tanaman berbunga, merupakan nomor tiga terbesar di dunia seperti Brasil dan Zaire, diantaranya 7.000 spesies berkhasiat obat, 940 jenis telah teridentifikasi, 283 jenis terdaftar sebagai bahan baku obat yang rutin digunakan industri obat tradisional. Bangsa Indonesia sangat kaya akan ilmu perawatan kesehataan, kebugaran dan kecantikan dengan bahan alami (jamu). Sayangnya, penelitian khasiat obat dari bahan asli Indonesia saat ini masih terbatas. Akibatnya, potensi tanaman obat yang demikian besar di tanah air belum tergali maksimal. Maraknya obat-obatan tradisional asing yang masuk ke Indonesia seperti Amerika , China dan Malaysia membuat persaingan menjadi lebih kentara, terlebih di era perdagangan bebas. Data nilai Impor tahun 2011 menunjukkan bahwa Amerika adalah pemasok obat tradisional dan herbal yang terbesar pertama dengan nilai impor tercatat USS 19,13 juta, kemudian diikuti oleh Malaysia dengan nilai impor sebesar USS 7,09 juta. Kearifan budaya dalam memanfaatkan jamu berkaitan erat pula dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Karena tanaman yang menjadi bahan baku jamu adalah tanaman obat yang pemanfaatannya berwawasan pelestarian budaya dan lingkungan hidup. Dengan demikian, pemanfaatan tanaman jamu atau tanaman obat dapat berperan dalam upaya pelestarian lingkungan untuk mengurangi efek pemanasan global yang melanda dunia akhir-akhir ini. Keanekaragaman hayati dalam ramuan jamu memberikan keanekaragaman struktur senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Hal ini berkaitan dengan keanekaragaman aktivitas farmakologinya. Hal tersebut merupakan tantangan besar bagi para ilmuwan untuk mengungkap cara kerja jamu dalam meningkatkan kesehatan, penyembuhan penyakit ataupun sebagai bahan kosmetik alami. Dengan adanya penelitian yang intensif diharapkan dapat muncul terobosan dalam dunia kesehatan dan kecantikan menggunakan jamu. Sebagai warisan leluhur, jamu merupakan aset Nasional yang potensial bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.Keyword: Jamu, Obat-obatan, Tradisional

Page 1 of 1 | Total Record : 5